;

Saham Perbankan Terkoreksi, Ada Apa?

Ekonomi Hairul Rizal 31 Jan 2025 Kontan
Saham Perbankan Terkoreksi, Ada Apa?
Kinerja saham bank jumbo di Indonesia, terutama kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4, terlihat masih tertekan pada akhir Januari 2025. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi satu-satunya bank yang masih berada di zona hijau, naik 0,65% pada hari tersebut. Sebaliknya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan saham yang cukup signifikan, turun 2,14% dalam sehari dan mencatatkan penurunan 5,43% sepanjang tahun 2025. Penurunan BBCA banyak dipengaruhi oleh aksi jual asing yang berlanjut, dengan total aksi jual bersih mencapai Rp 2,64 triliun sepanjang tahun.

Achmad Yaki, Head of Online Trading BCA Sekuritas, menjelaskan bahwa penurunan saham BBCA lebih disebabkan oleh foreign outflow, meskipun kinerja fundamental BBCA masih positif dan tidak ada faktor fundamental yang mengubah proyeksi kinerja ke depan. Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai bahwa koreksi harga saham bank besar adalah hal yang wajar, dipengaruhi oleh dinamika global, seperti perubahan kebijakan suku bunga dan aliran investasi yang lebih cenderung ke instrumen safe haven.

Namun, Nafan melihat bahwa fase koreksi saham-saham perbankan KBMI 4 akan terbatas. Ia menyarankan untuk akumulasi beli pada saham perbankan, yang saat ini dianggap undervalued. Nafan merekomendasikan membeli saham BBCA dengan target harga Rp 9.750, serta saham BMRI dan BBRI dengan target harga masing-masing Rp 6.225 dan Rp 4.190. Sementara itu, Yaki juga merekomendasikan BBNI dan BBCA sebagai saham yang layak dibeli dengan target harga Rp 6.075 dan Rp 10.250.
Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :