;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

EMTK Membeli Saham Raffi Ahmad

09 Nov 2021

Emtek Grup alias PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) kini menggenggam saham di Rans Entertaiment yang didirikan oleh artis kondang Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Grup EMTK berkolaborasi dengan Rans Entertaiment lewat unit bisnis di anak perusahaannya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Direktur PT Surya Citra Media Tbk, Sutanto Hartono mengungkapkan, melalui anak usahanya, yaitu Indonesia Entertaiment Group (IEG), SCMA telah menyuntikkan investasi kepada Rans Entertaiment. Sayang, Sutanto belum membeberkan berapa nilai investasi dan juga porsi saham yang saat ini digenggam SCMA.

Merosot di Investasi Teknologi, SoftBank Catat Rugi Bersih

09 Nov 2021

SoftBank pada Senin (8/11) mengumumkan rugi bersih kuartalan pertama pada 18 bulan, karena penindasan pada perusahaan teknologi di Tiongkok dan kerugian investasi lainnya  menghantam portfolio Vision Fund. Perusahaan telekomunikasi yang berubah menjadi raksasa investasi itu juga mengumumkan  pembelian kembali saham senilai satu triliun (US$ 8,8), dilaporkan dibawah tekanan dari pemegang saham yang frustasi dengan harga sahamnya yang turun. SoftBank Group telah menggelontorkan  ke beberapa nama terbesar di dunia teknologi dan usaha baru, termasuk raksasa e-Commerce Tiongkok Alibaba dan perusahaan jasa tumpangan Didi Chuxing, melalui US 100 miliar Vision Fund. 

Tetapi strategi CEO Masayoshi Son untuk menargetkan perusahaan teknologi dan perusahaan rintisan untuk mencari unicorn telah kontroversial dan menyebabkan rollercoaster pendapatan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan mencatat kerugian bersih 397,9 miliar yen (setara US$ 3,5 miliar pada Juli-September 2021). Itu sangat terpukul oleh penurunan nilai Alibaba, juga memukul perusahaan-perusahaan di negara lain. Perusahaan e-commerce Korea Selatan Coupang, dengan laba bersih semenster pertama turun lebih dari 80% sejak awal tahun. 

Secara total Softbank mengatakan kerugian investasi selama  kuartal tersebut sebesar  1,66 triliun yen termasuk yang ditimbulkan oleh operasional Vision Fund. "Kami tidak bangga dengan itu. Indikator terpenting kami, nilai aset bersih, turun enam triliun yen. Hanya dalam tiga bulan, ini masalah besar," kata Son, Senin (8/11). Son mengatakan hasilnya dapat diringkas menjadi satu faktor kunci dalam satu kata, yakni Alibaba. Setelah kuartal pertama April-Juni 2021, Son mengatakan, dirinya akan mengambil pendekatan yang hati-hati terhadap investasi di Tiongkok karena mengakui tantangan berat. (Yetede)

Bandara Syndey Siap Dijual Senilai US$ 3Triliun

09 Nov 2021

Bandara Sydney pada Senin (8/11) mengumumkan telah menyetujui tawaran pengambilalihan senilai US$ 17 miliar oleh konsorsium investor Australia, hanya beberapa hari setelah dibuka kembali untuk perjalanan internasional. Dewan bandara dengan suara bulat telah menyetujui penjualan ke Sydney Aviation Alliance, sebuah konsorsium dari investor infrastruktur dan dana pensiun Australia. Pihaknya merekomondasikan para pemegang saham untuk memilih. Alliance tersebut menawarkan Aus$ 8,75 per saham Aus$ 23,6 miliar (US$ 17,5 miliar), setelah penawaran sebelumnya beberapa bulan lalu ditolak karena terlalu rendah. "Pengumuman hari ini adalah puncak dari bulan keterlibatan antara semua pihak. Anggota Dewan Sydney Airport yakin hasilnya mencerminkan nilai jangka panjang yang sesuai untuk bandara," kata Kepala Bandara Sydney David Ginski dalam sebuah pernyataan, Senin (8/11). Pengumuman itu muncul setelah perbatasan internasional Sydney dibuka  kembali sebagian, hampir 600 hari setelah salah satu penutupan perbatasan pandemi terberat di dunia dimulai. Warga Australia yang divaksinasi yang bepergian melalui Sydney dan Melbourn sekarang dapat datang datang dan pergi tanpa karantina atau mendapat pengecualian resmi. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah pertama negara itu dalam memulai kembali aktivitas perjalanan secara bertahap. Penjualan bandara tetap tunduk pada persyaratan, termasuk pada evaluasi ahli independen. (Yetede)

