;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Sucor Asset Menagement Terus Memperkuat Jaringan Distribusi

31 Jan 2025
Sucor Asset menagement terus memperkuat jaringan distribusi dengan memperluas kemitraan bersama Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) berbasis perbankan. Dalam setahun terakhir, Sucor Asset Management telah menjalin kerja sama strategis dengan beberapa bank terkemuka, termasuk Bank Danamon, Bank Syariah Indonesia (BSI), SMBC Indonesia, dan yang terbaru, Bank Mandiri. kemitraan ini memungkinkan lebih banyak nasabah perbankan untuk mengakses produk reksa dana unggulan dari Sucor Asset Management. Dengan jaringan distribusi yang semakin luas, perusahaan berkomitmen untuk memberikan layanan investasi yang lebih mudah diakses serta meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi dengan berbaai APERD bank ini juga memperkuat posisi Sucor Asset Management dalam menyediakan solusi investasi yang komprehenshif dan sesuai dengan kebutuhan para nasabah. Presiden Direktur Sucor Management Jemmy Paul Wawointana menyampaikan, "Nasabah kini dapat membeli produk reksa dana  dan Sucor Management secara langsung melalui cabang-cabang representative masing-masing bank mitra, seperti D-Bank PRO dari Bank Danamon, Jenius dari SMBC Indonesia, dan Livin' dari Bank Mandiri,". (Yetede)

RUU BUMN Diminta Akomodasi Aturan

31 Jan 2025
Para pakar menekankan pentingnya penjelasan gamblang soal prinsip aturan penilaian bisnis atau business judgement rules dalam draf Revisi Undang-Undang tentang Badan Usaha Milik Negara terbaru. Tanpa kepastian hukum, setiap upaya aksi korporasi radikal yang berujung pada kerugian perseroan, akan selalu berpotensi dianggap sebagai kerugian negara. Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja Pembahasan Revisi Undang-undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/1/2025). Dalam rapat tersebut, pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, mengatakan, dalam praktiknya selama ini banyak terjadi kegagalan bisnis yang mengakibatkan kerugian BUMN langsung dianggap sebagai tindak pidana korupsi tanpa melihat aspek bisnis.

”Terkait business judgement rules sebaiknya ditetapkan dalam RUU BUMN. Jika tidak, akan banyak direksi BUMN yang takut melakukan aksi korporasi,” ujarnya. Selama ini tidak ada payung hukum ataupun syarat dan ketentuan yang jelas, untuk menentukan kapan kerugian atas aksi korporasi BUMN dianggap sebagai risiko bisnis, dan kapan kerugian tersebut dianggap sebagai kerugian negara. Salah satu alasan yang membuat BUMN terkesan jalan di tempat adalah para pengelola BUMN merasa risiko kerugian atas inisiatif aksi korporasi berpotensi ditetapkan sebagai tindak pidana korupsi yang merugikan negara. Padahal, menurut Toto, aturan terkait business judgement rules sangat jelas dalam Pasal 97 Ayat (5) UU tentang Perseroan Terbatas (PT). Pasal ini menyatakan bahwa direksi perusahaan tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian jika memenuhi beberapa kondisi. Kondisi tersebut di antaranya kerugian yang bukan karena kelalaian direksi, serta direksi telah mengambil tindakan untuk mencegah kerugian.

”Risiko kerugian perusahaan yang disamakan dengan kerugian negara menimbulkan keengganan atau motivasi rendah dari direksi BUMN melakukan aksi korporasi,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, dosen Hukum Keuangan Publik Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Yuli Indrawati, menjelaskan, munculnya usulan RUU BUMN tak terlepas dari tidak jelasnya status keuangan BUMN. Meski mendapatkan pendanaandarinegara,Yuli menilai keuanganBUMNtersebut sudah terpisah dari negara. Dalam Pasal 1 Ayat(1) UU BUMN dijelaskan definisi BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Kendati demikian, dalam Pasal 2 UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara disebutkan bahwa kekayaan negara yang dipisahkan masih termasuk dalam keuangan negara sehingga pengelolaan BUMN tidak terlepas dari mekanisme pengelolaan keuangan negara. (Yoga)

DeepSeek Bisa Menggeser Dominasi AS di Industri Kripto

31 Jan 2025
Perusahaan kecerdasan buatan atau AI bernama DeepSeek asal China tidak hanya mengganggu bisnis produk AI global, tetapi juga pasar investasi kripto. Keunggulan produk ini dapat menggeser dominasi Amerika Serikat sebagai katalis pertumbuhan industri kripto di dunia. DeepSeek model R1 besutan Liang Wenfeng pada pekan terakhir Januari 2025 menyalip deretan aplikasi AI teratas buatan Amerika Serikat, seperti ChatGPT milik perusahaan OpenAI, Gemini milik Google,termasuk Llama milik Meta. DeepSeek disebut-sebut berhasil membuktikan keandalan dan efisiensi te nologi dapat hadir dari modal terbatas. Dobrakan inovasi DeepSeek pun mendadak menjatuhkan harga saham perusahaan teknologi terkait di dunia. Saham perusahaan semikonduktor atau cip, dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di dunia, Nvidia, pun ikut rontok hingga 18 persen dalam satu hari perdagangan pada Senin (27/1/2025).

