Ekonomi
( 40465 )Pasar Bisnis Tes Covid-19 yang Fantastis
Rencana pemerintah menurunkan tarif tes Covid-19 melalui metode RT-PCR masih memantik pro kontra. Di balik kontroversi itu, ternyata bisnis tes Covid-19 memang menggiurkan. Di masa pandemi atau sejak tahun lalu, valuasi pasar tes Covid-19 sangat fantastis. Dengan asumsi jumlah spesimen di Indonesia yang diperiksa 45,52 juta hingga kemarin, total estimasi nilai pasar bisnis tes Covid-19 sudah menembus angka Rp 15 triliun.
Dana Mubadzir Pemda di Bank Kembali Meningkat
Total dana simpanan pemerintah daerah yang ada di perbankan hingga akhir September mencapai Rp 194,12 triliun. Posisi kembali naik, setelah pada bulan Juli dan Agustus menurun masing-masing ke posisi sebesar Rp 177,73 triliun dan Rp 178,95 triliun. Namun demikian, angka tersebut mengalami perbaikan dibandingkan dengan September dua tahun terakhir. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat dana idle pemerintah daerah (pemda) per akhir September 2019 dan 2020 masing-masing Rp 345,58 triliun dan Rp 239,53 triliun.
Para Pemimpin Asean Kritik Tajam Junta Myanmar
Para pemimpin negara di Asia Tenggara melontarkan kritik tajam kepada Pemerintah Myanmar, karena tidak ada perwakilan dari negara tersebut yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean), yang dibuka pada Selasa (26/10). Dalam kesempatan itu, para pemimpin Asean dijadwalkan bertemu secara kolektif dengan para pemimpin Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Korea Selatan. Sedangkan Presiden Joe Biden menghadiri menghadiri sesi bersama melalui tautan Video. Sebagai Informasi, pemimpin Junta Myanmar Jendral Ming Aung Hlain telah ditolak kehadirannya dipertemuan puncak karena dipandang sudah mengabaikan peta jalan perdamaian yang disepakati enam bulan lalu.
Dalam penghinaan luar biasa terhadap pemimpin negara anggota, Asean telah memutuskan untuk mengesampingkan kepala Junta-yang memimpin kudeta pada 1 Februari yang berujung pada kekerasan dan kekacauan nasional. Pasalnya, ia gagal menghentikan permusuhan,memberikan izin akses kemanusiaan dan memulai dialoq dengan lawan-lawannya, sebagaimana disepakati dengan Asean pada April. Bagi Militer Myanmar, keputusan itu adalah sebagai penghinaan besar. Tetapi merupakan langkah berani yang langka untuk blog regional yang dikenal dengan kode konsensus, non-intervensi, dan keterlibatannya.
"Hari ini Asean tidak mengeluarkan Myanmar dari kerangka Asean. Myanmar mengabaikan haknya. Sekarang kita berada dalam situasi Asean minus satu. Bukan karena Asean, tapi karena Myanmar." ujar Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang akan menjadi ketua blok yang akan datang. Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), Retno Mursidi, Asean telah menyiapkan tempat bagi Myanmar, tetapi otoritas memilih untuk tidak bergabung. Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya kepada para pemimpin menyayangkan sikap tidak diinginkan Myanmar terhadap upaya diplomatik Asean. (Yetede)
Walau Krisis Listrik, Tiongkok akan Menepis Batu Bara Australia
Pemerintah Tingkok sedang menghadapi krisis listrik terburuk dalam beberapa tahun karena kekurangan baru bara. Sementara Australia memiliki batu bara yang dibutuhkan Negeri Tirai Bambu. Tetapi menurut para analis, negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu tidak akan mungkin membatalkan larangan tidak resmi atas impor batu bara dalam waktu dekat. Kendati ada laporan media baru-baru ini yang menyebutkan bahwa Tiongkok membebaskan sejumlah kecil batu bara Australia yang tertahan, di pelabuhan Tingkok selama berbulan-bulan terkait larangan tersebut.
"Laporan bahwa sejumlah kecil batu bara Australia telah dizinkan melewati bea cukai di Tiongkok mendorong spekulasi yang meningkat bahwa pihak berwenang Tiongkok bakal berupaya untuk melonggarkan larangan impor batu bara Australia. Kami tidak berpikir pihak berwenang Tiongkok akan melonggarkan larangannya terhadap batu bara Australia di musim dingin ini," ujar Vivek Dhar, analis komoditas pertambangan dan energi di Commonwealth Bank of Australia, kepada CNBC, Senin (25/10). Akhir tahun lalu, Tiongkok berhenti membeli batu bara Australia menyusul lonjakan ketegangan perdagangan antara kedua negara.
