;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Musim Panen Operator Logistik

09 Jul 2021

Jakarta - Pengusaha logistik menyambut lonjakan permintaan pengiriman barang selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat. Ketatnya kewajiban bekerja dari rumah membuat kunjungan ke toko dan pusat retail berkurang. Pengiriman last mile di Pulau Jawa dan Bali bisa naik hingga 60 persen jika dibanding pada masa sebelum PPKM darurat. Industri gas oksigen, menjadi salah satu primadona baru. 

Banyak pelaku bisnis logistik yang biasa melayani paket ukuran besar mulai membuka pengiriman barang e-commerce dan jasa paket kilat. Tidak semua pengusaha bisnis logistik bisa menyambut musim semi pengiriman paket. Meski angkutan barang tidak terhalang sekat PPKM darurat, distribusi bisa terganjal jika pengemudinya tidak lolos tes kesehatan. Para penyedia jasa paket kilat menuai lonjakan permintaan sejak masa PPKM berskala mikro. 

(Oleh - IDS)

PBoC Khawatirkan Risiko Global dari Kripto

09 Jul 2021
Bank Sentral Tiongkok (People’s Bank of China/PBoC) khawatir dengan resiko mata uang kripto terhadap system keuangan global, terutama yang disebut dengan stablecoin global. Karena mata uang ini terikat pada nilai tetap, seperti mata uang USD (dollar AS). “Beberapa organisasi komersial yang disebut stablecoin, terutama stablecoin global, dapat membawa resiko dan tantangan bagi sistem moneter internasional, sentra system pembayaran dan penyelesaian, dan lain-lain. Kami masih cukup khawatir tentang masalah ini, jadi kami telah mengambil beberapa tindakan,” ujar Wakil Gubernur PBoC, Fan Yifei. 

Sebelumnya divisi pengembangan bisnis bank sentral dan otoritas Beijing telah memerintahkan penutupan perusahaan–perusahaan lokal sehubungan tuduhan menyediakan layanan perangkat lunak untuk transaksi mata uang kripto. Langkah tersebut diambil untuk menindak penambangan dan transaksi bitcoin. “Mata uang (digital) ini sendiri telah menjadi alat spekulasi,” kata Yifei, seraya menambahkan potensi ancaman terhadap level keamanan keuangan dan stabilitas sosial. 

PBoC disebut sedang mengembangkan versi digital yuan Tiongkok yang dikendalikan oleh bank sentral. Yang mana sejauh ini system yuan digital khusus undangan telah dimiliki lebih dari 10 juta pengguna. Namun tantangan yang lebih mendesak terhadap control PBoC atas transaksi mata uang adalah munculnya pembayaran seluler terkait rekening bank. Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi yang dijalankan Ant Group – yang berafiliasi dengan Alibaba dan WeChat dari Tencent – telah menjadi bentuk pembayaran menggantikan uang digital. PboC memaksa perusahaan yang menggambarkan dirinya sebagai pemain teknologi keuangan untuk melakukan restrukturisasi sebagai perusahaan induk keuangan. “PBoC tidak akan menghentikan langkah-langkah yang telah diambil untuk Ant ke entitas lain di pasar layanan pembayaran. Kecepatan perkembangan system pembayaran sangat mengkhawatirkan dan bank sentral melawan monopoli, ekspansi modal yang tidak teratur,” kata Yifei kepada wartawan.

eFisheri Fokus Ekspansi Sebelum IPO

09 Jul 2021

eFishery, startup aquaculture intelligent, akan fokus ekspansi sebelum nantinya melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham. eFishery berencana membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan salah satu mitra bisnisnya di Asia. Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan, rencana JV tersebut akan diumumkan pada awal atau pertengahan tahun depan. Aksi korporasi ini bertujuan untuk membangun layanan eFishery di sejumlah area. Pihaknya juga akan fokus untuk mengembangkan layanan penjualan ikan, yakni eFishery fresh dan layanan jual pakan, yakni eFishery mall. Menurut Gibran, kedua platform itu ditargetkan tumbuh 4 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