Kondisi ini terburuk setelah Nvidia sendiri sulit menjual perangkat keras pendukung teknologi AI ke China karena kebijakan perdagang  Pemerintah AS belakangan ini. Hambatan itu disebut membuat DeepSeek semakin mengoptimalkan penggunaan cip lama dan perangkat lunaknya. Tidak hanya di pasar saham, kehadiran DeepSeek ikut mengguncang industri kripto. Panji Yudha, analis perusahaan perdagangan kripto Indonesia, Ajaib, mengatakan, aplikasi China ini mendisrupsi pemanfaatan application programming interface (API) kripto. Maret  2020. API adalah komponen penting yang menghubungkan berbagai aplikasi dan jaringan token kripto, untuk mengambil data pasar, memfasilitasi transaksi, hingga menyediakan informasi tentang mata uang kripto. Pemanfaatan DeepSeek, kata Panji, menghemat biaya operasional API kripto yang umumnya senilai 4,4 dollar AS (Rp 715.220) per satu juta token.

”Biaya pengoperasian API DeepSeek hanya 10 sen per satu juta token. Seorang pengembang bahkan melaporkan dapat memproses 200.000 permintaan API hanya dengan biaya sekitar 50 sen,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/1/2025). Fenomena ini, Panji melanjutkan, membuat token berbasis AI dan teknologi blockchain untuk menambang kripto terdampak.Muncul banyak token palsu yang mengklaim terkait DeepSeek. Situs Crypto.news mencatat, Senin (27/1), perusahaan penambangan kripto menanggung efek tersebut. Koin Riot Platforms (RIOT), penambang Bitcoin terkemuka, menurunkan harga token sebesar 15,5 persen. Sementara Cipher Mining (CIFR), pemain kunci lainnya di sektor tersebut, turun lebih dalam sebesar 25 persen. Turbulensi tidak terbatas pada perusahaan pertambangan kripto. Token kripto yang fokus AI, segmen pasar yang khusus, tetapi berkembang, juga mengalami aksi jual signifikan. (Yoga)

HGBT Perkuat Daya Saing Industri Keramik

31 Jan 2025
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia Edy Suyanto mengatakan, pihaknya mengapresiasi positif keputusan pemerintah memperpanjang kebijakan harga gas bumi tertentu pada tahun ini. Namun, mereka berharap kebijakan ini diperkuat aturan mengenai detail volume gas berikut harganya. Kebijakan harga gas murah untuk industri tertentu ini dinilai membuat industri keramik Indonesia kian berdaya saing. ”Kebijakan harga gas bumi tertentu itu sangat positif dampaknya bagi industri. Namun, kebijakan ini harus diimplementasikan sepenuhnya di mana pasokan gas harus 100 persen sesuai volume yang ditetapkan atau sesuai kebutuhan industri tanpa embel-embel pembatasan kuota dari supplier gas,” ujar Edy saat dihubungi, Kamis (30/1/2025), di Jakarta.

Menurut Edy, untuk memperkuat kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT), pemerintah perlu memperkuatnya dengan aturan setingkat peraturan presiden dan peraturan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia mengusulkan, kepastian tentang alokasi atau volume gas bumi berikut harganya ditetapkan dalam dua regulasi itu. Kepastian perpanjangan kebijakan HGBT disampaikan Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri. Menurut dia, perpanjangan kebijakan itu untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang ditetapkan pemerintahan Prabowo Subianto. Salah satu pengungkit pertumbuhan 8 persen adalah sektor manufaktur yang diharapkan berkontribusi sebesar 21,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2025-2029. Angin segar ”Perpanjangan HGBT ini diharapkan memberikan angin segar bagi sektor industri.

Hal ini karena tidak hanya menjamin kepastian usaha dan daya saing, tetapi juga menjadi daya tarik untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Febri, Kamis. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 255K Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Kepmen ESDM No 91K/2023 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri disebutkan, ada tujuh sektor industri yang mendapat HGBT. Ketujuh sektor itu adalah industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Secara keseluruhan, terdapat 228 perusahaan yang menikmati kebijakan HGBT tersebut. Kuota gas bumi yang ditetapkan sebanyak 890,24 miliar british thermal unit per hari. Adapun realisasi serapan gas bumi pada 2023 adalah 80,1 persen. (Yoga)

Ekonomi RI Naik Kelas, Tapi Masih Banyak PR

30 Jan 2025
Indonesia berhasil menempati peringkat ketujuh dalam daftar negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia berdasarkan paritas daya beli (PPP), menurut estimasi IMF pada Januari 2025. Dengan nilai PDB mencapai US$ 4,49 triliun, Indonesia berada di bawah Jerman tetapi mengungguli Brasil, Prancis, dan Inggris. Peringkat ini naik dari posisi kedelapan pada tahun 2024 dan mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat dalam lima tahun terakhir.

