Ekonomi
( 40744 )Plt Gubernur Bersyukur,Ekspor Pertanian Sulsel Meningkat
Tingginya ekspor menjadi salah satu yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis oleh BPS Sulsel pada 5 Agustus 2021, mencatat ekonomi Sulsel pada triwulan II tahun 2021 tumbuh dengan angka 7,66 persen (y-on-y).
Total nilai ekspor Sulsel selama semester l atau periode bulan Januari hingga Juni tahun 2021 sebesar US$ 614 juta. Dibandingkan tahun 2020 pada semester 1, maka nilai ekspor semester 1 tahun 2021 naik 13,28 persen. Untuk Januari-Juni 2020 total ekspor senilai US$ 542,03 juta.
Sebagian besar Ekspor Juni 2021 ditujukan ke negara Jepang, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Australia. Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman merasa bersyukur atas pencapian ekspor yang kian meningkat. Khususnya komoditi hasil pertanian. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat Sulsel kaya akan hasil pertanian. Menurutnya, ekspor pertanian memberikan dampak positif bagi para petani, salah satunya dalam meningkatkan kesejahteraan.
Terbaru, pada 14 Agustus 2021 Sulsel kembali melakukan ekspor dalam kegiatan Ekspor Merdeka yang dilepas oleh Presiden RI , Jokowi. Sulsel melepas ekspor komoditi unggulan pertanian senilai Rp98 Miliar ke 6 negara.
Pengusaha Rappang Menang Tender Penerbangan di Kalimantan
Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air atau lebih dikenal sebagai maskapai SAM Air menang tender penerbangan perintis di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini. Wagus Hidayat, pria Bugis Rappang, Sidrap, Sulawesi Selatan, selaku Owner PT Semuwa Group, mengatakan dirinya sangat bersyukur kepada Tuhan, karena pihaknya telah berhasil memenangkan tender untuk melayani penerbangan perintis di Kaltara.
Sebelum bertolak ke
Kaltara, pihaknya melakukan pengecatan ulang di beberapa bagian badan pesawat
dan juga memasang stiker logo pemerintah daerah setempat. Minggu, 15 Agustus ini
bertolak ke Kalimantan Utara. Tetapi, nanti kami lihat kondisinya lagi. Yang
jelas dalam waktu dekat kami akan bertolak ke sana. Selain melakukan pengecatan
dan menempelkan logo pemerintah daerah setempat, kata Dayat, di bodi pesawat juga
terpampang logo PON XX 2021 Papua. Ini sebagai bentuk dukungan dalam mempromosikan
event PON Papua di Kalimantan Utara.
Konversi Bank Syariah, Sumbar Menyimpan Potensi Besar
Provinsi Sumatra Barat menyimpan potensi besar terkait dengan pasar keuangan syariah karena seirama dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Oleh karena itu rencana Bank Nagari melakukan konversi menjadi Bank Umum Syariah jadi momentum yang tepat untuk berkembang.Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, Sumbar memiliki potensi yang besar untuk ekonomi syariah. Pengembangan perekonomian syariah nasional memang tidak terlepas dari keaktifan dan konsistensi program-program pengembangan ekonomi syariah.“Kita di Sumbar, bisa sejalan dengan ekonomi syariah ini,” kata Mahyeldi dalam webinar pekan lalu.Dari segi instrumen ekonomi, Sumbar bisa menjadi sumber penguatan ekonomi keuangan syariah, diantaranya adanya Pemerintahan Nagari, Koperasi Syariah, BPR Syariah, Bank Umum Syariah, Bank Nagari Syariah.
Semenjak Mahyeldi dilantik jadi Gubernur Sumbar bersama Wakil Gubernur Audy Joinaldy, rencana konversi Bank Nagari jadi perbankan syariah makin mencuat sehingga banyak pihak pun mendukung agar Bank Nagari segera menjadi perbankan syariah.Pengamat ekonomi dan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand) Padang Syafruddin Karimi mengatakan konversi Bank Nagari menjadi bank umum syariah adalah langkah yang tepat.“Perbankan dunia syariah bakal melirik Bank Nagari, bila resmi berkonversi menjadi perbankan syariah. Ini peluang, dan Bank Nagari perlu segera menjadi perbankan syariah,” katanya kepada Bisnis. Rencana konversi Bank Nagari menjadi Bank Umum Syariah merupakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada November 2019 lalu.
