;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

AS Umumkan Prakarsa Baru untuk Kemitraan Strategis dengan Asean

28 Oct 2021

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan pihaknya bermaksud untuk menyediakan hingga US$ 102 juta dalam prakarsa baru untuk meperluas Kemitraan Strategis AS-Asean. Pengumuman ini mencerminkan komitmen mendalam pemerintah Biden dengan Wakil Presiden AS Kemala Harris. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-Asean 26 Oktober, Biden menyampaikan pentingnya peran sentral Asean dalam visi AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. "Presiden berharap dapat bekerja sama dengan  Kongres untuk mendukung prakarsa-prakarsa penting ini," tulis pernyataan pemerintah AS (27/10)

Pemerintah AS berkomitmen untuk memimpin perjuangan global melawan pandemi Covid-19 dalam dana US$40 juta dalam upaya-upaya baru guna mempercepat penelitian bersama, memperkuat kapasitas sistem kesehatan, serta mengembangkan modal sumber daya manusia generasi berikutnya. Upaya-upaya ini sebagai tambahan atas  lebih dari US$3,5 miliar yang telah diinvestasikan oleh AS dalam mendukung kesehatan publik di Asean selama 20 tahun terakhir. "Prakarsa masa depan kesehatan akan membantu mengatasi pandemi yang sedang terjadi sekarang ini, serta memperkuat kemampuan Asean untuk mencegah, mendeteksi, serta menanggapi wabah zoonosis dan penyakit menular lainnya dimasa depan," jelasnya.

Pemerintah Biden terus berupaya untuk mempromosikan pertumbuhan dan peluang ekonomi, serta membangun kembali secara lebih baik dari dampak serius ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. "AS berkomitmen untuk menggabungkan satu miliar orang kami dan sedang mengumumkan rencana  memberikan US$16 juta dalam bentuk pinjaman terkait pendidikan," jelas pernyataan tersebut. Disamping itu, pemerintah AS berusaha meningkatkan dan mempromosikan persamaan derajat dan kesetaraan gender, serta pemberdayaan melalui kerja sama tingkat menteri urusan perempuan negara-negara anggota Asean, (Yetede)

Menkominfo dan Dubes Prancis Matangkan Kerja Sama Infrastruktur TIK

28 Oct 2021

Menteri Komunikasi dan Informatika RI (Menkominfo) Jhonny G Plate kembali bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard, keduanya membicarakan tindak lanjut kerjasama pembangunan infrastruktur teknologi  informasi dan komunikasi (TIK)  di Indonesia. pertemuan membahas kemajuan dari proyek satelit multifungsi Satelit Republik Indonesia (Satria-1) yang dikerjakan bersama dengan Thales Alenia Space, pembangunan pusat data nasional (PDN), serta transfer keahlian dan teknologi Prancis kepada Indonesia.

"Ini adalah terjemahan langsung dari instruksi Bapak Presiden  terkait roadmap Digital Indonesia. Arahan Strategis Presiden, khususnya dalam pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia," ujar Jhonny usai bertemu dengan Dubes Prancis di Widya Chandra Jakarta selatan, dikutip Rabu (27/20). Pada saat bersamaan, pemerintah juga membangun base transceiver station (BTS) di area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Tanah Air. Sedangkan operator telekomunikasi seluler membangun dikawasan komersial yang belum terlayani 4G.

Olivier Chambard mengatakan, terpilihnya Thales  Alenia Space  mengerjakan satelit Satria-1 mendorong pemerintah Prancis tidak hanya mengambil keuntungan ekonomi, namun juga akan mentransfer teknologi kepada Indonesia. Pemerintah Prancis juga akan menjalin kerja sama dibidang lain, diantaranya pembangunan PDN. Prancis siap untuk bekerjasama dibidang lain dan siap melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Bahkan sudah ada lima satelit di Indoneisa yang diproduksi perusahaan asal Prancis itu, termasuk satelit telkomsat. (Yetede)

Sektor Properti Sumbang Pergerakan Roda Ekonomi Nasional

28 Oct 2021

Sektor properti dinilai mampu menyumbang pergerakan roda ekonomi nasional. Industri properti bisa memberikan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai berkisar 7-9%. "Sektor properti sebagai lokomotif perekonomian dapat ikut tergerak dan mendorong sektor lainnya untuk tumbuh dan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional," ujar Wilson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia dalam keterangan pers yang diperoleh Investor Daily, baru-baru ini. Dia menambahkan tren perbaikan ekonomi makro dan stabilitas keuangan Indonesia erat kaitannya dengan perkembangan  sektor properti.

