;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Manufaktur Mulai Ekspansi pada Kuartal I Ditopang Industri Makanan - Makro

14 Apr 2021

Bank Indonesia mencatat, kinerja industri pengolahan terindikasi membaik, bahkan memasuki fase ekspansi pada kuartal I 2021. Subsektor makanan, minuman, dan tembakau mengalami pertumbuhan tertinggi. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan, perbaikan dan indikasi ekspansi tersebut tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) BI sebesar 50,01%. "Angka itu meningkat dari 47,29% pada kuartal sebelumnya," ujar Erwin dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (14/4).

Ekspansi PMI BI pada kuartal I 2021 tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha sektor industri pengolahan kuartal I 2021 hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) kegiatan usaha industri pengolahan sebesar 0,83% pada kuartal pertama tahun ini, membaik dari kuartal sebelumnya yang minus 0,47%. Berdasarkan subsektor, peningkatan kinerja PMI BI kuartal I 2021 terjadi pada hampir seluruh subsektor industri pengolahan. Sejumlah subsektor tercatat berada dalam fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada subsektor makanan, minuman dan tembakau sebesar 53,55%, diikuti pupuk, kimia, dan barang dari karet 51,83%.

Berdasarkan komponen pembentuknya, perbaikan PMI BI pada kuartal I 2021 terjadi pada mayoritas komponen, terutama komponen volume total pesanan, persediaan barang jadi, dan produksi yang berada dalam fase ekspansi. Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas masyarakat saat Hari Raya Imlek yang meningkatkan permintaan dan dukungan ketersediaan sarana produksi. BI memperkirakan peningkatan kinerja industri pengolahan berlanjut pada kuartal II-2021, terindikasi dari PMI BI kuartal II 2021 sebesar 55,25%, naik dari 50,01% pada kuartal I 2021. Pada kuartal kedua tahun ini, kegiatan usaha sektor industri pengolahan hasil SKDU diramal semakin menguat dengan SBT sebesar 4,48%.

(Oleh - HR1)   

Bukalapak Dikabarkan Disuntik Microsoft, GIC dan Emtek Rp 3,4 Triliun

14 Apr 2021

Bukalapak dikabarkan meraih pendanaan Rp 3,4 triliun yang dipimpin oleh Microsoft, GIC sovereign wealth fund Singapura, dan Emtek. Investor lain yang berpartisipasi yakni SC Ventures dan Naver.

Startup e-commerce, Bukalapak dikabarkan meraih investasi US$ 234 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Microsoft, GIC sovereign wealth fund Singapura, dan konglomerat media di Indonesia, Emtek. Investor lain yang terlibat dalam pendanaan itu yakni, “cabang investasi Standard Chartered yakni SC Ventures dan portal web Korea Selatan Naver Corp,” demikian isi dokumen dikutip dari Reuters, Rabu (14/4).

Kabar Microsoft menyuntik modal Bukalapak sudah berhembus sejak November 2020. Sumber Bloomberg mengatakan, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini berinvestasi US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,46 triliun.

Melalui kerja sama itu, Bukalapak dan Microsoft akan berkolaborasi untuk tiga inisiatif. Pertama, membangun infrastruktur yang tangguh, salah satunya komputasi awan (cloud) dari Microsoft Azure. Kedua, menjembatani kesenjangan digital. Terakhir, memberikan pelatihan keterampilan digital untuk karyawan Bukalapak dan para pelapak. Bukalapak optimistis, teknologi tersebut akan mendukung perusahaan melayani masing-masing enam juta mitra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) online dan warung, serta 100 juta pelanggan.

(Oleh - HR1)    

Investasi Ilegal Marak Bermunculan Selama Pandemi Covid-19

14 Apr 2021

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Tirta Segara mengatakan keberadaan fintech dan investasi ilegal masih marak bermunculan di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, sepanjang tahun 2020 hingga Februari 2021 Satgas Waspada Investasi telah menutup 390 kegiatan investasi ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat. Tak hanya investasi ilegal, SWI juga telah menutup 1.200 fintech ilegal dalam satu tahun terakhir, juga telah menutup sebanyak 92 gadai ilegal yang telah merugikan masyarakat.

Adapun OJK mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal mencapai Rp 114.9 trillun sejak 2011 hingga 2020.


LMKN Sebut Beda Usaha, Beda Tarif Royalti Lagu

14 Apr 2021

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memastikan sudah ada perbedaan penghitungan royalti lagu dan musik di antara masing-masing jenis usaha. Ketentuan royalti ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.

Ketentuan soal nilai komersil ini tertuang dalam pasal 3 pada PP 56. Pasal tersebut merinci 13 daftar layanan publik yang bersifat komersial, mulal dari seminar, restoran, kafe, konser musik, pesawat udara, sampai kamar hotel.

Sementara untuk membayar royalti, pengusaha tidak keberatan sama sekali, Sebab, pembayaran royalti ke LMKN sudah berjalan sejak 2016, dua tahun sejak UU Hak Cipta terbit Setelah PP 56 ini terbit, pembayaran royalti akan dilakukan seperti biasa.


