Ekonomi
( 40554 )Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal RI-Jepang Melonjak hingga 10 kali
Bank Indonesia (BI) mencatat, penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) antara pelaku usaha di Indonesia dan Jepang naik signifikan. Nilai transaksi per bulan pada penerapan awal 2020 yang baru setara US$ 9,8 juta, meningkat hingga 10 kali lipat menjadi setara US$ 109,4 juta pada 2021 (sampai dengan September). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, percepatan penerangan LCS dengan mitra dagang utama dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN), khususnya di sektor ekpor-impor dan investasi. Destry menambahkan, Jepang tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-2 bagi Indonesia dari sisi ekspor dan ketiga dari negara impor. Dengan adanya kerjasama LCS antara Jepang-Indonesia, volume dan nilai perdagangan higga investasi kedua negara diharapkan dapat terus meningkat. Kedepannya, Destry menyampaikan ketergantungan terhadap satu mata uang bisa dikurangi melalui penerapan LCS, "Kita coba tidak untuk (memiliki) ketergantungan terhadap satu mata uang tertentu. Kita coba diversivikasikan agar risikonya menjadi managable," tambah dia."Hal ini positif untuk bersama-sama meningkatkan neraca perdagangan terkait sektor keuangan." sambung Wakil Ketua Perdagangan Jerry Sambuaga.
Kadin: Maskapai Butuh Dukungan Pembiayaan untuk Sewa Pesawat
Maskapai nasional mengharapkan bank atau lembaga finansial non-bank dalam negeri bisa turut mendungkung pembiayaan sewa pesawat. Hal itu guna memastikan ketersediaan kapasitas penerbangan alat permintaan kembali pulih yang diperkirakan mulai terjadi pada tahun depan. Ketua Komisi Tetap Perhubungan Udara Kamar Dagang dan Industri Bayu Sutanto mengunkapkan pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun terakhir ini juga menghantam industri penerbangan secara global.
Dia menjelaskan, apabila permintaan meningkat sesuai prediksi, diperlukan tambahan kapasitas jumlah pesawat. Jika tidak ditambah dan tetap seperti sekarang ini, yakin banyak pesawat yang di-groundedkan, ataupun ditarik Lessor. "Ini menjadi tantangan bagaimana kita bisa menyediakan kapasitas pesawat sesuai dengan permintaan karena adanya pemulihan tadi,"ujar Bayu Sutanto.
"Tagihan sewa pesawat bulanan ditagih hingga ketidakmampuan akhirnya lessor menarik pesawat-pesawat." Ucap Bayu yang juga menjabat Skeretaris Jendral Indonesia National Air Carriers Association (INACA). Dia mengungkapkan, dari masing-masing maskapai yang ada saat ini, jumlah pesawat mereka yang bisa diterbangkan sangat sedikit sekali. Bahkan, ada yang sama sekali tidak bisa terbang. (Yetede)
Anak Usaha CP Prima Ekspor Perdana Pakan Hewan Kesayanagn ke Brunei
PT Central Windu Sejati (CWS), anak usaha PT Central Proteina Prima Tbk ICP Primal yang memproduksi pakan hewan kesayangan (petfood), mulai menambah pasar luar negeri dengan melakukan ekspor perdana satu kontainer atau 10 ton pakan hewan kesayangan senilai US$ 10 ribu ke Brunei Darussalam. Setelah Brunei, ekspor akan diperluas ke negara tetangga lainnya yakni Filipina.
"Setelah Brunei, CWS berencana mengekspor ke enam negara potensial di Asia Tenggara, salah satunya dalam waktu dekat adalah ke Philipina dengan nilai yang sama seperti ke Brunei. Ekspor perdana ke Brunei itu senilai US$ 10 ribu." Jelas Paulius disela pelepasan ekspor perdana pakan hewan kesayangan terdekat di Sidoarjo, Jawa Timur.
Kementan akan terus mendorong ekspor subsektor peternakan. Pada 2024, seluruh ekspor produk pertanian termasuk peternakan ditargetkan naik hingga 300%. Untuk menggenjot pertumbuhan ekspor kedepan maka pemerintah terus berupaya membuka peluang pasar-pasar baru melalui pertemuan bilateral dengan berbagai negara. (Yetede)
Bisnis Tommy Soeharto Bertambah
Pengusaha Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto kembali menggelar ekspansi usaha. Di tengah langkah Satgas BLBI menyita aset perusahaan milik Tommy Soeharto di Karawang, putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu tetap ekspansif. Kemarin, dia meresmikan proyek area rehat (rest area) untuk kendaraan truk di Karawang.