(Oleh - HR1)

BI Prediksi Transaksi Digital Banking Mencapai Rp 32.206 T

09 Jul 2021

Bank Indonesia (BI) menilai outlook ekonomi keuangan digital 2021 diperkirakan tumbuh positif didorong oleh meningkatnya preferensi dan akseptasi masyarakat, serta layanan pembayaran yang terus meluas. Berkaitan itu, transaksi digital banking tahun ini berpotensi tumbuh 19% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 32.206 triliun. Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan, pihaknya melihat potensi ekonomi keuangan digital akan terus menanjak tahun ini, yang didukung pula oleh pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk bertransaksi secara digital. “Ini meningkatkan akseptasi masyarakat dan mendukung ekonomi keuangan digital, karena masyarakat takut terkena virus jadi terpaksa transaksi digital. Demikian juga digital banking ini termasuk mobile banking dan internet banking kami prediksi naik 19% menjadi Rp 32.206 triliun,” terang Filianingsih dalam webinar, Rabu (7/7).

Secara terpisah, Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Thomas Wahyudi mengungkapkan, salah satu layanan e-channel perseroan adalah digital banking Livin’ by Mandiri yang diharapkan tahun ini terjadi peningkatan penggunaan secara signifikan. Livin’ by Mandiri dapat menjadi layanan super app yang mampu menggantikan berbagai channel lain untuk memenuhi kegiatan transaksional sehari-hari. “Seiring juga dengan perekonomian yang diharapkan mampu pulih dan tumbuh kembali, tahun ini Bank Mandiri menargetkan nilai transaksi melalui layanan Livin’ by Mandiri tercapai lebih dari Rp 1.800 triliun, atau tumbuh hampir 60% (yoy) hingga akhir tahun 2021 ini,” jelas Thomas. Di sisi lain, nilai transaksi uang elektronik pada Mei 2021 mencapai Rp 23,7 triliun, tumbuh 57,38% (yoy). Volume dan nilai transaksi digital banking masing-masing tumbuh 56,49% (yoy) dan 66,41% (yoy).

(Oleh - HR1)

Kerja Sama Perdagangan, Sumbar Perluas Pasar Afrika

09 Jul 2021

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat terus berupaya untuk meningkatkan serapan komoditas berorientasi ekspor untuk mengisi sejumlah pasar berbagai negara di Benua Afrika.Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi mengatakan selama ini produk asal daerah tersebut sudah mengisi pasar di sejumlah negara di Afrika.Di antaranya Cassiavera atau kayu manis diserap oleh negara Aljazair, kemudian Cengkeh ke Nigeria, tepung kelapa ke Maroko, serta crude palm oil (CPO) ke Tanzania dan Kenya.Menurut Mahyeldi, produk asal Sumbar berpeluang menembus pasar di negara-negara Benua Afrika karena dinilai memiliki kualitas yang bisa bersaing dan kedekatan sejarah.

Sementara itu, Kuasa Usaha ad interim Kareem International, Yusra Khan berharap bisa memberikan sumbangsih untuk kemajuan daerah dengan membantu perdagangan ekspor produk Sumbar ke negara-negara Afrika.Dia mengatakan dalam beberapa hal, Sumbar memiliki kedekatan yang lebih baik dibandingkan dengan Afrika dengan Eropa, misalnya dari segi kuliner. Kuliner antara rendang dari Sumbar dengan kuliner di Afrika bagian Timur memiliki kedekatan.CEO Kareem International, Isnandar mengatakan rendahnya tingkat ekspor Indonesia bukan karena tidak memiliki produk tetapi tidak memiliki pedagang di luar negeri.Hal itu yang mendorongnya mendirikan perusahaan khusus untuk ekspor ke Afrika. “Kami berharap bisa membantu daerah termasuk Sumbar untuk mengekspor produk ke Afrika,” katanya.

