;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

BI Tambah Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal

09 Aug 2021

Bank Indonesia (BI) berupaya mendorong penggunaan mata uang lokal alias local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan dan investasi. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia, Doddy Zulverdi, mengatakan bakal memperluas kerja sama pemakaian mata uang dengan negara lain. Saat ini, Bank Indonesia telah menyepakati kerja sama LCS dengan Jepang, Malaysia, Thailand, dan Cina.

BI menghadapi tantangan dalam pelaksanaan skema LCS. Menurut Doddy, tak mudah menarik minat pengusaha agar memanfaatkan fasilitas LCS. Selain itu, masih banyak pengusaha yang memiliki kewajiban impor bahan baku menggunakan dolar Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Donny Hutabarat, mengatakan bakal terus mendorong kerangka kerja sama LCS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika. Saat ini, lebih dari 90 persen perdagangan Indonesia dengan negara-negara mitra di Asia ataupun di luar Asia menggunakan dolar Amerika. Dominasi dolar Amerika sebagai settlement currency dalam transaksi perdagangan dan investasi menimbulkan ketergantungan tinggi. Dampaknya, kurs rupiah menjadi sangat sensitif. Setelah menerapkan LCS, kata Donny, dalam sebulan Indonesia bisa mengurangi pemakaian dolar Amerika hingga US$ 117,3 juta.


Harga Melonjak, Ekspor Digenjot

06 Aug 2021

Sejumlah produsen batu bara menaikkan target produksi untuk memenuhi permintaan, terutama dari pasar global. Rencana ekspor di tengah tren kenaikan harga batu bara akan membantu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. PT Indika Energy Tbk merupakan salah satu perusahaan yang tak ingin melewatkan momentum tersebut.

Ricky mengatakan, selama semester I 2021 emiten berkode INDY ini telah mengekspor 11,8 juta ton batu bara. Sebanyak 11,7 juta ton diantaranya berasal dari Kideco dan 900 ribu ton lainnya dari Multi. Sebagian besar diekspor ke Cina, yaitu 33 persen. Sisanya mengalir ke India serta negara-negara Asia Tenggara.

Ekspor tersebut menjadi salah satu pemicu perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$ 1,2 miliar atau naik 14,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebabnya adalah kenaikan harga jual rata-rata batu bara Kideco yang mencapai 21,9 persen dari US S 39,8 menjadi US$ 48,6 per ton. Harga jual rata-rata batu bara Multi juga naik 30,4 persen dari US$ 63,1 menjadi US$ 82,3 per ton.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk juga merevisi rencana kerja tahun ini dengan menambah produksi menjadi 30 juta ton dari awalnya 29,5 juta ton. "Kami optimistis target ini bisa tercapai, mengingat realisasi produksi di semester I 2021 naik menjadi 13,27 juta ton, " kata Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Apollonius Andwie. Pada paruh pertama 2020, produksi perusahaan sebanyak 12 juta ton.

Apollonius optimistis rencana kerja tersebut akan berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan. Sebab, saat ini harga batu bara masih dalam tren naik. Hingga kemarin, harga batu bara telah mencapai kisaran US$ 154 per ton. Harganya terpaut jauh dari posisi akhir tahun lalu yang berada di kisaran US$ 80 per ton.


Sulit Bertahan di Kuartal Ketiga

06 Aug 2021

Para pelaku usaha berharap gelombang penularan Covid-19 segera reda sehingga tak perlu lagi ada perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Shinta Kamdani, bertutur bahwa tren pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 hanya dapat dipertahankan bila kegiatan bisnis dibuka.

Indonesia baru keluar dari jurang resesi karena perekonomian pada kuartal II 2021 naik 7,07 persen secara tahunan. Badan Pusat Statistik melaporkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Indonesia pada kuartal II 2021 mencapai Rp 4.175,8 triliun. Adapun pertumbuhan ekonomi sepanjang semester 1 2021 naik 3,31 persen secara tahunan.

Pertumbuhan ekonomi bisa saja berlanjut ke kuartal ketiga pada kisaran 5-6 persen. Namun proyeksi itu akan sulit tercapai jika PPKM berlanjut karena angka kasus positif Covid-19 tak juga turun. Kalau PPKM level 3 atau 4 diteruskan, pertumbuhan hanya akan mencapai 3,5-4 persen, tergantung tingkat relaksasi.

Josua memprediksi PPKM darurat dan PPKM level 4 akan menekan tren pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2021 ke kisaran 2,75-3,25 persen.