Sejatinya, sulur bisnis Tommy Soeharto bukan hanya kawasan industri. Sosok yang kerap disebut sebagai Pangeran Cendana ini juga memiliki banyak usaha, melalui sejumlah perusahaan. Misalnya, Tommy Soeharto memiliki jejaring bisnis di sektor energi (Humpuss), perhotelan (Hotel Lorin), properti hingga ritel (Goro). Dia juga masih mengelola Sirkuit Sentul (lihat tabel). Kabar terbaru, salah satu perusahaan milik Tommy Soeharto, yakni PT Mandala Pratama Permai (MMP) yang mengelola kawasan industri di Dawuan, Karawang, menggandeng PT Bintang Baru Raya (BBR Logistics). Mereka membangun Rest Area Modern Sistem Digital untuk Truk yang pertama di Indonesia pada November tahun ini. Rest area yang berada di tepian Jalan Tol Cikampek itu diluncurkan kemarin dan dihadiri Tommy Soeharto sebagai pemilik kawasan. Tommy Soeharto menyatakan, sektor logistik di masa pandemi Covid-19 masih mampu bertahan dan terus tumbuh positif.
Xi: Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan AS Atas Dasar Saling Menghormati
Menjelang pertemuan virtual yang diharapkan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Presiden Tiongkok XI Jinping mengatakan negaranya bersedia bekerja sama dengan AS, syaratnya jika kedua negara saling menghormati. Pemerintah Tiongkok kerap menggunakan istilah saling menghormati dalam meneyerukan komunikasi yang lebih baik dengan AS "Saat ini, Relasi Tiongkok-AS yang adalah organisasi nirbala berbasis di New York.
"Kedua negara akan mendapatkan keuntungan dari kerja sama dan kalah dari konfrontasi. Kerjasama adalah satu-satunya pilihan yang tepat, tulis Xi dalam surat itu. Biden dan Xi akan mengadakan pertemuan virtual paling cepat minggu depan, menurut laporan Ruteurs beberapa jam yang lalu sebelum membaca surat, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. "Mengikuti prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara menguntungkan. Tiongkok berdiri siap berkerja dengan AS untuk meningkatkan pertukaran dan bekerja sama dalam segala bidang," menurut surat Xi.
Xi juga mengingatkan pemerintah Tiongkok ingin bekerja sama dengan AS untuk mengatasi masalah regional dan internasional, serta mengatasi tantangan global. Dia menambahkan, kedua negara perlu mengelola perbedaan untuk sementara waktu, "Untuk membawa hubungan Tiongkok-AS kembali kejalur yang benar dari perkembangan yang sehat dan stabil," lanjutnya. Ketegangan antara pemerintah AS-Tiongkok telah meningkat dalam waktu terakhir, Pendahulu Biden, mantan Presiden Donald Trump mulai mengambil sikap keras terhadap Tiongkok dimulai dengan isu perdagangan. (Yetede)
WHO Menantikan vaksin Covid-19 Lewat Oral dan Hidung
Kepala Ilmuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Sounya Swaminathan mengatakan bahwa dirinya menantikan generasi kedua Vaksin Covid-19, yang dapat mencakup semprotan hidung dan versi oral. Swaminathan mengatakan vaksin semacam itu dapat memiliki keunggulan dibandingkan suntikan saat ini, karena akan lebih mudah untuk diberikan dan bahkan bisa dilakukan sendiri. "Ini mencakup seluruh jajaran teknologi. Mereka masih dalam pengembangan. Saya yakin beberapa dari (vaksin) akan terbukti sangat aman dan manjur dan lainnya mungkin tidak. Mungkin ada keuntungan dari beberapa vaksin generasi kedua, jelas jika Anda memiliki vaksin oral atau vaksin intra-nasal ini lebih mudah diberikan dari pada vaksin suntikan, akhirnya kita bisa memilih mana yang paling tepat. Jika bukan karena Covid , kami akan menggunakan platform ini untuk infeksi lain dimasa depan." katanya dalam interaksi langsung disaluran media sosial WHO, Rabu (10/11).