(Oleh - HR1)Merdeka Ekspor, Produk Pertanian Jadi Andalan
Provinsi Sumatra Selatan berkontribusi terhadap program Merdeka Ekspor dengan melepas ekspor hasil pertanian ke 11 negara tujuan. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan komoditas yang diekspor adalah produk pertanian senilai Rp138 miliar melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sabtu (14/8). “Yang diekspor karet, kelapa dan CPO. Petani di Sumsel tetap bisa produktif selama pandemi, dalam waktu seminggu saja bisa kita bisa ekspor sebanyak Rp138 miliar,” katanya. Deru meminta kepada semua pihak, termasuk petani, untuk terus semangat dan menjadikan ekspor tersebut sebagai acuan untuk mengembangkan komoditas pertanian. Oleh karena itu, menurutnya, program Merdeka Ekspor yang digalakkan pemerintah pusat tersebut dinilai tepat untuk menjaga semangat petani di tengah pandemi. “Kalau bisa ini tidak hanya setahun sekali, agar ada semangat yang tumbuh di kalangan petani, bahwa mereka mendapat perhatian dari semua pihak,” katanya.
Dalam perkembangan lain, Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang mencatat Sumbar turut mengekspor sejumlah komoditas produk pertanian unggulan daerah ke sejumlah negara di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika senilai Rp383,8 miliar.“Ini adalah bukti bahwa sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tetap bisa bertahan dan mendukung perekonomian daerah di tengah pandemi,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat melepas ekspor produk pertanian secara virtual, Sabtu (14/8). Produk pertanian yang diekspor diantaranya kayu manis, sawit, karet, pinang, pala, gambir, biji kopi, petai cina, kecombrang, jengkol dan beberapa produk lain yang memiliki pasar cukup luas di beberapa negara.
(Oleh - HR1)Aset Kripto Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan aset kripto akan memainkan peran penting karena merupakan buah dari hilirisasi ekonomi digital ketika teknologi 5G, Internet of Things (IoT), cloud computing (komputasi awan) dan artificial intelligence (AI) mulai diadopsi secara luas. “Pertumbuhan ekonomi kripto ini sangat tinggi. Kalau kita lihat jumlah pemain pada 2020 itu sebanyak 4 juta orang. Pada Mei 2021, jumlah pemain sudah tumbuh lebih dari 50 persen menjadi 6,5 juta orang,” ujar Mendag baru-baru ini. Sejalan dengan pertumbuhan jumlah pemain aset kripto, kata Lutfi, jumlah yang diperdagangkan juga tumbuh sangat tinggi.
Perdagangan aset kripto di Tanah Air tumbuh pesat pada tahun ini. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan pun berjanji untuk mengatur melalui regulatory sandbox sehingga perdagangan aset kripto dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi digital Secara historis kehadiran kripto mirip dengan kehadiran uang kertas pada zamannya. Pada awal dikenalkan, uang kertas disandingkan dengan emas sebagai instrumen yang memiliki nilai perdagangan karena kepercayaan masyarakat terhadap instrumen tersebut.
(Oleh - HR1)
Industri Hilir Kehutanan, Potensi Ekspor Tinggi
Industri hilir kehutanan diyakini mampu mencapai nilai ekspor hingga US$12 miliar pada tahun ini.Adapun, sepanjang tahun lalu, industri hilir yang terdiri dari sembilan produk hasil hutan itu telah mencatat kinerja ekspor senilai US$11 miliar. Kesembilan produk tersebut, yakni bangunan prefabrikasi, woodchip atau serpih kayu, furnitur kayu, kerajinan, panel, paper, pulp, veneer, dan woodworking.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan sampai Juli 2021, ekspor industri hilir sudah mencapai US$7,5 miliar. Alhasil, jika rata-rata ekspor US$900 juta per bulan, maka akan ada tambahan US$4,5 miliar lagi.“Insyaallah ekspor bisa tembus US$12 miliar tahun ini karena bisa juga dilihat dari produksi hutan alam yang naik 16,6% per Juli 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” katanya kepada Bisnis, Minggu (15/8).
