;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Pengembangan Startup, Social Commerce Prospektif

03 Nov 2021

Pola bisnis yang menyediakan layanan penjualan melalui media sosial atau social commerce dinilai prospektif dan diperkirakan akan terus disasar pendanaan dalam beberapa tahun kedepan. Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani menyebut penetrasi pasar yang dilakukan oleh e-commerce cenderung menyasar konsumen di daerah tingkat satu. "Masyarakat disana terbukti lebih sering  mengakses media sosial untuk berbelanja," ujarnya, Selasa (2/11)

Menurut Edward, hal itu terkait masalah kepercayaan di masyarakat yang belum terbiasa mengakses platform e-commerce. Kendati banyak menyasar daerah tingkat dua dan tiga, sosial commerce juga menarik konsumen didaerah tingkat satu. Hal ini dibuktikan dengan capaian penetrasi yang menyentuh angka 30%. Terkait tren dan pendanaan, Edward menyebutkan saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan investasi pada startup social commerce. Menurutnya tren tersebut diperkirakan bertahan 2 hingga 5 tahun kedepan.

"Social commerce lebih banyak menyediakan barang kebutuhan  sehari-hari dan bisa membentuk kelompok pembelian dengan menggunakan platform sosial media," ujar Peneliti Ekonomi Digital Indef Nailul Huda. Menurut Huda, investor melirik social commerce tersebut karena berpotensi melibatkan warga sekitar, Namun demikian, e-commerce dipandang akan lebih besar dibandingkan social commerce karena penetrasi pasarnya telah berbentuk kemitraan dengan pedagang. (Yetede)

Biden dan Jokowi Bahas Kemitraan Strategis AS-Indonesia

03 Nov 2021

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada 1 November bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Biden menggaris bawahi pentingnya Kemitraan Strategi AS-Indonesia. Kedua kepala negara juga membahas cara dan upaya untuk memperkuat kemitraan tersebut. Biden menyambut baik Presiden Indonesia di Indo-Pasifik sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, serta sebagai pendukung kuat tatanan berbasis aturan internasional. Mereka juga berbicara tentang konferensi tingkat tinggi (KTT) AS-Asean dan KTT AsiaTimur baru-baru ini.

Mereka juga membahas isu-isu regional, termasuk keamanan maritim dan pentingnya kebebasan laut. Kedua kepala negara  juga menyatakan keprihatinan akan kudeta di Myanmar dan sepakat bahwa militer Myanmar harus menghentikan kekerasan, membebaskan semua tahanan politik, dan mendukung,  upaya proses mengembalikan demokrasi secara cepat dan lancar. Biden menyatakan dukungannya terhadap upaya Asean untuk meminta pertanggungjawaban militer Myanmar atas Lima Poin Konsensus Asean.

Biden juga menekankan Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Amerika Serikat. "Kepemimpinan Anda di Indo-Pasifik adalah esensial, saya mengharapkan kesuksesan presidensi G-20 Indonesia tahun depan," tuturnya. Adapun kedua negara memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai demokrasi yang dimiliki bersama, serta kebersamaan, serta penghormatan terhadap terhadap supremasi hukum dan tatanan internasional. (Yetede)

BI: Target Merchant Terhubung QRIS Terlampaui

03 Nov 2021

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, jumlah merchant yang terhubung QR Code Indonesia Standard (QRIS) telah melampaui target perluasan QRIS yang dicanangkan BI bersama pelaku industri pada Februari 2021 yaitu sebanyak 12 juta. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan posisi akhir 2020 yang mencatat baru 5,8 juta merchant. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penerapan pembayaran nirsentuh QRIS untuk transaksi pembayaran di berbagai sektor terbukti memberikan banyak manfaat, diantaranya mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif.

Ia menjelaskan, pencapaian ini tak lepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak, khususnya pemerintah pusat dan daerah. Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), dan seluruh elemen masyarakat, "Kolaborasi segitiga (triangle collaboration) antara BI, pemerintah, dan industri, baik ditingkat pusat maupun daerah, akan semakin diperkuat," tutur dia. Sementara itu, Ketua Umum ASPI Santoso Liem menyambut baik pencapaian tersebut sebagai  kontribusi industri sistem pembayaran untuk membantu aktivitas masyarakat di tengah pandemi.

Meskipun target merchant yang tersambung QRIS sebanyak 12 juta telah terpenuhi, namun Bank Indonesia, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, dan penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) tetap terus melakukan edukasi dan on-boarding merchant ke QRIS mengingat masih banyak sektor dan pedagang yang membutuhkan. Secara rinci berdasarkan data per 1 November 2021, Filianingsih menjabarkan, 12 juta merchant yang telah terhubung QRIS mencakup jumlah merchant usaha makro sebanyak 7,4 juta, usaha 3,1 juta, usaha menengah 920 ribu, usaha besar 445 ribu, dan katagori lainnya sebanyak123. (Yetede)


Mandiri Institute: Pemulihan Belanja Masyarakat Belum Merata

03 Nov 2021

Mandiri Institute menyebut belanja masyarakat mulai pulih pada akhir kuartal III-2021 seiring diberlakukannya relaksasi PPKM Darurat/Level. Namun, pemulihan belanja masyarakat belum merata antara  kelas menengah dan kelas bawah. Hal ini terungkap dalam riset baru Mandiri Institute berjudul Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang Berkelanjutan. Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono mengatakan,  belanja masyarakat kembali meningkat mulai Agustus seiring pelonggaran bertahap yang dilakukan. 

Adapun belanja masyarakat di kuartal III-2021 masih mengalami kontraksi sebesar 19% (qoq) dibandingkan kuartal II-1021. Namun apabila dibandingkan dengan kuartal  yang sama tahun lalu, belanja masyarakat meningkat sebesar 8% (yoy). "Keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi mulai terasa diakhir kuartal-III-2021. Hal ini terlihat dari tren penurunan kasus baru Covid-19 yang diiringi dengan pemulihan belanja masyarakat. Penerapan PPKM Darurat/Level secara efektif mampu mengurangi mobilitas dan menekan kasus Covid-19, namun aktivitas ekonomi masyarakat  masih mempunyai ruang untuk tetap berjalan,'" tutur dia, Selasa (2/11)

Meskipun demikian ia tidak menampik terdapat divergensi belanja masyarakat berdasarkan kelompok pendapatan. Sepanjang 2020, pemulihan belanja kelompok bawah dan menengah berjalan secara konsisten. "Namun sejak Februari 2021 kelompok bawah pulih lebih lama dibandingkan kelompok tengah," ujar dia. Sementara itu, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia  memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2021 pada kisaran 3,9% samapai 4,3% dengan titik tengah 4,1%. (Yetede)

Summarecon Raup Rp 1,5 Trilliun dari Dua Klaster di Bogor

03 Nov 2021

PT Summarecon Agung Tbk meraup sekitar Rp1,5 triliun dari penjualan dua klaster di proyek Summarecon Bogor, Jawa Barat. Pemasukan itu berasal dari  penjualan 486 unit rumah tapak dan kavling siap bangun mandiri klaster The Rosewood Golf Resindence dan The Pinewood, 30-31 Oktober 2021. "Kami berbahagia sekali dan sangat bersyukur, kerja keras kami selama ini membuahkan hasil  yang sangat membanggakan." kata Direktur Summarecon, Sharif Banyamin dalam keterangan pers, Selasa (2/11). Presiden Direktur Summarecon Adrianto P Adhi menambahkan, dengan hasil penjualan yang sangat baik di Summarecon Bogor, menambah keyakinan dan rasa optimis bahwa target merketing sales Summarecon tahun ini dapat tercapai. Hal ini pun menjadi bukti bahwa industri properti Tanah Air mulai bangkit meskipun pada masa pandemi Covid-19 saat ini. 

"Kamipun berharap melalui pencapaian ini akan memberikan sentimen positif dan penyemangat bagi pertumbuhan industri properti Indonesia," ujar dia, dalam keterangan pers yang sama. Summarecon Bogor mendapat respons yang sangat luar biasa dari masyarakat, tercatat hampir 1.300 calon konsumen melakuan pendaftaran untuk membeli rumah atau kavling bangun mandiri di dua klaster tersebut. Harga yang ditawarkan mulai dari 1,5 miliar-an hingga Rp 15 miliar-an. Menurut Benyamin, tingginya minat masyarakat terhadap produk Summarecon Bogor adalah pertama karena didukung nama Summarecon. Lalu, karena produk Summarecon yang bersifat limmited edition. Dia menjelaskan, Limmited edition dikarenakan penyiapan bahan membutuhkan  waktu cukup lama dan saleable-nya yang sangat rendah. Hal ini membuat jumlah produk Summarecon Bogor sangat terbatas  dan hanya bisa dirilis satu sampai dua kali dalam setahun. (Yetede)

Iperindo Berharap Pemerintah Pesan Kapal ke Galangan Nasional

02 Nov 2021

Ikatan Perusahaan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengharapkan adanya pesanan pembuatan kapal baru, baik dari pemerintah maupun badan usaha, guna memulihkan industri galangan yang sepi terdampak pendemi Covid-19. Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam mengungkapkan, kondisi galangan saat ini sangat  mengenaskan karena proyek pembangunan kapal nyaris tidak ada selama pandemi. Baik itu pemesanan dari BUMN maupun Kementerian. Hal itu karena anggaran pemerintah dan BUMN banyak dialokasikan ke pananganan pandemi. 

"Kondisi galangan cukup mengenaskan. Proyek pembangunan kapal hampir tidak ada lagi. Sedikit sekali," kata Eddy dalam konferensi pers Virtual Exo Maritime Indonesia (Vemi 2021, Senin (1/11). Dia menjelaskan, anggota-anggota Iperindo dapat dikatagorikan  menjadi tiga kelompok, yakni galangan yang hanya melayani  serta pembangunan kapal baru. Bahkan Eddy mengungkapkan, dari catatan pihaknya, sekitar 15.000-25.000 tenaga kerja terkait galangan kapal terpaksa terkena pemutusan hubungan kerja.

Lebih jauh, Eddy menyampaikan outlook industri galangan kapal nasional untuk tahun depan hampir tidak ada perubahan dibandingkan tahun ini. "Kalau dari angkatan laut dan sebagainya biasanya bulan November atau Desember sudah keliatan. Tapi sampai hari ini belum kelihatan. Jadi, kalau melihat 2022 itu tidak akan mungkin akan jauh berbeda dengan 2021. Semoga 2023, ada pemulihan yang lebih baik terjadi," terang Eddy. (Yetede)

Tahap Pertama Synthesis Huis Sebanyak 200 Unit

02 Nov 2021

Synhtesis Development menyatakan bahwa pengembangan tahap pertama Synthesis Huis mencakup sebanyak 200 rumah tapak "Synthesis Huis tahap pertama sebanyak 200 rumah tapak yang berdiri diatas lahan seluas 3,3 hektar," tutur General Manager Sales Imron Rasyid dalam keterangan tertulis, belum lama ini. Dia mengatakan, pengembangan kawasan Synhtesis  Huis direncanakan diatas lahan seluas 5,5 hektar (ha). Proyek ini akan menghadir sebuah kawasan besar yang terdiri atas resindensial, apartemen, dan area komersil. 

Baru-baru ini, pengembangan kawasan Synthesis Huis direncanakan diatas lahan seluas 5,5 hektare (ha). Proyek ini akan menghadirkan sebuah kawasan  besar yang terdiri atas residensial, apartemen, dan area komersial. Baru-baru, Synthesis Development mulai mensasarkan (soft lounching) dan pembukaan rumah contoh (opening show) Unit Syanthetis di kawasan TB Simatupang, Jakarta. Kehaditan Synthetis Huis wujud komitmen Synthetis  Development dalam menghadirkan hunian ekslusif yang mengedapankan  kesimbangan unsur alam.

"Syenthetis Huis merupakan jawaban atas kebutuhan market akan hunian minimalis, ramah lingkungan yang telah disesuaikan dengan kondisi di era new normal saat ini," kata Imron. Dia mengatakan, Synthetis Huis dapat menjadi pilihan dan menguntungkan untuk investasi  dalam bidang properti karena semakin langkanya hunian yang dekat dengan alam di Jakarta dan konsep unik yang timeless. Lalu berlokasi di kawasan bisnis yang sangat potensial dan merupakan hunian yang terletak tepat di tepi jalan utama. (Yetede)

Penyaluran FLPP 2021 Catat Rekor Tertinggi

02 Nov 2021

Penyaluran pembiayaan kredit  pemilikan rumah (KPR) subsidi berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2021  catat rekor tertinggi sejak 2021 yakni Rp 19,57 triliun. Pusat Pengelolaan Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPRI) menyebutkan, dana subsidi sebesar itu setara dengan  pembiayaan untuk 178.728 unit. Angka itu 113% dari target 2021 yang ditetapkan oleh pemerintah sebanyak 157.500 unit.

"Tahun ini merupakan capaian tertinggi sepanjang tahun penyaluran dana FLPP semenjak 2021. Tertinggi tidak hanya sisi penyaluran unit tetapi juga dana yang disalurkan unit tetapi juga dana yang disalurkan kepada masyarakat sebesar Rp 19, triliun dalam waktu hanya 10 bulan," ungkap Direktur Utama PPOPP, Arief Sabaruddin dalam keterangan pers, Senin (1/11). Penyaluran dana FLPP tahun 2021 ini di tutup dengan capaian servis level agreement (SLA) sebesar 100% dari 2.635 berkas yang seluruhnya di proses kurang dari tiga hari kerja dengan rata-rata SLA selama 9 jan/0,4 hari.

Tahun 2021 disalurkan sebanyak 7.958 unit, tahun 2011 sebanyak 109.593 unit, tahun 2021 sebanyak disalurkan untuk 64.768 unit, tahun 2012, tercatat disalurkan untuk 64,785 unit. Lalu tahun 2013 sebanyak  102.714 unit, Tahun 2014 sebanyak 76.058, dan tahun 2016 disalurkan untuk 58.460 unit. Selain itu, tahun 2017 disalurkan sebanyak 23.763 unit, tahun 2018 disalurkan untuk 57.909 unit, dan pada 2019 diselurkan sebanyak 77.835, dan pada 2020 disalurkan untuk 109.253 unit. (Yetede)

Penurunan Bunga Fintech Bikin Lender Kabur

01 Nov 2021

Penurunan bunga financial technology (fintech) sepertinya memberatkan para pelaku pinjaman online. Meski tak menolak, para pemain fintech itu menyatakan, salah satu dampak bunga turun adalah penurunan pinjaman ke masyarakat. CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan menjelaskan, penurunan bunga baka mempengaruhi peminjam dari kalangan yang tak tersentuh bank atau unbankable. Mereka tak lagi banyak mendapatlan utangan. Ilustrasinya, pinjaman hanya sebesar Rp 1 juta dengan tenor satu bulan. Biaya yang dikeluarkan platform untuk melayani pinjaman tersebut bisa mencapai Rp 100.000. Ini untuk biaya tanda tangan digital, biaya TI, biaya server, biaya maintenance dan administrasi.

Berharap Investasi Sektor Tambang dan Logam

01 Nov 2021

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal III-2021 sebesar Rp 216,7 triliun. Hasil tersebut tumbuh 3,7% secara tahunan. Namun secara kuartalan, realisasi investasi di kuartal III-2021 justru minus 2,8% dibandingkan dengan kuartal II-2021 yang sebesar Rp 223 triliun. Adapun realisasi investasi pada Juli-September 2021 tersebar dalam dua bagian. Pertama, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 113,5 triliun atau tumbuh 10,3% yoy. Kedua, penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 103,2 triliun yang turun 2,7% yoy. Meski secara kuartalan realisasi investasi turun di kuartal III, Bahlil optimistis target tahun ini sebesar Rp 900 triliun masih bisa tercapai. Ia berkaca pada realisasi investasi dari Januari hingga September yang mencapai Rp 659,4 triliun artinya sudah 73,3% dari target tahun ini terpenuhi. Karena itu, kuartal IV-2021 tinggal kurang Rp 240,6 triliun lagi.