Indonesia Keluar dari Resesi

06 Aug 2021

Indonesia keluar dari resesi . Setelah terkontraksi selama empat kuartal berturut-turut, Produk Domestik Bruto, Indonesia pada kuartal II-2021 mampu tumbuh 7,07%. Seluruh sektor menggeliat tercermin pada PDB berdasar lapangan usaha yang seluruhnya tumbuh positif. Kepala Badan Pusat Statistik  Margo Yuwono mengumumkan, dengan perbaikan signifikan berbagai indikator  ekonomi selama berdasarkan kuartal II-2021, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat RP 2,772,8 trillun. Menurut Margo lagi, berdasarkan lapangan  usaha, lima sektor mengontribusi 64,85% PDB. Kelimanya adalah sektor  industri pengolahan , pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Secara keseluruhan,  yakni sebanyak 17 lapangan  usaha, tumbuh positif.

Untuk PBD berdasarkan pengeluaran, komsumsi rumah tangga tumbuh 5,93% (yoy), komsumsi pemerintah melonjak  8,06% pembentukan modal Tetap Bruto atau investasi meningkat 7,54%, ekspor melejit 31,78%, impor melonjak 31,22% serta Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga tumbuh 4,12%. "Kalau lihat tren, pertumbuhan  PDB kuartal II, tetapi ini sangat tergantung pada penanganan Covid-19," ucap Margo. Pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup tinggi juga ditopang melonjaknya pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama Indonesia. Diantaranya Amerika Serikat yang pada kuartal III-2021 mampu tumbuh 12,2% Tiongkok (7,9%) dan Singapura (14,3%). (YTD)

BI-Kemenkeu Jepang Perkuat Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal

06 Aug 2021

Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang, pada kamis (5/8) menyepakati penguatan kerangka kerja sama penyelesaian  transaksi dengan mata uang local currency settlement antara kedua negara dalam rupiah-yen yang telah diimplementasikan sejak tanggal 31 Agustus 2020. "Penguatan dimaksudkan adalah memberikan pelonggaran aturan transaksi valas dalam kerangka penyelesaian transaksi bilateral kedua negara  dengan rupiah-yen." dikutip dalam keterangan resmi Bank Indonesia, pada hari yang sama. Penguatan kerangka tersebut sejalan dengan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh BI dan JMOF pada tanggal 5 desember 2019.

LCS Framework adalah penyelesaian transaksi perdagangan antar dua negara dalam mata uang masing-masing negara dimana setelmen transaksinya dilakukan didalam  yuridiksi wilayah negara masing-masing. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penguatan kerangka kerja LCS ini diperluas dari yang semula hanya mencakup transaksi perdagangan, kini diperluas mencakup underlying transaksi  LCS dengan menambah investasi langsung dan income transfer (termasuk remitansi).

"Penguatan kerja sama LCS BI dan BNM meliputi pelonggaran aturan transaksi valas, antara lain terkait perluasan instrumen lindung nilai dan peningkatan threshold nilai transaksi tanpa dokumen lindungi underlying sampai dengan US$ 200.000 per transaksi," tutur Erwin dalam keterangan tertulis pada selasa (2/8). Strategi penguatan kerangka kerja sama LCS merupakan komitmen yang berkelanjutan bersama kedua bank sentral. YTD

Listing via SPAC, Traveloka Incar Dana US$ 400 Juta

06 Aug 2021

Peruasahaan penyedia tiket pesawat dan hotel, Traveloka mengincar dana sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,7 trilliun dari pencatatan saham di bursa efek Amerika Serikat. Pencatatan saham ini dilakukan melalui merger pencatatan dengan special purpose acquisition company, Bridgetown Holdings ltd. Adapun Bridgetown Holdings merupakan SPAC yang disokong oleh taigon Richard Li dan Peter Thiel. Sementara itu Deelstreet Asia melaporkan , Traveloka mencatat valuasi sebesar US$ 4 milliar sebelum pendemi namun valuasi ini menurun menjadi US$ 2,75 milliar ketika dilakukan negosiasi dengan investor.

Ditengah Pandemi, Traveloka masih bisa menghimpun dana sekitar US$ 250 juta, Traveloka sudah melakukan ekspansi ke tujuh negara dan mengakuisisi tiga perusahaan yang merupakan kompetitor langsung seperti Pegipergi di Indonesia, MYtour di Vietnam, dan TravelBook di Philipina. Dengan dilakukannya merger tersebuit Traveloka akan bersaing dengan Grab Holdings untuk mencapai Unicorn terbesar di Asia Tenggara. Adapun Grab Holdings berencana mencatatkan sahamnya di Bursa AS pada tahun dan ini berpotensi menghasilkan valuasi sekitar US$ 39,5 milliar.

