Ekonomi
( 40460 )Geliat dan Prospek Otomotif di Masa Pandemi
Bangkitnya industri otomotif nasional pada semester pertama tahun ini memberikan harapan dan angin segar bagi tumbuhnya ekonomi nasional. Januari hingga Juni 2021 ini, penjualan mobil dari pabrikan ke diler mencapai 393.469 unit atau naik 50,79 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 260.932 unit. Penjualan dari diler kepada konsumen pada semester pertama tahun ini berjumlah 387.873 unit atau meningkat 33,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yakni 290.580 unit. Bukan hanya di dalam negeri, penjualan secara ekspor turut meningkat. Semester pertama tahun ini, ekspor mobil secara utuh tercatat 146.985 unit, naik jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 105.229 unit. Sementara ekspor mobil secara terurai sebesar 52.816 unit.
Berbeda dengan tahun ini yang mulai tumbuh, pada tahun 2020 lalu, penjualan mobil turun drastis terimbas pandemi Covid19 yang diikuti sejumlah pembatasan. Unit pada 2019 menjadi 532.407 unit pada tahun 2020. Mulai pulihnya industri otomotif pada semester pertama tahun ini tak lepas dari kebijakan stimulus untuk sektor ini.
Data Kemenperin menunjukkan, terdapat 22 perusahaan yang bergerak dalam industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Terdapat pula sekitar 1.550 perusahaan industri bahan baku dan komponen otomotif dalam negeri yang terdiri dari 550 perusahaan industri tier 1 serta 1.000 perusahaan industri tier 2 dan 3. Sektor ini menyumbangkan nilai investasi sebesar Rp 99,16 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun.
Sementara itu,terdapat 120 juta penduduk lain yang tergolong sebagai aspiring middle class atau kelas menengah harapan. Mereka ini adalah kelompok yang tak lagi miskin dan sedang beranjak menuju kondisi ekonomi yang lebih mapan. Kelas menengah dicirikan dengan perilaku konsumsinya yang cenderung berorientasi pa da pemenuhan kebutuhan sekunder, bahkan tersier. Dengan rasio kepemilikan kendaraan ber motor roda empat di Indonesia yang masih relatif rendah, yaitu 99 kendaraan per 1.
Ketenagakerjaan Kian Terbebani
Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan, pada Agustus 2020, total pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 mencapai 29 juta orang. Jumlah pengangguran terbuka 9,7 juta orang.Pada Februari 2021, jumlah pengangguran terbuka turun menjadi 8,7 juta orang. Sementara jumlah pekerja yang terdampak pandemi turun menjadi 19 juta orang.
Tantangan Bisnis Properti Untuk Akomodasi
Di tengah pandemi Covid19, tantangan bisnis pengelolaan bersama properti untuk penginapan ataupun hunian tempat tinggal bukan hanya menyangkut soal pembatasan sosial atau standar kebersihan. Keamanan, transparansi biaya, dan manajemen internal juga tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan rintisan bidang teknologi yang berkiprah di bisnis ini. Baru-baru ini, OYO mengumumkan meraih pendanaan kredit berjangka dalam bentuk Term Loan B sebesar 600 juta dollar AS dari sejumlah investor institusi global. Total pendanaan yang diraih ini lebih tinggi 1,7 kali lipat dari target awal OYO.
Deutsche Bank, dan Mizuho Securities merupakan pengatur utama dalam pendanaan kredit yang diterima OYO. Chief Financial Officer OYO Global Abhisek Gupta kepada Kompas, Jumat malam, menjelaskan, sebelum memperoleh pendanaan kredit berjangka itu, OYO telah memiliki dana kas yang cukup untuk mengelola utang-utang yang ada sebelumnya. Pembiayaan baru dimaksudkan untuk menyederhanakan struktur permodalan perusahaan serta memungkinkan perusahaan bisa terus tumbuh dalam jangka panjang. ''Pendanaan yang kami terima ini akan menggantikan berbagai struktur permodalan perusahaan yang saat ini terdiri atas berbagai komponen pendanaan dengan syarat berbeda-beda untuk disatukan menjadi fasilitas jangka panjang. Pendanaan ini juga akan membantu kami untuk mengelola neraca keuangan internal,'' ujarnya.
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pariwisata (UNWTO) memprediksi kedatangan wisatawan mancanegara pada 2021 turun 87 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Pada pandemi Covid19 tahun 2020, perusahaan teknologi yang punya bisnis pengelolaan bersama untuk penginapan ataupun hunian tempat tinggal dikabarkan turut melakukan pemutusan hubungan kerja. Pada bulan yang sama, OYO merumahkan karyawan di Amerika Serikat dan tempat lainnya tanpa menyebut detail jumlah karyawan. Untuk bertahan di tengah ketidakpastian pandemi Covid19, RedDoorz dan OYO berusaha mengoptimalkan potensi wisatawan domestik serta fenomena staycation.
