;
Kategori

Ekonomi

( 40814 )

Ekspor Sawit dan Karet di Pelabuhan Pelindo I Meningkat

12 Aug 2021

Semester pertama tahun 2021, kinerja bongkar muat (BM) peti kemas, kunjungan kapal dan arus barang ekspor/impor pada sejumlah pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 mengalami peningkatan cukup berarti pada masa pandemi Covid-19 yang belum usai.

Pada semester pertama tahun 2021, BM peti kemas sebanyak 717.030 twenty foot equivalent units (TEUs) atau naik 10,79 persen dibandingkan dengan capaian BM pada tahun 2020 lalu yakni 647.172 TEUs. Dengan rincian, BM peti kemas internasional 291.016 TEUs, atau naik 3,18 persen dari capaian periode tahun lalu 282.039 TEUs, peti kemas domestik 426.014 TEUs, naik 16,67 persen dibandingkan tahun lalu 365.133 TEUs.

Kenaikan arus barang disebabkan terjadinya peningkatan jumlah barang ekspor untuk sejumlah komoditas seperti cangkang di Pelabuhan Pekanbaru, crude palm oil (CPO) di Lhokseumawe, karet di Pelabuhan Belawan, serta palm kernel expeller (PKE) di Pelabuhan Dumai.

Selain itu, di Pelabuhan Cabang Belawan, jumlah barang impor seperti komoditas metal coil, gula pasir, equipment material, dan pupuk, serta BM barang antar pulau diantaranya aspal curah di Pelabuhan Lhoksemawe, batubara, kayu dan minyak sawit mentah/Crude Palm Oil (CPO) berikut turunannya di Pelabuhan Belawan serta batu granit di Pelabuhan Tembilahan juga mengalami peningkatan


34 Perusahaan Batu Bara Dilarang Ekspor

12 Aug 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengganjar 34 perusahaan batu bara dengan sanksi larangan ekspor sementara. Sebabnya, 34 perusahaan batu bara tersebut belum memenuhi kewajiban pasokan sesuai kontrak kepada PT PLN (Persero) dan/atau PT PLN Batubara pada periode 1 Januari-31 Juli 2021. Sanksi tersebut tertuang dalam surat yang diterbitkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin tertanggal 7 Agustus 2021.

Berdasarkan salinan, 34 perusahaan batu bara tersebut di antaranya, PT Arutmin Indonesia, PT Ascon Indonesia Internasional, PT Bara Tabang, PT Batara Batari Sinergy Nusantara, PT Belgi Energy, PT Berkat Raya Optima, PT Borneo Indobara, PT Buana Eltra, PT Buana Rizki Armia dan PT Dizamatra Powerindo.

Lainnya, PT Global Energi Lestari, PT Golden Great Borneo, PT Grand Apple Indonesia, PT Hanson Energy, PT Inkatama Resources, PT Kasih Industri Indonesia, PT Mandiri Unggul Sejati, PT Mitra Maju Sukses, PT Nukkuwatu Lintas Nusantara dan PT Oktasan Baruna Persada.

Kemudian, PT Prima Multi Mineral, PT Prolindo CiptaNusantara, PT Samantaka Batubara, PT Sarolangun Prima Coal, PT Sinar Borneo Sejahtera, PT Sumber Energi Sukses Makmur, PT Surya Mega Adiperkasa dan PT Tanjung Raya Sentosa.

Deretan perusahaan terakhir, PT Tepian Kenalu Putra Mandiri, PT Tiga Daya Energi, PT Titan Infra Energy, PT Tritunggal Bara Sejati, PT Usaha Maju Makmur dan PT Virema Impex.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengkonfirmasi bahwa dari 34 perusahaan tersebut, hanya ada empat perusahaan yang merupakan anggota APBI. Mereka adalah Arutmin Indonesia, Bara Tabang, Borneo Indobara, dan Prima Multi Mineral. Keempat perusahaan tersebut juga secara terpisah telah memberikan komitmen ke pemerintah untuk menyelesaikan kewajibannya sebelum Surat Dirjen diterbitkan.

Mengenai diberlakukannya sanksi larangan ekspor, Hendra menegaskan, kebijakan itu merupakan kewenangan dari pemerintah sebagai regulator. Dia memahami, aturan ini dijalankan untuk memastikan perusahaan-perusahaan batu bara melaksanakan komitmen pasokan kepada PLN.

Dari 34 perusahaan yang ada di daftar tersebut, Hendra menyebut tidak semuanya bergerak sebagai produsen batu bara. Namun, beberapa diantaranya juga merupakan trader.


