Bukalapak Genjot Lini Bisnis e-Procurement
Bisnis pengadaan barang dan jasa digital untuk korporasi dan pemerintah diperkirakan tumbuh pesat ke depan, seiring dengan tren pemanfaatn e-procurement. Hal ini mendorong PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus memperkuat bisnis Buka Pengadaan sebagai lini bisnis e-procurement. Penguatan bisnis eprocurement dengan mengajak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bergabung menjadi menyedia barang dan jasa "Buka Pengadaan sangat tergantung dengan kondisi ekonomi, sehingga terdampak. Tapi, kami melihat dengan pemulihan ekonomi, peluangnya, bisnis ini besar kedepannya," kata CEO Bukalapak Rahmat Kaimudin.
Sementara itu, Direktur BukaPengadaan Hita Supranjaya menyebutkan, sejak 2016, BukaPengadaan telah menjadi mitra e-procurement bagi lebih dari 1.800 pelanggan business to business (B2B). Kemudian pada tahun 2020, BukaPengadaan telah melakukan lebih dari 400 transaksi kepada pelanggan, lebih dari 5.500 transaksi kepada vendor, lebih dari 6.000 pesanan pembelian, sebanyak 15.000 produk yang terjual, dan terdapat rata-rata 180 juta pesanan pembelian dari pelanggan.
Tahun ini, Buka Pengadaan terus melakukan kerja sama strategis dengan berbagai pihak korporasi dan instansi pemerintah. Seperti Kadin, Pemkab Brebes, dan lainnya untuk pengadaan barang dan jasa kepada yang membutuhkan. Selain itu, BukaPengadaan bermitra dengan Modal Rakyat, Modalku, ALAMI Sharia dan Tanifund dalam menyediakan opsi pembiayaan untuk membantu UMKM secara finansial. BukaPengadaan juga telah ditunjuka sebagai mira operator oleh Kemendikbudristek yang merupakan program Sistem Informasi Pengadaan Sekolah melalui proses belanja langsung satuan pendidikan kepada UMKM yang tergabung dalam market place (Yetede)
Tags :
#e-commercePostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023