Kinerja Industri Asuransi, Ruang Tumbuh Masih Terbuka
Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Hastanto Sri Margi Widodo mengatakan bahwa penurunan Purchasing Manager’s Index dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian industri asuransi. Widodo menilai bahwa jika manufaktur tertekan hingga 3 bulan, pemulihan ulang aktivitasnya akan cukup sulit dan memerlukan waktu.Widodo menjabarkan bahwa selama pandemi Covid19, kontraksi besar terjadi di asuransi kendaraan bermotor seiring anjloknya penjualan kendaraan. Meski sempat terperosok, arus kas lini bisnis ini masih bisa bertumpu dari kontrak berdurasi beberapa tahun, tapi kemudian tertolong oleh penjualan mobil yang meningkat pada 2021.Lini bisnis asuransi properti, yang cukup mendominasi portofolio industri asuransi umum, saat ini masih menghadapi tekanan akibat terbatasnya aktivitas masyarakat. Pertumbuhan ekuitas dinilai dapat membuat industri asuransi semakin kokoh dalam menyediakan proteksi bagi masyarakat.Budi meyakini ketahanan keuangan dan pembayaran manfaat dapat meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap asuransi jiwa. Hal itu dapat menunjang pertumbuhan bisnis pada sisa tahun berjalan, didorong oleh tingginya kebutuhan proteksi di tengah pandemi Covid19.Pengamat asuransi dan pengajar Sekolah Tinggi Asuransi Trisakti Azuarini Diah Parwati menjelaskan bahwa dalam kondisi penyebaran virus corona yang sangat cepat, keberadaan asuransi kesehatan menjadi sangat penting.
Permodalan Fintech, Platform Doku Dapat Kucuran Dana dari Apis Growth
PT Nusa Satu Inti Artha, pengembang platform layanan pembayaran dan dompet digital DOKU mendapat kucuran pendanaan sebesar US$32 juta dari Apis Growth Fund II yang disponsori Apis Partners LLP.Manajer aset berbasis di Inggris yang khusus menanamkankan modalnya ke layanan finansial dalam tahap bertumbuh itu, pertama kalinya mengguyurkan dana ke wilayah Indonesia melalui DOKU.Co-Founder dan Chief Operating Officer DOKU Nabilah Alsagoff menjelaskan bahwa dana investasi ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan layanan, serta memperluas jangkauan geografis perusahaan."Bersama Apis Partners, yang berpengalaman dan memiliki banyak portofolio di bidang payment, kami berencana memperluas akses. Terutama untuk berinvestasi dalam engineering dan pengembangan produk mitra UKM, serta mendorong literasi pembayaran digital mereka," ujarnya, Kamis (5/8).
Managing Partner dan Co-Founder Apis Partners Matteo Stefanel menjelaskan pihaknya terpukau oleh tim manajemen DOKU yang luar biasa dan kemampuan inovasi produknya dalam ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara.Dengan beragam portofolio perusahaan yang bergerak di layanan keuangan yang berfokus pada efisiensi modal (capital-light), Apis Partners membangun keahlian kelembagaan yang kuat pada seluruh rantai nilai pembayaran digital dan berkeinginan besar untuk bekerja dengan tim DOKU serta mendorong fase pertumbuhan mereka berikutnya di pasar yang besar dan tumbuh dengan cepat ini.Selain itu, sebagai investor asli ESGI, Apis Partners juga akan fokus untuk memastikan keberlanjutan dan dampak sosial dari investasinya di DOKU secara maksimal. Dengan misinya sendiri untuk mendorong akses ke solusi pembayaran di segmen ekonomi Indonesia yang belum memiliki akses pembayaran atau underserved segment, di mana DOKU juga menjunjung tinggi nilai-nilai yang sama dan mengharapkan kolaborasi yang sinergis.
(Oleh - HR1)Perdagangan Internasional, Indonesai dan China Segera tinggalkan Dollar AS
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri mengatakan kesepakatan LCS dijalin untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan. Volume perdagangan Indonesia dan China tercatat terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Data Kemendag memperlihatkan total perdagangan kedua negara mencapai US$48,08 miliar sepanjang semester I/2021. Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia mengatakan bahwa penggunaan dolar AS masih mendominasi transaksi perdagangan internasional Indonesia dengan mitra dagang.
Penggunaan mata uang lokal urung menarik minat meski Bank Indonesia telah menjalin kesepakatan LCS dengan beberapa negara. Indonesia tercatat telah menyepakati LCS dengan Malaysia, Thailand, dan Jepang sejak beberapa tahun lalu. Ketua Bidang Perdagangan Apindo Benny Soetrisno mengatakan penggunaan uang lokal dalam transaksi dengan negara tersebut cenderung masih kecil, seiring dengan likuiditas mata uang yang rendah.
Tayangan Digital Marak Saat Pandemi OMG-Mediasmarts Kerja Sama
Tayangan digital berupa Connected TV (CTV) di tanah air semakin meningkat saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Laporan terbaru menyebut, 7 dari 10 konsumen di Indonesia memiliki akses ke CTV.
