Ekonomi RI Naik Kelas, Tapi Masih Banyak PR
Indonesia berhasil menempati peringkat ketujuh dalam daftar negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia berdasarkan paritas daya beli (PPP), menurut estimasi IMF pada Januari 2025. Dengan nilai PDB mencapai US$ 4,49 triliun, Indonesia berada di bawah Jerman tetapi mengungguli Brasil, Prancis, dan Inggris. Peringkat ini naik dari posisi kedelapan pada tahun 2024 dan mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat dalam lima tahun terakhir.
Namun, Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, menekankan bahwa meskipun angka PDB Indonesia tinggi, PDB per kapita masih tergolong rendah, yaitu hanya US$ 5.250 dan menempati peringkat 118 dunia. Ini jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia (US$ 14.420) dan Thailand (US$ 7.750), serta negara berkembang lain seperti Brasil (US$ 10.820). Awalil menyoroti bahwa pemerataan ekonomi menjadi kunci utama dalam meningkatkan PDB per kapita, termasuk penciptaan lapangan kerja, kebijakan pajak yang lebih adil, dan program perlindungan sosial yang lebih efektif.
Senada dengan itu, Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyoroti bahwa ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan besar. Data BPS menunjukkan bahwa rasio gini Indonesia pada September 2024 meningkat menjadi 0,381 dari 0,379 pada Maret 2024, yang menunjukkan kesenjangan ekonomi masih tinggi. Yusuf menekankan bahwa angka PDB yang tinggi belum cukup mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan pembangunan berkualitas agar pertumbuhan ekonomi lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023