Disamping itu, Tiongkok mungkin akan mengalihkan sasaran ke negara lain untuk memperoleh batu bara lebih banyak. "Tiongkok kemungkinan akan lebih banyak mendorong pemasok batu bara Indonesia, namun mereka hampir mencapai kapasitas puncaknya. Tiongkok juga telah berusaha mendapatkan lebih banyak dari Mongolia dan Rusia, namum, ada beberapa tekanan kompetitif pada batu bara Rusia dari pembeli Eropa. Kami juga melihat Tiongkok membeli lebih banyak dari pemasok di Atlantik seperti AS dan Kolombia," papar Abbinav Guppta, analis riset kargo kering dan Breamar ACM, kepada CNBC belum lama ini. (Yetede)
Indosat Dikabarkan bakal Lepas 75% Saham Data Center ke Bdx Hong Kong
PT Indosat Tbk (ISAT) dikabarkan bakal melepas 75% sahamnya di bisnis data center kepada penawar yang berbasis di Hong Kong, yaitu Bdx Data Exchange (BDx). Nilai saham tersebut ditaksir mencapai US$200-250 juta. "BDx, platform pangkalan data yang dimiliki 1 Squared Capital, tampil sebagai penawar favorit setelah berhasil menekuk penawar lain," kata sumber yang dikutip Bloomberg, Selasa, (26/10). Indosat disebut-sebut akan mempertahankan saham minoritas di bisnis data center. Karena itu, Indosat dan BDx bersiap menandatangani periode ekslusif untuk menuntaskan rincian kesepakatan pada pekan ini.
"Dalam menghadapi peningkatan permintaan layanan data center, Indosat sedang dalam proses mencari mitra strategis untuk memperkuat layanannya," kata juru bicara tanpa keterangan lebih lanjut. Sementara itu, perwakilan 1 Squared dan Ooredoo menolak memberikan komentar, begitu juga dengan Bdx. JP Morgan bertindak selaku penasehat keuangan ekslusif untuk Ooredoo Group, Goldman Sachs& Co serta HSBC bertindak selaku penasihat keuangan gabungan untuk CK Hutchison. Sedangkan, Barclays bertindak sebagai penasihat keuangan untuk Indosat Ooredoo.
Tujuannya untuk mendukung revolusi 5G di Indonesia, mempercepat transformasi digital , dan mewujudkan visi kota pintar Jakarta. Indosat juga berencana untuk memperluas peluncuran komersial layanan 5G ke kota besar lain,termasuk Surabaya dan Makasar, dengan permintaan layanan data yang tinggi. Layanan 5G perseroan akan memberikan akses internet broadband yang luar biasa bagi pelanggan konsumen dan bisnis. Seiring dengan itu, Indosat juga ingin membantu percepatan pemulihan ekonomi Jakarta serta mendukung era Industri 4.0. (Yetede)
Transaksi E-Commerce Industri Halal Tumbuh 20%
Pandemi Covid-19 memukul telak sektor kesehatan, sosial, dan perekonomian. Namun, demikian, digitalisasi bisa menjadi jalan untuk menggerakkan roda perekonomian, termasuk ekonomi dan keuangan syariah. Sebab selama pandemi berlangsung, transaksi digital khususnya transaksi e-commerce, justru menorehkan kinerja cemerlang. Termasuk, nilai penjualan e-commerce pada industri halal.
Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan, salah satu pembelajaran yang penting adalah soal digitalisasi yang bisa menjadi jalan untuk tetap menjaga roda perekonomian tetap bergerak, termasuk dalam ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu buktinya, terlihat dari peningkatan nilai transaksi e-commerce. Perry menyebut, ada peningkatan total nilai e-commerce di industri halal. “Per Agustus 2021, transaksi di e-commerce untuk produk industri halal naik signifikan, lebih dari 20% yoy,” jelas Perry, Senin (25/10) via video conference.
Rumah Bebas Pajak, Tren Belanja Properti Meningkat
Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia mencatat antusiasme masyarakat memanfaatkan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah sangat tinggi. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan masyarakat memilih memanfaatkan insentif untuk membeli rumah tapak. Oleh karena itu, dia mengajukan perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) hingga akhir 2022, menyusul besarnya minat masyarakat membeli rumah. “Kami telah meminta pemerintah untuk memperpanjang insentif PPN-DTP hingga akhir tahun 2022,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (24/10). Insentif bebas PPN menyasar rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar. Potongan sebesar 50% dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. Insentif itu berlaku hingga 31 Desember 2021.