Kenaikan kurva ekonomi secara tidak langsung memberikan multiplier effect pada pergerakan lanjutan  di sektor properti, namun kasus gagal bayar utang Evergrande, sejumlah US$300 miliar, dikhawatirkan bisa berimbas ke Indonesia. "Indonesia harus waspada dalam menghadapi dampak negatif dari Evergrande, yang berhubungan erat dengan jumlah investasi asing ke Indonesia," kata Wilson. Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata, pernah mengatakan, kualitas ekosistem industri properti dinilai cukup krusial tidak hanya untuk  memenuhi kebutuhan pemukiman saja.

Budiarsa mengatakan, bila dihimpun dengan sektor terkait secara keseluruhan mulai dari kontribusi sektor perumahan; konstruksi; transportasi; dan pergudangan; penyedia akomodasi dan makan minum; pengadaan listrik dan gas; pengadaan air; pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, jasa keuangan hingga asuransi, industri properti bisa memberikan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai sekitar 7-9%. "Industri properti juga bisa menimbulkan efek berganda terhadap 175 industri dan 350 UKM terkait. Penggunaan material lokal  bisa 90-100%, serta mempekerjakan sedikitnya hingga 30 juta tenaga kerja," ujar Budiarsa. (Yetede)

Dalam 25 Tahun Crown Group Garap Proyek Rp 50 Triliun

28 Oct 2021

Pengembang properti Australia yang dirintis orang Indonesia, Crown Group, merayakan hari jadinya ke-25 pada Oktober 2021. Selama beroperasi, Crown Group telah mengembangkan proyek senilai total Rp 50 triliun. Proyek-proyek tersebut mencakup 8.000 unit apartemen strata dan servis, serta 30.000 meter persegi ruang ritel komersial. Iwan mengatakan 25 tahun terakhir  telah menjadi perjalanan dan pelajaran dalam menguji peran pihaknya dan melihat apa yang mungkin terjadi ketika menantang status quo seperti yang diinginkan pasar. Perusahaan telah mengalami tiga evaluasi dalam 25 tahun sejarah Crown Group. Pertama, Crown Group dikenal sebagai pengembang skala kecil dengan proyek apartemen satu gedung. Kedua, Crown Group mengembangkan proyek mixed-use yang menggabungkan ritel dan hotel bersama dengan residensial. Ketiga, pengembangan kawasan yang lebih besar dengan lebih banyak fasilitas, layanan khusus, beragam kemudahan yang digabung dengan bangunan untuk disewakan.

"Kami sekarang memulai evolusi ketiga kami,  pengembangan kawasan yang lebih banyak fasilitas, layanan khusus, beragam kemudahan yang digabungkan dengan bangunan untuk disewakan," ujar Iwan. Crown Group yang identik dengan pengembangan hunian dengan gaya arsitektur yang berani, mendorong batasan desain dan bekerja dengan arsitek yang telah diakui secara internasional, kini telah dipertimbangkan dan terbukti berhasil. Tidak hanya mendapatkan reputasi sebagai salah satu pengambang paling dinamnis di Sidney. Tetapi juga keberaniannya sehingga berhasil memenangis lebih dari 50 penghargaan internasional. (Yetede)

Menaikkan Target Kinerja Ciputra Development

28 Oct 2021

PT Ciputra Tbk (CTRA) menunjukkan prapenjualan (marketing sale) yang pesat hingga kuartal III-2021. Kondisis itu diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun, sehingga proyeksi kinerja keuangan perseroan 2021 layak untuk direvisi naik. Samuel Sekuritas merevisi naik proyeksi kinerja keuangan Ciputra Development tahun 2021 dan 2022. Proyeksi pendapatan tahun ini dinaikkan menjadi Rp8,41 triliun dari Rp992 miliar. Adapun tahun lalu, perseroan meraup mendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 8,07 triliun dan Rp 1,32 triliun. Tahun depan, proyeksi laba bersih perseroan juga dinaikkan menjadi Rp 2,01 triliun dari Rp992 miliar. 

Tahun depan, proyeksi laba bersih perseroan juga dinaikkan menjadi Rp 8,65 triliun dari Rp6,97 triliun. EBITDA juga di revisi naik menjadi Rp2,88 triliun dari Rp2,26 triliun. Analisa Samuel Sekuritas Indonesia Olivia Laura Anggita mengungkapkan, Ciputra Development berhasil membukukan peningkatan marketing sales sebesar 33% menjadi Rp 55 triliun hingga kuartal III-2021. Kontribusi besar marketing sales berasal dari penjualan residensial mencapai 81%. "Dengan rencana perseroan kembali meluncurkan lima produk residensial pada kuartal terakhir tahun ini, hal ini mendorong kami untuk merevisi naik target kinerja keuangan perseroan," tulis Olivia dalam risetnya.