Namun, Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, menekankan bahwa meskipun angka PDB Indonesia tinggi, PDB per kapita masih tergolong rendah, yaitu hanya US$ 5.250 dan menempati peringkat 118 dunia. Ini jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia (US$ 14.420) dan Thailand (US$ 7.750), serta negara berkembang lain seperti Brasil (US$ 10.820). Awalil menyoroti bahwa pemerataan ekonomi menjadi kunci utama dalam meningkatkan PDB per kapita, termasuk penciptaan lapangan kerja, kebijakan pajak yang lebih adil, dan program perlindungan sosial yang lebih efektif.

Senada dengan itu, Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyoroti bahwa ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan besar. Data BPS menunjukkan bahwa rasio gini Indonesia pada September 2024 meningkat menjadi 0,381 dari 0,379 pada Maret 2024, yang menunjukkan kesenjangan ekonomi masih tinggi. Yusuf menekankan bahwa angka PDB yang tinggi belum cukup mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan pembangunan berkualitas agar pertumbuhan ekonomi lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Saham BCA Mengalami Peningkatan

30 Jan 2025

BCA berhasil menutup tahun 2024 dengan laba sebesar Rp54,8 triliun, tumbuh 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 13,8% menjadi Rp922 triliun. Perseroan berhasil mengelola beban dana dengan mengurangi porsi deposito dan meningkatkan dana murah berupa giro dan tabungan, yang berkontribusi pada pertumbuhan bunga bersih sebesar 9,5% YoY. Selain itu, pendapatan non-bunga BCA juga tercatat tumbuh 10,2% YoY.

Meski demikian, saham BBCA mengalami penurunan, yang diindikasikan sebagai efek dari "sell on news," namun beberapa analis seperti Phintraco Sekuritas dan Sucor Sekuritas memproyeksikan kinerja saham BBCA akan tetap positif berkat fundamental yang kuat dan likuiditas yang terjaga. Ke depan, BCA diharapkan dapat terus meningkatkan imbal hasil kredit, terutama di segmen konsumen, dan dihadapkan pada tantangan pertumbuhan kredit yang melambat serta potensi cost of credit yang lebih tinggi.

BCA juga berencana untuk menebar dividen kepada pemegang saham, dengan tujuan untuk terus meningkatkan nominal dividen setiap tahunnya, sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan oleh Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja. Besaran dividen tahun buku 2024 akan diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).


Dampak Trump terhadap Rupiah dan Pasar Modal

30 Jan 2025

Pasar modal Indonesia memulai tahun 2025 dengan kinerja yang sangat positif, tercermin dari kenaikan IHSG lebih dari 2% dan IDX30 yang naik 2,5% year-to-date (YtD). Selain itu, indeks saham dan reksa dana yang mayoritas konstituennya adalah emiten perbankan juga menunjukkan kinerja yang solid, dengan reksa dana indeks seperti IDX Pefindo Prime Bank dan IDX Pefindo I-Grade masing-masing mengalami kenaikan sekitar 3% YtD.

Kinerja positif ini didukung oleh beberapa faktor eksternal dan domestik. Faktor eksternal seperti penurunan yield US Treasury dan pelemahan dolar AS, serta faktor domestik berupa kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan, turut mendukung likuiditas pasar keuangan Indonesia. Kebijakan tersebut juga menguntungkan saham-saham perbankan yang undervalued, seperti Bank BNI dan BRI.

Pasar obligasi dan pasar uang juga menunjukkan kinerja yang baik, dengan reksa dana pasar uang mencatatkan hasil positif sekitar 0,45%—0,50% YtD dan reksa dana pendapatan tetap dengan durasi pendek mencatatkan kinerja positif sekitar 0,5%—0,8% YtD.

Dengan valuasi pasar yang rendah, rasio price to earnings (P/E) yang berada di bawah rata-rata historis, dan dividend yield yang relatif tinggi, prospek pasar saham Indonesia di tahun 2025 diperkirakan akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Potensi return IHSG diperkirakan mencapai 13%—18% dengan estimasi pertumbuhan laba bersih sekitar 8%. Selain itu, imbal hasil dari instrumen pendapatan tetap dan pasar uang juga diperkirakan akan memberikan potensi keuntungan yang baik.

