Ekonomi
( 40554 )Satu Royalti Dipotong Berkali-Kali
Tempo, Jakarta - Sebelum pandemi Covid-19 datang, Erros Candra hidup dari panggung ke panggung. Setelah pandemi menerjang Indonesia pada Maret 2020. Sempat menyerahkan hak kuasa royalti lagu-lagu ciptaannya ke lembaga manajemen kolektif (LMK) Karya Cipta Indonesia. Sejak pandemi terjadi, Eross makin rajin memperhatikan potensi pendapatan pasifnya itu,
Selama ini LMK memegang kuasa penagihan dan pembagian royalti. Pencipta lagu bergabung dengan Wami (genre pop dan rock), RAI (dangdut dan melayu), serta Karya Cipta Indonesia (pop indonesia dan daerah). Produser lagu bergabung dengan Asirindo, Aspirindo, dan Armindo. Adapun pembawa lagu bergabung, antara lain, dengan Prisindo, ARDI, dan Sentra Lisensi Musik Indonesia. Erros mengakui awalnya ia tipe komposer yang apatis terhadap lagu ciptaannya. Namun, sejak pandemi melanda, dan sadar royalti lagu menjadi pendapatan paling signifikan saat tak ada konser, Erros makin memperhatikan detail urusan ini LAS, menurut Eross, berani menjanjikan pendapatan royalti naik seiring dengan penggunaan SILM.
Pengembangan Ekosistem Digital, Kolaborasi Pelaku Jasa Keuangan Jadi Kunci
Kolaborasi antarpelaku industri jasa keuangan tak bisa lagi dilihat sebagai persaingan, tetapi sebagai faktor kunci dalam menumbuhkan ekosistem. Ketua Bidang Operation, Technology, dan Regulatory Reporting Perbanas Indra Utoyo mengatakan di era ekonomi kolaborasi, bank harus bergerak cepat memberikan value dengan merangkul mitra lain agar dapat memberikan solusi pada nasabah. “Berkolaborasi tetapi berkompetisi ini menjadi hal biasa saja, termasuk bank dengan fintech, yang menurut saya lebih banyak kolaborasi ketimbang kompetisinya,” ujar Indra dalam webinar yang diselenggarakan Bisnis Indonesia dan Mambu, Kamis (28/10/2021).
Menurutnya, para pelaku fintech atau teknologi finansial (tekfin) merupakan para spesialis di bidang masing-masing. Untuk masuk ke dalam ekosistem tersebut, diperlukan kolaborasi antara bank dengan tekfin dalam hal pembiayaan.
Indra memaparkan bahwa ada empat klasifikasi bank digital berdasarkan trennya. Pertama, bank digital bagian dari ekosistem grup konglomerasi keuangan, seperti kehadiran BRI Agroniaga yang kini bertransformasi menjadi Bank Raya, dan BCA Digital. Kedua adalah bank digital yang merupakan bagian dalam ekosistem nongrup konglomerasi keuangan, laiknya Allo Bank dan Motion Banking. Ketiga, bank digital bagian dari tekfin, seperti Bank Neo Commerce. Keempat, bank digital yang menjadi bagian dari platform teknologi, semisal, Sea Bank dan Bank Jago.
Tiga Kota Dikarantina Sebelum Olimpiade Musim Dingin
Pemerintah Tiongkok menempatkan satu kota lagi dalam kebijakan karantina pada Kamis (28/10) untuk mengatasi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Yang berarti saat ini sekitar enam juta orang diperintahkan untuk tinggal di rumah karena pemerintah Tiongkok mengejar nol kasus sebelum Olimpiade Musim Dingin mendatang. Negara ini telah mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap virus sejak pertama kali muncul di Tiongkok bagian tengah pada 2019. Pihaknya membasmi setiap gejolak yang muncul dengan penutupan perbatasan, karantina terbatas, dan karantina yang ketat. Meskipun langkah-langkah garis keras telah membuat jumlah kasus baru jauh lebih rendah dari pada kebanyakan negara, negara terpadat di dunia tersebut saat ini bergulat dengan wabah kecil setidaknya di sebelas provinsi.
Gelombang baru tersebut mendorong para pejabat pekan ini untuk mengunci Lanzhou, kota berpopulasi lebih dari empat juta orang dan Ejin di wilayah Mongolia Dalam. Setelah mengkonfirmasi satu masalah baru, pihak berwenang di Heihe, provinsi di Heilongjang mengikuti langkah penguncian pada Kamis. Menurut pernyataan pemerintah setempat, pemerintah meminta warganya untuk tinggal di rumah dan melarang penduduk meninggalkan kota jauh di utara tersebut, kecuali untuk keadaan darurat. Pejabat kota yang perbatasan dengan Rusia di utara itu juga telah mulai melakukan tes virus pada 1,6 juta penduduk dan melacak kontak debat dari orang yang terinfeksi, kata pernyataan itu. (Yetede)
BoJ Turunkan Proyeksi Petumbuhan
Bank Sentral Jepang atau BoJ pada Kamis (28/10) merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang dan mempertahankan kebijakan moneter uang longgar, karena pandemi terus membebani ekonomi terbesar ketiga di dunia ini. Pada laporan triwulanan tentang harga-harga dan ekonomi, bank sentral tersebut memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,4% untuk tahun anggaran hingga Maret 2022. Angka tersebut turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,8%
“Tekanan yang berasal dari Covid-19 kemungkinan akan tetap ada pada konsumsi jasa, sementara ekspor dan produksi diperkirakan melambat secara temporer karena kendala karena sisi pasokan. Namun setelah itu, dengan dampak Covid-19 yang berkurang secara bertahap, terutama arena vaksinasi, ekonomi kemungkinan akan pulih,” kata laporan itu, Kamis (28/10). Untuk prospek jangka panjang yang lebih positif, bank merevisi perkiraan pertumbuhan untuk tahun fiscal hingga maret 2023 menjadi 2,9% dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7%.