Untuk peluncuran lima produk baru pada kuartal terakhir tahun ini Ciputra Development akan menawarkan unit-unit di sejumlah klaster dengan harga dibawah 2 milyar, sehingga konsumen dapat memanfaatkan insentif PPN DTP hingga akhir tahun ini. Produk-produk baru tersebut, yang memiliki konsep ruang hijau disetiap unit, berlokasi di Tangerag, Snetul, Banten, Surabaya (375 unit rumah dengan harga Rp980 juta-1,7 miliar) serta Medan(dengan gross development value mencapai Rp 450 miliar. Sedangkan marketing sales perseroan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 6,5 triliun atau lebih tinggi dari perkiraan management yang senilai  Rp 6,5 miliar. (Yetede)

Bukalapak Genjot Lini Bisnis e-Procurement

28 Oct 2021

Bisnis pengadaan barang dan jasa digital untuk korporasi dan pemerintah diperkirakan tumbuh pesat ke depan, seiring dengan tren pemanfaatn e-procurement. Hal ini mendorong PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus memperkuat bisnis Buka Pengadaan sebagai lini bisnis e-procurement. Penguatan bisnis  eprocurement dengan mengajak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bergabung menjadi menyedia barang dan jasa "Buka Pengadaan sangat tergantung dengan kondisi ekonomi, sehingga terdampak. Tapi, kami melihat dengan pemulihan ekonomi, peluangnya, bisnis ini besar kedepannya," kata CEO Bukalapak Rahmat Kaimudin.

Sementara itu, Direktur BukaPengadaan Hita Supranjaya menyebutkan, sejak 2016, BukaPengadaan telah menjadi mitra e-procurement bagi lebih dari 1.800 pelanggan business to business (B2B). Kemudian pada tahun 2020, BukaPengadaan telah melakukan lebih dari 400 transaksi  kepada pelanggan, lebih dari 5.500 transaksi kepada vendor, lebih dari 6.000 pesanan pembelian, sebanyak 15.000 produk yang terjual, dan terdapat rata-rata 180 juta pesanan pembelian dari pelanggan.

Tahun ini, Buka Pengadaan terus melakukan kerja sama strategis dengan berbagai pihak korporasi dan instansi  pemerintah. Seperti Kadin, Pemkab Brebes, dan lainnya untuk pengadaan barang dan jasa kepada yang membutuhkan. Selain itu, BukaPengadaan bermitra dengan Modal Rakyat, Modalku, ALAMI Sharia dan Tanifund dalam menyediakan opsi pembiayaan untuk membantu UMKM secara finansial. BukaPengadaan juga telah ditunjuka sebagai mira operator oleh Kemendikbudristek yang merupakan program Sistem Informasi Pengadaan Sekolah melalui proses belanja langsung satuan pendidikan kepada UMKM yang tergabung dalam market place (Yetede)

2022, BEI Targetkan Pencatatan 68 Efek

28 Oct 2021

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pencatatan (listing) 68 efek pada 2022 atau meningkat dibandingkan target tahun ini yang mencapai 66 efek. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tahun depan ditargetkan sebesar Rp 13,5 triliun. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Nyoman Yetna menjelaskan, listing efek itu mengakumulasi semua intrusmen. "Sebanyak 68 pencatatan itu sudah mencakup saham, obligasi, exchange traded fund (ETF), efek beragun aset (EBA), dan fana investasi infrastruktur (DINFRA)," jelas dia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/10).

Tahun ini, menurut dia, realisasi pencatatan relatif cukup baik. Nyoman menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 39 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa. Sedangkan untuk intrusmen lainnya, Nyoman menyebutkan sudah ada empat  pencatatan obligasi, dua ETF, dan satu EBA-SP. Dengan keseluruhan pencatatn tersebut,maka sudah ada listing 46 efek sampai saat ini atau sekitar 70% dari target yang mencapai 66 efek.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, tahun depan, BEI menargetkan RNTH sebesar Rp13,5 triliun atau meningkat dari target tahun ini yang mencapai Rp 12 triliun. Target tersebut sejalan dengan masukan para stockholder, anggota bursa (AB), manager investasi (MI), dan lainnya, "Target ini jga memperhatikan kasus Covid-19 yang mulai menurun," ungkap dia.

