;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Merger Grab dan Go-To

06 Feb 2025
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo kembali diterpa kabar potensi merger dengan perusahaan jasa transportasi Grab di 2025, yang bisa melahirkan perusahaan dengan valuasi raksasa. Sementara isu ini keluar, kinerja keuangan dan saham Go-To tengah menunjukkan perbaikan yang meningkatkan keyakinan investor. Kabar baru yang juga sempat beredar pada 2020 dan awal 2024 itu tersiar dari media Bloomberg, Selasa (4/2/2025). Mereka memberitakan, Grab Holdings Ltd sedang mempertimbangkan potensi pengambilalihan Grup GoTo dengan valuasi lebih dari 7 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 114,1 triliun. Berita tanpa narasumber resmi itu menyebut ada skenario pembelian semua saham GoTo pada harga 100 per saham, lebih besar daripada harga GoTo pada penutupan bursa tanggal 4 Februari 2025 senilai Rp 87 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp 104,8 triliun.

Sekretaris Perusahaan GoTo RA Koesoemohadiani, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa, mengatakan, perseroan ingin memberikan klarifikasi bahwa tidak ada kesepakatan dengan pihak mana pun untuk melakukan transaksi merger sebagaimana telah diberitakan di media massa. ”Kami mencatat bahwa berita yang sama juga beredar dari waktu ke waktu di masa lampau dalam beberapa tahun terakhir dan berita-berita itu adalah berdasarkan spekulasi,” ujarnya. Analis Pasar Saham Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli, dalam analisisnya, Rabu (5/2/2025), menyebutkan, mereka sulit memberikan analisis. ”Mengingat kurangnya perkembangan yang dikonfirmasi, kami telah memilih untuk tidak melakukan analisis lebih lanjut tentang dampak potensial terhadap GoTo karena kesepakatan tersebut masih murni spekulatif pada tahap ini,” ujar Christopher.

Analis saham Stocknow.id, Hendra Wardana, dalam keterangannya kepada Kompas, berpendapat, mencuatnya kembali isu merger itu memicu spekulasi besar terhadap prospek saham GoTo. Dari sudut pandang investor, ia mengatakan, optimisme terhadap GoTo sudah kembali kuat. Sejak awal 2025, saham GoTo telah menguat 18 persen. ”Ini mencerminkan keyakinan pasar terhadap perbaikan kinerja perusahaan,” ungkap- nya. Hal ini didukung oleh laporan keuangan sampai akhir September atau triwulan III-2024 yang menunjukkan peningkatan pendapatan 11 persen secara tahunan menjadiRp 11,6 triliun, serta perbaikan laba usaha dan laba bersih yang masing-masing tumbuh 76,7 persen dan 52,7 persen secara tahunan Laba yang dihasilkan perusahaan tanpa bunga, pajak, dan sebagainya (EBITDA) kini mendekati target positif meski masih minus Rp 13 miliar. Ini membaik dari kinerja EBITDA tahun penuh 2023 yang negatif Rp 3,6 triliun dan tahun 2022 yang negatif Rp 16,01 triliun. (Yoga)

Persetujuan Paris, AS, dan Kita Kesepakatan Mengenai Iklim

06 Feb 2025
Amerika Serikat keluar dari Kesepakatan Paris. Ini sudah ketiga kalinya AS keluar dari kesepakatan internasional mengenai iklim. Akan tetapi, baru kali ini keluarnya AS dari kesepakatan iklim membuat Pemerintah Indonesia mempertimbangkan keikutsertaannya di kesepakatan itu. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mempertanyakan kenapa Indonesia tetap ikut di Persetujuan Paris (Paris Agreement/PA) bila AS tidak. Utusan Khusus yang juga adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, bahkan mengatakan PA tak lagi relevan bagi Indonesia. Agak aneh untuk bertanya seberapa relevan PA bagi Indonesia, di saat banyak tempat sedang dilanda bencana hidroklimat luar biasa secara hampir berbarengan. Walau mungkin belum sempurna, PA adalah langkah penting dari kerja sama dunia dalam menghadapi krisis iklim yang kian parah.

