Ekonomi
( 40554 )Perancis Mendekati India dan Indonesia
Setelah terpinggirkan dari pakta pertahanan baru yang digalang oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, Perancis mendekati negara-negara terdepan di Asia untuk memperdalam hubungan strategisnya di kawasan pasifik yakni India dan Indonesia. Perancis melakukan itu sejak kehilangan kesepakatan besar jual beli kapal selam, dengan Australia. Negeri Kangguru lebih memilih bergabung dengan aliansi baru yang disebut AUKUS itu dalam menghadapi pengaruh dan kekuatan Tiongkok di kawasan. Disela pertemuan puncak kelompok negara G-20 di Roma, Italia. Senin (30/10) waktu setempat.
Pertemuan lanjutan antara Perancis dan India dijadwalkan berlangsung pekan depan untuk menyusun sebuah agenda bersama "Perancis dan India, selaku pihak pertama yang pertama kali mencetuskan strategi Indo-Pasifik pada 2018, mengakui kekuatan besar dari prinsip-prinsip yang mendasari segala tindakan kami di Indo Pasifik yakni kepercayaan, indepensi, dan persatuan Macron juga bertemu Presiden Korea Selatan," tambah Kantor Kepresidenan Perancis. Macron juga bertemu Presiden Korea Selatan Moon Joe In di Roma. Keduanya sepakat bekerja sama untuk menjadikan kawasan Indo-Pasifik stabil serta makmur.
"Macron dan Joko Widodo berbicara selama setengah jam dan memutuskan untuk membina kemitraan strategis yang sesungguhnya di Indo-Pasifik." Lanjut pernyataan Kantor Kepresidenan Perancis. Hal itu mancakup bidang transisi ekologi, dukungan terhadapn penyerapan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan pemulihan pasca Covid-19. Macron dan Jokowi juga dilaporkan membahas koordinasi di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Asean. (Yetede)
Pasar akan Fokus ke The Fed dan Depnaker AS
The Federal Reserve (The Fed) pada rapat kebijakan 1-2 November 2021 ini diperkirakan mengumumkan dimulainya tapering pembelian obligasi besar-besaran di masa pandemi Covid-19. Hal ini akan menjadi pertanda bahwa ekonomi AS sudah semakin maju, setelah terpuruk karena pandemi tersebut. Untuk melonggarkan kredit disaat perekomian AS berjuang mengatasi dampak pandemi. The Fed membeli sedikitnya US$ 80 miliar obligasi pemerintah AS setiap bulan dan setidaknya US$ 40 miliar sekuritas berbasis hipotek juga setiap bulannya. Konsensus yang berkembang di kalangan analis selama ini adalah pembelian obligasi senilai total setidaknya US$ 120 per bulan akan dikurangi US$15 per bulan.
Gubernur The Fed Jerome Powell sebelumnya mengatakan, stimulus ini akan diakhiri pada pertengahan tahun depan. Detail tentang berapa besar pengurangannya, komposisinya, dan waktu pastinya kapan dimulai masih harus ditunggu hingga konferensi persi Powel pada kamis (4/11) dini hari WIB. Ekonomi AS tidak usah diragukan lagi telah menunjukkan kemajuan dari keterpurukan tersebut. Namun hal itu diiringi oleh lonjakan inflasi, yang terus naik sepanjang tahun ini. Powell dipastikan membahas hal itu dalam konferensi persnya.
"Saya pikir akan menjadi salah satu kejutan dalam sekian tahun jika (The Fed) tidak tapering. Karena belakangan ini mereka sudah segamblang apa yang bisa diharapkan dan The Fed tentang arah kebijakannya kedepan," ujar Michael Ferroli kepada ekonom JP Morgan, seperti dikutip AFP akhir bulan lalu. Pengendalian laju inflasi selalu menjadi salah satu prioritas utama The Fed,apakah akan terus mempertahankan suku bunga acuan di kisaran nol persen saat ini, hingga sasaran bank sentral lainnya, yaitu penyerapan penuh lapangan kerja, sudah dianggap terpenuhi. (Yetede)
Aktivitas Pabrik di Tiongkok Terus Turun
Aktivitas pabrik di Tiongkok merosot hingga melebihi ekspektasi pada Oktober 2021. Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor indutrial di Tiongkok terdampak masalah kekurangan pasokan listrik dan lonjakan biaya bahan baku. Biro Statistik Nasional Tiongkok dan NBS dalam laporannya, Minggu, (31/10) menunukkan bahwa PMI turun menjadi 49,2 pada Oktober dibandingkan 49,6 pada September. Angka indeks ini menandai dua bulan berturu-turut berada dibawah 50, yang menjadi pembatas antara ekspansi dan kontraksi.
