;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Surabaya Bongkar Beras Impor asal Myanmar

04 Feb 2025

Ribuan ton beras impor asal Myanmar dibongkar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada awal 2025. Hal ini memicu keresahan petani padi di lumbung pangan terbesar nasional ini karena kini mereka sedang bersiap memasuki musim panen raya. Masuknya beras impor diketahui dari bongkar muatan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di Jalan Perak Barat, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, pada 18 Januari 2025. Video tentang aktivitas pembongkaran beras asal Myanmar itu diunggah oleh pemilik akun @barokah.www di media sosial Tik-tok. ”Assalamualaikum warah matullah wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang. Laporan buat mas gondrong lagi. Ini di dek kedua sudah seperti ini di tanggal 18 Januari 2025. Ini proses pembongkaran,” ujar seseorang di video tersebut. Beras impor yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak itu sudah dikemas dalam zak warna putih bertuliskan beras Bulog dengan berat 50 kilogram (kg).

Pada kemasan itu juga tertera tulisan beras putih asal Myanmar dengan tingkat kepecahan 5 persen. Adapun perusahaan yang mengekspor ke Indonesia ialah SWY PTE LTD yang berkantor di Singapura. Masuknya beras impor itu memicu keresahan petani di Jatim, salah satunya Jumantoro. Ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia itu mengatakan, masuknya beras impor bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang menyatakan tidak ada impor beras pada tahun 2025. Produksi beras di Jatim mengalami surplus setiap tahun sehingga sebagian dikirim ke luar daerah. Di sisi lain, sebagian petani di sejumlah daerah di Jatim sudah memasuki masa panen dan akan mencapai panen raya serentak pada Maret 2025. ”Petani khawatir gabahnya tidak terserap pasar dan Bulog sehingga harganya jatuh ke titik paling rendah. Sementara biaya produksi yang dikeluarkan petani saat ini cukup tinggi,” kata Jumantoro, Senin (3/2/2025). Menurut dia, untuk panen Saat ini, pembelian gabah petani masih dilakukan para pedagang. Di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, misalnya, gabah petani hanya dihargai Rp 5.000-Rp 5.800 per kg sesuai kualitasnya.

Harga itu jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 per kg. Kekhawatiran terkait kehadiran beras impor juga disampaikan Muhammad Suud (50), petani di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Alasannya, petani saat ini bersiap menghadapi masa panen di musim hujan sehingga kualitas gabah kurang bagus karena kadar airnya tinggi. Pengadaan tahun 2024 Direktur Pengadaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan, beras impor yang dibongkar di PelabuhanTanjung Perak merupakan pengadaan tahun 2024. Beras itu tiba di Indonesia pada Desember 2024, tetapi baru bisa dibongkar dari kapal pada Januari 2025. ”Semua kapal datang pada 2024. Namun, saat kapal dating di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tidak bisa langsung membongkar muatannya,” ujar Awaludin saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025) malam. Ia menyebutkan, salah satu kendala dalam pembongkaran beras impor adalah kondisi cuaca ekstrem di perairan Surabaya. Selain itu, antrean bongkar muat kapal di pelabuhan juga banyak sehingga memerlukan waktu untuk membongkar beras impor. (Yoga)

 

Kebijakan Menyulut Perang Dagang

04 Feb 2025

Kebijakan tarif Amerika terhadap Kanada, Meksiko, dan China  akan mulai berlaku pada Selasa, pukul 00.01 dini hari waktu setempat. Kebijakan Presiden AS Donald Trumph yang memberlakukan tarif 25% atas Kanada dan Meksiko, serta tarif 10%  terhadap China tersebut diprediksi akan memperlambat pertumbuhan global, sekaligus mendongkrak harga-harga yang lebih tinggi bagi warga Amerika. Indonesia bisa mencari peluang dari kondisi tersebut untuk memperluas pasar ekspor untuk mencari peluang  dari kondisi tersebut untuk memperluas pasar ekpor dan menarik investasi serta mempekuat diplomasi dagang, meningkat daya saing industri, dan memanfaatkan insentif perdagangan seperti Generalized System of Preferences (GSP). Namun peluang,  itu tampaknya sempit.