Impor Batu Bara Tiongkok Naik 2 Kali Lipat

09 Nov 2021

Data bea cukai yang dirilis Minggu (7/11) menunjukkan bahwa Tiongkok pada bulan lalu telah mengimpor  batu bara hampir dua kali lebih banyak dibandingkan Oktober tahun lalu. Padahal tanda-tanda krisis listrik di Negeri Tirai Bambu itu mulai berkurang. Menurut data yang diakses melalui Wind Information, catatan pembelian batu bara mencapai 26,9 juta ton pada September menjadi 18,2%. Pihak berwenang Tiongkok sendiri disebut-sebut telah bergegas untuk mengatasi kekurangan batu bara di negara itu, sejak akhir September pasca banyak pabrik yang terpaksa memangkas produksi.

Commonwealth Bank of Australi melaporkan, pada pertengahan Oktober, jumlah provinsi Tiongkok yang mengalami krisis listrik yang signifikan mengalami penurunan menjadi dua provinsi, turun dari 18 provinsi pada awal bulan. Pada Minggu, perusahaan listrik Tiongkok State Gird mengatakan  bahwa pasokan dan permintaan listrik pelat merah itu tetap memperingatkan tantangan yang bakal dibulan-bulan musim dingin mendatang. Disisi lain, Amerika Serikat (AS) masih menjadi mitra dagang terbesar Tiongkok dengan basis  satu negara. Tapi impor dari AS melambat tajam menjadi sekitar 4,6% year-on-year (yoy) pada Oktober.

Data bea cukai lebih lanjut menunjukkan, catatan impor dari Australia. yang pernah menjadi sumber batu bara terbesar Tiongkok- merosot ketingkat pertumbuhan 24,3% yoy pada Oktober , sementara ekspor ke AS masih mempertahankan laju pertumbuhan tinggi hampir 22,7%. Demikian menurut data bea cukai Tiongkok.Ekspornya juga hanya tumbuh sebesar  22,3% atau turun sedikit dari 23,8% pada September. Menurut kantor berita Reuters ,impor keseluruhan Tiongkok tumbuh sebesar 20%, pada Oktober atau meleset dari ekspektasi pertumbuhan 25%, ekspor Tiongkok juga naik 27,1% melampaui prediksi Reuters 24%-24,5% (Yetede)

Menkeu Proyek KA Cepat Dapat PMN Rp 4,3 Triliun

09 Nov 2021

Pemerintah telah memberikan penyertaan modal negara (PMN) di proyek Kereta Api (KA) Cepat Jakarta-Bandung senilai 4,3 triliun. PMN ini berasal dari saldo anggaran lebih (SAL) 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana SAL akan mengalir dalam bentuk penyertaan  modal negara kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kini menjadi pimpinan konsorsium BUMN di proyek KA Cepat. "Untuk kebutuhan KA Cepat, untuk pemenuhan base equity sebesar Rp 4,3 triliun," kata Menkeu Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (8/11).

Sekedar informasi, semula proyek KA Cepat ini dipatok senilai US$ 7,9 miliar atau Rp113,1 triliun. Menkeu juga menjelaskan, proyek KA Cepat semula bersifat business to business yang dipegang oleh PT KAI, namun dampak pandemi Covid-19 ikut menekan kondisi keuangan KAI sehingga pemerintah harus terlibat dalam pendanaan. Sebelumnya Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, masuknya investasi pemerintah melalui PMN akan mempercepat penelesaian KA Cepat.

Menurut Dwiyana struktur pembiayaan KA Cepat adalah 75% dari mulai proyek dibiayai oleh CDB dan 25% ekuitas  tersebut sebesar 60% berasal dari konsorsium Indonesia karena menjadi  pemegang saham mayoritas.  Dengan demikian, pendanaan dari konsosium dari Indonesia ini sekitar 15% dari proyek , sedangkan sisanya sebesar 85% dibiayai dari eksuitas dan pinjaman pihak Tiongkok, tanpa adanya jaminan dari pemerintah Indonesia. (Yetede)

Garuda dan Lessor Belum Sepakati Pengembalian 18 Pesawat Bombardier

09 Nov 2021

Maskapai Garuda Indonesia dan Lessor (penyedia jasa sewa pesawat) belum menyepakati pengembalian 18 pesawat Bombardier CRJ1000. Namun, proses negosiasi masih terus dilakukan oleh operator penerbangan pelat merah itu.  "Kami masih berdiskusi terus (terkait pengembali 18 pesawat Bombardier CRJ1000) kata Direktur Utama Garuda  Irfan Setiaputra ) saat dihubungi Investor Daily, Senin (8/11). Ketika ditanya apakah Garuda masih membayar biaya sewa armada  Bombardier CRJ1000, mengingat saat ini semua pesawat masih berada  di Garuda Indonesia, Irfan menjelaskan, pembayaran akan dilanjutkan apabila sudah ada kesepakatan dengan Lessor.