"Di Oktober, karena faktor-faktor seperti kekurangan pasokan listrik dan tingginya biaya beberapa bahan baku, PMI manufaktur turun," kata NBS. Zhao Qinghe dari NBS mengatakan, indeks produksi dan pemintaan baru mengalami kontraksi. Yang mana hal ini menunjukkan pelemahan di sisi pasokan dan pemintaan. Sementara indeks harga terus naik. Yang mencerminkan harga pembelian bahan baku seperti batu bara dan minyak. Begitu pula dengan biaya-biaya penjualan, angka indeks produksi di Tiongkok berarti turun di level terendah sejak 2005 sehingga dikhawatirkan memicu stagflasi.
Tommy Xie dari OCBC Bank mengatakan, dampak kekuarangan pasokan listrik paling dirasakan oleh perusahaan-perusahaan kecil. Hal ini menandakan perlunya dukungan kebijakan lebih besar. "Situasi riilnya dapat memburuk. Hasil survei ini belum mencerminkan dampak eskalasi langkah-langkah antivirus diakhir Oktober. Kami perkirakan akan ada putaran baru pemangkasan proyeksi pertumbuhan," Ujar Lu Ting, Kepala ekonom Nomura. (Yetede)
Peremajaan Sawit Rakyat, Inovasi Pendanaan untuk Peningkatan Produksi
Program peremajaan sawit rakyat (PSR) tahun 2021 ditargetkan dapat mencapai 180 ribu hektare dengan alokasi pendanaan dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sebesar Rp5,56 triliun. Bantuan subsidi komoditas strategi kelapa sawit rakyat ini merupakan suatu terobosan untuk meningkatkan produktifitas perkebunan kelapa sawit rakyat yang masih belum optimal. Produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat yang masih relatif rendah, menjadi target dari bantuan subdisi yang disalurkan BPDP-KS. Kondisi dewasa ini masih banyak perkebunan kelapa sawit milik petani dengan produktivitas sekitar 2-3 ton/hektare.
Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar guna memasok kebutuhan masyarakat dunia akan kebutuhan minyak nabati dunia. Pasokan minyak sawit mentah (CPO) di dunia dapat dihasilkan melalui perkebunan kelapa sawit milik perusahaan petani kelapa sawit. Hingga tahun 2024,pemerintah Indonesia juga menargetkan perkebunan kelapa sawit milik petani seluas 540 ribu hektare untuk dilakukan replanting. Target optimis yang disampaikan Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartato beberapa waktu lalu.
Optimisme pemeritah dalam meningkatkan produktifitas perkebunan kelapa sawit milik rakyat, bukan tanpa dasar. Lantaran, keberadaan perkebunan kelapa sawit milik rakyat juga mendapat dukungan dan komitmen pemerintah melalui dukungan pendanaan inovatif, yang disalurkan melalui BPDP-KS kepada petani kelapa sawit. Selain subsidi pendanaan replanting yang diberikan melalui BPDP-KS, pemerintah juga turut mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit petani melalui praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan.