(Oleh - HR1)

BUMN Makin Haus Suntikan Modal Segar

09 Jul 2021

Pemerintah berencana menyuntikkan dana segar kepada 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun depan. Suntikan modal tersebut diberikan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022. Dalam rapat kerja antara pemerintah dengan Komisi VI DPR, Kamis (8/7), Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan anggaran PMN sebesar Rp 72,44 triliun untuk menyuntik 12 perusahaan pelat merah. Anggaran PMN yang diusulkan tersebut nilainya hampir dua kali lipat dari alokasi tahun ini. Dalam APBN 2021, alokasi PMN untuk BUMN hanya senilai Rp 37,4 triliun untuk menyuntik delapan BUMN.

Beberapa BUMN yang diusulkan menerima dana PMN jumbo tahun depan, antara lain PT Hutama Karya sebesar Rp 31,35 triliun untuk melanjutkan penugasan membangun megaproyek Jalan Tol Trans Sumatra. "Penugasan 80%, restukturisasi 6,9%. Jadi kalau kita kumulatifkan 87% adalah hal-hal yang tidak bisa terelakkan, seperti Hutama Karya sendiri ini akan ada PMN sangat besar untuk penugasan," kata Erick. Selain penugasan, pemerintah menyuntik modal kepada bank BUMN untuk penguatan modal inti (tier I) dan memperkuat rasio kecukupan modal (CAR). Dua bank BUMN penerima suntikan modal adalah Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp 7 triliun dan Bank BTN Rp 2 triliun.

Ekspor Pupuk Diperkirakan Capai 13,7 Miliar Dollar AS Hingga Akhir 2021

09 Jul 2021

Kementerian Perdagangan memperkirakan ekspor pupuk akan mencapal 13,7 miliar dolar AS hingga akhir 2021. Optimisme tersebut mengemuka setelah Temu Bisnis Produk Kimia Nasional.

Dengan asumsi ekspor bulanan selama delapan bulan (Mei - Desember) sama dengan realisasi selama empat bulan (Januari - April) maka hingga akhir 2021, ekspor produk kimia diperkirakan mencapai 13-13,7 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 27,3-33.4 persen dibandingkan tahun 2020.

Didi menegaskan secara keseluruhan, selama periode 2015 -2020, ekspor produk-produk kimia mengalami tren positif, baik dari sisi nilai dan volume, Tren nilai naik 3,2 persen sedangkan tren volume naik 8,2 persen, Sementara, pada periode Januari - April 2021, nilai ekspornya tumbuh signifikan sebesar 38.1 persen.

Dalam pembukaan, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menyampaikan bahwa permintaan impor dunia naik 4,5 persen selama 2016- 2020, sementara tren ekspor indonesia hanya tumbuh 3.2 persen.


Pemerintah Rilis PP Holding Ultra Mikro, Tanggapan Pegadaian

09 Jul 2021

Pemerintah Indonesia resmi merilis Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2021 menjadi payung hukum Pembentukan Holding Ultra Mikro (Umi) yang dikelola tiga entitas BUMN yaitu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk holding, serta PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Sejalan dengan hal tersebut, Pegadaian menyambut positif terbentuknya Holding UMi. Dalam aturan tersebut menjelaskan tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Pegadaian akan senantiasa menjalankan perannya dalam mendukung visi pemerintah memacu ekonomi kerakyatan. Kuswiyoto menambahkan, holding ini ke depan akan memberi manfaat yang lebih kepada pelaku usaha di segmen ultra mikro maupun entitas BUMN secara khusus.


Impor Tabung Butuh Waktu Lama, Industri Sanggup Penuhi Kebutuhan Oksigen Medis

08 Jul 2021

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerbitkan Instruksi Menteri Perindustrian (Inmeneprin) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Produk Oksigen sebagai Komoditas Strategis Industri dalam Masa Pandemi Covid-19. Seiring dengan itu, industri lokal siap memenuhi kebutuhan oksigen sektor medis dengan kapasitas 1.300 ton per hari. Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Aromatik, Olefin, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan alokasi oksigen untuk medis dan siap mendukung. Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk memetakan kebutuhan medis. “Kami pastikan kebutuhan oksigen untuk medis bisa dipenuhi dan tidak ada masalah. Jadi, ada total kapasitas 1.300 ton per hari sudah dialokasikan ke sana. Mudah-mudahan bisa membantu,” ucap Fajar kepada Investor Daily, Rabu (7/7).

Fajar mengatakan, ada wacana dari dunia usaha untuk membuat rumah sakit darurat di dekat pabrik oksigen dengan 1.000 tempat tidur yang akan fokus di Banten dan Jakarta. Hal ini untuk mempercepat pendistribusian oksigen. Dia menjelaskan, semua potensi yang ada sudah dimaksimalkan dan disimulasikan, Itu sebabnya, tidak perlu ada panic buying, karena mulai minggu depan, kebutuhan oksigen bisa dipenuhi. Kadin juga sudah perintahkan ke para Kadin daerah untuk mendata rumah sakit yang membutuhkan oksigen,” ucap Fajar. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, kapasitas produksi oksigen secara nasional mencapai 866 ribu ton per tahun. Namun, produksi riil hanya 75% atau 640 ribu ton per tahun. Dari total produksi itu, sekitar 458 ribu ton dipakai untuk industri, seperti baja, nikel, smelter, sedangkan medis hanya 25% atau sekitar 181 ribu ton per tahun

(Oleh - HR1)

Target Dana IPO Bukalapak Berubah

08 Jul 2021

Skema initial public offering (IPO) Bukalapak kabarnya berubah. Perubahan ini lantaran tingginya minat investor atas saham e-commerce lokal tersebut. Bukalapak tidak lagi mengincar dana segar USS 800 juta, melainkan US$ 1 miliar. Seperti dilansir dari Reuters, dua sumbernya mengatakan target tersebut 25% lebih tinggi dari rencana awal, karena mempertimbangkan indikasi permintaan investor yang kuat.

IPO Bukalapak, dengan dukungan pemegang sahamnya diantaranya perusahaan investasi negara atau sovereign wealth fund (SWF) Singapura yakni GIC dan Microsoft, bakal menjadi pencatatan saham lokal terbesar dalam 13 tahun terakhir dan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Peningkatan target perolehan dana IPO Bukalapak menunjukkan minat investor yang tinggi terhadap bisnis teknologi di negara berkembang. Situasi tersebut juga menandakan adanya kebutuhan permodalan yang tinggi dari Bukalapak, karena perusahaan ini mengejar pertumbuhan yang cepat.

Sebagai perbandingan, perusahaan ride-hailing dan pembayaran di kawasan regional, Grab, membukukan valuasi USS 40 miliar pasca merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (special-purpose acquisition company) Altimer di Amerika Serikat (AS). Merger ini juga menjadi cara agar Grab dapat mencatatkan sahamnya di bursa saham AS. Pesatnya bisnis Bukalapak terus membuntuti pemimpin e-commerce lain di Indonesia yakni Tokopedia, Shopee Sea Ltd dan Lazada Alibaba. Asal tahu saja, pasar e-commerce Indonesia sudah bernilai USS 40 miliar dari gross merchandise value (gmc).

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna BEl menyebut, pihaknya kini masih mengantongi 23 pencatatan saham atawa listing. "Tiga diantaranya diperkirakan bakal tercatat di bulan ini, " terang Nyoman Yetna. Dalam dokumen tersebut disebutkan, Bukalapak bakal listing pada 29 Juli. Sedang kabar terbaru menyebut, IPO baru akan dilakukan pada Agustus seiring dengan perubahan skema tersebut. Yang terang, ada tiga calon emiten berasal dari sektor teknologi dalam pipeline IPO BEl saat ini. Sisanya berasal dari berbagai sektor. Sektor barang Konsumen non-primer dan sektor industri paling mendominasi. Kedua sektor ini diwakili masing-masing oleh empat calon emiten. Jika melihat dari klasifikasi aset, hanya ada dua calon emiten yang memiliki aset skala kecil, di bawah Rp 50 miliar. Kemudian, sebanyak 10 calon memiliki aset menengah, antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. "Sebelas calon lainnya memiliki aset besar, di atas Rp 250 miliar, " kata Nyoman.