Perdagangan Luar Negeri Tiongkok Naik Sembilan Kali Lipat
Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan laju perdagangan luar negerinya hingga sembilan kali lipat dalam 20 tahun, sejak bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Negara dengan kekuatan ekonomi kedua di dunia itu berusaha melampaui Amerika Serikat (AS) untuk menjadi pemain utama. Namun kemajuan yang dicapainya masih sedikit untuk mereformasi badan-badan usaha yang dikelola negara. Berbekal tenaga kerja murah, Tiongkok terus meningkatkan ekspor dengan mengambil peran sebagai pabrik dunia sejak bergabung dengan WTO pada Desember 2001. Tiongkok juga meningkatkan impor dengan menurunkan tarif secara bertahap.
Alhasil, menurut Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilansir Nikeri pada Minggu (7/11), ekspornya melonjak 870% dan impor melonjak 740% dari 2001 hingga 2020. Total nilai perdagangan dilaporkan melonjak 810% untuk perdagangan global secara keseluruhan. "Tiongkok telah sepenuhnya memenuhi komitmen aksesinya. Tingkat tarif keseluruhannya telah diturunkan dari 15,3% menjadi 7,4%,lebih rendah dari komitmen aksesi 9,8%," kata Xi yang dikutip Nikeri.
Menurut laporan tepat setelah bergabung dengan WTO, produk-produk padat karya, seperti pakaian, menyumbang sebagian besar ekspor Tiongkok. Namun dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut telah meningkatkan pengiriman barang barang berteknologi tinggi seperti komputer-komputer pribadi, dan ponsel pintar. Sementara itu pemerintah Tiongkok mengajukan permohonan keanggotaan dalam CPTPP yang menuntut tingkat liberalisasi yang jauh lebih tinggi dari pada RECP. Pemerintah Tiongkok tampak ingin memosisikan dirinya lebih baik dalam persaingan untuk supremasi dunia dengan AS. (Yetede)
Tags :
#TiongkokPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023