;
Kategori

Ekonomi

( 40744 )

Eksploitasi Celah Keamanan Peretas Curi Kripto Senilai US$ 600 Juta

12 Aug 2021

Poly Network menyampaikan bahwa asetnya yang berupa mata uang kripto (cryptocurrenccy) senilai lebih dari US$ 600 juta telah dicuri oleh para peretas. Kasus pencurian mata uang kripto yang kemungkinan terbesar ini terjadi dengan mengeksploitasi celah keamanan di Poly Network. Poly Network – sebagai platform penghubung berbagai blockchain yang memungkinkan untuk dapat bekerja sama – itu mengungkap serangan yang dialami di Twitter pada Selasa (10/8). Mereka telah meminta untuk menjalin komunikasi dengan para peretas, dan mendesaknya agar mengembalikan aset yang diretas.Sebagai informasi, blockchain semerupakan buku besar berisi kegiatan-kegiatan yang menjadi dasar berbagai mata uan kripto. Setiap koin digital memiliki blockchain sendiri dan mempunyai perbedaan satu sama lain. Poly Network mengklaim dapat membuat berbagai blockchain ini bekerja satu sama lain.“Jumlah uang yang Anda retas adalah yang terbesar dalam sejarah defi (decentralized finance),” demikian cuitan lain Poly Network, yang dikutip CNBC pada Rabu (11/8).

(Oleh - HR1)

Kesempatan Retail Perbaiki Kinerja

11 Aug 2021

Masa uji coba pembukaan pusat belanja atau mall di wilayah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dinilai dapat memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyiapkan diri menghadapi tatanan normal baru. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Mandey, mengatakan beberapa pelaku usaha sudah melakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan yang akan dijadikan standar operasi kelak.

Ia juga menilai uji coba ini merupakan kesempatan bagi peretail untuk mendongkrak indeks keyakinan konsumen (IKK) dan indeks penjualan riil (IPR) yang melorot akibat PPKM. Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat IKK merosot dari 107,4 pada Juni 2021 menjadi 80,2 pada Juli 2021.

Kinerja penjualan eceran tumbuh terbatas pada Juni 2021 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dalam Laporan Survei Penjualan Eceran, BI mencatat IPR pada Juni 2021 sebesar 198,5. Secara tahunan, IPR tumbuh 2,5 persen. Namun, jika dibanding pada Mei 2021, IPR mengalami kontraksi sebesar 12,8 persen. Adapun uji coba pembukaan pusat belanja dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas normal dan bukti vaksinasi sebagai syarat.

"Dengan kesempatan ini, IKK pada Agustus bisa naik lagi setelah lima pekan pusat belanja dan mall ditutup, " tutur Roy. Menurut dia, IKK yang naik juga akan diikuti kenaikan IPR dan indeks ekspektasi konsumen yang sebelumnya diprediksi melambat akibat PPKM selama tiga hingga enam bulan ke depan.


Ambyar Saham Lapak Online

11 Aug 2021

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus ambles sejak awal pekan kedua Agustus atau hingga hari ketiga setelah e-commerce itu menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan kemarin, harga saham berkode BUKA ini menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 7 persen menjadi Rp 1.035 per lembar.

Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee, mengatakan kondisi tersebut dipicu aksi ambil untung atau profit taking para investor. Sebelum IPO digelar, saham Bukalapak mengalami oversubscribed atau kelebihan pesanan hingga empat kali lipat karena diburu investor. Sesaat setelah IPO dan harganya melejit hingga batas atas atau auto rejection atas (ARA), investor menjual saham-saham tersebut demi menarik keuntungan.

Investor terpantau berlomba-lomba melepas saham BUKA, terbukti dari antrean jual yang menumpuk hingga 7,2 juta lot atau setara dengan nilai Rp 745 miliar. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell hingga Rp 123 miliar di pasar reguler, sehingga total akumulasi aksi jual bersih asing dalam tiga hari perdagangan mencapai Rp 1 triliun.

