Ekonomi
( 40430 )Polri Bongkar Skandal Impor Ilegal
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Brigjen Helfi Assegaf berhasil mengungkap empat kasus impor ilegal yang terjadi antara November 2024 hingga Januari 2025, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp64,2 miliar. Keempat kasus tersebut tersebar di beberapa provinsi seperti Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
- Kasus pertama melibatkan penyelundupan tali kawat baja dengan kerugian negara sebesar Rp21,56 miliar.
- Kasus kedua terkait penyelundupan rokok dengan kerugian negara Rp26,2 miliar.
- Kasus ketiga menyangkut penyelundupan barang elektronik yang mengakibatkan kerugian negara Rp5,6 miliar.
- Kasus keempat melibatkan penyelundupan sparepart palsu mobil dengan kerugian negara Rp10,8 miliar.
Keempat kasus ini menunjukkan upaya serius Polri dalam mengungkap praktik impor ilegal yang merugikan negara.
Danantara Siap Ekspansi, Pasar Menanti Aksi Nyata
Proyeksi Pertumbuhan 2024 Berisiko Terkoreksi
Prospek Cerah di Tengah Pemulihan Permintaan
Proyeksi Pertumbuhan 2024 Berisiko Terkoreksi
Warga AS Tersakiti dengan Kebijakan Trump soal Tarif
Tarif baru bagi semua barang impor dari Kanada, Meksiko, dan China yang dikenakan Amerika Serikat berlaku pada Selasa (4/2/2025). Presiden AS Donald Trump mengakui, rakyat AS akan merasakan ”sakit” dari kenaikan harga. ”Akankah ada rasa sakit? Ya, mungkin (dan mungkin juga tidak). Akan tetapi, kita akan membuat AS hebat kembali. Semua rasa sakit ini akan sepadan,” cuit Trump di akun pelantar Truth Social. Para pakar ekonomi di AS memperkirakan, untuk jangka pendek akan ada lonjakan harga barang. Padahal, salah sat alasan Trump memenangi pemilihan umum presiden, November 2024, adalah karena rakyat AS sudah muak dengan inflasi yang menyebabkan kenaikan harga barang sejak pandemi Covid-19. Koran The New York Times melaporkan, harga bahan makanan, kendaraan, barang elektronik, hingga bahan bakar minyak akan naik.
”Karena gabungan ketiga negara (yang menjadi sasaran kebijakan tarif Trump), akan sulit untuk menyusuri lorong toko kelontong dan tidak melihat semacam efek inflasi,” kata Jason Miller, profesor manajemen rantai pasok Universitas Negeri Michigan Harga avokad, tomat, dan stroberi berpotensi naik karena sebagian besar produk ini diimpor dari Meksiko. Pada 2023, hampir tiga perempat impor pertanian AS dari Meksiko terdiri dari sayur-sayuran, buah, minuman, dan minuman beralkohol sulingan. Toko kelontong akan kekurangan stok bahan makanan yang substansial dan berujung pada kenaikan harga. AS juga mengimpor berbagai produk pertanian dari Kanada, termasuk daging dan biji-bijian.
Kenaikan tarif berpotensi meningkatkan harga eceran daging sapi apabila toko-toko kelontong membebankan biaya tersebut kepada konsumen. Trump pada Rabu (1/1) mengumumkan kenaikan tarif 25 persen untuk semua barang impor dari Meksiko dan Kanada. Padahal, AS, Meksiko, dan Kanada terikat perjanjian perdagangan bebas negara-negara Amerika Utara (USMCA). Ia juga menambah tarif 10 persen kepada China. Walhasil, impor dari China kini terkena biaya tambahan sampai 60 persen. Pemberlakuan tarif itu memicu perang dagang. Ada beberapa alasan Trump melakukan itu. Pertama, ia kesal terhadap defisit neraca perdagangan. Meksiko mitra dagang nomor satu AS dan disusul Kanada. Kedua, Trump menyalahkan Meksiko dan Kanada karena membiarkan imigran gelap membanjiri AS. Menurut Trump, imigran adalah penyebab kejahatan, kemiskinan, dan kemerosotan AS. (Yoga)
Tamat Sudah Riwayat USAID di Tangan Elon Musk
Spekulasi publik selama beberapa hari terakhir terjawab dengan unggahan miliarder Elon Musk di X mengenai kelanjutan Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID. Lembaga itu akan ditutup sebagai bagian dari pemotongan anggaran pemerintah. Sebagian besar karyawannya sejak pekan lalu diminta untuk mengambil cuti tanpa batas. Hal itu diumumkan Musk di X Spaces, Senin (3/2/2025). Musk, orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, ditunjuk Presiden AS Donald Trump untuk mengepalai Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE). ”Saya sudah berkali-kali rapat dengan Pak Presiden. Keputusannya, USAID memang harus ditutup,” kata Musk. Ketidakpastian nasib USAID bermula pada akhir Januari 2025 ketika Trump mengumumkan penangguhan operasional USAID untuk 90 hari ke depan. Alasannya, ia ingin mengkaji kembali kebijakan dan pelaksanaan USAID agar sesuai dengan semangat kebangkitan kembali AS (Make America Great Again/MAGA). Sesuai prinsip MAGA, kepentingan dalamnegeri AS menjadi prioritas sehingga segala dana ataupun bantuan ke luar negeri dikebelakangkan.
Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa, AS menyumbang 42 persen bantuan global. Jumlahnya pada 2024 setara dengan 13,9 miliar dollar AS. Dana ini dipakai mulai dari mencari pengobatan HIV/AIDS, membersihkan daerah bekas konflik dari ranjau darat, memberdayakan petani dan buruh perkebunan, hingga membiayai sejumlah rumah sakit lapangan di beberapa negara. Di Thailand, contohnya, USAID mendanai sejumlah kamp pengungsi untuk warga Myanmar. Terhitung ada 100.000 warga Myanmar yang melarikan diri dari negara mereka sejak junta militer melancarkan kudeta pada 2021. Kamp-kamp ini terpaksa ditutup karena bantuan dihentikan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 29 Januari 2025 mengeluarkan surat edaran mengenai jenis-jenis program bantuan luar negeri yang dikecualikan dari pembekuan. Secara total, nilai bantuan luar negeri AS yang dipermasalahkan oleh Trump mencapai 60 miliar dollar AS yang disalurkan melaluisejumlah lembaga global.
”Program-program bantuan obat-obatan, layanan kesehatan, pangan dan papan, serta logistik untuk membantu kelangsungan hidup manusia tidak masuk kategori yang ditangguhkan,” tulis Rubio dalam surat edaran yang dikutip harian Washington Post. Sebaliknya, program-program kesetaraan jender dan perlindungan ataupun pemberdayaan minoritas etnis dibekukan. Namun, surat edaran Rubio ternyata tidak membantu. Pada Minggu (2/2/2025), ketika Trump ditanya wartawan mengenai masa depan USAID, ia mengatakan, lembaga tersebut tidak sesuai semangat MAGA. Sejak Sabtu (1/2), situs resmi USAID tidak aktif. Bahkan, Direktur Eksekutif USAID Matt Hopson yang diangkat oleh Trump pun mengundurkan diri. Belum ada kejelasan mengenai nasib 10.000 pegawai USAID yang tersebar di seluruh dunia. Sejumlah pegawai di AS diminta untuk mengambil cuti tanpa batas sejak pekan lalu. Trump menginginkan USAID dilebur ke dalam Departemen Luar Negeri. Padahal, selama ini, USAID adalah lembaga pemerintah yang independen dan tidak berada di bawah kementerian mana pun. (Yoga)
Surabaya Bongkar Beras Impor asal Myanmar
Ribuan ton beras impor asal Myanmar dibongkar di Pelabuhan
Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada awal 2025. Hal ini memicu keresahan
petani padi di lumbung pangan terbesar nasional ini karena kini mereka sedang
bersiap memasuki musim panen raya. Masuknya beras impor diketahui dari bongkar
muatan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di Jalan Perak Barat, Perak
Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, pada 18 Januari 2025. Video tentang
aktivitas pembongkaran beras asal Myanmar itu diunggah oleh pemilik akun
@barokah.www di media sosial Tik-tok. ”Assalamualaikum warah matullah
wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang. Laporan buat mas gondrong lagi. Ini
di dek kedua sudah seperti ini di tanggal 18 Januari 2025. Ini proses
pembongkaran,” ujar seseorang di video tersebut. Beras impor yang tiba di
Pelabuhan Tanjung Perak itu sudah dikemas dalam zak warna putih bertuliskan
beras Bulog dengan berat 50 kilogram (kg).
