;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Quantum Leap Komoditas Sawit Muba

20 Apr 2021

Industri minyak nabati memproyeksi tahun ini produksi akan tumbuh hingga 6 persen didorong oleh pemulihan ekonomi domestik. Ketua Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan selain itu, produksi perkebunan saat ini juga terpantau masih baik. Oleh karena itu, perkiraan kenaikan produksi hingga 6 persen dari tahun lalu 6,3 juta ton menjadi rasional. Adapun pada awal 2020, GIMNI menargetkan produksi minyak nabati nasional dapat mencapai 7,1 juta ton. Namun demikian, pandemi  Covid-19 membuat Sahat merevisi proyeksi tersebut menjadi 6,4 juta ton hingga akhir 2020. Pada tahun lalu tercatat berada di level 6,3 juta ton.

Sebelumnya, Sahat menyampaikan HET untuk minyak goreng dengan kemasan sederhana disepakati pada tiga ukuran, yakni Rp11.500 untuk ukuran 1 Kilogram, Rp6.000 untuk ukuran 0,5 kilogram, dan Rp3.250 untuk ukuran 0,25 kilogram. Adapun, HET bagi minyak goreng di pasar modern dapat mencapai Rp13.000—Rp14.000 untuk menyesuaikan margin. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sebelumnya menjelaskan alasan harga rata-rata minyak sawit pada Februari 2021 tetap bertahan pada titik tertinggi.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan harga rata-rata minyak sawit pada Februari 2021 adalah US$1.085/ton CIF Rotterdam, lebih tinggi US$60 dari harga Januari yang merupakan harga tertinggi dalam enam tahun terakhir.

(Oleh - HR1)

Aparat Pajak Mengincar Trasnsaksi Kripto

20 Apr 2021

Direktur Jenderal Pajak terus mendalami semua potensi penerimaan baru dari transaksi dan perkembangan ekonomi digital. Salah satu yang jadi incaran saat ini adalah transaksi perdagangan mata uang digital atau cryptocurrency yang saat ini tengah naik daun.

Dalam hitungan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), tahun lalu rata-rata volume transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 40 triliun per bulan atau setara Rp 480 triliun sepanjang tahun 2020. Potensi transaksi yang besar inilah yang diendus pemerintah untuk bisa menambah penerimaan negara.

Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama kepada KONTAN (19/4) menjelaskan rencana pemungutan pajak kripto masih tahap pembahasan bersama Kementerian Keuangan. Saat ini ada 13 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti.

Ketua Umum Aspakrindo Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, Bappebti memang sudah menyosialisasikan terkait pajak kripto. Aspakrindo pun mengajukan skema PPh Final untuk transaksi mata uang digital tersebut. Adapun tarif yang diajukan sebesar 0,05%.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pungutan PPh Final di bursa saham yang berlaku saat ini sebesar 0,1%. Alasan Teguh, perdagangan kripto di Indonesia terbilang masih baru. Jika tarif PPh Final atas aset kripto 0,1% akan menjadi beban investor bagi dalam negeri.

 


Susul Tiongkok & India, Inggris Akan Buat Mata Uang Digital Britcoin

20 Apr 2021

Inggris menyusul Tiongkok dan India untuk mengembangkan mata uang digital sendiri, bernama britcoin. Ini berbeda dengan mata uang kripto seperti bitcoin dan dogecoin.

Pemerintah Inggris berencana membuat mata uang digital bernama britcoin. Tiongkok dan India lebih dulu mengembangkan Central Bank Digital Currency (CBDC). Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak meminta bank sentral Inggris atau Bank of England (BoE) untuk mempertimbangkan pembuatan britcoin. Tujuannya, mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh mata uang kripto (cryptocurrency) seperti bitcoin dan dogecoin.