Saham BUKA baru sekali menyentuh ARA, yaitu pada hari pertama debutnya di Bursa Efek Indonesia. Ini kontras dengan perdagangan pada Senin lalu, saat harga saham BUKA melorot karena terjadi net sell investor asing Rp 492 miliar. "ARA yang terjadi pada hari pertama IPO merupakan euforia sesaat. Dan ketika harga sudah mulai naik, investor retail memilih ambil untung," kata Hans.


Unicorn-Decacorn, Gairah Baru di Lantai Bursa

10 Aug 2021

Masuknya Unicorn dan decacorn ke lantai bursa Domestik bakal membuat pasar modal indonesia semakin bergairah. Sebesar apa animo para investor?. Pencatatan saham (listing) perusahaan rintisan (start-up) teknologi berstatus unicorn atau decacorn berpotensi mendongkrak nilai perdagangann saham di BEI ke depan. Hal ini juga berpotensi menaikkan jumlah investor, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan industri pasar modal di Tanah Air. Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengatakan, emiten unicorn dan decacorn  berpotensi memiliki kapitalisasi pasar besar, seperti GoTo yang valuasinya di private market  sudah mencapai level US$ 25-30 milliar.

"Secara sektoral, teknologi memang sedang digemari  investor, termasuk investor asing. Salah satunya karena adanya outflow besar dari raksasa teknologi Tiongkok yang terbentur masalah keamanan data oleh pemerintah Tiongkok. Apabila perusahaan teknologi akan memuncaki klasemen di BEI? Tergantung besarnya IPO dan animo investor serta berbagai faktor seperti makro ekonomi." kata dia kepada IInvestor Daily.

Dengan melantainya unicorn  dan decacorn di bursa, Andreas mengatakan  bahwa pembobotan Indonesia di indeks, seperti MSCI, juga bisa kembali dinaikkan. Dengan demikian, dampak positif bukan hanya pada emiten teknologi tersebut, tapi juga liquiditas dan transaksi pasar secara keseluruhan di bursa. Pandangan senada diungkapkan oleh analis saham LBP Institute Lucki Bayu Purnomo. Menurut dia, melantainya unicorn dan decacorn berpotensi mengalahkan market  cap emiten konvensional yang ada saat ini. Namun, sentimen positi IPO saham unicorn dan decacorn diprediksi bersifat jangka pendek. Sebab baru Bukalapak saja yang listing, kecuali banyak emiten sejenis  yang melantai.

"Jadi kalau melantai di bursa sendirian itu tidak begitu kompetitif, tidak ada dua emiten sejenis masuk pasar untuk bisa dinilai emiten mana yang unggul. Kalau dibandingkan, pemodal belum  bisa  membandingkan, Bukalapak dengan emiten yang mana di bursa efek," ujar Lucky. Karena itu, dia mengatakan, BEI perlu mendorong unicorn dan decacorn lainnya untuk segera melantai di bursa saham Indonesia. Dengan semakin banyak emiten pembanding, arus transaksi investor akan meningkat. Pemodal tentu akan memiliki pilihan pembanding dalam tawar menawar saham di pasar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa potensi Bukalapak termasuk 10 besar market cap belum stabil. Sebab pada akhirnya para investor akan realistis dan memilih saham-saham yang memiliki fundamental yang terjaga ketimbang yang sedang menjadi tren. (YTD)

Bukalapak Bersiap Masuk 10 Besar Market Cap

10 Aug 2021

Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sangat berpeluang masuk 10 besar market cap di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan senin (9/8), nilai market cap atau kapitalisasi pasar saham Bukalapak mencapai Rp 114,39 trilliun, menempati urutan ke-12. Market cap Bukalapak berada di atas PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang sebesar 102,72 trilliun atau di posisi 13. Namun, di bawah PT HM Sampoerna Tbk dengan market cap Rp 123,87 trilliun atau di posisi 11. Adapun emiten dengan market cap terbesar di BEI masih ditempati PT Bank Central Asia Tbk Rp 756,64 trillin. Disusul, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Rp 474, 87 trilliun. dan PT Telkom Indonesia Tbk Rp 321,95 trilliun.

