Ekonomi
( 40460 )Ketidakpastian Kondisi Ekonomi, Industri Kemasan Revisi Target Pertumbuhan
Direktur Executive Indonesia Packaging Federation (IPF) Henky Wibawa mengatakan saat ini kondisi industri kemasan sangat tidak menentu. Menurutnya, pada kuartal I/2021 permintaan pasar menurun, tetapi pada kuartal II/2021 cukup meningkat didorong oleh periode Lebaran. Sayangnya, memasuki kuartal III/2021 permintaan kembali melandai. "Jadi, kami sangat perlu untuk koreksi target growth tahun ini. " Adapun, IPF pada awal tahun optimistis akan mencapai pertumbuhan produksi 4%-5%. Namun, jika tidak ada gelombang Covid-19 selanjutnya, kemungkinan investasi baru dengan nilai lebih besar akan terealisasi tahun ini. Sementara itu, sejalan dengan penurunan permintaan pasar, Henky mencatat tingkat utilitas industri kemasan harus turun sekitar 50%-60% dari kapasitas tahun lalu yang masih di level 70%-80%.
Namun, dia menekankan hal itu tidak serta merta mendorong tercapainya target perseroan yang tahun ini. Tahun ini, emiten dengan sandi saham IGAR ini mematok target pertumbuhan 10,24% dengan total penjualan mencapai Rp819 miliar. Tahun ini perseroan masih yakin akan mencapai pertumbuhan kinerja di level 10%-15%. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman Lukman Hakim mengatakan saat ini pabrikan juga tidak melakukan pengurangan kapasitas dan menjaga di level 80% dari total kapasitas pabrik 125.000 ton per tahun.
Korporasi Thailand Agresif Investasi
Korporasi Thailand tampak agresif ekspansi di Indonesia. Gurita bisnis dari Negeri Gajah Putih membesar melalui penanaman modal langsung maupun akuisisi saham korporasi lokal. Nilai total transaksi ini mencapai US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,65 triliun. Kesepakatan tersebut dalam rangka menuntaskan mega proyek pembangunan kompleks petrokimia Chandra Asri II di Cilegon, Banten yang menelan investasi US$ 5 miliar atau setara sekitar Rp 72 triliun. Selain akuisisi saham, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, selama periode 2015 hingga juni 2021, nilai investasi langsung Thailand di Indonesia mencapai Rp 22,30 triliun. "Terbesar investasi di industri kimia dan farmasi mencapai Rp 10,93 triliun, posisi kedua di industri non logam Rp 2,23 triliun," kata Imam Soejoedi, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan BKPM, kemarin (4/8).
(Oleh - HR1)
IPO Usaha Rintisan Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital
Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir, ”Di mata global, startup dari India, Indonesia, dan Amerika Latin dianggap punya potensi besar. Dari segi pasar, pasar di tiga negara ini sangat potensial. Dia lantas mencontohkan kasus Bukalapak yang akan resmi IPO pada 6 Agustus 2021. Hingga sekarang, jumlah orang yang mendaftar untuk membeli saham Bukalapak telah mendekati 1 juta orang. Diminati belasan hingga puluhan ribu investor ritel.
Pengacara teknologi di firma hukum global ”Withers”, Joel Shen, menambahkan, pertumbuhan pesat ekonomi digital di Indonesia dan Asia Tenggara telah melahirkan startup bervaluasi 1 miliar dollar AS atau unicorn generasi pertama. Nama-nama besar, seperti Gojek, Tokopedia, Ovo, Traveloka,dan Bukalapak, didirikan oleh generasi wirausaha bidang teknologi yang merupakan penentu transformasi digital di Indonesia
Senada dengan Pandu, Joel menilai, investor perusahaan modal ventura yang melakukan exit strategy sepanjang 2021 akan mempunyai modal baru guna ditempatkan kembali ke startup. Pada akhirnya, itu semua akan menggairahkan ekonomi digital.”Mantan pendiri dan eksekutif senior kemungkinan akan mencari petualangan baru, dan mungkin mendirikan bisnis baru,” katanya.Sejumlah perusahaan modal ventura di Singapura didirikan investor Indonesia, seperti East Ventures, Alpha JWC, Intudo Ventures, AC Ventures, dan Venturra Capital. Mereka berkontribusi terhadap lahirnya sejumlah startup baru.Ekonomi digital Indonesia yang hanya bernilai 8 miliar dollar AS pada 2015 meningkat lima kali lipat menjadi 44 miliar dollar AS pada 2020. Laporan”SEA E-Economy 2020” yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Co memprediksi ekonomi digital di Indonesia tumbuh tiga kali lipat menjadi 124 miliar dollar AS pada 2025.Golden Gate Ventures dalam laporan Southeast Asia Startup Ecosystem 2.0 memperkirakan total 468 perusahaan modal ventura melakukan exit strategy pada kurun 2020-2022. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan proyeksi yang ada di laporan edisi 2019.
