Ekonomi
( 40554 )Paradoks Bonanza Komoditas
Hingga akhir November 2021, pendapatan negara mencapai 97,5 % target Rp 1.743,6 triliun dan diyakini melebihi target di akhir tahun. Semua pos penerimaan tumbuh positif, penerimaan pajak sudah 88 %, penerimaan bea cukai 108 %, dan PNBP 128 % target. Ekspor catat rekor tertinggi pada Agustus dan terjadi surplus neraca dagang sejak Mei 2020. Membawa kita keluar dari tekanan fiskal sejak pandemi, namun peringatan muncul untuk tak larut dalam euforia, karena bonanza penerimaan ini disumbangkan tingginya harga komoditas. Seiring peningkatan penerimaan negara, defisit APBN ditekan dari 5,73 % PDB pada Oktober 2021 jadi 3,63 %, dan bisa turun di bawah 3 % di 2023. Berbagai kajian ingatkan bahaya Dutch desease atau ketergantungan berlebih pada SDA sebagai paradox keunggulan komparatif yang menggerogoti daya saing jangka panjang. UNCTAD 2019 menyebut, 10 tahun terakhir kontribusi Indonesia di rantai pasok global menurun. Deindustrialisasi yang terjadi ancam prospek jangka panjang pertumbuhan ekonomi, dan memerangkap Indonesia dalam jebakan negara berpendapatan menengah. (Yoga)
Nilai Ekonomi Kereta Cepat
Mulanya kereta adalah pilihan pergerakan manusia dan barang / logistik berjarak sedang dan menengah jauh. Saat ini Indonesia sedang menyelesaikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Teknologi kereta yang maju telah mengatasi masalah kecepatan, bahkan teknologi magnet levitation (mag-lev) menawarkan kecepatan lebih dari 500 km/jam meski belum jadi kecepatan kendaraan komersial. Saat ini rata-rata kecepatan kereta cepat komersial 200-350 km/jam, bahkan di China hingga 380 km/jam. Kehadiran kereta cepat mempersingkat waktu perjalanan penumpang, dan lebih unggul dari moda transportasi udara karena dapat langsung menusuk jantung kota yang jadi asal atau tujuan akhir, sementara transportasi udara membawa penumpang ke bandara yang berjarak jauh dari jantung kota.
Untuk mempertahankan kecepatan tinggi dengan aman, butuh safety issues ketat sehingga teknologi kereta cepat memiliki biaya investasi pembangunan, operasi, dan perawatan tinggi sehingga financial internal rate of return (FIRR), tak mampu menjawab kelayakan dalam memilih kereta cepat. Kereta cepat, sebagai moda transportasii harus jadi bagian total system transportasi yang terintegrasi secara moda dan jaringan seamless transportation. Seyogianya relevansi pilihan atas moda kereta cepat, yang tak murah juga memperhitungkan aspek tereduksinya perjalanan manusia yang tergantikan oleh aktivitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kereta cepat Jakarta-Bandung, sebagai pengalaman pertama (unprecendented project), perlu dikawal dengan cermat (Yoga)
Peningkatan Kinerja Dagang, Ekspor Sasar 58 Negara
278 Perusahaan dari 28 provinsi melakukan ekspor serempak senilai USD 2,44 miliar, setara 35,03 triliun ke 58 negara, menandai berlanjutnya kontribusi ekspor bagi pemulihan ekonomi nasional. Mendag Muhammad Lutfi (23/12)dalam pelepasan di Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Krawang International Industrial City (KIIC) menjelaskan ekspor Indonesia sampai November 2021 menembus USD 209,6 miliar, tertinggi dalam sejarah, melampaui rekor 2011, USD 203 miliar. Kemendag terus memotifasi pelaku usaha berani mengeksplorasi pasar di kawasan emerging market dan pasar non tradisional, juga optimasi potensi ekspor ke Afrika, Asia Selatan, Eropa timur dan negara-negara Oceania.