Kayu Olahan Ulin Laris Dikirim ke Singapura

12 Aug 2021

Produk kayu olahan kembali terdata di ekspor Kalsel. Ternyata, satu di antaranya adalah dari produk Anakkayu.id. yang mengirim produknya ke Singapura. Kami menerima permintaan 100 pieces di atas untuk dikirim ke Singapura. Awal mulanya kami dikenalkan Bank Indonesia dengan NetAsia. Dan NetAsia minta kirimkan produk kayu telenan dari kami Ke Singapura.

Dijelaskan dia, jika dalam waktu dekat penjualan di Singapura bagus, Anakkayu.id pun akan segera melakukan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengiriman rutin. Sementara, karena masih difasilitasi BI pengirimannya, harganya masih Rp 150 ribu per pieces talenan.


Dominasi Milenial di Pasar Properti

12 Aug 2021

Kinerja penjualan sektor properti terdorong insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida, berujar, sebanyak 91,6 persen penjualan rumah semester pertama tahun ini memiliki harga di atas rumah bersubsidi (Rp 150-219 juta) hingga Rp 1 miliar. Selain itu, penjualan didominasi kelompok milenial.

Tipe rumah kecil masih mendominasi penjualan. Rumah tapak juga masih mendominasi sekitar 70 persen. Namun permintaan rumah susun pun sudah mulai meningkat. Sejauh ini, ujar Totok, permintaan tersebar di sejumlah kota besar dan penunjang kota besar.

Melihat kelompok milenial berkontribusi besar terhadap penjualan, Totok mengatakan, pengembang merancang strategi untuk menyasar kelompok tersebut. Menurut dia, penyesuaian pasar dimulai dari perubahan tata letak hingga peta rencana agar harganya dapat dijangkau konsumen milenial.

Dari sisi penjualan, PT Ciputra Development Tbk mencatat penjualan rumah tapak di bawah Rp 2 miliar menjadi salah satu pendorong peningkatan penjualan. Sekretaris Perusahaan Ciputra Development, Tulus Santoso, berujar, permintaan paling banyak berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. "Pembelian didominasi dari segmen end-user ataupun pasangan muda," ujar Tulus.


GIC Naikkan Kepemilikan Jadi 11% di Bukalapak

12 Aug 2021

JAKARTA – GIC Private Limited membeli 1,6 miliar saham PT Bukalapak.com Tbk atau setara1,55% pada harga Rp 850 per unit, senilai sekitar Rp 1,4 triliun. Pasca transaksi, kepemilikan saham sovereign wealth fund (SWF) milik pemerintah Singapura di Bukalapak menjadi 11,33 miliar unit atau setara 11% dengan status kepemilikan langsung. GIC Private Limited adalah lembaga dana investasi pemerintah Singapura (GOS) dan Otoritas Keuangan Singapura (MAS), yang merupakan subsidiary Archipelago Investment Pte Ltd. "Aksi pembelian yang dilakukan Archipelago Investment untuk tujuan investasi," papar manajemen GIC Private Limited

Struktur pemegang saham Bukalapak terbaru setelah IPO akhir pekan lalu tercatat adalah PT Kreatif Media Karya (KMK Online) yang merupakan anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Ant Group’s API Investment Ltd, dan GIC, yang secara bersama-sama memegang 46% saham di Bukalapak. Adapun Microsoft dan Mirae Asset memegang saham minoritas 2,7% di startup teknologi unicorn tersebut.

Direktur Utama Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, seluruh dana IPO akan menjadi modal kerja perseroan dan entitas anak. Fokus pendanaan ke depan adalah pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi misi Bukalapak di masa depan. Berdasarkan prospektus Bukalapak, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebesar 66%. Sisanya untuk modal kerja entitas anak, yaitu 15% untuk PT Buka Mitra Indonesia (BMI) dan 15% untuk PT Buka Usaha Indonesia (BUI). Selebihnya, sekitar 1% untuk PT Buka Investasi Bersama (BIB), 1% untuk PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), 1% untuk Bukalapak Pte Ltd (BLSG), dan sekitar 1%
untuk PT Five Jack (Five Jack Indonesia).

Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan, secara teknikal, harga saham Bukalapak berpeluang besar untuk terus meningkat dalam waktu dekat, sejalan dengan tingginya minat investor pada saham teknologi dan digital. Di sisi lain, tingginya gain yang diberikan oleh saham Bukalapak sejak listing juga membuat para investor cenderung melakukan profit taking. “Tampaknya, para investor terutama trader saat ini tidak terlalu mempedulikan harga saham dari segi valuasi. Sehingga, tingginya minat para investor secara teknikal dapat mendorong harga saham Bukalapak ke level Rp 2.000,” tuturnya. Dengan begitu, kata Fendi, bukan hal yang sulit bagi Bukalapak untuk masuk 10 besar market cap. Apabila proyeksi ini tercapai, kapitalisasi pasar Bukalapak dapat melesat menjadi Rp 250 triliun. “Selain tingginya minat para investor, saham Bukalapak juga menjadi ikon pertama saham teknologi yang melantai di pasar modal Indonesia. Hal itu menjadi pengaruh yang besar bagi para investor. Market cap Bukalapak bisa ke posisi tujuh, dengan target harga saham Rp 2.000,”