Founder traferindo.com Wahyu Laksono mengatakan, harga saham Bukalapak masih memiliki potensi naik seiring tren sektor teknologi yang masih kuat, " Saham Bukalapak tahun ini ditergetkan mencapai Rp 2.000-3.000," kata Wahyu pada Investor Daily, kemarin. Secara terpisah, pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan, secara teknikal, harga saham Bukalapak berpeluang besar untuk terus meningkat dalam waktu dekat, sejalan dengan tingginya minat investor pada saham teknologi dan digital.

Dengan begitu, kata Fendi, bukan hal yang sulit bagi Bukalapak untuk masuk 10 besar market cap. Apabila proyeksi ini tercapai , kapitalisasi Bukalapak dapat melesat menjadi Rp 250 trilliun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa potensi Bukalapak masuk 10 besar market cap belum stabil. Sebab pada akhirnya para investor akan realistis dan memilih saham-saham yang memiliki foundamental yang terjaga ketimbang yang sedang menjadi trend. (YTD)


Hanya 1 Perusahaan Masukkan Dokumen Tender Tol Patimban

10 Aug 2021

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan hanya ada satu perusaan  konsorsium yang memasukkan dokumen lelang Akses Tol Patimban yang  yang dilakukan pada 2 Agustus 2021. Padahal sebelumnya sebanyak 15 perusahaan, termasuk empat  perusahaan asing asal Jepang dan Tiongkok, telah meminati lelang pengusahaan jalan Tol Akses Patimban dan mengambil dokumen prakualifikasi. "Progres lelang Tol Akses Patimban saat ini sedang evaluasi dokumen PQ. Terdapat satu perusahaan konsorsium yang memasukkan dokumen," ungkap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPP Danang Parikesit kepala Investor Daily melalui pesan singkat. Senin (9/8).

Danang pun optimis bisa sesuai dengan target kontstruksi fisik proyek Akses Toll Patimban  pada 2022 sesuai harapan. "Apabila pengadaan tanah dapat selesai sesuai rencana, konstruksi jalan Tol Akses Petimban dapat dimulai pada 2022," papar Danang. Jalan Tol Akses Petimbang memiliki panjanga 37,05 kilometer dengan dengan nilai investasi sebesar Rp 4,32 trilliun.

Sebelumnya, Danang sempat mengatakan proses lelang pengusaha jalan tol mengalami kendala terkait pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas,  terutama pada masa PPKM. Lebih lanjut Danang menjelaskan, PPKM juga berdampak pada proses lelang jalan tol, seperti tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, Gilimanusk-Mengwi, dan Cikunir-Ulujami. Danang menjelaskan proyek tol yang tengah menjalani tahap lelang adalah proyek, Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang saat ini sudah masuk dalam tahap evaluasi pelelangan diiukuti oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Daya Mulya Turangga-PT Gama Group-PT Jasa Sarana, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (YTD)

RI Ratifikasi Perjanjian E-Commerce Asean

10 Aug 2021

Pemerintah Indonesia segera merampungkan ratifikasi Perjanjian E-Commerce Asean atau Asean Agreement on E-Commerce untuk meningkatkan nilai perdagangan barang dan jasa serta iklim usaha yang semakin kondusif bagi pengembangan perdagangan secara elektronik di kawasan Asia Tenggara. “Saat ini, Indonesia tercatat sebagai satu-satunya negara Asean yang belum menyelesaikan proses ratifikasi Asean Agreement on E-Commerce. Kemendag akan mengintensifkan proses penyelesaian ratifikasi persetujuan ini secepatnya tahun ini agar dapat mengoptimalkan manfaatnya,” kata Direktur Perundingan Asean Kementerian Perdagangan Dina Kurniasari dalam keterangan resminya, Senin (9/8). Menurut Dina, pelaksanaan kesepakatan Asean Agreement on E-Commerce juga dibahas dalam rangkaian Pertemuan ketiga Pejabat Ekonomi Senior Asean ke-52 (Senior Economic Officials Internal/ SEOM 3/52) pada 2–4 Agustus 2021 secara virtual. Agenda lain yang dibahas pada SEOM kali ini yaitu upaya fasilitasi untuk meningkatkan ekspor ke Asean dengan melakukan review kebijakan nontarif yang berpotensi menghambat.