Pemerintah Inggris pun sudah meluncurkan gugus tugas di departemen keuangan dan BoE. "Tujuannya, mengoordinasikan pekerjaan terkait eksplorasi mata uang digital," kata Sunak dikutip dari Reuters, Senin (19/4). Sebelumnya, Gubernur BoE Andrew Bailey menilai bahwa cryptocurrency seperti bitcoin gagal bertindak sebagai penyimpan nilai yang stabil atau cara efisien untuk bertransaksi. Alhasil, bitcoin dianggap tidak cocok untuk dijadikan sebagai mata uang. Oleh karena itu, muncul wacana membuat britcoin. BoE mengatakan bahwa britcoin tidak akan menggantikan uang tunai fisik atau rekening bank yang ada.

Mata uang digital yang dikembangkan oleh bank sentral Tiongkok, India, dan Inggris itu berbeda dengan cryptocurrency. CBDC diterbitkan dan dikendalikan oleh bank sentral. Ketika bank sentral menambah jumlah uang yang beredar, maka nilainya akan menurun. Artinya, daya beli pemegang mata uang fiat juga berkurang.

(Oleh - HR1)  

Industri Logam Dasar, Nikel Topang Nilai Investasi

19 Apr 2021

Bisnis, JAKARTA — Peningkatan nilai tambah mineral, khususnya nikel, menjadi penopang melonjaknya investasi industri logam dasar sepanjang 2020. Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas BKPM Aries Indanarto mengungkapkan realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) investasi industri logam dasar tahun lalu mencapai Rp92,2 triliun atau meningkat 58,15% dibandingkan dengan realisasi 2019 senilai Rp58,3 triliun. “Selama 4 tahun terakhir dari 2016-2020, ada peningkatan yang berarti pada 2020. Kontribusi PMA Rp85,3 triliun terhadap total Rp92,2 triliun. Ini diperkirakan 2021 bisa meningkat lagi,” ujarnya, baru-baru ini. Realisasi PMA terbesar berada di Sulawesi Tengah dengan nilai investasi mencapai US$5,6 miliar, disusul Sulawesi Tenggara US$3,5 miliar, Maluku Utara US$3,3 miliar, Kepulauan Riau US$1,6 miliar, dan Banten US$1,1 miliar.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Sugeng Mujiyanto mengatakan pemerintah berencana melakukan market sounding ke sejumlah negara untuk mencari investor bagi proyek-proyek smelter di Indonesia. “Tahun ini kami akan lakukan market sounding ke Amerika Serikat, Uni Eropa, Asia ke Jepang, dan sebagainya. Sedang kami susun dan berharap semester kedua ini kami sudah mulai jalan ke berbagai forum yang ada untuk pasarkan smelter kita,” ujarnya.

(Oleh - HR1)

Kinerja Perdagangan RI, Kans Besar Dari Asia dan Afrika

19 Apr 2021

Bisnis, JAKARTA — Kawasan Asia dan Afrika menjadi pasar yang menggiurkan bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan kinerja perdagangan menyusul adanya lonjakan permintaan dengan persentase yang cukup signifikan. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengemukakan bahwa secara umum, vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di berbagai negara telah mulai membangkitkan optimisme perbaikan ekonomi dunia pada kuartal I/2021. “Bangkitnya sektor manufaktur di beberapa negara juga turut mendorong peningkatan kinerja perdagangan Indonesia. Beberapa negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Italia mencatatkan nilai indeks PMI Manufaktur Maret 2021 pada fase ekspansif yang lebih tinggi dibandingkan Februari 2021,” kata Oke kepada Bisnis, Sabtu (17/4).

Selain kawasan Afrika, ekspor ke kawasan Asia, di antaranya Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan juga masih menguat dengan pertumbuhan masing-masing 16,78%, 15,43%, dan 53,98% secara bulanan. Oke mengatakan penguatan di kawasan Asia menunjukkan pemulihan pada basis produksi dalam rantai pasok global. Secara kumulatif, China, Amerika Serikat, dan dan Jepang tetap menjadi tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia pada kuartal I/2021. Negara tujuan utama lainnya yang mencatatkan pertumbuhan signifikan bagi kinerja ekspor nonmigas Indonesia secara kumulatif pada periode Januari sampai Maret 2021, antara lain Malaysia, Vietnam, dan Pakistan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani menyebutkan bahwa pasar Asia dan Afrika memang perlu lebih dioptimalkan. Meskipun demikian, Indonesia masih menghadapi kendala utama berupa kesiapan produk dalam dalam berkompetisi dengan produk dari negara lain. Bagaimanapun, sejumlah eksportir telah lebih dahulu melakukan penetrasi dengan kinerja yang lebih kokoh.