(Oleh - HR1)Prospek Emiten Sawit, Kebun Para Taipan Kian Subur
Para konglomerat pemilik perusahaan perkebunan sawit bisa tersenyum lebar sejalan dengan kinerja emitennya yang tumbuh subur sepanjang paruh pertama 2021. Harga crude palm oil (CPO) yang bertahan di level tinggi membuka peluang rapor hijau bakal berlanjut. Sepanjang semester I/2021, PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk. (SMAR) menjadi emiten perkebunan yang mencetak pendapatan dan laba bersih paling besar di antara perusahaan perkebunan yang terafiliasi dengan grup konglomerasi. SMAR meraih pendapatan Rp23,78 triliun dan laba bersih Rp1 triliun pada Januari-Juni 2021. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk emiten Grup Sinar Mas itu melambung 9.210,86% secara tahunan dari realisasi Rp10,77 miliar pada semester I/2020.
Di urutan kedua, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mengantongi pendapatan Rp10,83 triliun dan laba bersih Rp649,34 miliar pada paruh pertama 2021. Teranyar, emiten kebun Grup Salim yang dinakhodai Anthoni Salim juga membukukan performa yang positif. Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2021 yang dipublikasikan Jumat (13/8), PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) meraih kenaikan pendapatan 30,34% year-on-year (YoY) menjadi Rp8,95 triliun pada semester I/2021. Pada saat yang sama, profitabilitasnya berbalik positif menjadi laba Rp219 miliar dari posisi rugi Rp300,81 miliar. Sementara itu, kinerja gemilang juga ditorehkan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) yang laba bersihnya meroket 445% YoY menjadi Rp501 miliar pada semester I/2021. Lesatan laba itu didorong oleh pendapatan yang naik 39,1% secara tahunan menjadi Rp2,17 triliun.
(Oleh - HR1)Spekulasi Bermunculan tentang Motif Pencurian Kripto US$ 600 Juta
Aset Poly Network berbentuk mata uang kripto (cryptocurrency) pada kamis (12/8) telah dikembalikan sebagian,sekitar US$ 342 juta dari total yang dicuri para peretas senilai US$ 600 juta. Aksi para peretas misterius ini menarik perhatian para investor kripto sekaligus menimbulkan bermacam spekulasi terkait motifnya. Ada yang menduga mereka sengaja mencuri untuk mengungkapkan kelemahan keamanan yang berbahaya. Atau apakah mereka baru menyadari akan ditangkap. Aleksander, sebagai co-founder Coinfirm, mengatakan bahwa perusahaannya termasuk yang mengkhususkan diri mengikuti transaksi blockcain yang sangat rumit, serta membantu lembaga penegak hukum dan investor untuk melacak aset yang dicuri.
Beberapa penggemar kripto bahkan ada yang memuji aksi peretasan terhadap Poky dengan menyebut sebagai pahlawan. Sementara itu, lainnya curiga bahwa para peretas mulai mengembalikan uang dikarenakan para detektif sedang mengejar mereka. "Sulit mengatakan apa niat awal peretas itu. Para peretas mungkin hanya takut akan tindakan yang diambil terhadapnya." Yang paling terkenal, ketika ada peretas mencuri 850.000 bitcoin dari busa Jepang Mt Gox pada 2014. Saat itu, nilai bitcoin mencapai sekitar US$470 juta, dan hari ini secara mengejutkan nilainya sudah US$ 38 milliar. Kemudian pada 2018, Coinchek, layanan pertukaran kripto di Jepang, diretas dan kehilangan US$ 500juta.