BoJ mempertahankan target inflasi 2% yang sudah berlangsung lama. Target tersebut tetap jauh, terlepas dari bertahun-tahun dan harga melonjak secara global. “Kami terus berharap bahwa BoJ akan tetap bertahan dengan bias pelonggaran (meskipun bank sentral lain mulai melonggarkan program pelonggaran mereka), setidaknya hingga April 2023 ketika Gubernur (Boj Haruhiko) Kuroda dan dua wakil gubernur dijawdalkan untuk mengakhiri masa jabatan mereka,” kata ekonom UBS Masamichi Adachi menjelang keputusan Kamis. (Yetede)
Syarat Menjadi Unicorn di Indonesia
Menjaga bisnis agar tetap sukses dan berkelanjutan bukan hanya sekedar memiliki ide-ide cemerlang atau pun modal paling besar. Hal ini juga termasuk cara mengeksekusi, membentuk tim yang tepat, memberi solusi yang benar, dan sejumlah kriteria yang lain yang kami yakin akan membuat sebuah perusahaan mampu bertahan, tumbuh dan akhirnya berkembang menjadi unicorn. Namun diatas semua itu, ada empat hal pokok yang harus dimiliki perusahaan-perusahaan rintisan (starup) agar mereka bisa bertranformasi menjadi unicorn, yakni kewirasusahaan, kecocokan produk dengan pasar, kemampuan pasar untuk berkembang, dan kelembagaan.
Para pendiri juga harus bekerja keras dan yang lebih penting, bekerja dengan cerdas untuk mencapai kecepatan, momentum, dan akurasi. Karena sebuah bisnis biasanya berkaitan dengan pemilihan waktu yang tepat dan kemampuan meraih peluang. Ketika bicara produk yang sesuai permintaan pasar (market-fit product), maksudnya adalah sejauh mana sebuah produk atau jasa bisa memenuhi atau memuaskan permintaan pasar sebagai solusi terhadap masalah atau tantangan yang dihadapi saat ini. Produk atau jasa ini tidak harus yang selalu visioner atau banyak ditunggu, tetapi merupakan sebuah solusi.
Sekedar ide cemerlang saja untuk bisnia Anda masih belum cukup jika perusahaan tidak punya kemampuan untuk mengembangkan bisnis, atau meningkatkan laba ketika dia mulai tumbuh dengan model bisnis yang bisa ditiru. Begitu sebuah bisnis bisa melewati skala keekonomiannya, dia akan makin melesat. Kemampuan untuk berkembang adalah penyebab lahirnya raksasa perusahaan teknologi, yang kita sebut unicorn. Kedepan, bakal ada banyak tren bisnis yang bisa berdampak pada lahirnya starup-starup baru di Indonesia. (Yetede)
Pandemi dan Optimalisasi APBN
Pendemi Covid-19 benar-benar meluluh lantakkan sendi-sendi ekonomi bangsa. Demi menyelamatkan masyarakat dan pereokomian nasional, pemerintah mengeluarkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Alokasi anggaran program PEN 2020 mencapai Rp695,20 triliun. Merujuk Regulasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 yang disempurnakan menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020, program PEN menyasar tiga klsuter utama. Yaitu, penyelamatan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan jaring pengaman ekonomi. Ketiga klaster tersebut diturunkan menjadi enam bidang: kesehatan, pelindungan sosial, sektoral kementerian atau lembaga (K/L) dan pemda, dukungan UMKM, insentif usaha, serta pembiayaan korporasi. Sebagai program yang bersifat ad-hoc, PEN memiliki kelemahan, baik dari struktur alokasi anggaran maupun skema pengalokasian.
Perbaikan struktur juga digeber demi mempermudah proses ekonomic recovery yang berkelanjutan. Salah satu bentuk perbaikan struktural adalah momentum revisi Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) yang dimanfaatkan dalam me-review seluruh jenis pungutan perpajakan demi optimilisasi penerimaan serta menciptakan asas keadilan bagi masyarakat. Pada 2021.PEN masih dialokasikan dengan anggaran Rp699,4 triliun atau lebih besar dibanding 2020. (Yetede)
DSNG Memulai Langkah Untuk Aksi Iklim
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) terus berkomitmen dalam rencana aksi dalam perubahan iklim. Sebagai pelaku usaha yang dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan atau sustainability, DSNG siap mendukung program Pemerintah dalam perundingan Climate Change Conference of the Parties yang ke-26 (COP26) yang diselenggarakan PBB di Glaslow, Skotlandia pada tanggal 31 Oktober hingga 12 November 2021.
