Ekonomi
( 40733 )Menuju IPO, Bukalapak Disuntik BRI Ventures
Jakarta - PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) melakukan investasi strategis di Bukalapak, salah satu unicorn di Tanah Air. Hal itu merupakan bagian dari komitmen BRI Ventures untuk mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara berkelanjutan. Sementara itu, Bukalapak berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Investasi strategis bersama Bukalapak ini sangat penting, karena sejalan dengan misi BRI Group dalam mendukung UMKM. Khususnya dalam pertumbuhan UMKM digital saat ini, yang diyakini akan menjadi pembangkit ekonomi nasional pada masa mendatang. Hal ii juga merupakan komitmen BRI Ventures untuk terus mendukung kemajuan ekosistem start-up digital. BRI Ventures berupaya membantu menciptakan akses pasar dan dukungan bisnis yang merata.Hal ini juga merupakan fokus perusahaan untuk menjadikan ketahanan bisnis UMKM semakin kuat dan mampu memiliki bisnis yang berkelanjutan.
Bukalapak berencana menggelar IPO dan listing saham di BEI dengan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Aksi ini akan dilakukan sebelum perusahaan tercatat di Bursa Amerika Serikat (AS) melalui jalan merger dengan special purpose acquisition company (SPAC). Bukalapak diperkirakan akan menghadapi persaingan ketat di pasar publik, seiring dengan rencana unicorn lain yang berencana go public. Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia dikabarkan hampir menyelesaikan merger untuk kemudian mencatatkan saham di bursa AS dan Indonesia. Traveloka juga bersiap melakukan aksi yang sama dengan SPAC Bridgetown Holdings Ltd. Kesepakatan ini berpotensi mmbuat valuasi Traveloka menjadi sekitar US$ 5 miliar.
(Oleh - IDS)
Satgas Waspada Investasi Catat Lonjakan Kasus Money Game
JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat lonjakan kasus money game pada 2021. Padahal, tahun lalu, kasus penipuan dengan skema permainan uang ini belum banyak bermunculan. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengungkapkan, hingga Maret 2021, total kasus investasi ilegal mencapai 42 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus money game mendominasi dengan 14 kasus. Selanjutnya, cryptocurrency sebanyak 9 kasus, penjualan langsung 5 kasus, dan sisanya kasus investasi yang lain. “Kasus money game ini banyak dilakukan dengan modus perdagangan forex dan cryptocurrency,” kata Tongam kepada Investor Daily, Kamis (15/4).
Meski demikian, jumlah investasi
ilegal ini terus meningkat dari tahun
ke tahun. Tongam menjelaskan, dari
tahun 2017 hingga 2020, jumlah kasus
investasi ilegal berada di atas 100
kasus setiap tahunnya. Puncaknya
adalah pada tahun 2019 dengan jumlah
kasus 442 investasi ilegal.
Dari segi nilai, kerugian akibat
investasi ilegal ini juga mencatatkan
peningkatan setiap tahunnya. Pada
2019, kerugian akibat investasi ilegal
mencapai Rp 4 triliun. Lalu, pada 2020,
meningkat menjadi Rp 5,9 triliun.
(Oleh - HR1)
Persaingan Ekonomi Digital Berpusat di Tiga Poros
Pamor ekonomi digital semakin berkibar. Kabar teranyar, Grab Holdings Inc yang berbasis di Singapura berencana go public di Amerika Serikat. Tiga konglomerasi asal Indonesia: Grup Djarum, Sinarmas dan Emtek, ikut berpartisipasi dalam aksi korporasi Grab di pasar AS.
Masuknya tiga konglomerasi Indonesia (Djarum, keluarga Sariaatmadja/Grup Emtek, dan Sinarmas) akan membuat persaingan bisnis digital di Tanah Air semakin sengit. Sebab, ketiganya juga memiliki portofolio investasi dalam ekonomi digital.
Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda menilai, aksi tersebut dapat membuat kompetisi ekonomi digital di Indonesia mengerucut pada tiga poros utama.
Pertama, Gojek dan Tokopedia yang dikabarkan segera merger dan menyusul untuk menggelar IPO. Kedua, Grup Grab dengan dana segar dari IPO dan sokongan ekosistem bisnis dari para investornya. Ketiga, Shopee dengan dukungan SEA Grup.
Di luar tiga poros raksasa itu, pemain baru akan kian sulit bersaing. Oleh sebab itu, merger dan akuisisi menjadi opsi bertahan dan mengembangkan lini bisnis. jika tidak, platform ekonomi digital lainnya bisa merger dan membentuk ekosistem baru, asalkan bisa menggaet investor dengan pendanaan kuat.
Wow, Kurs Bitcoin Menuju Rp 1 Miliar
Berdasarkan data Indodax, Kamis (15/4) per pukul 21.23 WIB, nilai tukar bitcoin sudah mencapai Rp 935 juta per btc. Menurut Co-founder Cryptowatch Christoper Tahir, kenaikan harga bitcoin saat ini murni karena permintaan naik.
Menurut Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin, peralihan dana dari emas yang sempat jadi safe haven ke bitcoin masih terlihat. Akhir tahun lalu, JP Morgan juga melaporkan terjadi perpindahan dana mencapai US$ 7 miliar dari ETF emas ke bitcoin.
Selain itu, peminat aset kripto sendiri juga meningkat. Menurut Nanang, investor milenial lebih menyukai berinvestasi di aset kripto. Alasannya, fluktuasi harga aset kripto cukup menarik dan bisa menghasilkan gain cukup besar.
Sentimen tersebut mendorong nilai tukar bitcoin sejak awal tahun lalu. Menurut data Coinbase, harga bitcoin sudah naik 125,26% tahun ini.
Menurut Christoper, saat ini harga bitcoin sedang mencari titilikeseimbangan. Sehingga ada potensi koreksi terbatas sebelum harga kembali melanjutkan kenaikan. Kapitalisasi pasar bitcoin saat ini sudah mencapai USS 1,17 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 52. 52,47% dari total kapitalisasi pasar mata uang kripto saat ini, yang sekitar USS 2,23 triliun.
Laju Transaksi Belanja Daring Semakin Kencang
Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan, preferensi masyarakat akan belanja daring terlihat dari pertumbuhan transaksi e-commerce pada awal tahun 2021 ini. “Pada Februari 2021, nominal transaksi e-commerce mencapai Rp 27,2 triliun atau naik 45,28% year on year (yoy),” terang Filianingsih, Rabu (14/3).
Peningkatan penjualan daring terbukti dari peningkatan volume penjualan e-commerce selama bulan Februari. Bl mencatat 174,6 juta transaksi atau naik 107,1% yoy.
Seiring dengan preferensi belanja daring yang meningkat, Bl juga mencatat adanya peningkatan volume digital banking. Layanan perbankan digital yang berkembang diantaranya mobile internet banking dan SMS banking.
Tak hanya itu, preferensi masyarakat untuk membayar dengan menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) juga meningkat. “Hingga Februari 2021, merchant-nya meningkat dari 1,7 juta sekarang mencapai 6,7 juta. Artinya, kami melihat ini cerminan akseptasi digital payment,” tandas Filianingsih.
Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) Bima Laga optimistis total nilai transaksi e-commerce di Indonesia ke depan bisa makin besar, terutama pada momen hari raya ldul Fitri. Bima bilang salah satu hal yang memicu peningkatan belanja daring pada momen tersebut, yaitu kebijakan subsidi ongkos kirim (ongkir) dari pemerintah.
Adhi Commuter Siap Go Public
PT Adhi Commuter Properti siap menerbitkan obligasi Rp 500 miliar. Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) itu menghimpun pendanaan untuk melanjutkan ekspansi demi menambah cadangan lahan (landbank) dan membiayai sejumlah proyek.
Adhi Commuter memiliki proyek yang tersebar di tujuh titik stasiun LRT Jabodetabek Fase 1. Saat ini, mereka menggarap 13 proyek dengan total mencapai 54.076 unit dengan landbank seluas 140 hektare. Sebagai anak usaha di
Grup ADHI, lini bisnis Adhi Commuter Properti terintegrasi erat dengan competitive advantage ADHI yaitu pembangunan jalur kereta LRT. Saat ini menguasai 99,99% saham Adhi Commuter Properti. Adapun 0,0005% sisaham dimiliki Koperasi Jasa Sejahtera ADHI.
Adhi Commuter juga merencanakan skema pendanaan lain, yakni mencatatkan saham di bursa melalui initial public offering (IPO) dengan target Rp 1,7 triliun. Jadi, Adhi Commuter berniat menghimpun total pendanaan senilai Rp 2,2 triliun, yang berasal dari obligasi dan IPO. Kelak, dana itu untuk mendukung belanja modal.
Kuartal I-2021, realisasi marketing sales Adhi Properti sudah mencapai 25% dari target. Hingga September 2020, Adhi Commuter meraih pendapatan Rp 699 miliar, EBITDA Rp 103 miliar dan laba bersih Rp 88,2 miliar. Sepanjang 2020, Adhi Commuter meraih pendapatan Rp 977,22 miliar.
IPO Penjual Kripto Sukses
Sejarah tercatat di bursa Amerika Serikat (AS). Coinbase Global Inc, perusahaan perantara jual beli kripto terbesar di AS melakukan debut di pasar saham. Dalam debutnya, valuasi Coinbase Global Inc mencapai USS 86 miliar pada Rabu (14/4) waktu setempat.
Saham Coinbase dibuka pada harga US$ 381 per saham, naik 52,4% dari harga referensi US$ 250 per saham yang ditetapkan pada hari sebelumnya. Valuasi Coinbase ini cukup fantastis. Sebagai perbandingan, pemilik Bursa Efek New York, Intercontinental Exchange Inc, memiliki kapitalisasi pasar US$ 66 miliar.