Emiten Perkebunan Sawit, SIMP & LSIP Petik Berkah CPO
Tren kenaikan harga crude palm oil (CPO) yang berlanjut pada kuartal IV/2021 diyakini dapat berdampak positif terhadap kinerja dua emiten sawit milik Grup Salim, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Berdasarkan data dari Bursa Malaysia pada Senin (25/10), harga CPO kontrak Januari 2022 sempat menyentuh level setelmen 5.071 ringgit per ton pada pekan lalu. Level harga tersebut kemudian menurun pada perdagangan hari ini di 4.924 ringgit per ton. Salah seorang trader David Ng menyebutkan kenaikan harga pada minyak biji kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) dan minyak mentah juga menopang kenaikan harga CPO. “Sentimen tetap bullish yang didukung oleh fundamental yang kuat. Sebelumnya, level harga CPO tertinggi adalah pada 5.066 ringgit per ton. Kami perkirakan level support CPO berada di 4.900 ringgit dan resistance pada 5.150 ringgit per ton,” jelasnya dikutip dari The Edge Markets.
Lonjakan harga CPO turut berdampak positif bagi perusahaan terkait, tidak terkecuali kedua emiten sawit di bawah Salim Group. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Lonsum mencatatkan laba bersih senilai Rp501 miliar pada semester I/2021. Jumlah tersebut meroket 445% dibandingkan dengan laba bersih pada semester I/2020 lalu yang hanya Rp92 miliar. Kenaikan laba emiten bersandi saham LSIP tersebut ditopang oleh pertumbuhan penerimaan perusahaan. Lonsum tercatat membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp2,17 triliun, naik 39,1% year-on-year (YoY). Sementara itu, SIMP yang merupakan emiten produsen minyak goreng Bimoli berhasil membalikkan kondisi rugi menjadi laba pada paruh pertama tahun 2021. SIMP membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp219 miliar pada semester I/2021, kontras dengan rugi tahun berjalan sebesar Rp301 miliar pada semester I/ 2020. “Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berbalik positif menjadi Rp219 miliar, terutama terutama berasal dari naiknya laba usaha dan penurunan beban keuangan yang sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan,” tulis Manajemen Salim Ivomas Pratama dikutip dari keterangannya.
Produk Olahan Hortikultura, Produsen Tingkatkan Volume
Permintaan pasar terhadap produk olahan hasil hortikultura Jawa Timur kian meningkat seiring dengan mulai bergeraknya aktivitas ekonomi setelah level pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM menjadi level 1. Ketua Asosiasi Pengolahan Hasil Hortikultura (Asperhorti) Jatim M. Maulud mengatakan bahwa untuk memenuhi permintaan pasar, pelaku usaha makanan olahan hortikultura pun mulai meningkatkan volume produksi. “Kondisi saat ini makin membaik, karena sebagian besar di Jatim sudah tidak lagi PPKM sehingga kami berusaha menambah pasar, juga volume produksi serta meningkatkan. Terkait dengan produksi produk olahan hortikultura, Maulud menjelaskan bahan baku ini melimpah sehingga perlu dilakukan pengolahan yang optimal agar memiliki nilai tambah.
Terus Cari Sumber Pertumbuhan Baru, BRI Siapkan Roadmap Pemberdayaan UMKM
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mencari sumber pertumbuhan baru di segmen Ultra Mikro (UMi) dan UMKM untuk menjadi lokomotif perekonomian nasional. Perseroan telah merancang strategi pemberdayaan segmen tersebut, tidak hanya dari sisi pembiayan semata. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan pembiayaan menjadi fase pemberdayaan itu menjadi layer yang ke-empat dalam fase pemberdayaan segmen UMi dan UMKM.
"Ke depannya kita tidak hanya melayani pembiayaan saja. Pembiayaan itu mungkin layer yang ke-empat, sekalipun nanti di fase dasar, BRI punya peran disitu. Contohnya adalah bagaimana masyarakat bisa menjangkau layanan dengan menabung, pencatatan keuangan itu fase-fase yang dasar. Kemudian (fase kedua) meningkat nanti menjadi literasi bisnis. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas mereka, berjualan lebih banyak, kemudian juga menambah tenaga kerja lebih banyak." ujara Supari
Fase ketiga dari pembayaran yang dilakukan BRI yakni fase pemberdayaan digital, dimana tidak hanya mendorong pelaku usaha go digital, namun juga BRI mampu menunjukkan pekerjanya untuk menjadi "penyuluh digital". Supari pun memberikan gambaran "Sampai dengan sekarang kemampuan menabungnya telah mencapai 50% dari kemampuan menabung saat sebelum pandemi. Ini adalah indikator terbaik, tinggal bagaimana kita semua menjaga ini, setidaknya dengan disiplin protokol kesehatan baik oleh masyarakat maupun pihak UMKM," tambahnya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









