;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Bangun Data Center, Indointernet Borong Lahan Rp 241,7 Miliar

21 Apr 2021

PT Indointernet Tbk (EDGE) melalui anak usahanya, PT Ekagrata Data Gemilang (EDG), segera membangun data center. Karena itu, pihaknya membeli dua bidang tanah di Kuningan, Jakarta Selatan , dari PT Sentragraha Sentosa, senilai RP 241,72 miliar. EDG merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas hosting yang memfokuskan kegiatan usaha pada pembangunan data center. Seiring dengan perubahan ke arah digitalisasi, khususnya untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai bidang, kebutuhan akan data center mengalami peningkatan. karena itu, perseroan tertarik untuk membangun Edge Data Center dan berencana untuk mengembangkan beberapa data center lainnya. 

EDG memerlukan tanah yang berlokasi di titik persimpangan berlatensi rendah di dalam wilayah pusat kota DKI Jakarta. Kesempatan ini ditangkat EDG untuk mendapatkan tanah di lokasi terbaik dengan harga terbaik untuk pembangunan dan pengembangan Edge Data Center. Sedangkan pendanaan akuisisi lahan diambil dari dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Sebanyak 90% hasil IPO sebesar Rp 595,97 miliar akan digunakan untuk pinjaman ke anak usaha PT Ekagrata Data Gemilang yang bakal dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan Edge Data Center dan pengembangan selanjutnya.

(Oleh - IDS)

DPR Masih Terima Masukan Terkait RUU Sektor Keuangan

21 Apr 2021

Jakarta - Komisi XI DPR menyebut RUU Sektor Keuangan atau omnibus law sektor keuangan masih dalam tahap diskusi dengan berbagai stakeholder untuk mendapat masukan.Sebab, RUU Sektor Keuangan baru akan dibahas di DPR pada Agustus - September 2021. Terdapat tiga isu utama yang masuk dalam prolegnas 2021, antara lain mengenai RUU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD), kemudian RUU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), dan omnibus law sektor keuangan. Namun, pemerintah dan DPR sepakat pada Mei-Juni hanya akan fokus membahas dua RUU, yaitu HKPD dan KUP, sehingga masih ada waktu untuk pembahasan omnibus law sektor keuangan pada Agustus-September. 

Terdapat tiga isu besar yang menjadi pembahasan, yakni terkait BI, OJK dan LPS. Pertemuan dilakukan secara terus menerus untuk menerima masukan agar mendapat solusi terbaik, mengenai penguatan lembaga, format pengawasan juga mengenai idealisme. Selain isu mengenai Indepedensi BI, ada juga soal penguatan institusi lembaga keuangan lain seperti OJK dan LPS. Ketiga lembaga ini perlu penguatan dari sisi kelembagaan maupun kebijakannya. Melalui penguatan lembaga, DPR yakin ketiga institusi ini mampu menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia di tengah kondisi pandemi seperti sekarang.

(Oleh - IDS)

KPPU Prediksi 1,8 Juta Ton Garam Lokal Tak Terserap

21 Apr 2021

Polemik soal impor garam sebesar 3 juta ton pada tahun ini masih berbuntut panjang. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memperkirakan kebijakan ini menyebabkan sekitar 1,8 juta ton garam lokal tidak terserap pada tahun ini.

Dari kebutuhan garam itu alokasi impor mencapai 3 juta ton. Sementara perkiraan jumlah produksi dalam negeri sebesar 2,1 juta ton pada tahun ini. Selain itu masih ada stok garam yang merupakan dan produksi 2020 sebanyak 1,3 juta ton sehingga total dalam negeri ada 3,4 juta ton.


Ekspor Perdana L-Cysteine ke AS

21 Apr 2021

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi meluncurkan ekspor perdana produk L-Cysteine ke Amerika Serikat. Peluncuran tersebut dilaksanakan di PT. Cheil Jedang (CJ) Indonesia, Pasuruan, Selasa (20/4).

Mendag RI Muhammad Lutfi pun menyampaikan, produk yang diekspor adalah olahan vegetarian dengan rasanya seperti daging, Karena memiliki pasar ekspor premium, harganya Rp9 miliar per kontainer. Prosesnya pun dikemas dengan temperatur kontrol sesuai standar agar tidak mudah hancur.

CEO PT Integra Indocabinet, Halim Rusli, mengklaim permintaan ekspor meubel meningkat meski di saat pandemi Covid-19. Setiap bulan PT Integra mampu mengekspor 1.000 kontainer furniture, dengan pasar utamanya Amerika Serikat.

Mendag Lutfi menilai keberadaan PT Integra sangat penting karena termasuk salah satu pabrik penghasil furniture terbesar di Indonesia dengan pasar utamanya adalah luar negeri. Lutfi menambahkan peluang Amerika Serikat semakin terbuka lebar karena kompetitor Indonesia yakni Vietnam saat ini tengah menghadapi sanksi dari Amerika Serikat.


