Ekonomi
( 40554 )PUPR Ajak Investor Turki ikut Bangun Infrastruktur
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak investor Turki untuk menanam investasi di sektor infrastruktur. Indonesia tercatat membutuhkan anggaran sebesar US$430 miliar untuk membangun infrastruktur, namun hanya 30% dari angka tersebut yang bisa dibiayai dengan APBN sehingga pemerintah membuka peluang investasi disektor ini. "Kami mendorong investor-investor dari Turki untuk berinvestasi diberbagai sektor infratstruktur baik melalui skema Kerjasam Pemerintah Badan Usaha (KPBU) maupun Engineering, Prodcurement, Construction(EPC)," kata Menteri Basuki dalam pernyataan resminya seperti dikutip pada Minggu (7/11).
Dalam kunjungan kerja hari Ketiga di kota Ankara, Turki. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Duta Besar RI untuk Turki Lalu M Iqbal melanjutkan pertemuan bilateral dengan antara Indonesia dengan Turki sebelumnya yang dilakukan secara virtual pada Juni 2020 sekaligus menyiapkan kerangka kerja sama yang akan diusulkan menjadi salah satu topik pertemuan Preseiden Joko Widodo dan Presden Turki Recep Toyyip Erdogan pada awal Februari 2022. "Saya berharap pertemuan hari ini akan menjadi awal langkah kita dalam kerjasama infrastruktur yang lebih baik dan memperkuat kerjasama bilateral kita," ujar Menteri PUPR.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Negara Turki siap mendukung Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kementerian PUPR menyakini bahwa pembangunan infrastruktur masih banyak menyediakan peluang investasi yang dapat dikerjasamakan dengan perusahaan konstruksi dari luar negeri, khususnya Turki. Pada kesempatan tersebut juga dibahas tentang penambahan frekwensi penerbangan Indonesia-Turki dari enam kali menjadi 10 kali setiap minggu untuk meningkatkan konektivitas dibidang angkutan udara. (Yetede)
Erick Thohir Jajaki Kerja sama Investasi Qatar dengan BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir melanjutkan lawatan kerjanya ke Qatar, Minggu (7/11). Dalam lawatan itu, Erick Thohir mengadakan pertemuan dengan Sheik Faishal Bin Thani Al Thani, Chief of Asia Pasific & Africa Investment Authority (QIA). Lembaga investasi terbesar di dunia yang dimiliki negara Qatar dan juga otoritas yang memiliki saham klub sepak bola Paris Saint Germain (PSG) tersebut, menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia.
"Syukur Alhamdulillah pertemuan tadi menghasilkan poin-poin penting yang salah satunya minat berinvestasi dibidang pariwisata, energi, dan lain-lain," kata Erick dalam keterangan tertutupnya, Minggu. Menurutnya, Qatar sangat terkesan dengan pembangunan yang terus dilakukan Indonesia selama beberapa tahun terakhir dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Dengan potensi sumber daya, baik alam maupun manusia, yang dimiliki Indonesia, para Investor percaya untuk berinvestasi.
Dalam lawatannya ke Qatar, Erick juga menyempatkan diri bertemu dengan Menteri Pertahanan Qatar Kholid bin Mohammad Al Attiyah. Pertemuan ini melanjutkan pertemuan awal yang dirajut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pertemuan kedua Menteri ini menghasilkan komitmen bersama untuk memajukan industri pertahanan Indonesia, "Alhamdulillah, dalam pertemuan ini Barzan menyatakan komitmennya untuk bekerjasama dengan Pindad untuk memajukan industri pertahanan Indonesia.