Sementara itu, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) akan listing di Bursa Efek Indonesia, hari ini. Perseroan meraup dana 21,9 trilliun dari IPO. Adapun jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 25,76 milliar saham setara 25% harga IPO sebesar RP 850 persaham. Sementara itu, GoTo. perusahaan hasil merger Gojek dan Toko Pedia, juga dikabarkan akan listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. GoTo salah satu merupakan perusahaan teknologi yang berkembang di kawasan Asia Tenggara. Hingga akhir 2020, GoTo mencatat total gross transanction ralve lebih dari dua juta pengendara dan 11 juta mitra merchant per Desember 2020. Sementara pengguna aktif bulanan mencapai 100 juta orang. (YTD)

Pengusaha Enggan Tinggalkan Dolar AS

06 Aug 2021

Pengusaha nasional masih enggan meninggalkan dolar AS dalam bertransaksi perdagangan internasional dengan negara mitra yang sudah menyepakati Local Current Settlement (LCS). Alasannya, likuidasi mata uang terkait rendah, dibandingkan dollar AS dan penentuan harga tidak effisien, karena belum terdapat Direct Qoutation antar mata uang local. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, Indonesia sudah menekan kesepakatan, LCS dengan Malaysia dan Thailand sejak 2017 dan Jepang.

“LCS dengan Malaysia dan Thailand berlum terlihat hasilnya di lapangan. Sebab, pengusaha masih mengingkan dolar AS, karena hegemoninya masih dianggap belum turun. Artinya, semua Negara beranggapan devisa itu menggunakan dolar.” Ujar Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno, kamis (5/8/2021). Dia menuturkan, terdapat regulasi yang membatasi non-internasionalisasi mata uang local. Kewajiban pengusaha dalam pembayaran hutang juga masih membutuhkan dolar.

Meski begitu, Apindo dan Menteri Perdagangan menyambut baik LCS dengan Tiongkok. Benny Soetrisno meyakini, sejak dua tahun terakhir Apindo telah menjalin serangkaian pertukaran gagasan dengan BI, perbankan, dan pelaku usaha untuk mendorong LCS Indonesia-Tiongkok. “Tentu kita membutuhkan system kirling RMB di Indonesia sebagai infrastruktur dan menciptakan likuiditas RMD, dan mendorong bank untuk menggunakan direct settlement untuk mengurangi depensi terhadap US$,” ujar Benny. (YTD)


Bank Asing Menguasai Bisnis Kustodian Lokal

06 Aug 2021

Pembatasan sosial menyebabkan masyarakat memiliki kelebihan likuiditas sehingga gemar menempatkan dana di pasar modal. Maka, bisnis bank kustodian ketiban berkah. Lihat saja, data harian bank kustodian mencatatkan nilai aktiva bersih industri reksadana senilai Rp 536,1 triliun pada Juni 2021. Naik 11,1% year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 482,54 triliun.

Head of Investment Research Infovesta, Wawan Hendrayana menyatakan, pada tahun 2018 terdapat 15 bank kustodian, per 30 Juni sudah tumbuh menjadi 18 bank. Bank HSBC Indonesia dan Standard Chartered bersaing menjadi bank kustodian terbesar. Dari lima besar, empat di antaranya adalah bank asing.

(Oleh - HR1)

Bisnis Esport Indonesia Pimpin Asia Tenggara

06 Aug 2021

Di masa pandemi Covid-19, aktivitas berbasis digital semakin digandrungi, bahkan bisa mendatangkan keuntungan. Salah satunya adalah Esport alias olahraga elektronik. Saat ini, komunitas Esports Indonesia memimpin pasar dan menyumbang pendapatan hingga US$ 1,9 miliar atau senilai Rp 27 triliun. Angka tersebut setara dengan 32,42% pendapatan Esport Asia Tenggara yang mencapai US$ 5,86 miliar. Pertumbuhan dan perkembangan game di indonesia saat ini cukup stabil dan cenderung cepat. Pada tahun 2025 mendatang, Indonesia diproyeksikan memiliki 142 juta gamers. "Dari sisi penonton, Esports Indonesia tahun 2025 nanti akan memiliki 29 juta audiens", ungkap Michael dalam siaran pers virtual, kemarin. 

(Oleh - HR1) 

Pengusaha Indonesia Setuju Transakasi Pakai Rupiah-Yuan

06 Aug 2021

Jakarta - Indonesia dan China sudah menyepakati penggunaan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam melakukan perdagangan serta investasi di antara kedua negara tersebut. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga sudah membuat kesepakatan serupa dengan Jepang, Malaysia, dan Thailand. Khusus untuk perdagangan dengan China, menurut Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementrian Perdagangan, negara ini merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Salah pertimbangan BI untuk melakukan kebiijakan LCS adalah volume perdagangan RI-China cukup besar.

Faktanya, selama beberapa tahun terakhir volume perdagangan Indonesia dengan China terus mengalami peningkatan baik dari sisi ekspor maupun impornya. Pada paruh pertama 2021, transaksi ekspor dan impor dengan China mendekati US$ 50 miliar. Untuk itu, Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bakal mendorong anggota Apindo untuk menggunakan yuan sebagai mata uang utama transaksi perdagangan Internasional antara Indonesia China. Lantas meminta mitra dagang dari China untuk memakai mata uang mereka.