Kebangkitan Ekonomi China Bakal Dongkrak Nilai Ekspor RI
Sejumlah pengamat menyatakan kebangkitan ekonomi China akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini menjadi sinyal bahwa pemulihan ekonomi di dalam negeri bisa dilakukan dengan cepat. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan dampak pertumbuhan ekonomi China akan langsung terada pada sisi ekspor. Permintaan dari Negeri Tirai Bambu otomatis meningkat, sehingga ekspor Indonesia ke China akan meningkat. "Korelasi pertama bisa lihat dari sisi perdagangan. Kalau dilihat kontribusi ekspor Indonesia ke China itu 21 persen per Maret 2021, itu lebih tinggi kontribusinya daripada sebelum covid-19," ungkap Bhima kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/4). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China tercatat sebesar US$3,73 miliar per Maret 2021. Angka itu naik dari posisi Februari 2021 yang sebesar US$2,95 miliar. Pulihnya ekonomi China akan mendorong kebutuhan barang untuk industri manufaktur. Indonesia diuntungkan dengan ekspor yang lebih besar, Hal tersebut berdampak pada meningkatnya likuiditas di China dan berita baik untuk keberlangsungan proyek dan pendanaan startup yang ada di Indonesia pungkasnya
Senada, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan China merupakan mitra dagang utama Indonesia. Untuk itu, neraca perdagangan Indonesia berpotensi surplus hingga beberapa bulan ke depan. "Tak hanya itu, kenaikan permintaan dari China juga akan mengerek harga komoditas, seperti batu bara. Hal ini akan menguntungkan industri batu bara di Indonesia. Ini ikut menyumbang ke perekonomian Indonesia," imbuh Yusuf. "Mau tidak mau bersiap masuknya kembali produk-produk impor dari China," kata Yusuf. Juru bicara Biro Statistik Nasional Liu Aihua mengatakan lonjakan pertumbuhan ekonomi didorong oleh faktor-faktor yang tidak dapat dibandingkan seperti angka dasar yang rendah tahun lalu dan peningkatan hari kerja karena staf tetap bekerja selama liburan Tahun Baru Imlek.
(Oleh - HR1)
Mendag Buka Alasan Defisit Dagang RI-China Turun
Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan defisit neraca dagang Indonesia dengan China menurun pada periode Januari-Maret 2021. Hal ini karena ada kenaikan ekspor besi baja dari Indonesia. "Penurunan defisit ke China luar biasa karena besi baja (ekspor) tumbuh luar biasa. Ini yang sebabkan penurunan defisit tertinggi," ucap Lutfi dalam konferensi pers, Jumat (16/4). Tercatat, neraca dagang Indonesia ke China pada Januari 2020 tekor atau minus US$1,75 miliar. Lalu, pada Februari kembali tekor US$0,02 miliar dan Maret 2020 tekor US$0,94 miliar. Kemudian, pada neraca dagang Indonesia dengan China pada Januari 2021 tercatat minus US$1,01 miliar. Lalu, defisit turun pada Februari 2021 menjadi US$0,83 miliar dan Maret 2021 sebesar US$0,16 miliar.
Lutfi menyatakan besi baja menjadi pendorong utama ekspor Indonesia saat ini. Jumlahnya melonjak 60,67 persen pada Maret 2021 lalu. Selain itu, komoditas lainnya yang mendorong ekspor, antara lain barang industri dan minyak nabati. Kenaikannya sebesar 45,35 persen. Secara total, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai US$5,52 miliar pada Januari-Maret 2021. Nilainya lebih tinggi dari surplus US$2,62 miliar pada Januari-Maret 2020.
(Oleh - HR1)
Modal Asing Kabur Rp 1,3 T dari Pasar Surat Utang Negara Pekan Ini
BI mencatat total aliran modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia pada pekan ini mencapai Rp 710 miliar. Masih ada modal masuk di pasar saham.
Bank Indonesia mencatat, terdapat aliran modal asing keluar dari pasar domestik sebesar Rp 710 miliar pada pekan ini. Dana asing keluar dari pasar Surat Utang Negara mencapai Rp 1,3 triliun, tetapi masuk di pasar saham Rp 590 miliar. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan bahwa perkembangan tersebut berdasarkan data transaksi 12-15 April 2021. "Berdasarkan data setelmen selama 2021, nonresiden mencatatkan jual neto Rp 12,85 triliun," kata Erwin dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (16/4).
BI juga mencatat imbal hasil atau yield SBN 10 tahun RI turun tipis ke level 6,5% pada pagi ini dari 6,55% pada akhir hari Kamis (15/4). Yield surat utang Amerika Serikat tenor 10 tahun juga menurun ke level 1,576%. Di sisi lain, premi risiko investasi RI alias credit default swap (CDS) berada di level 81,67 basis poin pada 15 April 2021. Angka tersebut menurun dari 83,64 bps per 9 April 2021.
Pada hari ini, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyebutkan bahwa penguatan rupiah ditopang oleh kebangkitan ekonomi Tiongkok. "Perekonomian Negeri Panda tumbuh hingga 18,3% pada kuartal I 2021 di saat hantaman Covid-19 belum usai dan akan berdampak langsung kepada pertumbuhan ekonomi RI," kata Ibrahim dalam hasil kajiannya, Jumat (16/4).
Ibrahim mengkalkulasikan, setiap pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 1% akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 0,05%. Dengan demikian, dampak pertumbuhan ekonomi negeri tersebut akan terasa pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









