;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Penurunan IHSG Februari dan Harapan Sejarah Berulang

03 Feb 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal tahun 2025 mengalami fluktuasi akibat pelemahan nilai tukar rupiah, arus keluar dana asing, serta kebijakan Bank Indonesia (BI) dan The Fed. Namun, Februari berpotensi menjadi bulan pemulihan, didorong oleh penyesuaian portofolio investor dan musim rilis laporan keuangan tahunan.

Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa IHSG terdampak oleh beberapa sentimen utama, seperti Trump effect akibat pelantikan kembali Donald Trump sebagai Presiden AS, serta kebijakan BI yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps. Namun, Audi optimis IHSG bisa kembali menguat, dengan estimasi pergerakan di support 6.950 dan resistance 7.464 sepanjang Februari.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reyhan Pratama, menilai bahwa IHSG sering mengalami pemulihan setelah volatilitas di Januari. Menurutnya, stabilitas ekonomi domestik dan stimulus fiskal dapat menjadi katalis positif, meskipun masih ada risiko dari kebijakan tarif AS dan ekonomi global. Reyhan memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.937-7.470 bulan ini.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, juga melihat bahwa ekonomi AS dan China masih akan memengaruhi arus dana asing ke pasar saham Indonesia. Dia memperkirakan IHSG akan bergerak di 7.016-7.444 dalam sebulan ke depan.

Sementara itu, dana asing mulai kembali masuk ke saham big caps, terutama di sektor perbankan. Direktur Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menyoroti bahwa saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mengalami net buy asing yang signifikan. Buyback saham senilai Rp 3 triliun yang dilakukan BBRI menjadi faktor utama yang menarik investor.

Di sisi lain, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menyarankan strategi buy on weakness bagi investor yang ingin masuk ke saham dengan historis yield dividen menarik, menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setelah rilis laporan keuangan tahunan.

Inflasi Stabil, Prospek Ekonomi Masih Terkendali

03 Feb 2025
Inflasi di awal tahun 2025 diperkirakan tetap terkendali, meskipun ada faktor musiman seperti libur panjang akhir tahun dan perayaan Imlek. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, memperkirakan inflasi Januari mencapai 0,3% month to month (mtm) dan 1,83% year on year (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Menurutnya, tren ini menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat yang didukung kebijakan moneter proaktif Bank Indonesia.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, memprediksi inflasi Januari di 0,36% mtm dan 1,90% yoy, dengan penyebab utama lonjakan harga cabai merah dan kenaikan harga emas. Ia juga menyoroti dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax, meskipun dalam skala kecil.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan inflasi Januari di 0,4% mtm dan 1,94% yoy, dengan inflasi inti sedikit meningkat akibat pelemahan rupiah dan kenaikan harga emas. Namun, ia menilai inflasi masih terkendali karena permintaan yang berkurang setelah musim liburan serta harga yang diatur pemerintah tetap stabil.

Para ekonom memproyeksikan inflasi Februari hingga Maret 2025—yang bertepatan dengan Ramadan—akan tetap terjaga, seiring stabilnya harga pangan dan energi. David Sumual bahkan memperkirakan inflasi bisa kembali melambat ke 1,5% yoy pada periode tersebut. Namun, Josua Pardede menilai inflasi tahunan bisa meningkat ke 2% yoy, terutama karena revisi aturan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) oleh pemerintah.

DPR dan Pemerintah Percepat Revisi UU BUMN

03 Feb 2025
Revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN telah mencapai tahap akhir dan rencananya akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada Selasa (4/2). Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa pembahasan telah melibatkan berbagai pihak dan tidak ada alasan untuk menunda pengesahannya.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Adi, menekankan bahwa revisi UU BUMN memiliki urgensi tinggi untuk memperkuat BUMN dan perekonomian nasional, sehingga pengambilan keputusan dilakukan dengan cepat, bahkan pada hari libur. Sementara itu, Ketua Panitia Kerja RUU BUMN, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), menjelaskan bahwa daftar inventarisasi masalah (DIM) dalam RUU ini telah dibahas dengan total 2.411 item, di mana sebagian besar telah disetujui pada 31 Januari 2025.

