PUPR Ajak Investor Turki ikut Bangun Infrastruktur
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak investor Turki untuk menanam investasi di sektor infrastruktur. Indonesia tercatat membutuhkan anggaran sebesar US$430 miliar untuk membangun infrastruktur, namun hanya 30% dari angka tersebut yang bisa dibiayai dengan APBN sehingga pemerintah membuka peluang investasi disektor ini. "Kami mendorong investor-investor dari Turki untuk berinvestasi diberbagai sektor infratstruktur baik melalui skema Kerjasam Pemerintah Badan Usaha (KPBU) maupun Engineering, Prodcurement, Construction(EPC)," kata Menteri Basuki dalam pernyataan resminya seperti dikutip pada Minggu (7/11).
Dalam kunjungan kerja hari Ketiga di kota Ankara, Turki. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Duta Besar RI untuk Turki Lalu M Iqbal melanjutkan pertemuan bilateral dengan antara Indonesia dengan Turki sebelumnya yang dilakukan secara virtual pada Juni 2020 sekaligus menyiapkan kerangka kerja sama yang akan diusulkan menjadi salah satu topik pertemuan Preseiden Joko Widodo dan Presden Turki Recep Toyyip Erdogan pada awal Februari 2022. "Saya berharap pertemuan hari ini akan menjadi awal langkah kita dalam kerjasama infrastruktur yang lebih baik dan memperkuat kerjasama bilateral kita," ujar Menteri PUPR.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Negara Turki siap mendukung Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kementerian PUPR menyakini bahwa pembangunan infrastruktur masih banyak menyediakan peluang investasi yang dapat dikerjasamakan dengan perusahaan konstruksi dari luar negeri, khususnya Turki. Pada kesempatan tersebut juga dibahas tentang penambahan frekwensi penerbangan Indonesia-Turki dari enam kali menjadi 10 kali setiap minggu untuk meningkatkan konektivitas dibidang angkutan udara. (Yetede)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023