Eksploitasi Celah Keamanan Peretas Curi Kripto Senilai US$ 600 Juta

12 Aug 2021

Poly Network menyampaikan bahwa asetnya yang berupa mata uang kripto (cryptocurrenccy) senilai lebih dari US$ 600 juta telah dicuri oleh para peretas. Kasus pencurian mata uang kripto yang kemungkinan terbesar ini terjadi dengan mengeksploitasi celah keamanan di Poly Network. Poly Network – sebagai platform penghubung berbagai blockchain yang memungkinkan untuk dapat bekerja sama – itu mengungkap serangan yang dialami di Twitter pada Selasa (10/8). Mereka telah meminta untuk menjalin komunikasi dengan para peretas, dan mendesaknya agar mengembalikan aset yang diretas.Sebagai informasi, blockchain semerupakan buku besar berisi kegiatan-kegiatan yang menjadi dasar berbagai mata uan kripto. Setiap koin digital memiliki blockchain sendiri dan mempunyai perbedaan satu sama lain. Poly Network mengklaim dapat membuat berbagai blockchain ini bekerja satu sama lain.“Jumlah uang yang Anda retas adalah yang terbesar dalam sejarah defi (decentralized finance),” demikian cuitan lain Poly Network, yang dikutip CNBC pada Rabu (11/8).

(Oleh - HR1)

Kesempatan Retail Perbaiki Kinerja

11 Aug 2021

Masa uji coba pembukaan pusat belanja atau mall di wilayah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dinilai dapat memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyiapkan diri menghadapi tatanan normal baru. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Mandey, mengatakan beberapa pelaku usaha sudah melakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan yang akan dijadikan standar operasi kelak.

Ia juga menilai uji coba ini merupakan kesempatan bagi peretail untuk mendongkrak indeks keyakinan konsumen (IKK) dan indeks penjualan riil (IPR) yang melorot akibat PPKM. Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat IKK merosot dari 107,4 pada Juni 2021 menjadi 80,2 pada Juli 2021.

Kinerja penjualan eceran tumbuh terbatas pada Juni 2021 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dalam Laporan Survei Penjualan Eceran, BI mencatat IPR pada Juni 2021 sebesar 198,5. Secara tahunan, IPR tumbuh 2,5 persen. Namun, jika dibanding pada Mei 2021, IPR mengalami kontraksi sebesar 12,8 persen. Adapun uji coba pembukaan pusat belanja dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas normal dan bukti vaksinasi sebagai syarat.

"Dengan kesempatan ini, IKK pada Agustus bisa naik lagi setelah lima pekan pusat belanja dan mall ditutup, " tutur Roy. Menurut dia, IKK yang naik juga akan diikuti kenaikan IPR dan indeks ekspektasi konsumen yang sebelumnya diprediksi melambat akibat PPKM selama tiga hingga enam bulan ke depan.


Ambyar Saham Lapak Online

11 Aug 2021

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus ambles sejak awal pekan kedua Agustus atau hingga hari ketiga setelah e-commerce itu menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan kemarin, harga saham berkode BUKA ini menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 7 persen menjadi Rp 1.035 per lembar.

Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee, mengatakan kondisi tersebut dipicu aksi ambil untung atau profit taking para investor. Sebelum IPO digelar, saham Bukalapak mengalami oversubscribed atau kelebihan pesanan hingga empat kali lipat karena diburu investor. Sesaat setelah IPO dan harganya melejit hingga batas atas atau auto rejection atas (ARA), investor menjual saham-saham tersebut demi menarik keuntungan.

Investor terpantau berlomba-lomba melepas saham BUKA, terbukti dari antrean jual yang menumpuk hingga 7,2 juta lot atau setara dengan nilai Rp 745 miliar. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell hingga Rp 123 miliar di pasar reguler, sehingga total akumulasi aksi jual bersih asing dalam tiga hari perdagangan mencapai Rp 1 triliun.

Saham BUKA baru sekali menyentuh ARA, yaitu pada hari pertama debutnya di Bursa Efek Indonesia. Ini kontras dengan perdagangan pada Senin lalu, saat harga saham BUKA melorot karena terjadi net sell investor asing Rp 492 miliar. "ARA yang terjadi pada hari pertama IPO merupakan euforia sesaat. Dan ketika harga sudah mulai naik, investor retail memilih ambil untung," kata Hans.