Selanjutnya, hasil rangkaian pertemuan SEOM akan dilaporkan pada Per temuan Tingkat Menteri Asean pada 9 September 2021 mendatang. Saat ini, Brunei Darusalam menjabat sebagai ketua Asean 2021 dan telah mengusulkan 13 prioritas ekonomi. Beberapa usulan utamanya yaitu untuk meningkatkan integrasi perekonomian di kawasan dan membantu mendorong pemulihan ekonomi. Di antaranya melalui Asean Investment Facilitation Framework (AIFF), Comprehensive Assessment to Streamline Non-Tariff Measures (NTMs), dan Launch of the Negotiations for the Asean-Canada Free Trade Agreement.

(Oleh - HR1)

Impor Sumut Dari Tiongkok Terbesar, Diikuti Malaysia dan Australia

10 Aug 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sumatera Utara mencatat, nilai impor melalui Sumatera Utara Juni 2021 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar 480,23 juta dolar AS atau naik sebesar 13,41 % dibanding bulan Mei 2021 yang mencapai 423,43 juta dolar AS. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami kenaikan sebesar 53,84 %.

la mengatakan, nilai impor menurut golongan penggunaan barang bulan Juni 2021 dibanding bulan Mei 2021, barang modal turun sebesar 1,59 %, bahan baku/penolong naik sebesar 15,26 % dan barang konsumsi naik sebesar 10,51%. Pada Juni 2021, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar yakni bahan kimia anorganik sebesar 15,55 juta dolar AS (69,14%).

Nilai impor bulan Juni 2021 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu 136,23 juta dolar AS dengan perannya mencapai 28,37 % dari total impor Sumatera Utara, diikuti Malaysia sebesar 62,13 juta dolar AS (12,94%) dan Australia sebesar 37,83 juta dolar AS (7,88%).


Pelindo I Siapkan Tiga Pelabuhan Jadi Gerbang Utama Logistik Global

09 Aug 2021
PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo I (Persero) menyiapkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Belawan, dan Dumai sebagai gerbang utama logistik global. Ketiga pelabuhan tersebut akan menyerap pasar pelayaran di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran tersibuk di dunia. 

Direktur Utama Pelindo I, Prasetyo mengungkapkan, Pelindo I mengelola 23 pelabuhan yang tersebar di empat provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau. Selat Malaka merupakan jalur yang menghubungkan Benua Eropa dan Asia yang setiap tahunnya rata-rata dilewati 120.000 kapal pertahun. Selat ini dikenal sebagai jalur lalu lintas pelayaran tersibuk di dunia. Prasetyo menjelaskan, ada tiga pelabuhan kelolaan yang potensial untuk didorong dalam menyerap pasar pelayaran di Selat Malaka, yaitu Kuala Tanjung, Belawan dan Dumai. Ketiga pelabuhan itu memenuhi standar internasional terkait lokasi, kedalaman kolam, hingga suprastruktur. Pelabuhan Kuala Tanjung juga merupakan salah satu proyek strategis nasional. Saat ini, Pelindo I membuat kemasan penamaan Pelabuhan itu sebagai Kuala Tanjung Port And Industrial Estate. Dia mengungkapkan, saat ini Pelindo I bersama BPN Kabupaten Batu Bara dan BPN pusat sedang memverifikasi lahan kebutuhan Kuala Tanjung. Lahan seluas 300 ha itu akan dibebaskan secara bertahap hingga tahun depan. Pelindo I, menurut Prasetyo, sudah menerapkan sistem Indonesia Gateway Master Terminal yang merupakan sistem pengoperasian front end pelayanan jasa pelabuhan disetiap pelabuhan. "Alhamdulillah pencapaian pada semester 1 tahun ini lebih dari periode sama 2020. Misalnya jumlah kapal tumbuh 7%. Kemudian secara total volume bongkar muat atau GT naik sekitar 36%. Tahun lalu 77 juta , sekarang 105 juta." ucap Prasetyo. 