Secara keseluruhan, kinerja investasi di pasar modal Indonesia pada awal tahun 2025 memperlihatkan prospek yang menjanjikan, meskipun investor perlu memperhatikan strategi investasi yang tepat dan memperhitungkan risiko serta imbal hasil yang dapat dicapai dalam jangka panjang.


Peluang Keuntungan dari SBN Ritel

30 Jan 2025

Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel ORI027 memberikan peluang investasi yang menarik bagi investor ritel di tengah volatilitas pasar modal yang terjadi belakangan ini. Dengan kupon yang relatif tinggi, yaitu 6,65% untuk tenor 3 tahun dan 6,75% untuk tenor 6 tahun, ORI027 menjadi alternatif investasi yang menarik, terutama setelah penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia. Kupon yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lain, seperti deposito, serta pajak yang lebih rendah (10%) menjadi faktor tambahan yang menarik bagi investor.

Handy Yunianto, Kepala Divisi Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, menilai kupon ORI027 sangat menarik karena suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk simpanan lainnya dan potensi penurunan suku bunga lebih lanjut. Secara historis, obligasi ritel memiliki return yang lebih baik dibandingkan saham dalam 6 tahun terakhir.

Reza Fahmi dari Henan Putihrai Asset Management menekankan bahwa meskipun ada potensi penurunan suku bunga lebih lanjut, pemerintah tetap menargetkan penerbitan SBN ritel hingga Rp 150 triliun, dengan kebijakan Bank Indonesia yang mendukung prospek tersebut.

SBN ritel ini juga berkontribusi dalam memperdalam pasar keuangan Indonesia, memperluas basis investor, serta meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam investasi. Dengan adanya ORI027, pemerintah berharap dapat menarik lebih banyak investor ritel untuk berpartisipasi dalam pasar keuangan, seperti yang terlihat dari penjualan yang sudah mencapai sejumlah besar kuota yang ditargetkan.


Kenaikan Konsumsi Jadi Harapan Pemulihan

30 Jan 2025
Prospek PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di 2025 tetap positif, didukung oleh program pemerintah, peningkatan konsumsi masyarakat, dan ekspansi pasar internasional.

Menurut Equity Analyst OCBC Sekuritas, Jessica Leonardy, kinerja ICBP akan terdorong oleh Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan kenaikan Upah Minimum Nasional (UMN) sebesar 6,5%, yang menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, portofolio produk yang kuat, khususnya varian rasa bertema Korea seperti KRose dan Spicy Ramyeon, akan mempertahankan dominasi pasar ICBP. Penurunan harga gandum juga berpotensi meningkatkan margin keuntungan, mengimbangi pelemahan rupiah. Jessica memproyeksikan pendapatan ICBP tumbuh 7% di 2025, dengan segmen mi tetap menjadi penyumbang terbesar.

Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai momentum seperti Imlek, Ramadan, dan Lebaran akan meningkatkan konsumsi masyarakat, meski volatilitas rupiah masih menjadi tantangan.

Sementara itu, Analis Phillip Sekuritas, Helen, melihat urbanisasi dan perubahan gaya hidup akan semakin meningkatkan permintaan produk makanan instan, mendukung pertumbuhan jangka panjang ICBP.

Dalam rekomendasi investasi, Aziz menetapkan target harga Rp 14.900 per saham, sementara Jessica di Rp 14.600, dan Helen di Rp 13.900, dengan semuanya memberikan rekomendasi "buy" untuk ICBP.

Pendapatan Bunga Tertekan, Bank Mencari Solusi

30 Jan 2025
Dua bank besar Indonesia, BCA dan BNI, mengalami penurunan laba kuartalan di Q4 2024, meskipun secara tahunan tetap mencatat pertumbuhan. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menyebutkan bahwa perlambatan pertumbuhan pendapatan bunga bersih serta koreksi pendapatan non-bunga menjadi penyebab utama penurunan laba BCA sebesar 3,1% menjadi Rp 13,8 triliun. BCA juga berhati-hati dalam menetapkan suku bunga agar tidak kehilangan dana simpanan nasabah.

Di sisi lain, BNI mengalami penurunan laba lebih besar, yakni 8,2% menjadi Rp 5,15 triliun, dengan lonjakan biaya provisi sebesar 50,3% akibat antisipasi utang PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Direktur Keuangan BNI, Novita W. Anggraini, menegaskan bahwa bank telah melakukan pencadangan untuk menjaga kualitas aset, tercermin dari penurunan rasio LaR dari 12,9% (2023) menjadi 10,2% (2024) serta NPL gross yang membaik menjadi 2%.

Baik BCA maupun BNI menerapkan strategi kehati-hatian dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di 2025, dengan pendekatan prudent dalam penyaluran kredit serta penguatan fundamental keuangan agar tetap tumbuh secara berkelanjutan.