Target Peremajaan 3.500 Hektar Sawit Rakyat

14 Apr 2021

Program peremajaan sawit rakyat digulirkan kembali di Kalimantan Selatan dengan target seluas 3.500 hektar. Penyediaan bibit sawit yang baik dan besertifikat masih menjadi tantangan untuk keberhasilan program tersebut.

BANJARMASIN, KOMPAS — Peremajaan sawit rakyat seluas 3.500 hektar di Kalimantan Selatan ditargetkan tahun ini. Program peremajaan tanaman perkebunan itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit dari perkebunan rakyat.

Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR merupakan program dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian yang digulirkan sejak 2018. Dana untuk program peremajaan itu bersumber dari pungutan dana ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel Suparmi menuturkan, Kalsel telah memenuhi target program PSR 2018-2020 seluas 10.517 hektar. Tahun ini, program PSR kembali digulirkan dengan target seluas 3.500 ha. Sasarannya ada di lima kabupaten, yaitu Banjar dengan 1.000 ha, Tanah Bumbu (1.000 ha), Barito Kuala (500 ha), Tanah Laut (500 ha), dan Kotabaru (500 ha).

Ketua Tim PSR dari Kementerian Pertanian Agus Hartono menyampaikan, ada tiga sasaran program PSR, yaitu kelapa sawit yang berumur di atas 25 tahun, produksinya kurang dari 10 ton per hektar per tahun, dan benih yang tidak besertifikat.

”Secara nasional, target PSR adalah 180.000 ha per tahun sehingga kontribusi dari Kalsel masih sangat kecil,” ujarnya saat menghadiri acara penanaman sawit sebagai simbolis pelaksanaan program PSR di Desa Kait-Kait, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (12/4/2021).

Karena itu, Agus minta agar semua elemen yang terkait dengan perkebunan di Kalsel mendukung program PSR. Tujuannya agar target programnya tak hanya seluas 3.500 ha, tetapi bisa mencapai 5.000 ha atau bahkan lebih dari itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, perkebunan dengan luas tanam paling besar di Kalsel pada 2020 adalah kelapa sawit. Luas perkebunan kelapa sawit di Kalsel tercatat 425.932 ha dengan produksi 1.120.053 ton. Untuk perkebunan sawit rakyat luasnya mencapai 106.411 ha dengan produksi 244.084 ton.

(Oleh - HR1)

KKP Dorong Pemasaran Ikan Daring dan Luring

14 Apr 2021

Berdasarkan analisis data tahun 2020 dan prognosis 2021, kementerian memperkirakan kebutuhan ikan selama April-Mei 2021 sebanyak 2,52 juta ton, sementara ketersediaannya 2,69 juta ton.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti, Selasa (13/4/2021), mengatakan, pihaknya bekerja sama untuk pemasaran daring, di antaranya dengan Tanihub, Aruna, Gojek, dan Grab.

Sementara pemasaran luring didorong melalui pasar tradisional, pasar ikan modern, atau tempat yang mudah dijangkau masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan

Setelah J&T, SiCepat Dinilai Berpeluang Jadi Unicorn Indonesia Ketujuh

14 Apr 2021

J&T Express menjadi unicorn keenam Indonesia versi CB Insights. Startup logistik SiCepat dinilai berpeluang menjadi unicorn ketujuh Tanah Air.

Laporan CB Insights bertajuk ‘The Complete List of Unicorn Companies’ menunjukkan, J&T Express masuk dalam daftar unicorn keenam Indonesia. Startup logistik lain yang dinilai berpeluang menjadi unicorn yaitu SiCepat. Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani mengatakan, SiCepat berpotensi memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau berstatus unicorn, setelah disuntik modal Tokopedia.

Tahun lalu, DealStreetAsia melaporkan bahwa Tokopedia melakukan investasi strategis di SiCepat untuk meningkatkan kapabilitas layanan pengiriman. Jika ini benar, Edward menilai bahwa kekuatan finansial startup logistik itu mempercepat perubahan status menjadi unicorn.

Pada Maret, SiCepat juga merampungkan pendanaan Seri B US$ 170 juta atau sekitar Rp 2,44 triliun. Investor yang berpartisipasi yakni Falcon House Partners, Kejora Capital, lembaga keuangan pembangunan Jerman DEG , Asia Based Insurer, MDI Ventures, Indies Capital, anak usaha Temasek Holdings yakni Pavilion Capital, Tri Hill, dan Daiwa Securities. Di satu sisi, sektor logistik semakin moncer saat pandemi corona. CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro mengatakan, perusahaan rintisan di sektor ini tumbuh pesat didorong oleh kondisi geografis Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan itu juga, CB Insights mencatat bahwa J&T telah menjadi unicorn. Valuasinya mencapai US$ 7,8 miliar atau mendekati skala decacorn US$ 10 miliar. Valuasinya mengalahkan Tokopedia (US$ 7 miliar), Bukalapak (US$ 3,5 miliar), Traveloka (US$ 3 miliar), dan OVO (US$ 2,9 miliar). Sejauh ini, baru Gojek yang berstatus decacorn di Indonesia

(Oleh - HR1)  

Presiden Jokowi Ajak Jerman Bermitra untuk Wujudkan Transformasi Digital

13 Apr 2021

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak negara Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia kini telah menyiapkan roadmap implementasi Making Indonesia 4.0.

“Saya ingin mengajak Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Indonesia telah menyiapkan roadmap implementasi Making Indonesia 4.0,” kata Presiden Jokowi, pada pembukaan Hannover Messe 2021 secara daring dari Istana Negara, Jakarta, Senin (12/4). Hannover Messe merupakan pameran dagang terkemuka dunia di bidang teknologi industri dan telah berlangsung selama 72 tahun. Pembukaan pameran yang memiliki eksposur internasional yang kuat dibuka secara bersama oleh Presiden Jokowi dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Keikutsertaan Indonesia sebagai of ficial partner country Hannover Messe 2021: Digital Edition yang pertama dari Asean didukung oleh 156 exhibitor yang terdiri atas kementerian dan lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perguruan tinggi, dan perusahaan swasta nasional. Presiden Jokowi mengatakan, tahun 2045, pada saat Indonesia merayakan satu abad kemerdekaan akan menjadi tahun emas. “Ini adalah visi besar Indonesia  yang diwujudkan melalui Industri 4.0,” imbuhnya.

Ke depan, industri tersebut diprediksi akan berkontribusi terhadap PDB Indonesia senilai US$ 133 miliar pada 2025. “Didukung 185 juta penduduk yang memiliki akses internet terbesar keempat di dunia. Kemajuan Industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 economy global tahun 2030,” kata Presiden Jokowi. Menurut dia, terdapat tiga hal utama untuk mewujudkan harapan Indonesia itu. Pertama, pada era Industri 4.0, penguatan sumber daya manusia (SDM) mer upakan kebutuhan karena Indonesia memiliki bonus demografi.

(Oleh - HR1)

Perbaikan Penjualan Eceran Diindikasikan Berlanjut pada Maret 2021

13 Apr 2021

JAKARTA – Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan terjadinya perbaikan kinerja penjualan eceran secara bulanan pada Februari 2021. Ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh minus 2,7% (mtm) atau membaik dibandingkan dengan minus 4,3% (mtm) pada Januari 2021. “Responden menyampaikan, perbaikan tersebut didorong oleh permintaan masya rakat yang meningkat saat hari besar ke agamaan dan nasional (HBKN) Imlek dan libur nasional,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi bank sentral yang diterima Investor Daily pada Senin (12/4). Erwin menambahkan, perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang seperti bahan bakar kendaraan bermotor, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta suku cadang dan aksesoris. Berdasarkan hasil SPE, responden memperkirakan peningkatan ini akan berlanjut pada Maret 2021. Hal tersebut tercermin dari IPR Maret 2021 yang diperkirakan tumbuh 2,9% (mtm) sejalan dengan permintaan masyarakat yang meningkat di tengah dukungan cuaca.

Perbaikan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas yang disurvei terutama kelompok barang lainnya termasuk subkelompok sandang, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, serta kelompok barang budaya dan rekreasi. Sementara dari sisi harga, responden memperkirakan tekanan inflasi pada Mei 2021 relatif stabil sedangkan pada Agustus 2021 menurun.

(Oleh - HR1)

Bidik Investasi US$ 34,8 M, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Strategis

13 Apr 2021

JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mencapai target investasi di sektor ESDM pada tahun ini yang mencapai US$ 34,8 miliar atau meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai US$ 25,8 miliar.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dalam webinar Energy and Mining Editor Society (E2S) bertema Collaboration to Accelerate Investment, Innovation and Technology in the Energy and Mineral Resources Sector, di Jakarta, Senin (12/4), untuk meningkatkan investasi di sektor ESDM, pemerintah menyiapkan tujuh kebijakan. Per tama, mempromosikan peluang investasi ke investor dalam dan luar negeri. Kedua, melakukan penyederhanaan perizinan dan kemudahan berusaha. Ketiga, menerapkan pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik (OSS). Hal ini dilakukan sejalan dengan percepatan penerapan teknologi terutama di masa pandemi.Keempat, memberikan open access data sektror ESDM mulai dari data produksi migas, stok BBM, status ketenagalistrikan hingga capaian kinerja Kementerian ESDM per periodenya. Kelima ialah pemberian insentif berupa tax allowance, tax holiday, fasilitas PPN dan PPnBM. Lalu menjamin ketersediaan energi untuk pembangunan nasional.

Kementerian ESDM juga mengusulkan perbaikan fiscal terms di sektor migas berupa: Fasilitas Perpajakan; Perbaikan split secara signifikan; Penetapan DMO price yang menarik; Pembebasan atau keringanan Branch Profit Tax (BPT). “Selain itu pemerintah juga menyiapkan rancangan perpres pembelian tenaga listrik EBT agar lebih menarik,” pungkasnya

(Oleh - HR1