Berbagai kendala dan tantangan di dalam negeri masih membayangi iklim investasi dan perdagangan Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyarankan  agar pemerintah proaktif melakukan pendekatan-pendekatan bilateral yang dibutuhkan agar Indonesia tidak mengalami penyempitan akses pasar eskpor AS. "Justru kalau bisa Indonesia melobi agar menjadi rekan dagang preferensial bagi AS,"ucap dia.  Dia menyebutkan, perang dagang bukan hal baru, karena sudah terjadi sejak 2018 hingga saat ini. Jadi kebijakan Trump baru-baru ini hanya mengakselerasi tren fragmentasi perdagangan global yang sudah terjadi sejak 2018. (Yetede)

310 Ribu Pengecer Enggan jadi Pangkalan Resmi Gas Elpiji

04 Feb 2025
Pendaftaran pengecer menjadi subpenyalur atau pangkalan resmi LPJ tabung 3 kg sudah bergulir sejak September 2024. Berdasarkan dokumen yang diperolah, jumlah pengecer yang telah terdata melalui merchant app Pertamina mencapai 374,867 pengecer hingga akhir Desember 2024. Selama ini pengecer menjual kembali ke LPG subsidi yang mereka peroleh dari penyalur dengan harga bervariasi.  Hal ini yang membuat masyarakat membeli "gas melon" tidak sesuai dengan HET Merchant app Pertamina sendiri sudah digunakan untuk mendata konsumen LPG tiga kg secara digital sejak Juni 2024. Pemerintah kemudian mulai melakukan penataan distribusi LPG tiga kg dengan menaikkan status mengecer  menjadi sub penyalur  atau pangkalan resmi. Dengan cara ini, penyaluran "gas melon" diharapkan tepat sasaran dan masyarakat menikmati dengan harga wajar. Namun, dari dokumen itu pula disebutkan, hingga akhir 31 Desember 2024 sebanyak 299 pengecer sudah tercatat menjadi subpenyalur, kemudian sebanyak 1.260 pengecer dalam proses pengangkatan. Sedang 310  ribu pengecer tidak bersedia menjadi subpenyalur. (Yetede)

Bank Swasta Dongkrak Pertumbuhan Laba Industri

04 Feb 2025
Menjelang akhir 2024, industri perbankan nasional mengantongi laba bersih sebesar Rp237,15 triliun, tumbuh 7% dibandingkan posisi November 2023 senilai Rp221,63 triliun.  Laba bersih tersebut didukung dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp499,48 triliun. Apabila dirinci berdasarkan kepemilikannya, data OJK menunjukkan bahwa bank persero membukukan laba bersih Rp 119,39 triliun, tumbuh 3,6$ (yoy) per November 2024 dalam setahun. Berikutnya, bank umum swasta nasional (BUSN) meraup laba bersih RP 92,66 triliun. Artinya, pertumbuhan laba industri perbankan didorong dari peningkatan laba BUSN. Meskipun, kantor cabang bank luar negeri (KCBLN) mencatatkan pertumbuhan laba 15,8% (yoy) menjadi Rp12,75 triliun. Sedangkan, Bank Pembangunan Daerah (PDB) mengalami kontraksi 6,8% (yoy) menjadi Rp12,34 triliun per November 2024. Menanggapai data tersebut, Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan, laba Himbara yang tumbuh mini karena sejumlah faktor. Mulai dari kenaikan biaya dana akibat suku bunga tinggi, peningkatan biaya  pencadangan untuk mengantisipasi potensi pemburukan kualitas kredit. (Yetede)