Jejaring Bisnis Grup Salim Semakin Membesar Lagi
Jakarta - Grup Salim terus mengepakkan sayap bisnisnya. Selain eksis di bisnis lama, Grup Salim kini ambil bagian di sejumlah sektor bisnis, mulai dari perbankan, energi, infrastruktur, data center hingga teknologi. Grup Salim memiliki 6,07% saham PT Bank Mega Tbk dan juga PT Medco Energi International Tbk (MEDC). Salim memiliki saham MEDC melalui Diamond Bridge Pte Ltd. Perusahaan ini merupakan holding company yang berbasis di Singapura serta dikendalikan oleh pemilik Grup Salim. Diamond Bridge menjadi pemilik saham MEDC sejak tahun 2019 lalu.
Grup Salim melalui Diamond Bridge disebut-sebut sudah memperbesar kepemilikan sahamnya di MEDC menajdi lebih dari 60% sehingga berstatus sebagai pemilik saham mayoritas. Hal ini terjadi lantaran perusahaan itu mendanai Medco Daya Abadi Lestari untuk mengakuisisi Ophir Energy Plc. Selain di Medco dan Bank Mega, Grup Salim juga mempunyai kepemilikan saham di PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK). Hingga kini, Salim masih setia memegang 9% saham Elang Mahkota Teknologi. EMTK terbuka bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendorong kolaborasi usaha.
Penangangan Covid-19 Menyedot CSR Korporasi
Jakarta - Wabah Covid-19 merontokkan sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Akibat wabah, angka kemiskinan dan penggangguran di Tanah Air berpotensi bertambah. Demi menekankan dampak buruk pandemi, sejumlah korporasi jumbo, dengan laba tahunan di atas Rp 2 triliun, turut membantu penanganan Covid-19, dengan mencuil sebagian dana alokasi corporate social responsibility (CSR). Realisasi penyaluran program CSR tahun 2020 mencapai Rp 174.61 miliar (audited). Program CSR pada 2021 digunakan untuk mendukung pilar ekonomi, pilar sosial dan pilar lingkungan. BBNI juga menggulirkan program sosial untuk pengentasan kemiskinan seperti pembagian sembako hingga program penyediaan air bersih.
Head of Corporate Communication PT Astra International Tbk (ASII) tidak membeberkan besaran dana CSR Astra setiap tahun. Namun dalam melakukan kegiatan sosial, Grup Astra berpegang pada empat pilar, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan. Astra International berfokus pada penyediaan program pelatihan dan pendampingan ketimbang sekadar memberikan donasi. Sebab, ASII menilai program pelatihan dan pendampingan akan memiliki dampak lebih luas dan bersifat jangka panjang. Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN menyebutkan dalam menyusun program CSR, PLN mempertimbangkan sejumlah hal penting. DI antaranya adalah regulasi dan standar yang berlaku terkait CSR, strategi perusahaan, dan analisis risiko perusahaan. PLN menyusun program CSR yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia. PLN juga membuat program yang memiliki creating share value.
RI Butuh Rp 3700 T dan Ramalan Seram Sri Mulyani
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta semua pihak tidak menganggap remeh isu perubahan iklim. Persoalan ini nyata dan bahkan sudah mulai terasa di berbagai belahan dunia. "Sebelum 2045 kita akan menghadapi 2030 climate change yang menghasilkan Paris Agreement, semua negara melakukan komitmen untuk mengurangi CO2 karena dunia ini sudah menghangat," ungkap Sri Mulyani dalam webinar, Rabu (4/8/2021). "Banjir yang tidak pernah terjadi, terjadi. Di Jerman sampai terjadi banyak sekali korban. Kebakaran hutan, kekeringan, ada juga turunnya es atau salju di berbagai daerah yang belum menghadapi ini jadi climate change is real karena dunia sudah menghangat di atas 1%. Kita menghindari untuk menghangat," tegasnya.