Sementara itu, pengamat Pelabuhan Saut Gurning yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan, Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung dan Dumai berpotensi besar menjadi gerbang logistik Indonesia. "Hal ini tidak akan hanya meningkatkan volume komersil jasa, namun juga meningkatkan kinerja, karena tuntutan kepuasan dan kepastian jasa lebih meningkat, " tegas dia. Prasetyo menilai, Kuala Tanjung juga sejauh ini belum bisa menggantikan Tanjung Priok. Sebab ikrought-nya masih terlalu rendah dan kargonya masih kurang, meski sudah ada peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia, Benny Soetrisno menjelaskan, untuk menjadikan Kuala Tanjung sebagai gerbang utama logistik global, infrastruktur yang menghubungkan kawasan Industri terdekat. "Kalau Industrinya sudah lengkap tinggal bangun rel KA Sei Mangkei ke Kuala Tanjung. Saat ini, rel KA hanya ada dari Sei Mangkei ke Belawan, sekitar 150 km. Padahal jalur Sei Mangkei-Kuala Tanjung lebih dekat," ucap dia. Benny Soetrisno menjelaskan PLTA Siguragura masih punya ruang untuk dikembangkan "Kalau Trans Sumatera selesai pada 2025 itu keren. Industri manufaktur itu kan urusannya hanya dua, yaitu tenaga listrik dan sumber daya manusia (SDM). Untuk SDM saya rasa cukup, karena penduduk di Sumatera Utara banyak, " Papar Benny. (YTD)

Mengukur Potensi Akselerasi Digital Keuangan Syariah

09 Aug 2021

Secara umum, ekonomi syariah bertujuan untuk memberikan manfaat secara adil dan transparan kepada seluruh lapisan masyarakat. Menurut data dari Kementerian Keuangan Republik Indonesai ekosistem keuangan syariah Indonesia yang diukur asset dan daya ekonomi untuk produk halal seperti sandang, pangan, rekreasi, hiburan, serta obat-obatan farmasi, sehingga ragam produk kecantikan halal, telah masuk ke dalam sepuluh besar industri halal dunia.

Sepanjang tahun 2020, kinerja aset industri keuangan syariah mampu mencapai pertumbuhan 21,48% atau di kisaran angka Rp 1.770.32 trilliun. Walaupun demikian, pangsa pasar perbankan syariah per Januari 2021 baru mencapai 6.55% dari total aset perbankan  Indonesia. Selain itu, pengembangan kegiatan usaha syariah dihadapkan dengan tantangan skala ekonomi yang memerlukan dukungan integrasi program dan koordinasi strategis antarpemangku kepentingan untuk membangun dan semakin memperkuat infrastruktur ekonomi industri syariah.

Demikian pula indikator kesadaran pun menjadi faktor penting peningkatan peringkat Indonesia mengingat banyaknya upaya dalam memperkenalkan industri keuangan syariah setahun belakangan ini. Kemudian, indeks inklusi keuangan syariah pun masih di posisi 9,1%, dibandingkan dengan tingkat inklusivitas  keuangan nasional di angka 76,19%. Salah satu inisiatif yang kami luncurkan adalah penyelenggaraan ajang tahunan Shariah Thouhgt Leaders Forum, yaitu forum diskusi yang diselenggarakan sebagai sarana edukasi. Unit Usaha Syariah merupakan salah satu bentuk manifestasi nyata misi Maybank Indonesia dalam Humaniting Financials Sersres. Beberapa aspek yang perlu dilihat adalah insiatif untuk terus membangun supply side yang mumpuni. Upaya yang terus dilakukan adalah sinergi, kerja sama, harmonisasi di seluruh level pemangku kepentingan dalam mewujudkan potensi ekonomi syariah. (YTD)