INA dan DP World Teken Kerja Sama Penegambangan Pelabuhan US$7,5 Miiar
Indonesia Investment Authority (INA) dan DP World menandatangani perjanjian aliansi strategis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan maritim dan logistik di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 7,5 miliar. Kerja sama antara Ina dan DP World akan meningkatkan kualitas pengoperasian pelabuhan, mengurangi biaya logistik, dan mendongkrak daya saing Indonesia. Ketua Dewan Direksi INA Ridha Wirakusumah mengatakan, kemitraan strategis dengan DP World sejalan dengan misi INA untuk mengoptimalkan investasi di bidang infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
"Sektor maritim dan kepelabuhan Indonesia adalah kunci dukungan perdagangan dan konsumsi antar pulau. Kolaborasi dengan DP World akan membuat kita mampu menyelesaikan berbagai kendala, seperti tingginya biaya logistik dan inefisiensi," kata Ridha dalam pernyataan resminya di Jakarta, Minggu (31/10). Kedua belah pihak akan menjajaki kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (persero). DP World juga akan memanfaatkan platform investasi bersama yang sejak diluncurkan pada 2016 telah berinvestasi di 12 terminal pelabuhan secara global diberbagai tahapan siklus pengelolaan aset.
Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau memerlukan jaringan logistik laut yang mumpuni. Mesipun tertinggal dari negara-negara tetangga dalam hal laju peti kemas dan saat ini menghadapi biaya logistik yang tinggi, Indonesia berada diantara 15 negara teratas dalam hal lalu lintas peti kemas dan memiliki lebih banyak lagi potensi pertumbuhan. Selain itu, laju peti kemas di Indonesia diperkirakan terus meningkat mengingat tingkat konsumsi dan produksi dalam negeri yang terus melonjak.
Chairman dan CEO DP World Group Sultan Ahmed Bin Sulayem mengatakan, DP World melihat besarnya potensi Indonesia sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, juga komitment nyata pemerintah dalam memperbaiki fasilitas kepelabuhan. "Melalui kemitraan kami dengan INA, sesuai keahlian yang kami miliki, DP World berkomitmen untuk mendukung inisiatif Indonesia dalam mencipatakan nilai tambah dan memodernisasi infrastruktur maritim Indonesia." sebut dia.
Gobel Sarankan Pendanaan KA Cepat Tetap Diserahkan ke Investor
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyatakan pendanaan Kereta Api (KA) Cepat Jakarta-Bandung tetap diserahkan ke investornya, sedangkan dana APBN sebaiknya difokuskan untuk pemulihan ekonomi. Pembangunan infrastruktur dasar dan Ibukota negara (IKN) yang baru. "Soal kereta cepat biar kita serahkan ke Investornya.Ini sesuai dengan ide awal yang berprinsip business to business," kata Gobel, Sabtu (30/10). Hal ini disampaikan menanggapi kebijakan pemerintah yang akhirnya akan menggelontorkan dana APBN untuk menyuntikkan pembiayaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Tiongkok memenangkan persaingan dengan Jepang dalam pembangunan KA cepat sepanjang 142,3 km tersebut.
"KIta tidak tahu apakah akan ada kenaikan lagi atau tidak. Yang pasti hingga kini sudah bengkak dua kali. Kondisi ini sudah berkebalikan dengan tiga janji semula serta sudah lebih mahal dari proposal Jepang. Sedangkan dari segi kualitas, Jepang jauh lebih baik," kata Gobel. Gobel mengatakan, akibat pandemi Covid-19, Indonesia dihadapkan pada keterbatasan anggaran. "Banyak anggaran yang kurang prioritas dipotong karena terkena refocusing. Karena kita fokus untuk menghadapi Covid. Memulihkan perekonomian yang menghantam rakyat kecil, dan kita juga tidak boleh mundur untuk membangun IKN. Kita fokus saja pada hal -hal yang menjadi prioritas kita," katanya,
Agar Indonesia konsisten dengan skema business to business, kata Gobel, maka pembengkakan biaya itu diserahkan ke perusahaan konsorsium Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). Konsorsium ini melibatkan sembilan perusahaan. Dari Indonesia ada empat BUMN, sedangkan dari Tiongkok ada lima. "Jadi jika terjadi pembengkakan biaya maka diserahkan pada perusahaan-perusahaan tersebut. Dan jika ada perusahan yang tidak mampu menyetorkan biaya tambahan, sahamnya terdelusi dengan sendirinya. Ini namanya business to business. Jangan memaksakan diri dengan memninta dana dari APBN," kata Gobel. (Yetede)
Pasar Bersiap Hadapi Tapering AS
Pasar saham diyakini lebih tenang menghadapi pengumuman tapering off dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve. The Fed dijadwalkan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa-Rabu pekan ini waktu setempat. Pada pertemuan sebelumnya, The Fed menyatakan akan melakukan pengurangan pembelian obligasi, yang bisa dimulai November atau Desember tahun ini, sehingga selesai di pertengahan 2022. Pengurangannya bertahap, sekitar US$ 10 miliar untuk obligasi negara dan US$ 5 miliar MBS per bulan. Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga yakin pelaku pasar sudah siap menerima keputusan The Fed untuk melakukan tapering. Apalagi, inflasi AS yang terjaga di atas 2%. "Tidak mungkin The Fed menaikkan suku bunga tanpa adanya tapering," tutur Nico.