Swaminathan menjelaskan keuntungan dari vaksin yang disemprotkan kehidung, seperti yang terjadi di beberapa negara dengan vaksin influenza. "Jika ada respon imun lokal maka akan menangani virus sebelum ia pergi dan terbentuk sendiri di paru-paru dan mulai menyebabkan masalah,"katanya. WHO hanya memberikan otoritas penggunaan darurat untuk tujuh vaksin Covid-19. Antara lain yang dibuat oleh Pfizer/BioNtech Moderna ,AstraZeneca, Johnson and Johnson, Shinopharm, Sinovac dan minggu lalu Bharat Biotech. "Tidak ada vaksin yang 100%, Tidak ada yang pernah mengklaim bahwa vaksin akan menjadi 100% protektif. Tapi 90% adalah jumlah perlindungan yang luar biasa untuk dimiliki, dibandingkan dengan nol. Hingga saat ini, dengan vaksin yang telah kami setujui belum ada signal yang begitu mengkhawatirkan yang perlu kita katakan, kita perlu memikirkan kembali vaksin ini," kata Swaminathan. Menurut hitungan AFP, hingga saat ini lebih dari dari 7,25 miliar dosis vaksin telah kita berkan di seluruh dunia. (Yetede)
Suku Bunga The Fed Diperkirakan Naik Juli Tahun Depan
Para pialang di pasar berjangka Wall Street sekarang memperkirakan bahwa suku bunga acuan The Fed mulai dinaikkan pada Juli 2022, dari perkiraan sebelumnya pada September tahun depan. Hal itu didasarkan pada lonjakan inflasi bulan lalu, yang dilaporkan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS pada Rabu (10/11). Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2021 naik 6,2% dibandingkan tahun lalu. Melebihi estimasi Dow Jones yang sebesar 5,9%. Kenaikan tersebut adalah yang tertinggi dalam 30 tahun lebih. Dalam laporan terpisah, Depnaker AS melaporkan bahwa upah riil setelah inflasi turun 0,5 pada Oktober dibandingkan September.
Para pialang sepenuhnya mem-pricing-in kenaikan pertama suku bunga pada September 2022. Tapi mereka mem-pricing-in jauh lebih besar peluang The Fed menaikkannya lebih cepat. The Fed sebelumnya menyatakan akan merampungkan tapering pembelian obligasi pada pertengahan tahun depan, abru kemudian menaikkan suku bunga acuan. "Suku bunga acuan efektif The Fed sekarang ini delapan basis poin dan kemungkinan suku bunga naik pada Juli sekarang di-pricing in naik lebih cepat."ujar Peter Boockvar, Chief Investment Office Bleakly Advisory Group.
Sementara itu, Presiden The Fed st Louis James Bullard menyampaikan, bahwa saat ini ia memperkirakan bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada 2022, setelah merampungkan tapering pembelian obligasinya. Namun Bullard mengingatkan bahwa sudut pandangnya didasarkan pada data ekonomi saat ini, dan bahwa prediksinya dapat berubah seiring berjalannya waktu. Apa yang bisa kita lakukan adalah menilai situasi musim semi berikutnya. dan melihat dimana kita berada. Dan pada saat itu kita dapat membuat keputusan tentang menaikkan suku bunga kebijakan, ujar Bullard. (Yetede)
Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi nasional dipastikan kembali melaju kuartal ini. Kasus infeksi harian Covid-19 sudah turun drastis dalam tiga bulan terakhir, sehingga mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi meningkat, demand dalam negeri naik. Epidemiolog menyebut kondisi terburuk pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah berlalu, dan kemungkinan gelombang ketiga tidak terjadi. Sementara negara lain ada yang mengalami gelombang ketiga, atau bahkan keempat seperti Bulgaria.
Meski demikian kita harus tetap waspada. Kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik, karena tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Selain itu, tentu saja vaksinasi harus segera dipercepat untuk segera mencapai herd immunity. Survei Bank Indonesia memperkirakan penjualan eceran Oktober lalu sudah tumbuh positif. Indeks penjualan Riil (IRP) Oktober 2021 menguat 1,8% month to month (mtm), berbalik arah dari -1,5 pada September 2021, yang mencerminkan membaiknya permintaan di dalam negeri. Hal ini juga didukung membaiknya keyakinan konsumen.
