Mengais Untung di Lapangan Hijau
Klub sepak bola menjadi ladang bisnis yang menjanjikan keuntungan.
JAKARTA – Sepak bola bukan lagi semata-mata olahraga atau hiburan. Gencarnya yang ditonton jutaan orang menjadi ladang bisnis yang menjanjikan cuan. Operator liga dan klub sepak bola pun sudah berevolusi menjadi korporasi, bahkan mampu menarik modal di bursa saham.
PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, yang mengelola Bali United, merupakan satu-satunya perusahaan sepak bola yang menjadi emiten Bursa Efek Indonesia. Emiten berkode BOLA itu melepas sahamnya ke public sejak Juni 2019. Saat melepas saham perdana atau initial public offering (IPO), BOLA meraup dana segar Rp. 350 miliar yang kemudian digunakan untuk pengembangan insfrastruktur serta lini bisnis lain, seperti periklanan, e-commerce, dan e-sport.
Kepada Tempo, Kepala Eksekutif BOLA, Yabes Taruni, mengakui bahwa pandemi Covid-19 menjadi tantangan terberat saat ini. Meski kondisi sulit, Yabes mengatakan akan mengembangkan usaha Bali United. Salah satunya melalui anak perusahaan yang bergerak di bisnis berbasis digital. “Contohnya membuat digital ads (iklan) dan produksi program,” ujar dia
(Oleh - HR1)Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023