Mengapa Industri Televisi Lesu dan Memangkas Jumlah Karyawannya

04 Feb 2025
SATU lagi perusahaan media televisi yang memangkas jumlah karyawannya. Kanal berita berbahasa Inggris, SEA Today, mulai menghentikan hubungan kerja dengan sejumlah pegawainya. Awy Sirapurna Putra, Corporate Secretary PT Metra Digital Media (MD Media), yang menaungi SEA Today, mengungkapkan bahwa perusahaan harus melakukan efisiensi untuk merespons dinamika industri penyiaran. Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ini memutuskan menghentikan sejumlah program penyiaran. "Sebagai dampak penyesuaian program penyiaran, salah satu langkah yang diambil adalah tidak memperpanjang kontrak kerja karyawan yang telah berakhir sampai terpenuhinya kebutuhan operasional dengan tetap mempertimbangkan kepentingan perusahaan," ujarnya pada Ahad, 2 Februari 2025. Ia enggan mengungkap jumlah karyawan yang terkena dampak.

Sebelum SEA Today, PT Cakrawala Andalas Televisi atau ANTV memutus hubungan kerja dengan karyawannya. Pada Desember 2024, anak usaha PT Intermedia Capital Tbk ini memberhentikan 57 karyawan di bagian produksi. "Langkah ini merupakan salah satu bagian dari strategi efisiensi dan penyesuaian model bisnis agar tetap relevan dan kompetitif di industri," ujar Direktur PT Intermedia Capital Tbk Arhya Winastu Satyagraha pada 24 Desember 2024. Arhya mengatakan perusahaan mengubah model bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Mayoritas program ANTV diperoleh dari pihak ketiga atau rumah produksi. Akibatnya, jumlah program yang melibatkan tim produksi televisi free-to-air (FTA) atau siaran gratis turut berkurang. Perubahan ini bertujuan menjaga daya saing perusahaan di tengah bermunculannya stasiun televisi FTA setelah penerapan analog switch-off (ASO). Pemerintah menghentikan siaran analog dan mewajibkan perusahaan penyiaran beralih ke siaran digital paling lambat pada 2 November 2022.

Baru setengah tahun berjalan, kebijakan ASO sudah terlihat mempengaruhi kinerja perusahaan media. Laporan keuangan sejumlah emiten media pada semester I 2023 menunjukkan tren penurunan pendapatan. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), misalnya, mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 32,27 persen. Selain itu, pendapatan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang merupakan pengelola saluran televisi Indosiar dan SCTV turun 4,15 persen. Induk RCTI, GTV, MNCTV, dan iNews TV, yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), juga mencatatkan penurunan pendapatan. Pendapatan usaha mereka anjlok 32,27 persen secara tahunan. "Kami tidak dapat mengabaikan fakta bahwa analog switch-off berdampak besar pada stasiun TV kami," ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan resmi pada 2 Agustus 2023. (Yetede)

Bapanas Minta Impor Daging Sapi untuk Kebutuhan Ramadan Tapi Pemerintah Belum mengeluarkan Izin

04 Feb 2025
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, stok daging sapi kini masih ada untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk belum mengeluarkan izin impor. “Kalau sekarang stok masih ada, tapi izin impor harus cepat diputuskan supaya persiapan Ramadhan bisa lebih baik. Dengan masuknya stok baru, harga akan lebih baik,” ujar Arief kepada Tempo, Ahad, 2 Februari 2025. Arief menuturkan, kedatangan daging sapi impor akan diatur berkala sesuai kebutuhan. Dengan kuota impor daging yang ada saat ini yakni 180 ribu ton, pemerintah akan mengatur masuk secara bertahap. Misalkan, ujar dia, seribu ton per seribu ton.

