Ekonomi
( 40430 )Manufaktur Diproyeksikan Jadi Motor Kredit
Prabowo Kantongi Modal Politik Besar untuk Melangkah ke Tahap Berikutnya
Himbara Mulai Hapus Tagih Utang Macet UMKM
Raksasa Pengelolaan Limbah Regional Siap Go Publik
Tantangan dan Peluang dan Bisnis Rumah Bersubsidi
Kualitas Jaringan Internet Jadi Faktor Penghambat UMKM
Kasus Pemalsuan Laporan Keuangan eFishery
Strategi Bertahan Industri Kertas Nusantara
PT Kertas Nusantara, yang sebelumnya mengalami masa sulit dan sempat "mati suri" akibat masalah keuangan hingga terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), kini siap untuk kembali beroperasi. Pabrik yang berlokasi di Berau, Kalimantan Timur, ini sedang aktif merekrut tenaga kerja dan menjajaki pendanaan dari sejumlah perbankan di Indonesia. Beberapa bank besar telah menunjukkan sinyal positif untuk memberikan kredit kepada perusahaan ini.
Kabar kebangkitan Kertas Nusantara memberikan harapan baru, terutama di tengah ketidakhadiran perusahaan kertas yang dikelola negara. Meskipun perusahaan ini merupakan penanaman modal asing (PMA), posisi perusahaan semakin kuat berkat jajaran direksi dan komisaris yang melibatkan tokoh-tokoh penting dari Kabinet Merah Putih. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat perbankan tertarik untuk menyalurkan pembiayaan, sehingga memungkinkan perusahaan untuk bangkit kembali dan melanjutkan operasionalnya.
Saham Untuk Pembangunan Pagar Laut
Saham PT Pembangunan Anugerah Investama (PANI) mengalami volatilitas yang signifikan pada Januari 2025, dengan harga saham sempat anjlok hampir 20% dalam sehari, namun kemudian berbalik menguat 14,90% pada perdagangan akhir pekan. Salah satu penyebabnya adalah polemik terkait pembangunan pagar laut di Tangerang yang melibatkan PIK 2, yang menimbulkan dugaan praktik korupsi dan kolusi. Meskipun demikian, para analis tetap optimis terhadap prospek jangka panjang PANI, dengan menekankan pentingnya laporan keuangan yang baik untuk mengatasi dampak negatif sentimen pasar.
Danika Augusta Sari dari Sucor Sekuritas menyarankan bahwa saham PANI memiliki fundamental yang cukup baik, terutama dengan cadangan lahan yang melimpah. Namun, ia mengingatkan pentingnya bertahan di atas level harga Rp13.000 agar tren positif dapat terjaga. Di sisi lain, Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas melihat bahwa PANI telah memasuki fase bearish setelah menurun di bawah level Rp13.000.
Dalam hal pencapaian, PANI berhasil mencatatkan marketing sales senilai Rp6,01 triliun pada 2024, melebihi target dan mencerminkan siklus pertumbuhan yang diharapkan investor. Produk komersial dan residensial mengalami peningkatan signifikan, dan PANI berencana untuk meluncurkan produk tematik unggulan serta memperkuat strategi pemasaran untuk menjaga momentum pertumbuhannya.
Tesla & BMW Tantang Regulasi Uni Eropa
Tesla dan BMW AG, dua produsen mobil listrik besar milik Elon Musk dan Jerman, telah menggugat Komisi Eropa terkait tarif impor kendaraan listrik yang tinggi, yang kini mencapai 45% untuk mobil asal China. Gugatan ini memperburuk ketegangan antara Musk dan Uni Eropa, yang sebelumnya juga terlibat perselisihan terkait dukungan Musk terhadap partai sayap kanan serta moderasi konten di platform X-nya. BMW berpendapat bahwa tarif impor ini merugikan daya saing produsen Eropa dan dapat memperlambat proses dekarbonisasi sektor transportasi.
Tesla, yang memproduksi mobil listrik di China untuk pasar Eropa, juga terpengaruh oleh kebijakan ini, meskipun perusahaan tidak segera memberikan komentar. Uni Eropa memberlakukan tarif ini setelah penyelidikan yang mengungkapkan adanya subsidi yang tidak adil bagi industri mobil listrik China, yang mendorong Brussels untuk meningkatkan bea masuk dari 10% menjadi 7,8% untuk Tesla dan 20,7% untuk BMW. Sementara itu, perusahaan mobil China seperti SAIC, yang memiliki merek MG, menghadapi dampak paling besar dengan tarif 45%.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