Unicorn-Decacorn, Gairah Baru di Lantai Bursa

10 Aug 2021

Masuknya Unicorn dan decacorn ke lantai bursa Domestik bakal membuat pasar modal indonesia semakin bergairah. Sebesar apa animo para investor?. Pencatatan saham (listing) perusahaan rintisan (start-up) teknologi berstatus unicorn atau decacorn berpotensi mendongkrak nilai perdagangann saham di BEI ke depan. Hal ini juga berpotensi menaikkan jumlah investor, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan industri pasar modal di Tanah Air. Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengatakan, emiten unicorn dan decacorn  berpotensi memiliki kapitalisasi pasar besar, seperti GoTo yang valuasinya di private market  sudah mencapai level US$ 25-30 milliar.

"Secara sektoral, teknologi memang sedang digemari  investor, termasuk investor asing. Salah satunya karena adanya outflow besar dari raksasa teknologi Tiongkok yang terbentur masalah keamanan data oleh pemerintah Tiongkok. Apabila perusahaan teknologi akan memuncaki klasemen di BEI? Tergantung besarnya IPO dan animo investor serta berbagai faktor seperti makro ekonomi." kata dia kepada IInvestor Daily.

Dengan melantainya unicorn  dan decacorn di bursa, Andreas mengatakan  bahwa pembobotan Indonesia di indeks, seperti MSCI, juga bisa kembali dinaikkan. Dengan demikian, dampak positif bukan hanya pada emiten teknologi tersebut, tapi juga liquiditas dan transaksi pasar secara keseluruhan di bursa. Pandangan senada diungkapkan oleh analis saham LBP Institute Lucki Bayu Purnomo. Menurut dia, melantainya unicorn dan decacorn berpotensi mengalahkan market  cap emiten konvensional yang ada saat ini. Namun, sentimen positi IPO saham unicorn dan decacorn diprediksi bersifat jangka pendek. Sebab baru Bukalapak saja yang listing, kecuali banyak emiten sejenis  yang melantai.

"Jadi kalau melantai di bursa sendirian itu tidak begitu kompetitif, tidak ada dua emiten sejenis masuk pasar untuk bisa dinilai emiten mana yang unggul. Kalau dibandingkan, pemodal belum  bisa  membandingkan, Bukalapak dengan emiten yang mana di bursa efek," ujar Lucky. Karena itu, dia mengatakan, BEI perlu mendorong unicorn dan decacorn lainnya untuk segera melantai di bursa saham Indonesia. Dengan semakin banyak emiten pembanding, arus transaksi investor akan meningkat. Pemodal tentu akan memiliki pilihan pembanding dalam tawar menawar saham di pasar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa potensi Bukalapak termasuk 10 besar market cap belum stabil. Sebab pada akhirnya para investor akan realistis dan memilih saham-saham yang memiliki fundamental yang terjaga ketimbang yang sedang menjadi tren. (YTD)

Bukalapak Bersiap Masuk 10 Besar Market Cap

10 Aug 2021

Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sangat berpeluang masuk 10 besar market cap di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan senin (9/8), nilai market cap atau kapitalisasi pasar saham Bukalapak mencapai Rp 114,39 trilliun, menempati urutan ke-12. Market cap Bukalapak berada di atas PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang sebesar 102,72 trilliun atau di posisi 13. Namun, di bawah PT HM Sampoerna Tbk dengan market cap Rp 123,87 trilliun atau di posisi 11. Adapun emiten dengan market cap terbesar di BEI masih ditempati PT Bank Central Asia Tbk Rp 756,64 trillin. Disusul, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Rp 474, 87 trilliun. dan PT Telkom Indonesia Tbk Rp 321,95 trilliun.

Founder traferindo.com Wahyu Laksono mengatakan, harga saham Bukalapak masih memiliki potensi naik seiring tren sektor teknologi yang masih kuat, " Saham Bukalapak tahun ini ditergetkan mencapai Rp 2.000-3.000," kata Wahyu pada Investor Daily, kemarin. Secara terpisah, pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan, secara teknikal, harga saham Bukalapak berpeluang besar untuk terus meningkat dalam waktu dekat, sejalan dengan tingginya minat investor pada saham teknologi dan digital.

Dengan begitu, kata Fendi, bukan hal yang sulit bagi Bukalapak untuk masuk 10 besar market cap. Apabila proyeksi ini tercapai , kapitalisasi Bukalapak dapat melesat menjadi Rp 250 trilliun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa potensi Bukalapak masuk 10 besar market cap belum stabil. Sebab pada akhirnya para investor akan realistis dan memilih saham-saham yang memiliki foundamental yang terjaga ketimbang yang sedang menjadi trend. (YTD)