Namun, laporan itu mengingatkan bahwa terdapat lonjakan aksi peretas dan penipuan terkait keuangan terdesentralisasi (DeFi/ decentralized finance ), yakni suatu bentuk pembiayaan kripto, termasuk, pinjaman yang dirancang untuk memutus perantara seperti di perbankan. "Imajinasi penipu di industri ini terus berkembang," ujar Syedur Rahman, seorang pengacara Inggris yang khusus menangani kasus yang melibatkan mata uang kripto. Perjuangan para korban untuk mendapatkan kembali uang yang dicuri di Mt. Gox telah mandek selama bertahun-tahun dalam litigasi internasional. "Ketika ada konsumen yang kehilangan nominal, tidak banyak yang bisa dilakuan," Tambah Rahman. (YTD)
Teten: Baru 2,6 Juta UMKM Terdaftar di OSS
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKop UKM) Teten Masduki mengatakan, per 30Juni 2021 baru 2,6 juta UMKM yang terdaftar di Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS). Disisi lain pemerintah terus melakukan sejumlah langkah agar UMKM tetap bertahan dan melakukan transformasi di tengah kondisi pandemi Covid-19. "Sebagai 99% dari populasi pelaku usaha di Indonesia, UMKM masih didominasi usaha mikro dalam skala kecil dan informal," ucap Teten dalam acara Puncak Peringatan Hari UMKM Nasional 2021 yang berlangsung secara virtual, kamis (12/8)
Menurut Teten, walaupun pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 mencapai 7,07% (yoy) namun penerapan PPKM di kuartal III-2021 menghadirkan tantangan bagi aktivis usaha . Karena itu pemerintah berupaya meredam tantangan pandemi melalui beberapa langkah. Pertama, pemerintah mengalokasikan Rp161,2 trilliun atau 21% dari alokasi program Pemulihan Ekonomi Nasional terhadap dukungan UMKM dan korporasi. Kedua, melalui Peraturan Pemerintah Nomor.7 tahun 2021 tentang Kemudahan Perlindungan dan pemberdayaan UMKM, pemerintah memberikan kemudahan perizinan melalui OSS. Ketiga, mengatur akses kemitraan rantai pasok industri melalui kurasi produk oleh Smesco. Keempat, menghadirkan platform listing produk UMKM unggulan di spark trade, hingga akses dan pendampingan UMKM ekspor di BNI Xpora.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pandemi Covid-19 memang telah menghantam sebagian besar bisnis UMKM. Namun pandemi juga membawa dampak positif salah satunya mempercepat digitalisasi UMKM. "Namun digitalisasi UMKM harus diimbangi dengan 2 persyaratan yaitu peningkatan kapasitas SDM pelaku UMKM serta dukungan kebijakan akses pasar bagi produk UMKM." ujar Wapres. (YTD)
Naik 51%, Impor Baja Sentuh US$ 5,3 Miliar
Impor baja pada semester 1-2021 mencapai sebesar US$ 5,36 milliar atau meningkat 51,18% dibandingkan periode sama 2020 sebesar US$3,55 milliar. Impor baja berada di posisi kedua komodiditi impor nasional. Volume impor baja semester 1 tahun ini mencapai 6,6 juta ton, naik dari semester II tahun lalu 5,5 juta ton. Ini menunjukkan pemerintah dinilai lambat melindungi baja dalam negeri. Hal ini berbeda dengan negara lain yang langsung memberikan kebijakan trade remedies untuk melindung pasar dalam negeri.
Chairman Asosiasi Besi dan Baja Nasional Silmy Karim menerangkan, kenaikan impor baja dikhawatirkan akan terus berlanjut sepanjang 2021. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah yang cepat sebagai upaya antisipasi kemungkinan dampak negatif impor terhadap industri nasional. Berdasarkan dari data World Organization 2020 Indonesia belum banyak menggunakan instrumen trade remedies untuk melindung industri dalam negeri. Khususnya untuk melindung besi dan baja.
"Kajian LPEM Universitas Indonesia terbaru menyebutkan, pengenaan tarif BMAD dan safeguars atas impor produk-produk baja dapat meningkatkan PDB nasional sampe 0,15% atau setara dengan Rp2,3 trilliun dan memperbaiki neraca perdagangan nasional hingga Rp5,6 trilliun," Ujar Silmy, (YTD)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