Chief Sustainability Officer DSNG, Denys Collin Munang, mengatakan upaya yang dilakuakn DSNG terkait dengan perubahan iklim konsisten dengan Kebijakan Keberlanjutan (Sustainability Policy) DSNG yang berfokus pada tiga tematik utama yakni hutan, iklim dan masyarakat. “Kami percaya bahwa perubahan iklim bisa menjadi ancaman nyata yang terbesar bagi seluruh pertanian di dunia, sehingga sangat masuk akal bagi kami yang bergerak dibidang usaha pertanian untuk mempersiapkan bisnis kami agar dapat beradaptasi sekaligus mengatasi resiko yang terkait dengan perubahan iklim tersebut,”kata Denys Collin.
DSNG telah menerapkan System Managemen Lingkungan dan Sosial (ESMS) dari International Finance Corporation- Procedure Standard (IFC-PS) untuk terus mengindentifikasi risiko iklim dan upaya mitigasinya dengan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan serta memantau resiko ditingkat operasional. “DSNG bercita-cita untuk dapat terus bertumbuh dalam lingkungan ekonomi yang rendah karbon di masa mendatang serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi perubahan iklim. Program GRK dan penilaian Risiko iklim yang sedang dijalankan ini akan memberikan landasan pemahaman tentang performa emisi GRK saat ini dan memperhitungkan resiko iklim yang dihadapi DSNG.” Kata Datuk Darrel Webber, Chairman Sustanainable Advisory Board DSNG. (Yetede)
Sektor Andalan Menjadi Tumpuan
Tempo, Jakarta - Perbankan nasional terus berupaya menggenjot penyaluran kredit ini tiga bulan tersisa tahun ini. Sektor dan segmen kredit andalan yang mulai pulih menjadi tumpuan penyaluran kredit untuk mencetak peningkatan pendapatan dari kinerja intermediasi. Terdapat sektor-sektor yang mulai mengalami tren perbaikan kinerja, yaitu sektor yang memiliki karakteristik pemulihan cepat atau berdaya tahan tinggi pada masa pandemi. Meski mulai ekspansif, perusahaan berusaha senantiasa berhati-hati menjaga kualitas portofolio kredit agar tidak memicu risiko kenaikan rasio kredit macet alias non-performing loan (NPL) di kemudian hari. Pertumbuhan kredit akan dijaga tetap berkelanjutan dengan mengedepankan asesmen yang ketat untuk memastikan kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban pembayaran di kemudian hari.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit industri perbankan pada keseluruhan tahun ini akan berada di angka 4-5 persen. Pertumbuhan terbesar terjadi pada jenis kredit konsumsi, yaitu sebesar 2,95 persen, diikuti kredit moral kerja yang tumbuh 2,85 persen serta kredit investasi yang tumbuh 0,37 persen.
Laba Bank Jumbo Kompak Melejit
Tempo, Jakarta - Industri perbankan nasional mulai membukukan kinerja positif pada pengujung tahun ini. Bank-bank kategori BUKU IV atau modal jumbo kompak melaporkan realisasi perolehan laba yang melonjak pada triwulan III 2021.Raihan positif itu tak lepas dari perbaikan kondisi perekonomian nasional seiring dengan kian terkendalinya kasus penularan Covid-19 dan masifnya program vaksinasi nasional.
Transformasi digital yang kian masif dilakukan setahun belakangan juga berkontribusi positif meningkatkan efisiensi dan pendapatan nonbunga perbankan. Baik giro maupun tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 8,5 persen dan 11,7 persen.
Industri Pupuk, Saraswanti Optimistis Penjualan Capai Rp1,8 Triliun
Produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (SAMF) optimistis penjualan pupuk tahun ini mencapai Rp1,8 triliun atau tumbuh 31% secara year-on-year (YoY), seiring dengan berkembangnya pasar terutama di wilayah Indonesia Timur. Direktur Utama Saraswanti Yahya Taufik mengungkapkan penjualan selama Januari—September 2021 terealisasi Rp1,25 triliun atau tumbuh 25,50% YoY. “Dengan pencapaian sampai kuartal III itu, kami optimistis target dari rencana bisa tercapai karena komoditas CPO atau perkebunan kelapa sawit yang menjadi sasaran pasar kami selama ini mengalami perkembangan yang positif,” katanya, Rabu (27/10). Sementara itu, laba setelah pajak kuartal III/2021 tercapai Rp97,73 miliar naik 29,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp75,35 miliar. Target laba setelah pajak tahun ini dipatok Rp160 miliar naik 38% YoY. “Target-target tersebut kami yakini bisa digapai, apalagi kami sudah punya kontrak penjualan di kuartal IV, bahkan untuk tahun depan,” ujarnya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