Namun demikian Irfan tidak menyebut status 18 armada Bombardier CRJ1000 apakah masih digunakan ataukah tidak. Adapun dalam keterbukaan informasi publik yang disampaikan kepada Bursa Efek Jakarta (BEI) managemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa saat ini masih menguasai total 119 pesawat sewa dan memiliki enam armada. "Saat ini pesawat terus melakukan negoisasi sewa pesawat kepada Lessor sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perseroan." ungkap managemen Garuda dalam keterbukaan informasi publik yang dikutip Senin (8/11).

Pada bagian lain maskapai  nasional Garuda Indonesia dan Emirates sepakat untuk bekerjasama dalam memperluas  jaringan penerbangan kedua maskapai. Kerjasama ini diharapkan berlaku efektif mulai 2 Januari 2022. Kesepakatan tersebut dilaksanakan melalui penandatanganan MoU oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Melalui kerjasama ini, penumpang Garuda Indonesia akan mendapatkan kemudahan akses ke berbagai destinasi  yang dioperasikan oleh Emirates  diantaranya Dubai, Bahrain, Moskow, Johannessburg , Kairo, London, dan Menchester. (Yetede)

BSI Bersiap Memperkuat Posisi Indonesia di Kancah Global

08 Nov 2021

Dubai, 7 November 2021- PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mulai merealisasikan program BUMN Go Global yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir, setelah diterimanya letter of incorporation oleh bank syariah terbesar di Tanah Air tersebut dari Dubai International Finance Center (DIFC) pada Kamis (4/11). Langkah strategis yang sangat cepat dari BSI ini diharapkan pula dapat mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah khususnya di Uni Emirat Arab (UEA). Terlebih UEA adalah salah satu pusat investasi global dimana Dubai adalah pusat keuangan syariah global termasuk Sukuk.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kehadiran BSI di Dubai diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia. "Saya berharap BSI dapat mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai dan menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global, untuk menginvestasikan dananya pada proyek-proyek pemerintah, BUMN dan juga proyek-proyek pembangunan lainnya di Tanah Air," kata Erick. Terkait hal ini Direktur BSI Henri Gunardi mengatakan langkah tersebut adalah bukti kesiapan pihaknya untuk membuka pasar ditataran global.

Menurutnya kehadiran BSI di Dubai merupakan langkah strategis. Langkah ini pun menandai rekam jejak  pertama BSI di pasar global. BSI akan menjadi bank  dari Indonesia yang pertama yang memiliki kantor perwakilan  di kawasan Timur Tengah. Dengan ekspansi ini, BSI berharap dapat mewujudkan misinya sebagai Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025. Kehadiran  BSI di Dubai diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. Kehadiran BSI di Dubai juga diharapkan akan memperkuat hubungan bilateral. (Yetede)

Kongres AS Sahkan Paket UU Infrastruktur US$ 1T

08 Nov 2021

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang sempat dibuat pusing pada Sabtu (6/11) waktu setempat, akhirnya menyambut pengesahan Kongres terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Infrastruktur bernilai US$ 1 triliun yang sudah tertunda. Paket ini disebut sebagai investasi satu kali dalam satu generasi dan rencana jaring pengaman sosial yang lebih luas diprediksi disetujui, meskipun melalui proses negosiasi menegangkan. Biden dan Wakil Presiden AS, Kamala Harris baru muncul di Ruang Makan Negara Gedung Putih sekitar 12 jam setelah Demokrat yang moderat dan progresif di DPR berhasil mengatasi perseteruan internal serta memberikan presiden kemangan legislatif terbesarnya sejauh ini.

"Akhirnya, pekan infrastruktur. Saya sangat senang mengatakan ini pekan infrastruktur!" ujar Biden seraya tertawa, yang dikutip Reuters. Komentar Biden tersebut mengacu pada lelucon yang dilontarkan beberapa tahun terakhir, ketika Presiden Donald Trump dari Republik pada 2018 menyebutkan kalimat "Pekan Infrastruktur" tetapi tidak mengesahkan RUU beberapa kali selama kepemimpinannya. Biden mengungkapkan, dalam negosiasi terakhirnya dengan Demokrat untuk mencoba mengesahkan RUU itu, dia mendesak supaya mereka mau bersikap masuk akal.

Selain itu, pada pekan depan, Biden berencana mengunjungi beberapa pelabuhan untuk mempromosikan RUU tersebut dan warga Amerika akan melihat dampaknya dalam beberapa bulan mendatang. Dia mengatakan, itu adalah sesuatu yang ditawarkan  kepada Demokrat demi  mencegah kekalahan dalam pemilihan sela Kongres di tahun lalu. "RUU Infrastruktur akan menciptakan lapangan kerja  bagi kerah biru yang memodernisasi jalan-jalan, dan jembatan, serta mengubah sitem transportasi. Sebagian besar pekerjaan yang diciptakan tidak akan membutuhkan gelar sarjana." ujar Biden. (Yetede)

Perdagangan Luar Negeri Tiongkok Naik Sembilan Kali Lipat

08 Nov 2021

Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan laju perdagangan luar negerinya hingga sembilan kali lipat dalam 20 tahun, sejak bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Negara dengan kekuatan ekonomi kedua di dunia itu berusaha melampaui Amerika Serikat (AS) untuk menjadi pemain utama. Namun kemajuan yang dicapainya masih sedikit untuk mereformasi badan-badan usaha yang dikelola negara. Berbekal tenaga kerja murah, Tiongkok terus meningkatkan ekspor dengan mengambil peran sebagai pabrik dunia sejak bergabung dengan WTO pada Desember 2001. Tiongkok juga meningkatkan impor dengan menurunkan tarif secara bertahap.

Alhasil, menurut Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilansir Nikeri pada Minggu (7/11), ekspornya melonjak  870% dan impor melonjak 740% dari 2001 hingga 2020. Total nilai perdagangan dilaporkan melonjak 810% untuk perdagangan global secara keseluruhan. "Tiongkok telah sepenuhnya memenuhi komitmen aksesinya.  Tingkat tarif keseluruhannya telah diturunkan dari 15,3% menjadi 7,4%,lebih rendah dari komitmen aksesi 9,8%," kata Xi yang dikutip Nikeri.

Menurut laporan tepat setelah bergabung dengan WTO, produk-produk padat karya, seperti pakaian, menyumbang sebagian besar ekspor Tiongkok. Namun dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut telah meningkatkan pengiriman barang barang berteknologi tinggi seperti komputer-komputer pribadi, dan ponsel pintar. Sementara itu pemerintah Tiongkok mengajukan permohonan keanggotaan dalam CPTPP yang menuntut tingkat liberalisasi yang jauh lebih tinggi dari pada RECP. Pemerintah Tiongkok tampak ingin memosisikan dirinya lebih baik dalam persaingan untuk supremasi dunia dengan AS. (Yetede)

Maskapai Bersiap Hadapi Lonjakan Penerbangan ke AS

08 Nov 2021

Jumlah pesanan maskapai penerbangan menuju Amerika Serikat (AS) dilaporkan segera mengalami lonjakan. Hal ini terjadi setelah gedung putih mengumumkan bakal membuka kembali negaranya bagi semua pelancong internasional yang telah divaksinasi, mulai pekan depan. Keputusan yang mulai berlaku pada Senin (8/11) waktu setempat itu menyusul tindakan pembatasan yang sudah berlangsung selama 18 bulan bagi 33 negara selama pandemi virus corona terburuk. Pandemi ini telah memisahkan keluarga, menghambat agenda perjalanan bisnis dan membuat frustasi para wisatawan.

Di sisi lain, kebijakan AS tersebut menjadi tantangan bagi industri penerbangan, sebagai informasi,maskapai-maskapai besar  termasuk Air France, United AirLines, dan Singapore Airlines disebut sedang berjuang keras untuk memenuhi lonjakan permintaan mendadak. Hal ini mendorong mereka menambah jumlah jadwal penerbangan, mengganti  pesawat lebih besar dengan yang lebih kecil, serta melipat gandakan upaya-upaya untuk merekrut dan mempertahankan staf.

Sementara itu, setelah pengumuman Gedung Putih, maskapai British Airways menunjukkan lonjakan 900% dalam hal pencarian jadwal penerbangan dan paket-paket liburan ke tujuan utaman di AS, dibandingkan dengan pekan sebelumnya, Bahkan sehari setelah pengumuman, maskapai Amerikan Airlines memperlihatkan adanya kenaikan 66% dalam pemesanan penerbangan ke Inggris, 40% ke Eropa dan 74% ke Brasil. Disamping itu, tercatat persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan kursi pada 8 November. (Yetede)