Sepanjang sejarah, AS memang tak pernah mau mengikat diri pada perjanjian internasional mana pun, dengan beberapa pengecualian. Mandat luar negerinya terlalu sempit untuk bisa bernegosiasi terlalu banyak. Contohnya, AS tak pernah, dan menjadi satu-satunya negara yang tak menandatangani Konvensi Keanekaragaman Hayati (UNCBD). Bahwa AS menandatangani dan akhirnya meratifikasi PA, sebetulnya sebuah pengecualian ketimbang sesuatu yang biasa. Seberapa penting AS? Seberapa penting AS ada di PA untuk Indonesia? Penting, tetapi juga tak penting-penting amat. Pada 2023, AS menyumbang 5,9 miliar ton (gigaton/GT) emisi CO2, sekitar 12,6 persen emisi dunia, di bawahChina (14 GT, 32,9 persen) sebagai pengemisi terbesar saat ini. Walau cukup besar dan masih menduduki tempat kedua dunia, emisi AS sesungguhnya memperlihatkan penurunan dari 7 GT pada 2000. Empat dari 13 tahun antara 2010 dan 2023 (2016-2020), AS berada di luar PA.

Keluarnya AS dari PA hanya bisa dilakukan melalui proses exit selama empat tahun (2016-2020), di mana selama periode Trump emisi AS turun dari 6,1 GT menjadi 5,6 GT. Empat bulan setelah AS resmi keluar, Presiden Joe Biden memasukkan AS kembali ke PA di 2021. Emisi 2020-2023 malah naik dari 5,6 GT ke 5,9 GT. Saat AS keluar dari PA, China dan Uni Eropa segera mengambil alih kepemimpinan iklim dunia dengan cukup agresif. China memang masih menjadi sumber emisi terbesar dunia saat ini, tetapi sebagai sebuah negara, China pada 2024 justru telah mencapai target energi terbarukan yang seharusnya dicapai pada 2030. Enam tahun lebih cepat, dan telah memasang pembangkit surya dan bayu paling banyak sedunia. Emisi China meningkat rata- rata 7,4 persen per tahun pada 2000-2011, tetapi melambat menjadi 1,6 persen per tahun pada 2011-2023. Jadi, terlepas dari keluar-masuknya AS ke perjanjian iklim dunia, keekonomian memperlihatkan bahwa energi terbarukan telah meninggalkan energi fosil cukup jauh. Tahun lalu, 30 persen kapasitas pembangkitlistrik dunia adalah terbarukan. (Yoga)

Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1.670.000 per Gram

06 Feb 2025
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam mencetak rekor tertingginya pada perdagangan hari ini, Kamis pagi, 6 Februari 2025. Mengutip dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp 1.670.000 per gram. Harga emas Antam terpantau meningkat Rp 7 ribu bila dibandingkan dengan harga perdagangan kemarin. Pada Rabu, 5 Februari 2025, emas Antam per gram tercatat seharga Rp 1.663.000. Sementara pada Kamis pekan lalu, harga emas batangan Antam berada di angka Rp 1.606.000 per gram. Artinya, harga emas Antam meningkat Rp 64 ribu selama seminggu terakhir.

Adapun sejak awal Januari 2025, harga emas dari perusahaan BUMN ini terpantau melesat Rp 146.000 per gramnya. Emas Antam tercatat diperdagangkan sebesar Rp 1.524.000 per gram pada Kamis pagi, 2 Januari 2025 lalu. Sementara, harga jual kembali atau buyback emas batangan Antam pada hari ini juga mengalami kenaikan dibandingkan harga buyback pada 5 Februari 2025. Harga buyback emas Antam hari ini tercatat di level Rp 1.521.000 per gram. Harga ini naik Rp 7 ribu dibandingkan harga pada perdagangan Rabu, yang tercatat berada di level Rp 1.514.000 per gramnya.  Semua transaksi jual kembali dengan nilai di atas Rp 10 juta akan dikenakan pajak penghasilan atau PPh 22 sebesar 1,5 persen. Aturan ini berlaku sesuai dengan Perubahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.03/2022 tentang Nomor Pokok Wajib Pajak untuk individu, badan usaha, dan instansi pemerintah. 