Halodoc Disuntik Investor Kakap, Startup Kesehatan Makin Dilirik

21 Apr 2021

Startup Halodoc meraih pendanaan US$ 80 juta dari Astra, Temasek hingga Telkomsel. Investor dari kalangan modal ventura menilai, startup kesehatan semakin dilirik pada tahun ini.

Startup kesehatan, Halodoc meraih pendanaan seri C US$ 80 juta atau sekitar Rp 1,16 triliun. Investasi ini dipimpin oleh Astra, bersama sejumlah investor lainnya termasuk Temasek, Telkomsel Mitra Inovasi, Novo Holdings, Acrew Diversify Capital Fund, serta Bangkok Bank. Beberapa investor terdahulu yang turut berpartisipasi dalam seri tersebut yakni UOB Venture Management, Singtel Innov8, Blibli Group, Allianz X, Openspace Ventures, dan lainnya.

CEO Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan, dana segar tersebut akan digunakan untuk memperluas penetrasi di berbagai vertikal kesehatan utama dan meningkatkan pengalaman pengguna. “Bagi kami, inovasi bukan hanya sekadar meluncurkan aplikasi canggih,” kata dia dalam siaran pers, Rabu (21/4).

Managing Director dan CEO UOB Venture Management Kian-Wee Seah menyampaikan, pandemi Covid-19 mempercepat permintaan dan adopsi layanan telehealth. Selain itu, mendukung pertumbuhan yang kuat dalam hal penggunaan platform kesehatan digital. “Investasi lanjutan kami akan mendukung Halodoc dalam menyederhanakan dan memperluas akses ke layanan kesehatan yang terjangkau,” kata dia.
 

(Oleh - HR1)

OJK Diminta Tegaskan Unrealized Loss Bukan Kerugian Negara

20 Apr 2021

Investasi di saham dan reksa dana tetap menarik bagi investor institusi sebagai alternatif investasi yang menguntungkan. Apalagi fakta menunjukkan, dalam rentang waktu di atas 15 tahun, investasi di saham reksa dana memeberikan return beberapa kali lipat dibanding deposito. Namun, kalangan investor institusi meminta ketegasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyatakan kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) bukan sebuah kerugian negara sepanjang proses investasi dilakukan dengan benar. Ketegasan OJK dibutuhkan agar investor institusi, termasuk investor institusi BUMN, tidak takut berinvestasi di pasar modal.

OJK selama ini belum menyatakan hal itu secara tegas. Kalau itu disampaikan maka tidak ada hambatan, baik bagi pendiri dana pensiun, pemegang saham, atau perusahaan sendiri. OJK juga harus mengaskan bahwa unrealized loss bukan kerugian negara sepanjang proses investasi dilakukan dengan benar dan diukur dengan sesuai. Sementara kalau proses investasinya tidak dilakukan dengan benar, bisa jadi itu memang merugikan negara, seperti yang sudah terjadi di Jiwasraya. 

Investor institusi juga perlu ada kepastian bahwa pemeriksa/penyidik mengganggap unrealized loss itu bukan kerugian negara. Dengan adanya ketidakpahaman para penyidik dan pemeriksa, terkait unrealized loss, membuat institusi BUMN dan dana pensiun BUMN banyak yang tidak masuk ke pasar modal. Risiko pasar itu pasti ada dan sifatnya temporer. Namun, unrealized loss itu bukan sebuah kerugian negara sepanjang sahamnya belum dicairkan. 

Perusahaan asuransi atau dana pensiun itu tidak punya kapabilitas untuk menganalisis saham secara fundamental dan teknikal. Ada pengarus SDM untuk mencari keuntungan pribadi. Dalam perlindungan konsumen, rata-rata penduduk kita kalau menandatangani polis itu tidak mengetahui isi polis secara detail. Makanya harus ada dokumen yang menjelaskan perjanjian bahwa konsumen itu mengerti dan paham polisnya. 

(Oleh - IDS)

Inggris Jajaki Penerbitan Pound Digital

20 Apr 2021

Inggris menjadi negara terbaru yang ikut dalam perlombaan untuk menjajaki penerbitan mata uang digitalnya oleh bank sentral. Pemerintah Inggris sendiri belum memutuskan apakah akan memperkenalkan versi digital mata uang pound Inggris. Tetapi menyatakan bakal mengeksplorasi tujuan, kasus penggunaan, peluang, dan risiko mungkin timbul. beberapa bank sentral ememang sedang berlomba-lomba mencari tahu strategi mereka sendiri untuk mata uang digital bank sentral atau central bank digital currencies (CBDC). Kemunculan bitcoin dan mata uang kripto lainnya telah memberikan dorongan baru untuk inisiatif tersebut, diiringi tren penurunan penggunaan uang tunai yang lebih luas. 