Bardan menyatakan bahwa kerja sama ini nantinya bukan hanya soal bisnis, namun juga mencakup alih teknologi dan pengembangan SDM pindad agar dapat bersaing dalam rantai nilai global," kata Erick. Lawatan ke Qatar menjadi lanjutan dari safari Erick kesejumlah negara. Sebelumnya Erick mendampingi Presiden dalam pertemuan di Glasgow Skotlandia untuk menghadiri COP26. Lawatan berlanjut ke Uni Emirat Arab untuk menghadiri pertemuan bilateral antara Indonesia dengan kerajaan UEA. (Yetede)
Modal Tekfin Kian Tebal
Suntikan modal dari investor lokal maupun asing kepada perusahaan teknologi finansial (tekfin) dengan berbagai model bisnis baru di Tanah Air kian semarak. Berkembangnya investor di pasar keuangan dalam negeri yang akrab dengan platform digital, membuat perusahaan tekfin terus berinovasi untuk menjangkau segmen anyar. Peluang itu dimanfaatkan sejumlah pemodal besar untuk mengembangkan platform inovatif itu. PT Moduit Digital Indonesia (Moduit) yang mengembangkan platform pengelolaan kekayaan atau wealth management, misalnya dalam waktu dekat bakal mendapat suntikan pendanaan dari investor asal Singapura dan investor lokal yang terafiliasi dengan perusahaan rokok raksasa.
Mencermati pendanaan investor ke fintech, Bendahara Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) sekaligus Co-founder & Managing Partner Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani menyatakan lonjakan investor ritel dan investor pemula Tanah Air merupakan indikator paling mudah diamati oleh para investor, baik itu angel investor, modal ventura, maupun investor startup global. Gairah investor ritel yang akrab dengan teknologi membuat banyak perusahaan tekfin mengembangkan platform layanan investasi seperti reksa dana, saham, P2P lending, penerbit saham dan surat utang UMKM atau securities crowdfunding (SCF), aggregator instrumen investasi, hingga cryptocurrency.
Bisnis Pangkalan Data, Indonesia Berpeluang Jadi Hub
Indonesia berpeluang menjadi pusat aktivitas digital di Asia Tenggara karena letak geografisnya yang sangat strategis. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (Idpro) Teddy Sukardi mengatakan peluang Indonesia memasarkan pangkalan dan layanan data ke negara lain terbuka luas. Menurutnya, Indonesia memiliki letak geografis yang dekat dengan negara pengguna teknologi tinggi seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Australia. “Hub Asia Tenggara bisa di Indonesia karena posisinya yang strategis. Kita bisa tarik serat optik ke Pasifik. Lebih dekat kita sebenarnya dengan Amerika daripada Singapura,” katanya, Sabtu (6/11). Tidak hanya itu, katanya, Indonesia juga bisa berperan sebagai lokasi alternatif. Untuk menjaga keandalan pangkalan data, imbuhnya, sebaiknya penyedia data center membangun pangkalan di beberapa negara, tidak hanya berfokus pada satu negara. Digital Economy Report 2019 UNCTAD memperkirakan pada 2022 lalu lintas data di dunia mencapai 150.700 Gbps, naik sekitar 227% dibandingkan dengan 2017. Lalu lintas data itu membutuhkan pangkalan untuk mendukung layanan data. Centre for Energy Research & Technology mencatat kapasitas pangkalan data
Amerika Mengincar Pajak Investor Kripto
Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah mengincar pamasukan pajak dari investor kripto. Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) kemudian mengusulkan kenaikan pajak bagi investor kripto yang nantinya tertuang dalam undang - undang (UU). Tak main - main, Komite Gabungan Perpajakan AS memperkirakan bahwa perubahan aturan terkait penjualan konstruktif dan wash hale secara kolektif akan menghasilkan pemasukan pajak sekitar US$ 16,8 miliar selama 10 tahun.
Janji Foxconn, VW dan BSAF Investasi ke Indonesia
Asa Indonesia untuk mendorong industri ramah lingkungan yang salah satunya didorong dengan hilirisasi industri kendaraan listrik makin menemukan titik terang. Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan ternama yang ingin menanamkan modalnya untuk mewujudkan target Indonesia menjadi salah satu negara pemain mobil listrik dunia. Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan perusahaan tersebut adalah Perusahaan Taiwan Hon Hai Precision Industry (Foxconn), Volkswagen, dan BASF. “Insha Allah Foxconn berminat masuk Indonesia, kemarin dari Jerman bicara dengan Volkswagen dan BASF, mereka confirm masuk ke Indoensia,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Kamis (4/11). Investasi Foxconn di Indonesia tersebut nantinya akan melibatkan pengusaha nasional dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Foxconn tak hanya membangun industri mobil listrik saja, tetapi juga membangun industri komponen dan bahan baku yang akan digunakan. Sementara Volkswagen dan BASF akan masuk ke Indonesia dan menjadi bagian rantai pasok untuk baterai mobil listrik. Mereka masuk pada bagian rantai pasok hilir.