Dari sisi pengembangan pasar, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, BEI akan fokus memperluas produk dan partisipan, serta meningkatkan layanan non-cash equities. Sejalan dengan itu, pengembangan pasar akan di fokuskan pada perluasan produk dan layanan BEI. Beberapa pengembangan yang akan dilakukan bursa adalah penambahan indeks acuan baru seperti untuk tema syariah. (Yetede)

Usia Muda di Bursa Berjangka

28 Oct 2021

Tempo, Jakarta - Jumlah generasi milenial yang berinvestasi di bursa berjangka komoditas terus meningkat. Komposisi investor baru di pasar komoditas telah bergeser ke rentang usia di bawah 40 tahun. Berdasarkan pengamatan dari 72 kelas pelatihan perdagangan berjangka komoditas yang diadakan ICDX, sebanyak 80 persen peserta adalah pemain baru dan dari kalangan usia 22-35 tahun. Sisanya, sebanyak 20 persen, adalah para pemain profesional yang berusia di atas 40 tahun. 

Komoditas yang paling diminati investor bursa berjangka Indonesia adalah emas, minyak dan valuta asing. Atas dasar itu pula ICDX kemudian meluncurkan produk investasi derivatif yang terdiri atas kontrak spot emas, kontrak berjangka minyak mentah, dan kontrak spot mata uang asing bernama GOFX (gold, oil, and foreign exchange) pada 2019. Meskipun dalam GOFX terdapat tiga komoditas, ICDX masih berfokus mengenalkan komoditas emas kepada masyarakat. Alasannya, komoditas ini sejak dulu dikenal sebagai produk yang aman dengan harga yang stabil. Peningkatan investor milenial juga terjadi di bursa berjangka yang dikelola oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX). Adanya pertumbuhan kaum milenial yang berinvestasi di bursa berjangka. Namun, karena JFX tidak bersentuhan langsung dengan nasabah, informasi detail dipegang oleh para pialang.

Bergeser ke Luar Jawa

28 Oct 2021

Tempo, Jakarta - Daya tarik investasi di luar Pulau Jawa di mata investor terus meningkat. Kementrian Investasi mencatat persebaran penanaman modal di area tersebut kembali naik pada triwulan III 2021, yakni mencapai Rp 112,5 triliun atau setara dengan 51,9 persen dari target investasi, tumbuh 1,9 persen secara tahunan. Tren tersebut disebabkan oleh masifnya pembangunan infrastruktur yang kian merata sehingga investor terpikat oleh kemudahan akses yang dimiliki. 

Investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang menjangkau luar Jawa juga efektif menciptakan kawasan ekonomi baru. Pemerintah setempat memang berkomitmen menyambut serta memfasilitasi kalangan pelaku usaha yang ingin menanamkan modal dengan aman, nyaman dan berkelanjutan. Terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan kurangnya minat investasi, khususnya oleh pemodal asing. Faktor itu diantaranya koordinasi birokrasi antar lembaga, pemerintah pusat, dan daerah termasuk kemudahan dalam implementasi sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. 

Naik-Turun Realisasi Investasi

28 Oct 2021

Tempo, Jakarta - Realisasi investasi Indonesia lesu di triwulan III 2021. Kementrian Investasi mencatat realisasi penanaman modal asing dan dalam negeri sepanjang periode Juli-September turun 2,8 persen dibanding triwulan sebelumnya menjadi Rp 216,7 triliun. Pencapaian tak bisa optimal karena terhambat gelombang kedua kasus Covid-19 yang berlangsung hampir di separuh kuartal. Sepanjang triwulan III, penanaman modal asing (PMA) terkontraksi 11 persen, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) justru tumbuh 6,8 persen. Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), banyak tenaga ahli yang tidak bisa masuk ke Indonesia. 

Indonesia masih kesulitan menarik investasi, khususnya yang berasal dari luar negeri. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN, khususnya Vietnam, Indonesia masih tertinggal meraih peluang relokasi industri efek perang dagang Cina dan Amerika Serikat. Dibutuhkan sumber daya manusia yang andal untuk mendorong penghiliran yang dapat menarik investasi. Namun persoalannya, produktivitas tenaga kerja di Indonesia cenderung stagnan, bahkan menurun. Indonesia juga belum terlalu fasih mengadopsi teknologi untuk mendorong penghiliran industri. Adopsi teknologi, riset dan pengembangan Indonesia pun tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga.