Ekonomi
( 40554 )Tekfin Mengarah ke Bunga Murah
Seorang kolega bercerita sudah 2 tahun terakhir ini ia menjajal peran sebagai seorang pemberi pinjaman alias lender lewat platform pinjam-meminjam uang daring dari salah satu penyedia teknologi finansial (tekfin). Ada dua mitra yang ia danai, masing-masing berasal dari Magelang, Jawa Tengah dan Pangkajene, Sulawesi Selatan. Satu mitra mendapat skema pembiayaan langsung sebesar Rp3 juta dengan durasi pinjaman selama 50 minggu. Satu mitra lagi melalui skema kumpulan senilai Rp1,5 juta berdurasi 50 minggu. Menurutnya, dari dua mitra itu, proyeksi keuntungan yang dapat diperoleh hingga masa pinjaman berakhir yaitu 11,5% dan 12,5%. Besaran imbal hasil dilihat dari profil risiko masing-masing mitra. Makin baik latar belakang usaha mitra, bunga yang dikenakan lebih rendah.
Besaran bunga pinjaman yang ditetapkan oleh sejumlah penyedia layanan tekfin alias fintech belakangan memang menjadi sorotan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan telah memberi arahan agar penyedia layanan tekfin menyesuaikan tingkat bunganya untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengakses pinjaman dengan bunga rendah. Alhasil, sejumlah perusahaan tekfin pun mulai memangkas bunga pinjamannya. PT Kredit Pintar Indonesia atau Kredit Pintar, misalnya menetapkan suku bunga terendah bagi pengguna untuk tenor 3 bulan dengan 5,17% per bulan.
Emiten Komponen Otomotif, Kinerja Menderu
Sejumlah emiten produsen komponen terimbas positif dari kinerja cemerlang sektor otomotif. Kinerja hingga akhir tahun pun diperkirakan makin mentereng.
Emiten suku cadang PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) juga mencatatkan kinerja cemerlang hingga kuartal III/2021. Emiten berkode AUTO ini bakal merambah pengembangan manufaktur suku cadang kendaraan listrik mulai tahun depan. “Kami terikat dengan non disclosure agreement dengan partner dan calon partner. Jadi tak bisa ekspos detil. Namun, kami di kondisi menyiapkan proses diversifikasi dan inovasi, baik terkait kendaraan elektrifikasi dan segmen baru itu kesehatan,” tutur Presiden Direktur AUTO Hamdhani Dzulkarnaen Salim.Saat ini, fokus AUTO pada produksi komponen untuk internal combustion engine sambil menyiapkan segala sesuatunya dalam menyambut era kendaraan listrik. Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menilai dari laporan keuangan kuartal III/2021 ini, rata-rata emiten komponen otomotif mencatatkan pertumbuhan kinerja. “Yang membuat sektor komponen otomotif ini lebih gemilang adalah seluruhnya juga mencatat pertumbuhan laba bersih,” ujarnya kepada Bisnis. Frankie menambahkan perbaikan ekonomi ikut juga mendongkrak daya beli masyarakat. Wal-hasil, kinerja emiten komponen otomotif bakal maksimal sampai penghujung tahun ini.
Negara-Negara Didesak Membatasi Bahan Bakar Fosil
Rancangan pernyataan konferensi tingkat tinggi COP-26 meminta negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Setelah dua minggu sepanjang waktu, para delegasi menghasilkan ringkasan kemajuan. Yang mendesak pemerintah negara-negara untuk mempercepat penghapusan secara bertahap pembangkit listrik tenaga batu bara.
Satu hari sebelum penutupan, negara-negara hampir tidak mendekati kesepakatan apakah rencana pengurangan emisi nasional harus ditingkatkan dalam jangka pendek. “Yang benar adalah bahwa atmosfir tidak peduli dengan komitmen. Atmosfir hanya peduli dengan apa yang kita masukkan kedalamnya. Kemanusiaan tidak akan diselamatkan oleh janji.”Kata Vanessa aktivis pemuda Uganda.
Negara-negara kaya memperlakukan pendanaan iklim sebagai amal atau bantuan untuk menenangkan negara-negara berkembang, agar menandatangani paket keputusan yang dikompromikan. Sementara Negara yang sudah dilanda bencana iklim seperti kekeringan dan banjir yang memecah rekor, menuntut agar mereka diberikan kompensasi secara terpisah untuk kerugian dan kerusakan. (Yetede)
Laba Bersih Cisadane Sawit Raya Melesat 179,2%
PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membukukan lonjakan laba sebanyak 179,26% menjadi Rp 178,74 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp64,02 miliar. Perseroan mencatat harga jual rata-rata minyak sawit mentah perseroan mencapai Rp 10.658 per kilo gram hingga kuartal III-2021. Sedangkan harga rata-rata harga tandan buah segar naik menjadi Rp 2.290 per kg.
Selain faktor lonjakan harga, managemen perseroan menyebutkan pertumbuhan kinerja keuangan didukung atas konsitensi lini produksi yang kuat dengan yield produksi TBS yang tergolong ideal. Pencapaian profitibilitas yang solid tersebut mencerminkan strategi inovasi tata kelola perusahaan yang baik serta managemen biaya strategis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
Adapun total aset pada tanggal 30 September 2021 berada pada level Rp1,63 triliun, meningkat 16,4% dari posisi akhir full year 2020 sebesar Rp1,40 Triliun. Total liabilitas meningkat 31,2% dibandingkan posisi akhir tahun 2020 dikarenakan adanya peningkatan hutang berbunga jangka panjang. Sementara ekuitas perseroan berada di level Rp751,02 miliar pada 30 September. (Yetede)
Adhi Properti Bidik Dana IPO Saham Rp 1,6 Triliun
Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Adhi Commuter Property (ADCP), berencana menggelar penawaran umum perdana saham dengan target dana maksimal Rp1,6 triliun. Perseroan bakal menerbitkan sebanyaj 8 miliar saham baru atau 28,6% dari modal ditempatkan disetor penuh penawaran dibanderol pada kisaran Rp 130-200 per saham.
Menurut Direktur Utama ADCP Rizkan Firman,pengembangan hunian yang terintegrasi dengan transportasi masal cepat merupakan jawaban atau solusi dari problematika kehidupan dikawasan Jakarta. ADCP akan mengantongi penerimaan dari unit-unit yang telah dipesan konsumen atau future progress dealing sebesar Rp 1,7 miliar triliun dan pendapatan yang belum diakui sebesar Rp2,7 triliun.
“Kami dapat melihat adanya pendapatan yang subtansi kedepan bagi ADCP dari dua sumber. Pertama, pendapatan yang belum dibukukan. Kedua, sisa gross development value dari persediaan yang masih ada pada fase pengembangan yang pertama. ADCP juga memiliki total potensi pendapatan masa depan sebesar Rp 60,9 triliun dari proyek-proyek yang telah diluncurkan,” kata Direktur Pengembangan Bisnis ADCP Rozi Sparta. (Yetede)
Airnav Siapkan Prosedur Helikopter
Airnav Indonesia memiliki jurus jitu mendukung gelaran World
Superbike Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat
yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (12/11). Kelima prosedur
tersebut adalah implementasi prosedur helikopter, dukungan personal layanan
navigasi penerbangan, pengoperasian
intrusment landing system.
“Prosedur helikopeter yang kami siapkan utuk mendukung gelaran Wrold Superbike Mandalika adalah rute Bandar Udara Internasional Lombok Zainudin Abdul Majdid ke sirkuit Mandalika dan sebaliknya. Rute ini dapat digunakan untuk helicopter yang akan ditumpangi oleh pembalap, official team, panitia World Superbike, penonton, atau tamu VIP lainnya.” Kata Direktur Utama Airnav Indonesia M Pramintohadi Sukarno.
Dalam mendukung oparasional penerbangan helicopter di Sirkuit Mandalika, Airnav pun menyiapkan personil layanan navigasi penerbangan yang bertugas selama perhelatan World Superbike berlangsung. “Kami akan menempatkan personal air traffic controller di sirkuit Mandalika untuk memberikan layanan informasi penerbangan termasuk kondisi cuaca terkini dan alerting service memastikan lalu lintas penerbangan berjalan selamat, aman dan efisien.“ujar Pramintohadi. (Yetede)
Xi Ingatkan Asia-Pasifik Tidak Kembali ke Masa Perang Dingin
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengingatkan pada Kamis (11/11) agar Asia Pasifik tidak kembali ke masa perpecahan Perang Dingin. Hal ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan atas keamanan Taiwan. Menjelang pertemuan puncak virtual dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada awal pekan depan, Xi mengungkapkan bahwa negara-negara di kawasan harus bekerja sama dalam menghadapi tantangan bersama.
"Upaya untuk menarik garis ideologi atau membentuk lingkaran kecil dengan alasan geopolitik pasti akan gagal. Alasan Asia-pasifik tidak dapat dan tidak boleh terulang kembali kedalam konfrontasi dan perpecahan era Perancis Dingin." Ujarnya dalam konferensi bisnis virtual. "KIta semua dapat memulai jalur pembangunan berkelanjutan yang hijau dan rendah karbon. Bersama-sama kita, mengantarkan masa depan pembangunan hijau," katanya tanpa menyebutkan kesepakatan AS secara langsung.
Disisi lain, kendati pemerintah Biden telah mengidentifikasikan iklim sebagai bidang utama untuk potensi kerja sama dengan Tiongkok, tetapi ada lonjakan ketegangan akibat visi rival mereka dikawasan Asia-Pasifik, terutama Taiwan-sebuah negara demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri, namun masih di klaim sebagai bagian dari Tiongkok. Bahkan Republik Rakyat Tiongkok telah meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan, dengan memerintahkan pesawat menyeberang ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada awal Oktober. (Yetede)
Kekhawatiran Utang Properti Tetap Ada
Perusahaan Pengembangan China Evergrande Group kembali terhindar dari gagal bayar (default) yang tidak stabil di menit-menit terakhir. Menurut sumber pada Kamis (11/11), beberapa pemegang obligasi telah menerima pembayaran bunga obligasi (coupon) yang telah jatuh tempo. Kantor berita Tiongkok, Cailianshe, melaporkan bahwa beberapa pemegang obligasi telah menerima pembayaran bunga dari tiga tahap obligasi dengan total lebih dari US$ 148 juta, yang sudah jatuh tempo pada bulan Juli.
Pembayaran tersebut dilakukan di akhir masa tenggang 30 hari yang kadaluarsa pada Rabu (10/11) dan merupakan penangguhan hukuman ketiga bagi perusahaan dalam sebulan terakhir. Sebagai informasi terdapat dua pembayaran bunga obligasi luar negeri terpisah yang jatuh pada akhir September, dan yang masa tenggangnya berakhir pada akhir Oktoberpun sudah dibayar dengan tenggat waktu yang sangat mepet.
Evergrande yang sedang terlilit hutang dilaporkan terseok-seok dalam beberapa pekan terakhir karena dihadapkan pada tenggat waktu untuk menyelesaikan kewajiban keuangan bernilai US$ 300 miliar, di mana 19 miliar diantaranya berupa obligasi dolar AS. Kegagalan membayar hutang bakal menghadapi default formal pada perusahaan dan memicu ketentuan gagal bayar untuk obligasi dolar evergrande lainnya. (Yetede)
2021, Nilai Ekonomi Digital Indonesia Capai US$ 70 Miliar
Laporan terbaru e-Conomy SEA 2021 dari Temasek, Google, dan Bain & Company menyebutkan, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 70 miliar pada 2021, naik 49% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 47 miliar, Tahun 2025, nilainya pun diproyeksikan menjadi US$ 146 miliar, naik 20% per tahunnya. Sementara itu nilai ekonomi digital Indonesia yang senilai US$ 70 miliar dikontribusikan dari subsektor perdagangan secara elektronik (e-commerce) US$ 53 miliar transportasi dan makanan US$ 6,9 miliar, perjalanan US$ 3,4 miliar, dan media digital US$ 6,4 miliar.
"Sementara itu subsektor transportasi dan makanan serta media online tumbuh masing-masing 36% dan 48%" ungkap Chief Investment Strategist Head South East Asia, Temasek, Singapore Rohit Sapimalani. Secara keseluruhan sektor yang terkait dengan di Indonesia tumbuh kuat (rebound) mencapai dua digit pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2025, secara keseluruhan, ekonomi digital Indonesiapun diproyeksikan mencapai US$ 146 miliar, atau tumbuh 20% per tahun.
Di Indonesia, 28% pedagang di platform digital percaya tidak akan selamat dari dampak pandemi Covid-19 jika tidak masuk ke platform digital. Sementara itu, pedagang digital memanfaatkan setidaknya dua platform digital, dengan profitabilitas tetap menjadi perhatian utama. Layanan keuangan digital juga menjadi pendukung penting. Sebanyak 98% pedagang digital sekarang telah menerima pembayaran secara digital dan 59% telah mengadopsi solusi pinjaman digital (Yetede)
BI Ingatkan Risiko di Tengah Peningkatan Digitalisasi
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, digitalisasi menjadi kunci pemulihan ekonomi serta mendorong peningkatan inklusi ekonomi dan keuangan. Namun BI mengingatkan ada sejumlah risiko yang harus diwaspadai. "Kita bersyukur ditengah pandemi keuangan digital meningkat sangat cepat, baik dari sisi layanan perbankan digital, digital banking oleh perusahaan-perusahaan jasa sistem pembayaran tapi mencegah risiko-risiko yang kemungkinan terjadi dan terus bervariasi untuk negeri," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.
"Ekonomi sistem digital perlu kita perkuat untuk negeri kita. Di sisi lain, tentu kita harus sadar digitalisasi ada sejumlah risiko, seperti perlindungan data, serangan siber, atau bahkan pinjaman online ilegal, yang tentu saja risiko ini harus kita mitigasi, agar kita menaikkan manfaat digitalisasi tapi mencegah risiko-risiko yang kemungkinan terjadi dan terus berinovasi untuk negeri," kata dia.
Adapun melalui BSPI 2025, Bank Indonesia menempuh tiga kebijakan digitalisasi sistem pembayaran. Pertama membangun industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif. Kedua membangun infrastruktur sistem pembayaran yang integrasi, interkoneksi, dan interoperasibilitas secara aman dan andal. Ketiga, membangun praktik pasar yang sehat, efisien dan wajar, tertata kelola. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