Bisnis Online Ramai, Bisnis Logistik Menanjak
Kontan, Jakarta - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) berpotensi mendorong bisnis jasa pengiriman. Bisnis jasa pengiriman logistik semakin menjanjikan pada tahun ini, sekalipun Indonesia masih dibayangi pandemi Covid-19. Di sisi lain, sektor jasa ini terdongkrak pesatnya perkembangan bisnis e-commerce di Tanah Air. Sebut saja, PT Lion Express atau dikenal dengan Lion Parcel yang terus menggelar ekspansi bisnis. Chief Executive Officer Lion Parcel mengatakan rata-rata volume pengantaran produk yang dilakukan Lion Parcel mencapai 4 juta paket per bulan. Jika dilihat trennya, maka volume pengantaran produk Lion Parcel mampu tumbuh 55% year-on-year (yoy) di periode Januari-Agustus 2021.
Sejauh ini kontribusi terbesar volume pengantaran Lion Parcel berasal dari perusahaan ritel dengan porsi sekitar 70%, kemudian korporasi tradisional sekitar 25%, serta sisanya 5% berasal dari perusahaan e-commerce. Lion Parcel juga fokus pada pengiriman di level hulu, baik dari prinsipal ke distributor maupun dari distributor ke penjual. Setali tiga uang. Manajemen JNE juga menganggap bisnis jasa pengantaran logistik memiliki prospek yang cerah di Indonesia, seiring perkembangan e-commerce yang begitu cepat, sehingga kebutuhan pengiriman barang ikut meningkat signifikan. Bertambahnya volume pengiriman JNE yang didorong kebutuhan pengiriman oleh masyarakat, berdampak pula terhadap bisnis para pelaku e-commerce dan UMKM.
BoE Menahan Suku Bunga Meskipun Inflasi melonjak
Bank Sentral Inggris atau BoE pada Kamis (4/11) mengambil keputusan untuk mempertahankan suku bunga utama pada rekor rendah 0,1%. Tetapi pihaknya mengisyaratkan adanya kenaikan dalam beberapa bulan mendatang untuk meredam lonjakan inflasi. BoE juga mempertahankan program stimulus untuk mendukung ekonomi Inggris dan dari dampak pandemi Covid-19. Total stimulus ini mencapai hampir 0,1 triliun poundstreling atau US$ 1,4 triliun. Namun BoE menyatakan kemungkinan masih perlu beberapa pengetatan kebijakan moneter sederhana untuk menurunkan laju inflasi.
"Tapi beberapa bulan mendatang kemungkinan perlu menaikkan suku bunga utama untuk membawa inflasi tahunan Inggris kembali ke target bank sentral sebesar 2,0%" kata BoE. Sementara pemerintah Inggris memperkirakan rata-rata inflasi tahunan sebesar 4,0% selama tahun depan. Karena harga energi melonjak dan pembukaan kembali aktivitas ekonomi terdampak krisis pasokan. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank sentral Jepang (BoJ) juga menahan kebijakannya untuk saat ini. Baik atas suku bunga maupun stimulus.