Perubahan ini juga mencakup penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). PPh 22 akan dipotong secara otomatis dari total nilai transaksi penjualan atau buyback. Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam di situs Logam Mulia untuk perdagangan hari ini: Antam 0,5 gram: Rp 885.000, Antam 1 gram: Rp 1.670.000, Antam 2 gram: Rp 3.280.000, Antam 3 gram: Rp 4.895.000, Antam 5 gram: Rp 8.125.000, Antam 10 gram: Rp 16.195.000, Antam 25 gram: Rp 40.362.000, Antam 50 gram: Rp 80.645.000, Antam 100 gram: Rp 161.212.000, Antam 250 gram: Rp 402.765.000, Antam 500 gram: Rp 805.320.000,Antam 1.000 gram: Rp 1.610.600.000 (Yetede)

Mengapa Pasokan BBM Masih Juga Langka di SPBU Swasta

06 Feb 2025
Sudah hampir tiga pekan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU milik perusahaan swasta langka. Di Jalan Panjang, kawasan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, SPBU milik BP-AKR terlihat sepi, bahkan tidak ada aktivitas pengisian BBM seperti biasanya. Di depan pintu masuk SPBU itu tertulis, "Stok yang tersedia hanya BBM Ultimate Diesel". Febrian, satu-satunya petugas yang berjaga, mengatakan stok BBM di stasiun pengisian ini sudah habis sejak pertengahan Januari 2025. Awalnya BBM jenis BP 92 dengan kandungan RON 92 yang habis. Lalu, dua pekan kemudian, stok BP Ultimate dengan kandungan RON 95 ikut kosong.

“Dari tadi juga yang datang ya sudah lewatin saja. Kebanyakan nyari yang bensin," tutur Febrian saat ditemui Tempo, Rabu, 5 Februari 2025. Akibat kelangkaan BBM ini, kantornya hanya memberlakukan satu petugas dalam satu kali shift.  Suasana serupa terjadi di SPBU Shell di Jalan Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Aktivitas pengisian BBM nihil. Tidak ada lagi antrean seperti biasanya. Hanya ada sepeda motor dan mobil yang singgah untuk sekadar bertanya mengapa pasokan BBM di stasiun pengisian ini tak ada.  Meskipun aktivitas jual-beli BBM tidak berjalan, lini bisnis Shell lainnya tetap beroperasi di SPBU tersebut, antara lain layanan Shell Advance MotoCare Express dan Shell Helix Oil Change. Selain itu, ada Shell Select yang menjual makanan untuk pengendara.

Sementara itu, SPBU Vivo di Jalan Kedoya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, masih beroperasi seperti biasa. Seorang petugas Vivo yang enggan disebutkan namanya mengatakan Vivo memang belum mengalami kehabisan pasokan. Namun jumlah stok yang ada tidak sebanyak biasanya. Kelangkaan ini dikeluhkan oleh para pengendara, termasuk Andika, pengemudi ojek online berusia 30 tahun. Ia kesulitan mengisi bahan bakar sepeda motornya di SPBU swasta. Padahal, menurut dia, SPBU swasta selama ini menjadi pilihan utama para pengemudi ojek online karena lebih irit. “Semoga jangan sampai langka terus-menerus,” ujarnya. (Yetede)

Belanja Pegawai Pemerintahan Naik 20 Triliun Per Tahun

06 Feb 2025
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti memaparkan terjadi kenaikan belanja pegawai pemerintahan yang signifikan tiap tahun. Belanja gaji dan tunjangan pegawai kementerian dan lembaga naik Rp 20 triliun per tahun sejak 2020. Hal tersebut dipaparkan Primanto saat melaporkan pembayaran pensiun pegawai yang juga meningkat. Belanja pensiun meningkat 8,96 persen atau Rp 10,4 triliun dari tahun ke tahun sejak 2010. “Ini sejalan dengan belanja pegawai K/L (kementerian dan lembaga) dan pegawai Pemda yang terus meningkat,” ujar Primanto dalam rapat dengan komisi XI di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 6 Februari 2025. Belanja gaji dan tunjangan pegawai Kementerian dan Lembaga naik sebesar 8,3 persen per tahun atau Rp 20,2 triliun sejak 2020. Sementara itu peningkatan pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara di Pemda peningkatannya lebih tinggi lagi, yakni sekitar 8,9 persen atau Rp 31,3 triliun tiap tahun sejak 2010.