(Oleh - HR1)

Kuartal I, Ekspor Mobil Capai US$ 2,34 Miliar

19 Apr 2021

Jakarta - Nilai ekspor kendaraan dan bagian sepanjang kuartal I-2021 mencapai US$ 2,34 miliar atau sekitar Rp 34,25 triliun, naik 15,48% dibanding periode sama tahun lalu US$ 2,02 miliar. EKspor produk bernomor HS 87 ini mengontribusi 5,05% dari total ekspor nonmigas Indonesia sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, ekspor sepanjang Januari-Maret 2021 terdiri dari 107.995 unit kendaraan dan 22,39 juta unit komponen otomotif. 

Ekspor kendaraan tersebut naik 13,87% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar 94.838 unit kendaraan. Sebanyak 78.820 unit kendaraan diekspor dalam bentuk kendaraan utuh (completely built up/CBU), dan 29.175 unit dalam bentuk kendaraan terurai (completely knock down/CKD). Ekspor CBU sepanjang kuartal I-2021 naik tipis 0,3% dibanding periode sama 2020 yang sebanyak 78.576 unit. Sementara itu, ekspor kendaraan dalam bentuk CKD melonjak 79,4% pada Januari-Maret 2021 menjadi 29.175 unit dibanding periode sama 2020 yang sebanyak 16.262 unit. Tak hanya kendaraan, ekspor komponen otomotif juga mengalami peningkatan pada kuartal awa 2021. Ekspor komponen dalam periode tersebut tumbuh 28,8% menjadi 22.389.796 pieces dibanding sebelumnya 17.384.410 pieces

Meskipun digempur pandemi Covid-19, industri otomotif mampu menyumbang ke PDB nonmigas sebesar 4,24% sepanjang tahun 2020. Saat ini, tercatat ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia. Nilai investasi mereka menyentuh hingga Rp 71,35 triliun, dengan total kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun dan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang. Pemerintah berupaya mendorong percepatan transformasi industri otomotif menuju green technology

(Oleh - IDS)

Ekspor Perikanan Capai US$ 1,27 Miliar

19 Apr 2021

Jakarta - Ekspor hasil perikanan sepanjang Januari - Maret 2021 mencapai US$ 1,27 miliar atau naik 1,40% dari periode sama tahun sebelumnya. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong produk-produk perikanan dalam negeri bisa bersaing di pasar global, sejumlah langkah telah dijalankan KKP di antaranya mempermudah layanan perizinan serta spesifikasi yang menjadi syarat produk perikanan bisa dipasarkan ke luar negeri. 

sejalan dengan dukungan penuh dari pemerintah untuk perkembangan industri perikanan dalam negeri, KKP mengimbau eksportir perikanan untuk mengikuti pemerintah, baik itu soal pajak hingga jaminan sosial bagi anak buah kapal perikanan. Diharapkan kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah tidak disalahartikan dengan melanggar aturan-aturan yang ada. 

(Oleh - IDS)

Mandiri Capital Investasi di Bukalapak

19 Apr 2021

Jakarta -  PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) baru saja berpatisipasi dalam putaran investasi strategis di Bukalapak, salah satu platform e-commerce terkemuka di Indonesia. Putaran investasi strategis itu dilakukan bersama dengan Microsoft, Standard Chartered, dan BRI Ventures sebagai co-investor. Partisipasi itu sejalan dengan visi masing-masing perusahaan dalam memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia. 

Bukalapakdan Mandiri Group telah menjalin berbagai kemitraan terkait dengan layanan keuangan digital termasuk produk investasi di BukaReksa, produk pembiayaan di BukaMotor dan BukaMobil, dan pembukaan akun Mandiri melalui Mitra Bukalapak. Selain itu, kerja sama dilakukan terkait layanan BukaRumah. Bukalapak didirikan dengan misi menciptakan ekonomi yang adil untuk semua (a fair economy for all). Hal itu diwujudkan dengan menyediakan pasar yang dapat diakses smua orang untuk melakukan perdagangan yang adil. Terutama dengan akses tanpa batas melalui teknologi, modal, dan infrastruktur.

MCI bertindak sebagai penghubung atau jembatan inovasi antara Mandiri Group dan startup untuk mendorong inovasi dan inisiatif sinergi. MCI membangun kemitraan strategis untuk mempercepat inovasi di industri keuangan dan juga berinvestasi pada startup yang memiliki keselarasan inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group.

(Oleh - IDS)

Bisnis Perkebunan Menyokong Kinerja Konglomerasi

19 Apr 2021

Kenaikan harga komoditas perkebunan di paruh kedua tahun lalu mendongkrak kinerja perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Bahkan, kinerja perusahaan perkebunan tampak menopang bisnis para konglomerat tahun lalu.

Menilik laporan keuangan sejumlah emiten angggota konglomerasi yang telah mengumumkan kinerja keuangan di 2020, secara agregat, Grup Salim dan Grup Triputra mencetak kinerja paling moncer. Kinerja kedua emiten ini ditopang emiten yang bergerak di sektor perkebunan. Secara agregat, laba bersih Grup Salim naik 44,73% secara tahunan. Laba bersih Grup Triputra bahkan melesat 147%.

Di Grup Astra, AALI juga mencetak kinerja moncer. Laba bersih emiten ini bahkan melesat 294,60%. Namun, kinerja emiten Grup Astra lain, terutama di sektor otomotif dan pertambangan, merosot tertekan pandemic.

Analis RHB Sekuritas Andre Benas menyebut, kinerja emiten perkebunan terkerek naiknya harga komoditas. Harga crude palm oil (CPO) sempat menembus RM 4.000 per ton.

 


Ditopang Optimisme Sektor Riil

19 Apr 2021

JAKARTA — Pasar saham tengah diwarnai sentimen positif. Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,26 persen dalam sepekan terakhir. Meski begitu, pergerakan indeks masih rawan terkoreksi pada pekan ini. Analis dari Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, menuturkan salah satu sentimen positif bersumber dari kinerja neraca perdagangan pada Maret 2021 yang tercatat surplus US$ 1,57 miliar. “Hasil ini diapresiasi pasar, meski perbaikannya masih di bawah ekspektasi konsensus pasar,” ujarnya, akhir pekan lalu. Dalam penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu, indeks menguat 0,11 persen ke level 6.086,2. “Kinerja industri negara-negara mitra juga mulai menunjukkan aktivitas yang signifikan, seperti kinerja pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal I 2021 yang melampaui ekspektasi,” kata Nafan. 

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan kinerja positif neraca perdagangan pada Maret 2021 mengindikasikan kegiatan pemulihan pertumbuhan ekonomi berjalan baik. Dia merinci, ekspor non-migas mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang sejarah. Struktur ekspor didominasi sektor industri yang jumlahnya mencapai 80,84 persen dari total ekspor Indonesia. “Maret menjadi momentum landasan pacu ekonomi,” ucapnya.

Terdapat tiga komoditas ekspor yang mendongkrak kinerja ekspor non-migas. Pertama, ekspor besi dan baja yang tumbuh 60,67 persen hingga Maret 2021. Berikutnya, ekspor crude palm oil (CPO) yang meningkat 60,67 persen. Terakhir, ekspor otomotif yang tumbuh 15,48 persen. “Ekspor tumbuh tinggi, baik karena sektor pertanian, industri, maupun tambang,” kata Lutfi. Di sisi lain, kinerja impor juga mulai membaik, yaitu tumbuh 25,73 persen. Hal ini ditopang oleh kenaikan impor barang konsumsi, barang penolong, ataupun barang modal. 

(Oleh - HR1)