Pada kemasan itu juga tertera tulisan beras putih asal
Myanmar dengan tingkat kepecahan 5 persen. Adapun perusahaan yang mengekspor ke
Indonesia ialah SWY PTE LTD yang berkantor di Singapura. Masuknya beras impor
itu memicu keresahan petani di Jatim, salah satunya Jumantoro. Ketua
Perkumpulan Petani Pangan Indonesia itu mengatakan, masuknya beras impor
bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang menyatakan tidak ada impor beras
pada tahun 2025. Produksi beras di Jatim mengalami surplus setiap tahun sehingga
sebagian dikirim ke luar daerah. Di sisi lain, sebagian petani di sejumlah
daerah di Jatim sudah memasuki masa panen dan akan mencapai panen raya serentak
pada Maret 2025. ”Petani khawatir gabahnya tidak terserap pasar dan Bulog
sehingga harganya jatuh ke titik paling rendah. Sementara biaya produksi yang
dikeluarkan petani saat ini cukup tinggi,” kata Jumantoro, Senin (3/2/2025). Menurut
dia, untuk panen Saat ini, pembelian gabah petani masih dilakukan para
pedagang. Di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, misalnya, gabah petani hanya
dihargai Rp 5.000-Rp 5.800 per kg sesuai kualitasnya.
Harga itu jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP)
untuk gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 per kg. Kekhawatiran terkait kehadiran
beras impor juga disampaikan Muhammad Suud (50), petani di Kecamatan Balongbendo,
Sidoarjo. Alasannya, petani saat ini bersiap menghadapi masa panen di musim
hujan sehingga kualitas gabah kurang bagus karena kadar airnya tinggi.
Pengadaan tahun 2024 Direktur Pengadaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan,
beras impor yang dibongkar di PelabuhanTanjung Perak merupakan pengadaan tahun
2024. Beras itu tiba di Indonesia pada Desember 2024, tetapi baru bisa
dibongkar dari kapal pada Januari 2025. ”Semua kapal datang pada 2024. Namun,
saat kapal dating di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tidak bisa langsung
membongkar muatannya,” ujar Awaludin saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025)
malam. Ia menyebutkan, salah satu kendala dalam pembongkaran beras impor adalah
kondisi cuaca ekstrem di perairan Surabaya. Selain itu, antrean bongkar muat
kapal di pelabuhan juga banyak sehingga memerlukan waktu untuk membongkar beras
impor. (Yoga)
Kebijakan Menyulut Perang Dagang
Kebijakan tarif Amerika terhadap Kanada, Meksiko, dan China akan mulai berlaku pada Selasa, pukul 00.01 dini hari waktu setempat. Kebijakan Presiden AS Donald Trumph yang memberlakukan tarif 25% atas Kanada dan Meksiko, serta tarif 10% terhadap China tersebut diprediksi akan memperlambat pertumbuhan global, sekaligus mendongkrak harga-harga yang lebih tinggi bagi warga Amerika. Indonesia bisa mencari peluang dari kondisi tersebut untuk memperluas pasar ekspor untuk mencari peluang dari kondisi tersebut untuk memperluas pasar ekpor dan menarik investasi serta mempekuat diplomasi dagang, meningkat daya saing industri, dan memanfaatkan insentif perdagangan seperti Generalized System of Preferences (GSP). Namun peluang, itu tampaknya sempit.
Berbagai kendala dan tantangan di dalam negeri masih membayangi iklim investasi dan perdagangan Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyarankan agar pemerintah proaktif melakukan pendekatan-pendekatan bilateral yang dibutuhkan agar Indonesia tidak mengalami penyempitan akses pasar eskpor AS. "Justru kalau bisa Indonesia melobi agar menjadi rekan dagang preferensial bagi AS,"ucap dia. Dia menyebutkan, perang dagang bukan hal baru, karena sudah terjadi sejak 2018 hingga saat ini. Jadi kebijakan Trump baru-baru ini hanya mengakselerasi tren fragmentasi perdagangan global yang sudah terjadi sejak 2018. (Yetede)
310 Ribu Pengecer Enggan jadi Pangkalan Resmi Gas Elpiji
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









