;
Kategori

Ekonomi

( 40744 )

Peluang Tetap Terbuka

13 Aug 2021

Indonesia dinilai tetap berpeluang mengekspor produk perikanannya ke China kendati ada sejumlah temuan kontaminasi virus korona tipe baru atau SARSCoV2 pada produk dan kemasan ikan. Isu keamanan pangan perlu disikapi dengan serius agar Indonesia tidak kehilangan momentum pertumbuhan permintaan pasar, SARSCoV2 terdeteksi oleh Otoritas Bea dan Cukai China. Per 9 Agustus 2021, GACC mencatat 37 kasus kontaminasi virus pada produk dan kemasan ikan asal Indonesia.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Orat mangun dalam webinar ”Strategi Ekspor Produk Perikanan Menembus Pasar China Tanpa Hambatan,   Indonesia telah menorehkan sejumlah prestasi dalam ekspor perikanan ke China. Meski demikian, China tengah memperketat peraturan impor produk perikanan dari sejumlah negara guna memastikan kualitas dan keamanan produk pangannya.

Jaminan keamanan pangan sangat penting sebagai syarat produk masuk ke pasar China. Para pelaku usaha diharapkan menerapkan protokol kesehatan secara optimal dalam rantai proses hulu hilir perikanan sesuai pedoman keamanan pangan yang dipublikasikan Organisasi Kesehatan Dunia per 7 April 2020. Di sisi lain, ekonomi China tumbuh tinggi, sedangkan pendapatan masyarakat kelas menengah tumbuh pesat. Permintaan China diperkirakan terus tumbuh seiring peningkatan pendapatan penduduknya sehingga peluang ekspor ke China tetap terbuka lebar.

Ekspor ke China tumbuh 3,8 persen secara tahunan pada semester I 2021. Komoditas unggulannya, antara lain, kelompok krustasea, moluska, dan invertebrata air , termasuk jenis cumi, sotong, dan gurita yang ekspornya melonjak 1.042 persen. Adapun produk rumput laut asal Indonesia menempati peringkat pertama dari 21 negara pengekspor ke China.

Sejak Desember 2020, China memperketat syarat pembelian produk perikanan asal Indonesia, antara lain, mencantumkan nama kapal penangkap dan lokasi tangkapan serta nama lokasi budidaya oleh unit pengolahan ikan. Anak buah kapal, pekerja budidaya, dan pekerja pabrik olahan beserta produk yang dikirim wajib diuji Covid19 berupa tes reaksi berantai polimerase .

CEO China Academy of Inspection and Quarantine Test Innovation Malaysia Service Center Ch’ng Soo Ee mengemukakan, pengetatan persyaratan keamanan pangan berupa uji Covid19 merupakan upaya China untuk mencegah dan mengendalikan penularan Covid19 melalui produk pangan rantai dingin impor. Hingga 25 Februari 2021, China telah menguji 1,49 juta sampel makanan rantai dingin yang diimpor dan 79 sampel dinyatakan positif. China juga menangguhkan pasokan dari 129 eksportir asal 21 negara yang pekerjanya terinfeksi virus. Sebanyak 110 perusahaan secara sukarela menghentikan ekspor ke China.

Kini pemerintah tengah mempercepat vaksinasi untuk nelayan serta pekerja tambak budidaya. Adapun kewajiban persyaratan uji tes PCR masih belum disepakati sepenuhnya oleh pelaku usaha atau eksportir karena kendala biaya. Pihaknya berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di China untuk negosiasi dengan GACC. Dari 664 unit pengolahan ikan yang boleh ekspor ke China saat ini tersisa 475 perusahaan.  Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Budhi Wibowo, Indonesia selama ini bergantung pada pasar China. Lima tahun terakhir, volume ekspor perikanan ke China tumbuh rata-rata 12,4 persen. 

Industri Tekstil, Serapan Pasar Domestik Dipacu

13 Aug 2021

Pemerintah akan mendorong penyerapan produk tekstil di pasar domestik sekaligus memacu pengembangan pabrik bahan bakunya di dalam negeri sebagai langkah strategis untuk menahan dampak pandemi Covid-19 terhadap salah satu industri strategis tersebut.Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Farmasi Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu industri strategis yang terdampak paling berat akibat Covid-19. Industri ini tercatat mengalami kontraksi 4,54% pada kuartal II/2021 secara tahunan.Meskipun demikian, ada secercah harapan bila berkaca pada pertumbuhan industri secara kuartalan sebesar 0,48%. Ekspor sepanjang semester I/2021 juga tumbuh 13% dan investasi naik 27%.Dia menyatakan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk meminimalkan dampak Covid-19 terhadap industri tekstil dan produk tekstil di dalam negeri. Salah satunya dengan mengembangkan industri bahan baku tekstil dari industri di dalam negeri.Pengembangan tersebut ditempuh dengan peningkatan kapasitas industri rayon dari 856.700 ton pada saat ini menjadi 1,21 juta ton pada 2023 dan kapasitas dissolving pulp-nya menjadi 1,31 juta ton. Selain itu, peningkatan utilisasi industri serat dan filamen poliester menjadi 70% pada 2023 juga menjadi salah satu target.

(Oleh - HR1)

Kinerja Perdagangan, Ekspor Karet Perlahan Bangkit

13 Aug 2021

Membaiknya kondisi perekonomian di sejumlah negara membuat pasar ekspor komoditas karet kembali bergairah tecermin dari perbaikan harga jual dan kuantitas. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumatera Selatan yang diperoleh Bisnis, ekspor karet sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencapai 501.651 ton atau naik 20% dibandingkan dengan semester I/2020 sebanyak 414.956 ton. Dia memaparkan produksi pabrik karet di Sumsel lebih dari 90% diserap oleh pasar ekspor. "Kondisi sekarang berbeda dengan PSBB , industri karet masih diizinkan produksi normal dengan protokol kesehatan ketat." Namun demikian, kata Alex, para pengusaha karet optimistis kinerja produksi maupun ekspor sepanjang tahun ini sesuai target.

Pada tahun lalu, ekspor karet asal Sumsel tercatat sebanyak 918.674 ton. Tahun ini diharapkan kinerja ekspor bisa menembus di atas 900.000 ton. Kepala BPS Sumsel Zulkipli mengatakan laju pertumbuhan industri tersebut sejalan dengan peningkatan produksi crumb rubber serta peningkatan ekspor. "Tentu saja peningkatan ekspor karet itu berdampak signifikan terhadap komponen ekspor di PDRB Sumsel.

Ekspor komoditas andalan Sumsel, yakni karet, batu bara dan minyak sawit tercatat tumbuh positif pada kuartal II/2021," katanya. Zulkipli mengatakan ekspor merupakan sumber pertumbuhan terbesar, yakni 5,64% pada pertumbuhan ekonomi Sumsel kuartal II/2021. Dalam perkembangan lain, kinerja ekspor Sulawesi Selatan perlu akselerasi karena nilai ekspor Sulsel pada Juni 2021 sebesar US$101,85 juta atau mengalami penurunan 4,81% dibandingkan dengan ekspor Mei 2021 sebesar US$106,99 juta. Pemerintah Provinsi Sulsel berupaya memaksimalkan potensi yang dimiliki guna membangkitkan kembali kinerja ekspor, salah satunya dengan berkontribusi dalam program Merdeka Ekspor yang akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada 14 Agustus 2021.

"Khusus Sulsel sendiri, setelah update terakhir data kita, progres nilai ekspor terus bergerak naik dari Rp28 miliar menjadi Rp51 miliar. " Pelaksanaan Merdeka Ekspor akan dilepas secara bersamaan oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Bogor. Sementara itu, di Sulsel pelepasan ekspor akan dilakukan di Makassar New Port . Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan Merdeka Ekspor akan menjadi momen yang baik bagi Sulsel untuk kembali memacu kinerja ekspor karena akan mendukung perbaikan iklim ekonomi setempat. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendukung rencana ekspor sejumlah komoditas tersebut dan dapat berjalan secara berkelanjutan. Dia berharap agar ekspor komoditas asal Sulsel bisa terus berkembang, baik dari segi volume maupun jenisnya.

Kinerja Pembiayaan, Berkah Mobil Niaga

13 Aug 2021

Industri pembiayaan atau multifinance ikut merasakan berkah moncernya kendaraan komersil atau mobil niaga, terutama dari segment pickup. Berdasarkan Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Galkindo) sepanjang semester 1/2021, wholesales dan retail dari pick-up mesing-masing mencapai 66,521 unit dan 63,385 unit, atau tercatat naik 80% yoy dan 57% yoy ketimbang semester 1/2020. Bagi para pemain multifinance piutang pembiayaan di segmen mobil pengangkutan pun menjadi yang terbesar dari klasifikasi barang produktif atau kredit investasi. Nilainya sejak Januari 2020 terbilang telah stabil di kisaran Rp40 trilliun, kendati tercatat turun secara tahunan mencapai 13,24% yoy.

Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim mengungkapkan kepada Bisnis "Kami untuk fleet digarap langsung melalui Bank BCA. Tapi untuk kendaraan komersial, kami membiayai mobil pick-up juga dengan joint financing (bersama Bank BCA), dan prospeknya memang sangat bagus," Begitu pula dengan Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang mencatat pertumbuhan pembiayaan baru mencapai 17,3% yoy menjadi Rp11/8 trilliun sepanjang semester 1/2021, dimana hampir separuhnya disumbang pembiayaan mobil baru dan bekas, termasuk mobil komersial.

Terutama, seiring pulihnya perekonomian dari dampak pandemi Covid-19, dan kebijakan diskon pajak barang mewah atau PPnBM untuk beberapa tipe mobil baru. Namun demikian, mobil penumpang pertumbuhannya memang 'belum kentara', akibat keterbatasan stock. Directur Sales & Distribusi MTF William Francis menargetkan penyaluran pembiayaan sektor produktif seperti alat berat, mesin, termasuk mobil niaga, mampu mencapai kisaran 20%-30% dari total target sepanjang 2021 yang dipatok sebesar RP20 trilliun. Namun demikian, group perusahaan pembiayaan anak usaha Astra Financial yang mencakup Astra Sedaya Finance masih mampu memperbesar aset per Juni 2021 mencapai 4,94% (year to date) capaian pada tutup buku 2020. (YTD)

 


Bisnis Antar Cepat Buat Laba Melesat

13 Aug 2021

Jakarta - Melihat prospek pertumbuhan kinerja PT Adi Sarana Armada (ASSA) yang cerah karena berkembangnya bisnis logistik saat pandemi. ASSA yang bergerak di bisnis mobilitas dan logistik, berhasil melanjutkan pertumbuhan kinerja positif di semester I-2021. Analis memproyeksikan segmen bisnis logistik Anteraja milik ASSA akan menyokong pertumbuhan kinerja ke depan. Segmen bisnis yang paling besar terhadap pendapatan ASSA adalah segmen logistik, melalui anak usaha PT Tri Adi Bersama (Anteraja). 

Bisnis antar cepat alias delivery express tersebut mengalami pertumbuhan kinerja yang signifikan, yakni naik hingga 269,9%. Segmen ini menyumbang pendapatan sebesar Rp 982,3% miliar, 46,6% dari total pendapatan ASSA. Belum lama ini, ASSA juga resmi menggandeng platform transportasi online PT Grab Teknologi Indonesia (Grab). Kerjasama ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dengan memberikan layanan pengiriman ke seluruh cakupan wilayah Anteraja di seluruh Indonesia melalui aplikasi Grab. 

Butuh Roadmap Komplit Hidup Normal Saat Covid

13 Aug 2021

Pemerintah akan membuka enam sektor yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat dalam rangka hidup normal bersama Covid-19 dengan syarat wajib vaksin. Enam sektor ini adalah perdagangan, perkantoran/kawasan industri, transportasi, pariwisata, keagamaan, dan pendidikan.Juru Bicara Menteri Koordintor bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, saat ini aturan terkait peta jalan (roadmap) hidup normal untuk enam sektor ini sedang disusun.

(Oleh - HR1)

Tren Transaksi Online Merchant OVO Tumbuh 76%

13 Aug 2021

Tren berbelanja menggunakan platform digital untuk keperluan sehari-hari di masa pandemi COVID-19 kian meningkat.

Tren ini berbanding lurus dengan kinerja OVO sebagai salah satu platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia. OVO mencatat kenaikan sebesar 76 persen pada jumlah transaksi online merchant di semester I tahun 2021 ini.

Semua memahami pandemi ini memang menyulitkan, namun dukungan dan kepercayaan masyarakat, OVO tetap bisa mencatatkan kenaikan kinerja. OVO juga terus memberikan berbagai kemudahan dalam bertransaksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan para pengguna.

Hal ini sejalan dengan pengguna cenderung melakukan transaksi secara online. Misalnya, berbelanja kebutuhan sehari-hari, pembayaran digital atau tagihan dan hiburan. Hingga kini OVO melayani lebih dari 270 juta masyarakat.