LEAD Membidik Pendapatan US$ 25 Juta Pada Tahun Ini
PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) optimistis bisa mencapai target pendapatan US$ 25 juta pada tahun 2021. Angka ini setara realisasi pendapatan tahun lalu. Proyeksi tersebut juga mempertimbangkan kontrak LEAD yang hingga saat ini. Sekretaris Perusahaan PT Logindo Samudramakmur Tbk, Adrianus Iskandar menjelaskan, dengan perolehan kontrak saat ini sebesar US$ 15 juta, manajemen LEAD optimistis mencapai target pendapatan di 2021. Untuk kontrak yang diperoleh LEAD, kata dia, telah dimenangi selama tahun 2021. Adapun jangka waktunya bermacam-macam, mulai dari 7 hari sampai 1 tahun. Kemudian, ada pula kontrak langsung (direct appointment). "Utilitas kapal LEAD secara year to date (ytd) sebesar 72%, untuk utilitas selama kuartal III-2021 sebesar 82%, ucap Iskandar.
Efisiensi dan Investasi Energi Hijau
Tempo, Jakarta - Kementrian Perindustrian memperkirakan program-program efisiensi yang diterapkan di sektor industri mampu menghasilkan penghematan energi sebesar 10-20 persen. Program efisiensi dan konservasi tersebut, adalah audit energi di sektor industri dan bangunan, penerapan sistem manajemen energi, pemakaian teknologi yang efisien, penerapan standar, pemberian label hemat energi, serta gerakan penyadaran dan sosialisasi hemat energi. Transisi energi di bidang industri menghadapi tantangan dan peluang yang perlu dikelola. Langkah-langkah efisiensi energi hanya akan optimal jika sejalan dengan proyek pengembangan energi baru dan terbarukan. Hal lain yang dibutuhkan ialah dukungan dari pemerintah, seperti pemeberian insentif bagi industri.
Skema pembiayaan inovatif untuk ekonomi hijau yang sudah ada di Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan. Instrumen pembiayaan itu diantaranya obligasi atau sukuk hijau, blended finance, carbon pricing, islamic finance, dan result based financing. Indonesia telah enam kali menerbitkan sukuk hijau, yang terdiri atas empat kali penerbitan di level global dan dua kali di level domestik.
Mulai Untung Berkat Investasi Start-Up
Tempo, Jakarta - Perbankan yang memiliki anak usaha modal ventura mulai meraup untung dari model bisnis yang dijalankan. Melalui Mandiri Capital Indonesia (MCI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka peluang mengembangkan pendanaan bagi perusahaan rintisan alias start-up yang memiliki prospek bisnis jangka panjang hingga akhirnya bisa melakukan penawaran umum saham perdana. Untuk memastikan keberlanjutan pendanaan yang diberikan, MCI harus jeli dalam memilih perusahaan rintisan. Sejak awal, MCI memang difokuskan untuk melakukan pengembangan dan pembiayaan pada perusahaan teknologi yang bergerak di bidang finansial. Sejauh ini, MCI memiliki sederet portfolio investasi di perusahaan teknologi.
Industri modal ventura terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), enam perusahaan modal ventura bahkan sukses membukukan nilai penyertaan saham dan penyertaan melalui obligasi konversi di atas Rp 100 miliar. Perusahaan tersebut utamanya adalah modal ventura anak usaha dari perbankan, seperti Mandiri Capital Indonesia, Central Capital Ventura, dan BRI Ventures.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