Primanto mengatakan pembayaran pensiun pegawai K/L dan Pemda menembus Rp 164 triliun pada 2024. Sedangkan tahun 2010 pembayarannya baru sekitar Rp 50 triliun. Sementara itu, belanja pegawai tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan Buku Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, belanja pegawai ditetapkan Rp 521,4 triliun, naik Rp 60,6 triliun dari 2024 yang sebesar Rp 460,8 triliun.  Dosen ekonomi UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan kenaikan belanja pegawai menyebabkan pemerintah akan kesulitan untuk pembiayaan program lain. “Peningkatan belanja pegawai ini semakin mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk memberikan insentif kepada sektor swasta dan masyarakat kelas menengah,” ujarnya. (Yetede)

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Menjadi 5,03% pada 2024

06 Feb 2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,03% pada 2024, dibandingkan 2023 sebesar Rp 5,05% dan 2022 di level 5,3%. Penurunan produktivitas sektoral dan pemelahan daya beli berkepanjangan menjadi masalah struktural yang menggerus laju ekonomi. Akibatnya pertumbuhan ekonomi lebih ditentukan oleh faktor musiman, seperti Ramadan dan Lebaran serta Nataru. Tanpa adanya sentimen seperti itu ekonomi sulit dijaga di level 5%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengkonfirmasi hal tersebut. Kuartal III-2024, pertumbuhan ekonomi jebol di bawah 5%, tepatnya 4,95%, karena tidak ada momentum hari besar keagamann.

Bandingkan dengan kuartal I dan II yang masing-masing mencapai 5,11% dan 5,06%, ditopang oleh pemilu dan faktor Lebaran.    Sementara itu, kuartal IV 2024, ekonomi bangkit dan tumbuh 5,02%, didorong oleh Nataru yang mendongkrak konsumsi rumah tangga, kelompok pengeluaran terbesar. Pada periode ini, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98%, berakselerasi dari kuartal sebelumnya sebesar 4,91%. Sementara itu, kuartal IV 2024, mesin-mesin ekonomi lainnya melambat. Pertumbuhan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) melambat menjadi 6,06% dari 11,46% di kuartal III, konsumsi pemerintah dari 4,62% menjadi 4,17%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,03% dari 5,16%, serta ekspor barang dan jasa 7,63% dari 8,79%. (Yetede)

UU Perlindungan Pekerja Migran Direvisi Pekan Depan

06 Feb 2025
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI berencana segera membahas perubahan/revisi Undang-Undang (UU) No.18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pekan depan. Keterangan itu disampaikan langsung oleh Walkil Ketua baleg DPR RI, Sturman Panjaitan, dalam Rapat  dengan Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR bersama Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Lembaga pelatihan Kerja (LPK) Kofuku, dan Asosiasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (Aspataki), Rabu (05/02/2025). "Rabu minggu depan mungkin akan kita bahas perubahan UU No.18 tahun 2017 sebagai perubahan yang ketiga tentang perlindungan pekerja migran Indonesia," ungkapnya. Sebagaimana diketahui, RSPU Baleg DPR RI dilakukan sebagai upaya menampung aspirasi pihak terkait. Dalam rapat yang berlangsung selama dua jam lebih tersebut, Apjati melalui DPR mendorong pemerintah agar merevisi juga Peraturan Pemerintah No.22 tahun 2022 tentang tata cara penempatan awak kapal perikanan migran. Sebab saat ini banyak pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal perikanan berbendera ABL PMI di kapal perikanan China tersebut paling banyak. (Yetede)