“Biarkan nanti pasar yang menentukan. Kalau semua importir mendatangkan sama-sama, semua harga akan jeblok. Tapi kalau terlambat, harga akan naik,” ujarnya. Sedangkan Arief sendiri mengaku ingin agar impor daging sapi itu cepat terealisasikan. Sebab, bahan pangan itu memerlukan waktu untuk sampai di Indonesia. Kalau sampai akhir Maret barang belum masuk, ujar dia, harga sudah terlanjur mahal. Eks Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) ini mengatakan terbiasa merencanakan sesuatu beberapa bulan sebelumnya. Jika kuota impor daging 180 ribu ton itu belum terealisasi, ujar dia, artinya pemerintah memandang stok saat ini masih banyak. Tapi dia belum dapat memastikan jumlah stok saat ini.“Mau kami turunkan harga (dengan keluarkan izin impor daging sapi) bisa, tapi peternak, kasihan karena harga sapi akan jatuh,” tuturnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kasan mengatakan, tahun ini sejumlah alokasi impor daging sapi reguler akan dialihkan ke BUMN. Ia beralasan, kebijakan ini mempertimbangkan wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) yang berpotensi naik dipicu musim penghujan. “Dengan penugasan kepada BUMN, harga dan ketersediaan daging akan lebih mudah diawasi oleh pemerintah,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 2 Februari 2025. Kasan menjelaskan, kuota impor daging sapi reguler itu akan dialihkan pemerintah menjadi kuota impor daging kerbau bagi BUMN. Tujuannya, untuk menjaga ketersediaan daging agar harga pada hari besar keagamaan nasional tetap terjaga. Tapi Kasan belum dapat memastikan jumlah kuota impor daging sapi milik swasta yang akan dialihkan ke BUMN. Jumlah alokasi penugasan impor untuk daging sapi dan kerbau oleh BUMN, Kasan berujar, akan mempertimbangkan realisasi impor BUMN pada 2024 dan produksi daging dalam negeri dan kebutuhan nasional. “Akan diputuskan pada rapat koordinasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” tuturnya. (Yetede)


Perang Dagang Momentum Tepat Bagi Para Investor untuk Serok Saham

04 Feb 2025
Tren bearish kembali memukul indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan finish di level 7.030 (-1,11%) pada perdagangan Senin (3/2/2025). Analis melihat, koreksi tersebut sudah memfaktorkan (priced in) perang dagang, sehingga menjadi momentum tepat bagi para investor untuk serok saham. Founder & CEO Investor Consulting Fendy Susyanto menyampaikan bahwa tekanan pada pasar saham saat ini sudah merespons potensi kebijakan Trump terutama terkait tarif impor, bahkan jauh sebelum Trump dilantik. "Jadi kami melihat para pelaku pasar sudah mengantisipasi kebijakan tarif impor Trump yang nantinya akan memberi banyak dampak kepada Indonesia," ucap Fendy. Pada pembuka Februari 2025, Trump telah menelurkan kebijakan tarif impor baru sebesar 25% untuk produk Kanada dan Meksiko serta 10% untuk China yang akan mulai berlaku pada 4 Februari 2025. Trump juga mengenakan pajak sebesar 10% untuk impor minyak dari Kanada dan mengancam memberlakukan tarif  tambahan untuk minyak san gas Kanada pada pertengahan Februari 2025. Tak tinggal dian, Kanada dan Meksiko pun  bereaksi keras. Meksiko lantas membalas dengan menerapkan tarif mulai dari 5% hingga 20%  dan Kanada mengumumkan tarif balasan sebesar 25% pada impor AS senilai US$ 155 miliar. (Yetede)

Hidup Hemat Ala Gen Z

04 Feb 2025

Gaya hidup konsumtif, terutama di kalangan Generasi Milenial dan Generasi Z, semakin menjadi perhatian karena meningkatnya penggunaan pinjaman online (pinjol) dan layanan paylater yang cenderung lebih banyak digunakan untuk pembiayaan konsumtif. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mayoritas penerima pinjaman tersebut adalah kalangan berusia 19 hingga 34 tahun. Untuk menghadapi hal ini, konsep frugal living atau gaya hidup hemat kini menjadi perhatian yang lebih penting.