Tetapi bank sentral di negara-negara seperti Brasil, Singapura, Selandia Baru, dan Korea Selatan telah menaikkan biaya pinjaman baru-baru ini. Bank sentral Kanada (BoC) telah mengakhiri program stimulus pembelian obligasi yang signifikan dan memperkirakan kenaikan suku bunga awal, yakni pada 2022. Di Inggris program ekonomi masih belum jelas. Sebelumnya pemerintah Inggris pada September 2021 mengakhiri skema dukungan cuti yang membuat jutaan pekerja sektor swasta tetap bekerja selama pandemi virus corona. (Yetede)
2025, Transaksi e-Commerce RI Capai US$ 83 Miliar
Indonesia di proyeksikan menjadi pasar terbesar untuk pembayaran perdagangan secara elektronik (e-Commerce) di Asia Tenggara senilai US$ 83 miliar, disusul Vietnam US$ 29 miliar , dan Thailand US$ 24 miliar, pada tahun 2025. Tahun yang sama, Indonesia akan menyambut lebih dari 100 juta pengguna dompet seluler (mobile wallets) baru. Hal tersebut merupakan sebagian dari laporan terbaru dari laporan IDC, firma suvei pasar, yang ditugaskan oleh 2C2P, Platform pembayaran asal Singapura, Kawasan Asia Tenggara pun disebut mengalami transformasi keuangan luar biasa yang digerakkan oleh revolusi pembayaran digital. Laporan IDC dengan tema How Southeast Asia Buys dan Asia Pays: Driving New Business Value for Merchant yang diterbitkan pada November 2021, itu juga mengungkapkan, kompleksitas ekosistem pembayaran di Asia Tenggara yang trefragmentasi, sehingga mendorong bisnis untuk membuat keputusan yang tepat dan mampu menangkap peluang.
IDC juga melacak adanya trend adanya beberapa alternatif pembayaran yang muncul, seperti dompet seluler (mobile wallets) pembayaran domestik, serta Beli Sekarang Bayar Nanti, disamping masih ada opsi tadisional seperti pembayaran menggunakan kartu dan uang laporan tersebut juga memperkirakan pangsa pasar yang berubah dari opsi pembayaran antara tahun 2019 dan 2025 di enam pasar untuk membantu bisnis menyusun strategi penskalaan lintas batas negara. Aung Kyaw Moe, pendiri dan CEO 2C2P, menuturkan, ada peluang untuk memanfaatkan pertumbuhan pembayaran digital dan penyedia kebutuhan konsumen yang selalu berubah di kawasan Asia Tenggara. "Pembayaran digital bukan lagi sekedar hal yang menyenangkan untuk dimiliki tetapi harus dimiliki, dan merupakan bagian penting dari setiap strategi bisnis perudahaan." Kata Aung Kyaw Moe, dalam pernyataannya, Kamis (4/11). (Yetede)
Menyikapi Tapering
Keputusan penting Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan yang sudah lama ditunggu-tunggu itu akhirnya ada kepastian. Pengurangan stimulus ekonomi yang populer dengan istilah tapering tersebut akan dilakukan pada akhir November ini. Perekonomian AS yang membaik menjadi alasan utama kebijakan tapering tersebut. Namun, perhatian investor global bukan berhenti sampai tapering, melainkan kapan The Fed akan menaikkan suku bunga yang saat ini mendekati nol persen. Ekonomi AS sekarang ini mengalami inflasi tinggi, yakni kenaikan barang dan jasa akibat terganggunya rantai pasok.
Dua indikator itu yang menjadi pertimbangan Bank Sentral AS yang menaikkan suku bunga. Namun dari isyarat Gubernur The Fed Jarome Powell, kenaikan suku bunga tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Dunia finansial jauh lebih siap menghadapi kebijakan tapering ketimbang kejadian serupa tahun 2014. Telah memicu goncangan finansial global sehingga mendorong hengkangnya dana-dana asing di negara pasar berkembang. Faktanya, kemungkinan buruk itu yang sempat menghantui investor global tidak terjadi. Sejak awal, tiga otoritas penjaga sektor finansial dan makro ekonomi kita.
Di lain sisi fundamental kita cukup solid. Kondisi sektor fiskal dan moneter relatif terjaga baik. Sektor perbankan cukup kuat, tercermin pada jumlah indikator kesehatan, baik dari sisi permodalan (CAR), kredit bermasalah (NPL), dan kredit mulai tumbuh. Defisit transaksi berjalan (CAD) tercatat rendah,sekitar 1-2% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun ini dan tahun depan. Inflasi juga terjaga di level 3% cadangan devisa saat ini juga mencapai US$ 146,9 miliar, level tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu, kepemilikan asing di SBN saat ini tinggal sekitar 22%. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