Salah satu poin utama dalam revisi ini adalah pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang bertujuan mengoptimalkan pengelolaan dividen BUMN. Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, berharap bahwa dengan revisi ini, BUMN bisa menjadi motor penggerak industri berbasis sumber daya alam, termasuk nikel, bauksit, dan tembaga.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menilai bahwa pembentukan BPI Danantara akan meningkatkan daya saing BUMN, terutama di kancah internasional. Menurutnya, jika BUMN masih dikelola dalam birokrasi kementerian, maka ekspansinya akan terhambat.

Sektor Teknologi Siap Unjuk Gigi di 2024

03 Feb 2025
Suku bunga rendah dan penerapan kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten sektor teknologi di Indonesia, terutama di bidang e-commerce dan fintech.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil di 5% dapat meningkatkan konsumsi domestik dan menopang sektor e-commerce. Hal ini terlihat dari penurunan kerugian PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar 29% yoy pada kuartal ketiga 2024, meskipun secara keseluruhan sektor ini masih dalam tren negatif.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis, optimistis bahwa gross merchandise value (GMV) e-commerce akan tumbuh lebih tinggi, didukung oleh media sosial, kredit konsumen, serta produktivitas berbasis AI. Menurut laporan Google, ekonomi internet diperkirakan tumbuh dengan CAGR 14% hingga 2030, dengan Tiktok dan Shopee sebagai pemimpin pasar dalam belanja online.

Adopsi AI dalam layanan on-demand service (ODS) dan fintech juga akan memperkuat bisnis teknologi. Contohnya, Tiktok Shop-Tokopedia kini mempromosikan layanan Gojek, dan meningkatnya penggunaan paylater serta pinjaman digital semakin mendukung pertumbuhan e-commerce. Analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan, menilai bahwa perubahan perilaku konsumen yang lebih berorientasi pada fungsi daripada insentif dapat meningkatkan profitabilitas emiten teknologi, meskipun pendapatan sektor ini mungkin masih negatif dalam dua tahun ke depan.

Namun, terdapat beberapa risiko yang membayangi sektor teknologi, seperti sentimen negatif dari kasus eFisheries yang dapat memperburuk persepsi investor.

Penghapusan Tagihan Tak Banyak Pengaruhi Pendapatan Recovery

03 Feb 2025
Kebijakan penghapustagihan piutang macet UMKM, sesuai PP Nomor 47 Tahun 2024, berdampak pada pendapatan recovery kredit bank pelat merah, tetapi pengaruhnya tidak signifikan.

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menyatakan bahwa pengaruh kebijakan ini terbatas karena hanya berlaku untuk kredit macet lebih dari lima tahun, dengan outstanding maksimal Rp 500 juta, dan tidak dijamin asuransi. BTN memperkirakan kehilangan recovery hanya 0,88% dari total kredit UMKM yang telah dihapusbuku.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo, juga menegaskan bahwa dampak terhadap pendapatan recovery dari segmen UMKM tidak besar, karena Bank Mandiri telah melakukan penagihan secara optimal dan menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebagai langkah mitigasi.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diperkirakan kehilangan Rp 2,5 triliun dari pemulihan kredit macet UMKM. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menjelaskan bahwa penghapusbuku akan dilakukan terhadap 69.000 nasabah UMKM yang memenuhi kriteria, dan harus mendapat persetujuan dalam RUPS tahunan.

BRI juga telah menghapus kredit Rp 400 miliar, terutama dari debitur yang terdampak bencana gempa bumi di Yogyakarta, tsunami, serta pemisahan Timor Timur dari Indonesia.

Rosan Optimistis Bisa Menarik Investasi Sesuai dengan Target Presiden Prabowo Subianto

03 Feb 2025
Menutup 2024, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal sebesar Rp 1.714,2 triliun. Angka ini melebihi ekspektasi Presiden Joko Widodo pada awal tahun lalu yang menginginkan investasi mencapai Rp 1.650 triliun. Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani untuk mengejar target selanjutnya: mendatangkan penanaman modal sebesar Rp 1.905,6 triliun sampai akhir tahun ini. Menurut dia, kenaikan angka investasi hingga akhir tahun lalu merupakan tanda bahwa investor masih percaya kepada Indonesia. Padahal 2024 merupakan tahun politik dan masa transisi pemerintahan baru yang bisa menjadi alasan investor menahan diri.

Rosan optimistis bisa menarik investasi sesuai dengan target Presiden Prabowo Subianto. Dari kunjungan-kunjungannya ke luar negeri, dia mengklaim selalu mendapat respons positif saat menawarkan penanaman modal di Indonesia. "Mereka melihat Indonesia very promising (sangat menjanjikan)," tuturnya pada Jumat, 31 Januari 2025. Salah satunya karena ekonomi Indonesia stabil di kisaran 5 persen. Dia juga melihat peluang besar investasi dari kawasan Asia Tenggara. Penanaman modal asing di antara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN mencapai US$ 230 miliar pada 2023. Dana yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 15 persen. "Sedangkan kontribusi kita (Indonesia) ke ASEAN bisa 40 persen," ujarnya.  

Investasi di Bidang Penghiliran 2024 Mencapai Rp 407,8 Triliun Dia menyatakan bakal lebih proaktif terhadap para investor demi memanfaatkan peluang tersebut. Tak hanya menjajakan peluang, tapi pemerintah juga akan berkomunikasi langsung mengenai kebutuhan dukungan para pemilik modal domestik dan asing. "Kami di waktu yang sama berkompetisi juga dengan negara tetangga dan mereka terus melakukan reformasi." Indonesia tengah mencoba membenahi iklim investasi di dalam negeri. Rosan, Chairman Recapital Group, menyebutkan masalah klasik investasi di dalam negeri antara lain ketidakpastian perizinan.  Untuk yang satu ini, dia berjanji bakal ada ketentuan soal durasi waktu untuk pengurusan izin dasar atau service level agreement (SLA) di kementerian teknis yang selama ini belum ada. Perizinan yang dimaksudkan antara lain izin lokasi atau kegiatan pemanfaatan ruang, izin pendirian bangunan atau persetujuan bangunan gedung, dan izin lingkungan. (Yetede)

Kepercayaan Besar pada Investasi Asing di Manufaktur

03 Feb 2025
Penanaman modal asing (PMA) masih memberikan sumbangsih terbesar pada investasi manufaktur di 2024. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan dari investor asing kepada Indonesia. Merujuk data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi industri manufaktur sepanjang 2024 sebesar Rp721,3 T. Adapaun torehan investasi manufaktur tersebut, terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp194,3 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp527 triliun. Investasi manufaktur pada tahun 2024 naik signifikan dibanding realisasi 2023 yang menembus Rp596,3 triliun. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, dengan melihat investasi PMA yang cukup tinggi dari sektor industri, turut mencerminkan bahwa adanya kepercayaan  yang tinggi dari para investor skala global terhadap pemerintahan Presiden Prabowo. "Hal ini menandakan bahwa kepercayaan para investor masih tinggi terhadap iklim usaha di Indonesia, dan menilai  Indonesia masih menjadi negara tujuan utama investasi yang baik untuk basis produksi dan hub ekspor," kata dia. (Yetede)

Sepanjang 2024 Kredit yang Disalurkan Industri Perbankan Kepada UMKM Hanya Naik 3,37%

03 Feb 2025
Sepanjang 2024 kredit yang disalurkan industri perbankan kepada UMKM hanya naik 3,37% secara tahunan (year on year/yoy). Tahun ini UMKM menjadi salah satu prioritas agar bisa tumbuh berkelanjutan.  Peraih Nobel Ekonimi Paul Romer dalam gelaran BRI Micfinance Outlook 2025 menyoroti tantangan yang dihadapi UMKM dalam meningkatkan skala dan integrasi dengan ekonomi yang lebih luas. Ia menekankan bahwa keberhasilan UMKM sangat dipengaruhi oleh sebagaimana UMKM dapat tumbuh dalam ekosistem yang memungkinkan skala usaha meningkat dan integrasi dengan sektor ekonomi lainnya terjadi secara efektif. Menurut Romer, tantangan utama dalan kebijakan terkait UMKM adalah kecenderungan untuk terlalu berfokus pada bantuan keuangan tanpa mempertimbangkan skala usaha dan integrasi ekonomi. "Jika ingin serius membantu banyak usaha kecil berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar di Indonesia, maka yang terbaik yang bisa dilakukan adalah  adalah menciptakan tempat-tempat di mana usaha kecil ini dapat berkembang dan berhasil," ujarnya. BRI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung  pengembangan ekosistem UMKM melalui berbagai inisiatif strategis. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, BRI fokus kepada bisnis UMKM dan konsiten menumbuhkembangkan dan memberdayakan UMKM.  (Yetede)

Perang Tarif Baru Dimulai

03 Feb 2025
Perkembangan yang paling ditunggu di awal tahun 2025  ini terjadi sudah. Pada tanggal 1 Februari Presiden Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif untuk menarikkkan bea  masuk pada produk Meksiko, Kanada akan dikenakan tarif 25% sementara produk RRT akan dikenakan kenaikan 10% dari tarif tinggi yang sudah berlaku sebelumnya. Khusus untuk produk minyak Kanada, kenaikannya tidak mancapai 25% tetapi hanya 10%. Sebagaimana diantisipasi, PM Kanada Justin Trudeau segera menanggapi kebijakan Trump dengan mengumumkan rencananya menerapkan tarif 25% pada impor Kanada dari AS senilai $155 miliar. Lebih spesifik, Trudeau menyatakan tarif bea masuk  baru untuk minuman beralkhohol dan buah-buahan dari AS senilai $30 miliar akan berlaku mulai hari Selasa, 4 Febrauari 2025, bersamaan dengan diterapkannya kenaikan tarif oleh AS. Sementara itu, beberapa jam setelah Trump menerbitkan instruksi di atas, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan ia telah meminta Menteri Ekonominya untuk menyiapkan tarif tinggi atas produk impor dari AS. Belum ada keterangan lebih lanjut apakah kenaikan tarif impor Meksiko terhadap produk dari AS akan berlaku across the board, atau hanya menyasar produk-produk yang dampaknya akan paling signifikan dirasakan oleh produsen AS. (Yetede)

Tak Mudah Ambil Manfaat dari Perang Dagang

03 Feb 2025
Indonesia diprediksi tidak akan serta merta bisa mengambil manfaat dari pecahnya perang dagang global yang telah dimulai dengan penerapan tarif atas barang-barang impor Amerika Serikat dari Kanada,  Meksiko dan China. Alih-alih bisa mengambil manfaat dari peralihan investasi dan rantai pasok dari negara berikutnya yang bakal dikenai tarif oleh Negeri Paman Sam itu. Secara teori, Indonesia memang berpotensi untuk meningkatkan ekspor dan investasi langsung asing (foreign direct investament/FDI) yang dipicu oleh perang dagang. Namun dalam kenyataannya, dari pengalaman perang dagang sebelumnya yang mulai terjadi pada tahun 2018, keuntungan riil yang diperoleh Indonesia dari tren tersebut sangat terbatas. Itu dikarenakan, Indonesia umumnya tidak memproduksi barang yang bisa menyubstitusi produk yang dikenai sanksi atau diprotekski oleh AS dari rekan-rekan dagangnya seperti China, Meksiko dan Kanada. Indonesia tidak memiliki banyak industri semi-processed goods, apalagi advance, yang kuat atau berdaya saing ekspor seperti semikonduktor, panel surya, crane, produk elektronik, baterai, electric vehicle, medical goods, dan komponen pesawat terbang. (Yetede)