Frugal living mengajak seseorang untuk lebih berhati-hati dalam mengelola uang dan membatasi pengeluaran konsumtif. Gaya hidup ini bukan berarti pelit, tetapi lebih kepada mengatur prioritas dan menahan diri dari dorongan belanja yang tidak penting. Frugal living menjadi relevan terutama bagi kalangan menengah ke bawah, yang bisa mengambil manfaat dari gaya hidup hemat ini untuk menghindari jebakan konsumtif.

Tokoh yang menonjol dalam diskusi ini adalah salah seorang kawan penulis yang menyarankan agar generasi muda mulai menerapkan frugal living di tahun 2025, mengingat semakin mahalnya biaya hidup. Penerapan gaya hidup ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada utang konsumtif dan membantu seseorang menjalani hidup yang lebih bijaksana dalam pengelolaan keuangan.

Dilema Suku Bunga: Antara Stimulus dan Stabilitas

04 Feb 2025

Tren inflasi yang rendah memberikan peluang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga, BI menghadapi dilema karena faktor-faktor eksternal, terutama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang global. Meskipun Indonesia mencatatkan deflasi 0,76% pada Januari 2025, yang sebagian besar dipengaruhi oleh diskon tarif listrik, kondisi global yang tidak stabil membuat BI sulit untuk segera menurunkan suku bunga.

Ekonom seperti Hosianna Evalita Situmorang dan Josua Pardede memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan 5,75% untuk saat ini, dengan fokus pada perbaikan nilai tukar rupiah dan stabilitas ekonomi. Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya menyatakan bahwa meskipun ruang untuk penurunan suku bunga masih terbuka, keputusan berikutnya akan sangat bergantung pada dinamika ekonomi global dan nasional.

Selain itu, kalangan pengusaha seperti Shinta Widjaja Kamdani dari Apindo menganggap deflasi pada Januari sebagai fenomena sementara yang disebabkan oleh intervensi pemerintah, dan memperkirakan inflasi akan kembali naik ke level target pemerintah 1,5%-3,5% pada Februari dan bulan-bulan berikutnya, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.

Industri Sepeda Motor Hadapi Tantangan Berat

04 Feb 2025

Agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Indonesia sedang berhitung cermat dalam menghadapi peluang dan tantangan untuk meningkatkan penjualan kendaraan roda dua pada 2025. Beberapa faktor penting yang mempengaruhi strategi penjualan mereka adalah penerapan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% untuk sepeda motor dengan kubikasi mesin 250 cc ke atas, yang mulai berlaku pada Januari 2025. Selain itu, kebijakan pungutan opsen pajak yang diterapkan oleh pemerintah daerah juga menjadi pertimbangan dalam menentukan target penjualan.

Meskipun ada tantangan terkait kebijakan pajak ini, beberapa APM seperti Yamaha dan Honda tetap optimis dan berharap kondisi ekonomi Indonesia akan mendukung peningkatan penjualan. Public Relations Manager PT Yamaha Indonesia, Rifki Maulana, mengungkapkan bahwa meskipun beberapa model motor Yamaha terkena PPN 12%, mereka tetap berharap penjualan tetap meningkat. Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin, berharap pasar otomotif Indonesia tetap kondusif dan menargetkan penjualan 6,4 juta hingga 6,7 juta unit sepeda motor pada 2025.

Namun, Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengungkapkan bahwa AISI masih melakukan perhitungan ulang terhadap target penjualan karena ada daerah-daerah yang memberikan insentif atau relaksasi opsen pajak, yang membuat tarif pajak berbeda-beda di setiap provinsi. Di sisi lain, penjualan sepeda motor nasional telah mengalami tren kenaikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ada penurunan tajam pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan terkait kebijakan pajak baru, pasar sepeda motor di Indonesia diperkirakan masih memiliki potensi pertumbuhan yang baik, terutama jika ekonomi Indonesia terus membaik.