Masing-masing negara memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengantisipasi perubahan iklim, termasuk Indonesia. Hanya saja, sebagai negara berkembang, Indonesia tetap harus mendorong perekonomian demi mengubah nasib kemiskinan yang masih tinggi. "Kita memperjuangkan hak negara emerging untuk memperbaiki kemakmuran tanpa terbebani tidak adil. Take and give jadi penting. Komitmen climate change tanpa pendanaan tidak akan bisa dijalankan. Kita akan terus mengakselerasi untuk climate change maupun dalam forum global yang lain," papar Sri Mulyani.
Kebutuhan Indonesia untuk mengatasi hal tersebut cukup besar, yaitu sekitar Rp 3.700 triliun sampai 2030 mendatang. Bagaimana kita bisa mendesain policy sehingga kerja sama bisa menerjemahkan sehingga financing gap bisa dipenuhi DNA komitmen climate change bisa dicapai. Kalau kita mau menurunkan CO2 40% maka kebutuhan US$ 479 billion. Jadi ini tantangan bagaimana policy kita bisa menghasilkan platform kerja sama yang kredibel," pungkasnya
Kesempatan Menyerap Gabah Petani
Harga gabah di tingkat petani dan harga beras eceran turun pada Juli 2021 dibanding pada sebulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik mencatat harga gabah kering panen (GKP) bulan lalu sebesar Rp 4.311 per kilogram. Harga itu turun 5,17 persen dibanding pada bulan sebelumnya yang sebesar Rp 4.546 per kilogram. Adapun gabah kering giling (GKG) dihargai Rp 4.874 per kilogram, turun 1,81 persen dibanding pada Juni yang senilai Rp 4.964 per kilogram.
Ketua Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Said Abdullah, menuturkan musim kemarau basah yang terjadi pada tahun ini memicu musim gadu atau musim tanam kedua pada April lalu, lebih cepat dari jadwal semula pada Mei. Implikasinya, puncak musim panen, yang biasanya baru terjadi pada akhir Agustus atau awal September, menjadi tiba lebih awal. “Ketika produksi cukup baik pada musim pertama dan kedua ini, seharusnya pemerintah mengusahakan untuk memperbesar cadangan pangan,” tutur Said kepada Tempo, kemarin.
Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras, Sutarto Alimoeso, berujar, ketersediaan pasokan beras memang sedang tinggi. Penyebabnya ialah terjadi surplus 3,8 juta ton pada musim panen raya pertama lalu (Oktober 2020-Maret 2021), yang bertepatan dengan musim hujan. Pada saat itu, Sutarto mengatakan, pemerintah tidak menyerap dengan optimal. “Pada saat normal, serapan pemerintah bisa mencapai 3 juta ton. Namun saat ini tidak sampai 1 juta ton. Pasar juga sedang lesu akibat pandemi, khususnya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah,” tutur Sutarto.
JD.Com Berambisi Masuk Industri Gaming
Perusahaan yang berkantor pusat di Beijing ini, ingin menjadi destinasi bagi kaum muda untuk membeli barang-barang yang berhubungan dengan game. JD mengumumkan rencana kerja sama dengan perusahaan seperti, produsen personal coomputer Tiongkok, Lenovo dan raksasa game Tencent guna mengembangkan ponsel pintar dengan meningkatan kemampuan pada game mobile. Sedangkan bagian kedua dari strateginya adalah berkisar pada e-sports atau pertandingan video game. Tahun lalu, mereka meluncurkan tim game mobile bernama JD Esports.
Qasir Buka Akses Pendanaan untuk UMKM
Qasir, salah satu point
of sales (POS) startup asli Indonesia
menjajaki kerja sama dengan KoinWorks dan sejumlah perusahaan
fintech lainnya, guna memberikan
alternatif pembiayaan modal usaha
kepada para usahawan di ekosistem
miliknya. Langkah tersebut dilakukan
guna mendukung upaya pemerintah
untuk membantu permodalan bagi
usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) di masa pandemi Covid-19.