Lonjakan nilai mata uang dogecoin yang terinspirasi meme telah menyebabkan kekhawatiran akan potensi gelembung (bubble) di pasar mata uang kripto. Alhasil, bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 56.740 atau naik 3% dalam 24 jam terakhir. Adapun faktor lain yang mendorong bank-bank sentral mengerjakan CBDC, adalah proyek stablecoin swasta, seperti Diem Association yang didukung Facebook dan mata uang kontroversial yang dikenal sebagai tether. Mata uang semacam itu berusaha mematok nilai pasarnya ke beberapa referensi eksternal, seperti dolar AS, guna menghindari perubahan harga yang tidak stabil yang umum terjadi di sebagian besar mata uang kripto.

(Oleh - IDS)

Erick Setujui Penjualan Aset BUMN ke LPI

20 Apr 2021

Menteri BUMN telah menyetujui pemindahtanganan aset BUMN kepada Lembaga Pengelola Investasi (LPI), Indonesia Invesment Authority (INA). Pemindahan aset dengan cara penjualan aktiva tetap BUMN, yang menyebutkan bahwa pemindahtanganan dengan cara penjualan dapat dilakukan apabila diperlukan oleh LPI yang dibentuk berdasarkan UU Cipta Kerja. Sementara itu, untuk penjualan aktiva melalui penunjukan langsung hanya dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu dan harus mengikuti persyaratan. 

Untuk rumah dinas  yang dijual kepada penghuni sah (apabila sudah ditetapkan untuk dijual kepada penghuni sah). Selanjutnya untuk syarat yang tercantum dalam kendaraan dinas yang dijual kepada pemakai sah (apabila sudah ditetapkan untuk dijual kepada pemakai sah). Syarat selanjutnya untuk penjualan dilakukan kepada BUMN lain atau anak perusahaan BUMN yang sahamnya 90% atau lebih dimiliki oleh BUMN. 

(Oleh - IDS)

Sentul City Jual AEON Mall Rp 1,9 Triliun

20 Apr 2021

PT Sentul City Tbk (BKSL) menjual AEON Mall Sentul CIty kepada PT AEON Mall Indonesia senilai RP 1,9 triliun. Dana hasil penjualan tersebut akan dimanfaatkan untuk melunasi sejumlah utang. Dana dari hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk melunasi pinjaman ke PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 900 miliar. Aksi ini juga diharapkan membuat aliran kas perseroan tetap terjaga. 

Perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan kawasan hunian di Sentul City sebagai Kota Mandiri yang modern. Sejalan dengan pengembangan Rencana Tata Ruang dan WIlayah (RTRW) Kabupaten Bogor yang menetapkan kawasan hunian Sentul CIty sebagai Central Business District (CBD). Pengembangan CBD ini menjadi prioritas utama perseroan kini. Setelah IKEA, AEON Mall, perseroan tengah merancang kerjasama dengan investor asing untuk membangun Factory Outlet terbesar se Asia di Sentul City .

(Oleh - IDS)

Pemerintah Dorong Ekosistem UMKM Eksportir

20 Apr 2021

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jumlah eksportir dari kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 13 ribu pelaku usaha. Namun, kata dia, kontribusinya baru 11 persen dari total ekspor pada 2020. Menurut Airlangga, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem ekspor, termasuk bagi UMKM, misalnya membuka pasar negara non-tradisional, seperti Afrika Timur, Eropa, dan Amerika Latin. Dia mengatakan pemerintah juga mendorong utilisasi perjanjian perdagangan dan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja yang berkaitan dengan penyederhanaan izin ekspor. Airlangga mengatakan pemerintah juga telah merilis Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Regulasi itu mengatur bentuk dukungan kepada koperasi dan UMKM, antara lain kemudahan untuk mendirikan perusahaan perorangan dan koperasi. 

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah Teten Masduki mengatakan sebagian besar pelaku UMKM masih lemah dalam penelitian dan pengembangan produk. Menurut dia, program penghiliran dan komersialisasi akan sangat membantu dalam pengembangan produk UMKM yang inovatif dan berdaya saing.  Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, mengatakan mahasiswa bisa mendampingi pelaku UMKM dalam riset dan pengembangan lewat program kampus mereka yang dilakukan untuk akselerasi pemulihan ekonomi. Menurut Nizam, Kementerian Pendidikan telah menyiapkan model pendanaan penghiliran dari karya dosen dan mahasiswa, misalnya dengan memasang target 1.000 inovasi UMKM setiap tahun. "Tinggal nanti kami dapatkan bidang apa saja yang bisa ditawarkan, sehingga proyek mereka bisa bermanfaat bagi UMKM." ujarnya. Nizam menuturkan setiap tahun ada sekitar 1,5 juta sarjana baru. "Kalau 10 persen membentuk UMKM, jumlahnya cukup besar dan bisa memberi nilai tambah." 

(Oleh - HR1)