Akselerasi pertumbuhan kuartal ini juga akan didukung tren booming harga komoditas, mulai dari minyak sawit hingga batu bara, melambungnya harga memacu kinerja ekspor kita menguat. Melajunya perekonomian kedepan juga akan didorong hilirisasi sumber daya alam, yang akan mendongkrak nilai tambah melalui pengolahan dalam industri manufaktur. Pemulihan kegiatan industri juga terus berjalan, yang membuka kembali banyak lapangan kerja. (Yetede)
Tidak Ada Pencabutan Izin Uang Elektronik OVO
Managemen memastikan tidak akan ada pencabutan izin terhadap perusahaan uang elektronik OVO (PT Visionet Internasional) oleh otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, aktivitas OVO dan layanannya kepada pengguna di Indonesia untuk melakukan transaksi non tunaipun masih berjalan aman, mudah dan nyaman. Sementara itu, sebagai perusahaan penyedia jasa pembayaran dan penerbitan uang elektronik, OVO juga memiliki lisensi dari Bank Indonesia.
Terkait dengan kabar yang menyebutkan bahwa izin PT OVO Finance Indonesia (OFI) telah dicabut oleh OJK, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menegaskan bahwa OFI tidak ada kaitan apapun dan bukan bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO. Pencabutan izin oleh OJK tersebut pun tidak ada pengaruhnya terhadap semua lini bisnis dalam kegiatan usaha uang elektronik OVO. "Jadi, kabar yang beredar bahwa uang elektronik OVO ditutup itu sepenuhnya adalah hoax dan merupakan berita bohong belaka.
Hal serupa juga ditegaskan OJK, dalam pernyataan persnya yang sudah disebar luaskan. Juru bicara, Sekar Djarot mengatakan bahwa tidak ada keterkaitan antar OFI dan OVO. "OJK mencabut izin usaha PT OVO Finance Indonesia yang merupakan perusahaan pembiayaan. Perusahaan tersebut merupakan entitas yang berbeda dengan platform OVO, yang merupakan penyelenggara uang elektronik dibawah pengawan Bank Indonesia." kata Sekar Djarot (Yetede)
Koperasi yang Terindikasi Bermasalah dan Melanggar Hukum Segera Ditutup
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) meminta kepada pejabat fungsional pengawas koperasi untuk berani mengambil sikap jika menemukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang terindikasi bermasalah atau melanggar hukum. Serta, jangan lagi melihat status koperasi apakah koperasi tersebut menjadi otoritas provinsi atau kabupaten/kota. Jika terindikasi, segera ambil tindakan. Tutup dulu koperasinya, sampai ada kejelasan. Jangan merasa abai karena merasa status koperasi bukan berada diwilayahnya. Tutup dulu baru laporkan ke otoritas yang berwenang," tegas Deputi Bidang Pengoperasian Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi dalam siaran pers yang diterima, Rabu 10/11).
Menurut Zabadi, tidak ada larangan pejabat pengawas koperasi mengambil tindakan menutup operasional KSP jika ditemukan indikasi melanggar hukum wajib mengambil tindakan. Seandainya tidak ada Undang-Undang atau peraturan sekalipun, tetap wajib melindung masyarakat dari praktik-praktik koperasi yang merugikan dan meresahkan masyarakat. "Pejabat pengawas koperasi dituntut untuk berani meneggakkan disiplin regulasi. Percuma sudah mengetahui suatu regulasi tapi tidak ada tindakan apapun. Seolah-olah itu bukan tugas kita, kita abai dan merasa berdosa melakukan pembiaran, buat apa jadi pengawas kalau hanya formalitas." kata Zabadi.
"Jika ditanya mana bukti pelanggaran hukum, ya tidak ada izinnya. Jika ditanya izinya sedang diproses, ya ditutup dulu koperasinya sampai izinnya keluar. Kalau sudah keluar baru bisa beroperasi. Kita digaji negara untuk melindung rakyat, mari kita bawa jiwa karsa kita," kata Zabadi. Menurutnya, fungsional pengawas koperasi dan satgas pengawas koperasi merupakan ujung tombak kesukseskan pengawasan koperasi. tantangan pengawasan koperasi yang semakin berat arus ditunjang dengan SDM pengawas koperasi yang handal. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