Karena hal itu, salah satu perusahaan media besar asal Amerika, Omnicom Media Group (OMG) mengumumkan kerjasama bisnis dengan platform Affle Mediasmart. Kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan iklan programmatic dan Connected TV (CTV) yang unik kepada para konsumennya di Indonesia.
Kerja sama ini juga akan memungkinkan OMG untuk menawarkan solusi periklanan baik untuk CTV maupun programmatic yang lebih terukur dengan dukungan teknologi Household Syne untuk para top kliennya.
Untuk diketahui bahwa konsumsi CTV di Indonesia mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Pandemi saat ini semakin mempercepat perilaku konsumsi masyarakat Indonesia akan CTV.
Teknologi Mediasmart juga membuat iklan CTV lebih efektif karena menawarkan kelebihan ganda dari teknik storytelling menarik yang terkait dengan TV, dan bersamaan dengan itu juga ada penargetan dan interaktivitas yang terkait dengan iklan programmatic.
CEO Omnicom Media Group Indonesia, Rajat Basra mengatakan bahwa sebagai pasar yang dominan untuk CTV di Asia Tenggara, konsumen Indonesia menjadi semakin terbuka. Tidak hanya untuk streaming konten online tapi juga terlibat dengan iklan yang sesuai dengan ketertarikan atau minat mereka.
Lazada lindungi UMKM Lokal Tutup Produk Impor
Platform E-commerce Lazada menutup akses cross-border untuk sejumlah produk impor, melalui Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) Indonesia. Adapun akses beberapa produk impor yang ditutup yakni produk tekstil dan fesyen, kuliner, serta kerajinan.
Head of Public Affairs and Public Policy Lazada Indonesia Waizly Darwin mengatakan, sudah sejak lama Lazada mendukung dan memberdayakan UMKM lokal Indonesia. Pihaknya juga terus memantau, mengkaji ulang serta memutakhirkan kebijakan, khususnya untuk penjualan cross-border agar tetap relevan dan sesuai dengan kebijakan dan peraturan pemerintah.
Waizly mengatakan, selain bertujuan melindungi UMKM domestik, program ini juga ditargetkan mampu memperkuat daya saing UMKM lokal.
Di sisi lain, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan, sistem cross-border memunculkan praktik perdagangan yang tidak sehat, utamanya di dalam platform e-commerce. Maka dari itu, la mengapresiasi upaya Lazada dalam melindungki keberlangsungan pelaku UMKM melalui penutupan akses impor.
Dermaga Teluk Lamong Diperpanjang
Kerjasama Operasional (KSO) antara PT Krakatau Engineering dan PT Amarta Karya (Persero), berupa pembangunan proyek perpanjangan dermaga di Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya, telah selesai. Penyerahan pekerjaan utama dermaga petikemas dengan panjang 150 meter dan lebar 80 meter itupun kemudian diserahkan ke PT Pelindo III (Persero) sebagai induk perusahaan TTL.
Andrianto, Pemimpin Proyek KSO Jatim I, mengatakan secara kontrak proyek ini seharusnya selesai pada 8 Agustus 2021. Tapi kami berhasil menyelesaikan pada 20 Juni lalu dan sudah bisa dimanfaatkan.
Proyek perpanjangan dermaga ini bernilai Rp 190 miliar dan telah dimulai sejak 20 Februari 2020. Diakui Andrianto, proyek ini ada tantangan tersendiri mengingat harus berlangsung selama pandemi covid 19.
Direktur Utama (Dirut) TTL, Faruq Hidayat mengatakan, pihaknya sangat antusias dengan perpanjangan dermaga dari 500 meter menjadi 650 meter ini. Disiapkan menjadi dermaga untuk kapal internasional. Targetnya dermaga ini bisa melayani kapal-kapal besar termasuk ukuran kapal panamax.
Trenggono Bawa Sektor Perikanan Tumbuh 9,69% di Q2-2021
Sektor perikanan menunjukkan pertumbuhan positif, naik 9,69% pada kuartal kedua 2021 meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. Kenaikan dipicu meningkatnya produksi perikanan budidaya dan perikanan tangkap karena cuaca yang mendukung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia triwulan II-2021 tumbuh 7,07% dari triwulan II-2020 (y-on-y). Di mana usaha perikanan termasuk sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan."Ini kabar baik. Menunjukkan bahwa produktivitas sektor KP tidak kendor meski pandemi masih melanda. Kita akan pacu terus agar sektor KP ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi negara," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Masih berdasarkan data BPS, nilai produk domestik bruto (PDB) Perikanan pada Triwulan II sebesar Rp188 triliun atau 2,83% terhadap nilai PDB Nasional. Nilai PDB ini naik dibandingkan dengan Triwulan I sebesar Rp109,9 triliun atau 2,77% terhadap nilai PDB Nasional.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









