;

Emiten Perkebunan Sawit, SIMP & LSIP Petik Berkah CPO

Ekonomi Hairul Rizal 26 Oct 2021 Bisnis Indonesia
Emiten Perkebunan Sawit, SIMP & LSIP Petik Berkah CPO

Tren kenaikan harga crude palm oil (CPO) yang berlanjut pada kuartal IV/2021 diyakini dapat berdampak positif terhadap kinerja dua emiten sawit milik Grup Salim, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Berdasarkan data dari Bursa Malaysia pada Senin (25/10), harga CPO kontrak Januari 2022 sempat menyentuh level setelmen 5.071 ringgit per ton pada pekan lalu. Level harga tersebut kemudian menurun pada perdagangan hari ini di 4.924 ringgit per ton. Salah seorang trader David Ng menyebutkan kenaikan harga pada minyak biji kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) dan minyak mentah juga menopang kenaikan harga CPO. “Sentimen tetap bullish yang didukung oleh fundamental yang kuat. Sebelumnya, level harga CPO tertinggi adalah pada 5.066 ringgit per ton. Kami perkirakan level support CPO berada di 4.900 ringgit dan resistance pada 5.150 ringgit per ton,” jelasnya dikutip dari The Edge Markets.

Lonjakan harga CPO turut berdampak positif bagi perusahaan terkait, tidak terkecuali kedua emiten sawit di bawah Salim Group. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Lonsum mencatatkan laba bersih senilai Rp501 miliar pada semester I/2021. Jumlah tersebut meroket 445% dibandingkan dengan laba bersih pada semester I/2020 lalu yang hanya Rp92 miliar. Kenaikan laba emiten bersandi saham LSIP tersebut ditopang oleh pertumbuhan penerimaan perusahaan. Lonsum tercatat membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp2,17 triliun, naik 39,1% year-on-year (YoY). Sementara itu, SIMP yang merupakan emiten produsen minyak goreng Bimoli berhasil membalikkan kondisi rugi menjadi laba pada paruh pertama tahun 2021. SIMP membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp219 miliar pada semester I/2021, kontras dengan rugi tahun berjalan sebesar Rp301 miliar pada semester I/ 2020. “Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berbalik positif menjadi Rp219 miliar, terutama terutama berasal dari naiknya laba usaha dan penurunan beban keuangan yang sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan,” tulis Manajemen Salim Ivomas Pratama dikutip dari keterangannya.



Tags :
#Sawit
Download Aplikasi Labirin :