Bank Besar Royal Bagi Dividen

06 Feb 2025
Sejumlah bank besar telah mengumumkan perolehan laba bersih sepanjang tahun 2024. Dengan pencapaian kinerja yang solid, terdapat indikasi pembagian dividen dalam nominal jumbo kepada para pemegang saham. Seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbak (BMRI) dan entitas anak yang membukukan laba bersih yang dapat diartikulasikan kepada pemilik senilai Rp55,78 triliun pada 2024, tumbuh mini 1,31% secara tahunan (year on year/yoy). Perolehan tersebut didukung dari pertumbuhan kredit yang tinggi. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, Bank Mandiri terus memperkuat perannnya dalam mengoptimalkan ekosistem wholesale untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yan berkelanjutan. "Hingga akhir tahun 2024, realisasi kredit Bank Mandiri secara konsolidadi mencapai Rp1.670,55 triliun naik 19,5% (yoy), dengan pertumbuhan yang tetap solid di beberapa segmen utama.  Kredit wholesale yang menjadi core business perseroan terus menjadi pendorong utama penyaluran kredit," tutur Darmawan. Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengungkapkan bahwa perseroan selalu menjaga rasio pembayaran dividen di level 60% dari laba bersih. (Yetede)

Harga Emas yang Menanjak dan Terus Mencatatkan Rekor Baru

06 Feb 2025

Harga emas yang menanjak dan terus mencatatkan rekor baru, membawa angin segar pada saham-saham komoditas tersebut di lantai bursa. Saham-saham emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) kompak menguat pada perdagangan Rabu (5/2/2025), di saat harga komoditas logam mulia kembali memecah rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.869 per troi ons. Tercatat, saham ANTM menguat 3,57% ke level Rp1.450, disusul AMMN melesat 5,07% ke posisi Rp7.250, BRMS menanjak 3,19% ke Rp388, dan UNTR naik 0,6% ke Rp25.150, dan HRTA melonjak 7,31% ke Rp 470.

Kinerja positif saham-saham itu terjadi ditengah memerahnya IHSG sepanjang perdagangan kemarin, yang akhirnya ditutup turun 0,7% ke level 7.024. "Penguatan sebagian besar saham emas tersebut sebagai dampak dari kenaikan harga komoditasnya," kata Senior Market Charist Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama kepada Investor Daily. Nafan memperkirakan, harga komoditas emas masih akan terius menanjak hingga US$ 3.000 per trai ons di tahun ini. Reli emas yang berkelanjutan disebabkan oleh kuatnya permintaan produk safe haven ini. Ditengah ketidakpastian kebijakan perdaangan Trump, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah, dan konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan. (Yetede)

Rupiah Melemah, Transaksi Valas Meningkat

06 Feb 2025
Tren pelemahan rupiah terus berlanjut hingga awal 2025, setelah melemah 4,16% sepanjang 2024, dengan nilai tukar mencapai Rp 16.293 per dollar AS pada 5 Februari 2025.

Pelemahan ini mendorong kenaikan transaksi jual beli valuta asing (valas) di bank, seperti yang dialami Bank Jatim, yang mencatat peningkatan transaksi valas sebesar 48,43% secara tahunan pada 2024. Direktur Keuangan, Treasury & Global Service Bank Jatim, Edi Masrianto, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah menguntungkan pekerja migran Indonesia, karena gaji yang diterima dalam dollar AS menghasilkan konversi rupiah yang lebih besar. Selain itu, pengusaha ekspor-impor juga banyak menjual dollar AS untuk membayar kebutuhan dalam rupiah dan investasi.

Menurut Edi, nasabah korporasi yang memiliki pendapatan dalam dollar AS tetap membutuhkan rupiah untuk berbagai keperluan operasional seperti pembayaran gaji, pajak, dan biaya operasional. Selain itu, tren diversifikasi aset juga menyebabkan sebagian nasabah mengalihkan investasi ke instrumen lain dengan kurs berbeda.

Kebijakan pemerintah, seperti kewajiban konversi devisa hasil ekspor (DHE) SDA menjadi rupiah, turut meningkatkan transaksi valas. Bank Mandiri juga mencatatkan kenaikan transaksi valas hingga dua kali lipat sepanjang 2024.

Namun, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyatakan bahwa pelemahan rupiah juga menjadi tantangan bagi perbankan, terutama dalam pembiayaan ekspor-impor yang membutuhkan valas. Bank Mandiri akan terus beradaptasi untuk menjaga likuiditas di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak.

Meskipun pelemahan rupiah memberikan keuntungan bagi pekerja migran dan pengusaha ekspor, kondisi ini juga membawa tantangan bagi sektor perbankan dan industri yang bergantung pada valuta asing.