Mekanisme pemberian bantuan
permodalan yang digunakan adalah
PO financing atau invoice financing.
Dengan sistem ini, merchant dapat
mendaftarkan usaha, proyek yang
sedang dikerjakan, dan menyertakan bukti PO/invoice yang harus
dibayarkan.
CEO Office Qasir Ivan Hadwin
Rarumangkay mengatakan, langkah
ini dibuat sesederhana mungkin karena pihaknya memahami kesulitan
usahawan mikro tidak hanya terletak
dari administratif, tapi juga tantangan
secara literasi digital.
Berdasarkan data dari Qasir, rata-rata merchant mulai membutuhkan
tambahan modal usaha setelah berada pada fase bisnis tertentu. Pertama, saat ada kebutuhan membuka
cabang. Biasanya, merchant ini punya
basis pelanggan besar dan dituntut
untuk bisa lebih dekat dengan area
konsumennya.
“Kedua, saat butuh tambahan inventaris. Semakin bertambah variasi
produk, biasanya membuat usahawan
memper timbangkan kepemilikan
aset-aset baru untuk menunjang produktivitasnya,” imbuhnya.
Ketiga, untuk stabilitas arus kas.
Pasalnya, faktor eksternal yang datangnya tidak kenal waktu, seperti
pandemi, bisa membuat bisnis goyah
dalam hitungan hari. Memiliki pegangan kas adalah strategi usahawan
untuk memastikan bisnisnya punya
cadangan tenaga, sampai kondisi
ekonomi kembali pulih.
(Oleh - HR1)
Lazada Tutup Akses 3 Klaster Produk Impor
Perusahaan e-commerce Lazada menutup akses impor untuk tiga klaster industri nasional yaitu tekstil, makanan-minuman, dan kerajinan yang dijual cross border atau penjual dari luar negeri. Langkah ini dilakukan melalui Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) Indonesia. Head of Public Affairs and Public Policy Lazada Indonesia Waizly Darwin mengatakan, penutupan kran impor terhadap tiga klaster industri nasional ini dilakukan secara proaktif, progresif, dan secara berkala sepanjang satu tahun belakangan di masa pandemi Covid-19. Tiga klaster Industri nasional tersebut merupakan klaster yang termasuk dalam agenda pemerintah terkait program substitusi impor dan juga program pemulihan ekonomi nasional.
"Upaya penutupan akses impor ini tidak mudah dan masih terus dilakukan oleh Lazada. Disini juga kami membutuhkan masukan yang sama dengan semua pihak terkait termasuk masyarakat. Fungsi gerakan AKAR ini adalah terkait penguat UMKM domesktik terutama di daerah sentra industri nasional," ucap Wayzly. Melalu AKAR ini pedagang lokal yang selama ini masih jualan produk impor yang diambil dari importir bisa menjual produk yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri. Kedua membentuk komunitas AKAR melalui forum diskusi antara pemerintah, brand lokal, daerah industri yang difasilitasi Lazada untuk membahas hal yang terkait pengembangan kapasitas dan kualitas produksi UMKM serta kemampuan logistik. Ketiga, program digitalisasi untuk klaster industri di Indonesia yang dilakukan melalui kerjasama dengan Kementerian/Lembaga (KL) terkait dan pemerintah daerah terkait.
Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan infrastruktur bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Khususnya memang UMKM yang bisa memanfaatkan infrastruktur untuk kegiatan usaha lewat perdagangan secara elektronik. "Karena ini adanya praktek cross border ilegal e-commerce ini merupakan salah satu perhatian utama yang ditugaskan kepada saya untuk diselesaikan, agar tidak merugikan UMKM lokal. Saya mengapresiasi langkah yang diambil Lazada yang menunjukkan keberpihakan Lazada dalam pengembangkan UMKM Indonesia." kata Teten. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM terhubung ke ekosistem digital pada 2024. Sedangkan saat ini baru sekitar 13,7 juta UMKM terhubung atau 21% ke pasar digital. "Jadi, kami naikkan 5 juta UMKM untuk pasar digital," ujar Teten lagi. (YTD)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