Peluang Akselerasi Ekspor Serat Rayon ke India

13 Aug 2021

Directorate General of Trade Remedies India pada 31 Juli lalu merekomendasi untuk tidak lagi mengenakan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap bahan baku pembuatan tekstil, yakni serat rayon atau viscose fiber, asal Indonesia. Sekretaris Jenderal Asosiasi Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, menilai India merupakan pasar yang sangat penting bagi serat rayon Indonesia.

Menurut dia, potensi besar produk serat rayon di India ditopang oleh kekurangan pasokan akibat ekspansi industri pemintaan. Dampaknya, kebutuhan serat rayon akan naik cukup besar, termasuk dari Indonesia. Redma menjelaskan, industri dalam negeri selalu menjunjung tinggi asas kejujuran dalam melakukan perdagangan dengan negara mana pun.

Direktur PT Asia Pacific Rayon, Basrie Kamba, berujar kapasitas produksi serat rayon di dalam negeri sebenarnya diprioritaskan untuk memasok kebutuhan dalam negeri yang meningkat setiap tahun. Namun mengamankan pasar ekspor juga sangat penting karena nilai ekspor serat rayon Indonesia setiap tahun sekitar US$ 400 juta.

Direktur Keuangan PT South Pacific Viscose, Rahadian Ratmawijaya, menyatakan India merupakan pasar yang sangat penting bagi rayon Indonesia, sehingga keputusan ini akan membantu produsen lokal mengamankan pasar ekspor. Kapasitas produksi pemintalan di India mencapai lebih dari 40 juta mata pintal atau 4 kali lipat lebih banyak dibanding Indonesia.


Meninjau Ulang Bea Masuk Impor Poliester

13 Aug 2021

Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) mulai melakukan penyelidikan tindak lanjut atau sunset review antidumping terhadap barang impor polyester staple fiber (PSF) dengan nomor pos tarif 5503.20.00 asal India, Cina, dan Taiwan. Ketua KADI, Donna Gultom, mengatakan penyelidikan tersebut dilakukan berdasarkan beberapa bukti awal, seperti masih adanya dumping atau perbedaan harga barang yang merugikan industri dalam negeri.

Penerapan tarif bea masuk antidumping untuk PSF ini dikenakan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114 Tahun 2019 terhadap PSF dari Cina, India, dan Taiwan. Bea masuk antidumping berlaku sejak 19 Agustus 2019 hingga tiga tahun ke depan. Kebijakan tersebut merupakan perpanjangan dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73 Tahun 2016 yang telah habis masa berlakunya. Dalam temuan ketika itu, pemerintah melihat ada kelebihan kapasitas produksi PSF dari Cina.

Pemerintah waktu itu juga melihat harga jual ekspor produk PSF asal Cina, India, dan Taiwan lebih murah daripada rata-rata harga yang dijual kepada negara lain. Indikasi berikutnya ialah adanya pengenaan bea masuk terhadap produk PSF asal Cina, India, dan Taiwan oleh Amerika Serikat serta Pakistan. Diduga, penjualan produk asal Cina, India, dan Taiwan yang tidak bisa masuk ke pasar Amerika atau Pakistan dialihkan ke Indonesia.


Ancaman Gunung Utang Korporasi

13 Aug 2021

Sektor perbankan meningkatkan kewaspadaan akibat munculnya peningkatan risiko kredit segmen korporasi. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, misalnya, terus melanjutkan upaya pemberian keringanan atau restrukturisasi kredit kepada korporasi yang terkena dampak pandemi Covid-19. Jika hal tersebut belum cukup, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Atturidha, mengungkapkan, sebagai upaya mitigasi, perseroan telah membentuk pencadangan yang cukup sebagai salah satu opsi ketika terjadi penurunan kualitas kredit.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kondisi korporasi dalam negeri yang mengalami penurunan kinerja menjadi fokus Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pasalnya, jika tidak segera diantisipasi, hal itu dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan Indonesia. Dia memastikan KSSK bakal terus memantau secara mendetail perkembangan segmen korporasi di berbagai level usaha.

Tak hanya itu, KSSK juga mendapat laporan adanya peningkatan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Pada paruh pertama tahun ini tercatat ada 199 permohonan PKPU dan 36 permohonan kepailitan yang diajukan. "Kami senantiasa memperhatikan risiko-risiko yang muncul, termasuk saat ini yang diperhatikan adalah risiko dari restrukturisasi dan kenaikan PKPU serta kepailitan," ucap Sri Mulyani.