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi memerinci, 54 perusahaan yang berpartisipasi adalah UMKM dengan ekspor USD 5,56 juta atau Rp 79,7 miliar. Produk yang dikirim UMKM diantaranya produk perikanan dan kelautan, furniture, kerajinan tangan, produk dekorasi rumah, makanan olahan, rempah serta tekstil dan produk tekstil. 224 perusahaan non-UMKM atau 81 % mengekspor USD 52,43 miliar, setara 54,9 triliun. Dari 58 negara tujuan, 87 % didominasi ekspor ke pasar tradisional , sedang 13 % merupakan negara non tradisional seperti Tonga, Kolombia, Pakistan, Kamboja, Afsel, Maladewa dan negara kawasan Oceania. (Yoga)
Pertumbuhan Uang Beredar, Indikator Pemulihan Ekonomi Meningkat
Sinyal pemulihan ekonomi menguat, tercermin dalam pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar 11 % (year on year / yoy) jadi Rp 7.572,2 triliun. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono berkata peningkatan tersebut didorong akselerasi uang beredar dalama arti sempit (M1) sebesar 14,7 % (yoy) dan uang kuasi 7 % (yoy). Peningkatan komponen M1 didorong peredaran uang kartal yang November 2021 tercatat Rp 755,1 triliun, tumbuh 8,8 % yoy)dari sebelumnya 8,3 % (yoy), dan giro rupiah. Faktor yang pengaruhi M2 adalah penyaluran kredit yang tumbuh 4,4 % (yoy) dari sebelumnya 3 %, dan aktiva luar negeri bersih. Direktur Eksekutif Centre of Law and Economic Studies Bhima Yudistira menyampaikan peningkatan M2 yang didorong penyaluran kredit mengindikasikan pemulihan dari sisi konsumsi. Kredit konsumsi November 2021 tumbuh 4,1 % (yoy) dengan pertumbuhan KPR 9 %. (Yoga)
UMKM Berlomba Meraup Rezeki di Lokapasar
Dalam pemasaran produk, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah tidak lagi bergantung pada pasar konvensional, tetapi merambah ke pasar digital. Jangkauan pelanggan menjadi lebih luas, alhasil rezeki pun kian mengalir deras. 2 tahun terakhir Kiki menjual jilbab secara daring mengandalkan lokapasar yang di Facebook dengan nama Tokokiki Hijab. Sebelumnya, Kiki jual pakaian secara konvensional di tempat publik hingga ke rumah-rumah, namun sejak pemda Palembang melakukan PPKM Maret 2020, dia mulai berjualan secara daring. Pelanggan datang dari Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Bandung, bahkan kota-kota di Kalimantan. Omzet Kiki Rp 30 juta dengan untung Rp 5 juta per bulan. Kiki pun pernah ditipu konsumen iseng yang memesan tetapi tidak beli, membuatnya rugi di tengah tipisnya keuntungan tiap jilbab yang ia jual. Antisipasinya dia meminta deposit pada pelanggan. Untuk pengiriman, dia bekerja sama dengan perusahaan kurir, ogkos kirim ditanggung oleh pembeli. Kadis Koperasi dan UMKM Sumsel Amiruddin mengungkapkan, digitalisasi merupakan cara yang paling jitu memangkas panjangnya rantai pasok di sektor perdagangan, pelaku UMKM bisa langsung terhubung dengan konsumennya tanpa harus punya toko atau lapak. (yoga)
Kepercayaan Konsumen AS Meningkat
Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Desember ini meningkat lagi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa perekonomian Paman Sam akan terus ekspansif pada 2022, terlepas ada kebangkitan kasus infeksi Covid-19 dan pengurangan stimulus fiskal. Di sisi lain rancangan undang-undang (RUU) investasi dalam negeri senilai US$ 1,75 triliun yang ditandatangani Presiden Joe Biden, yang disebut Build Back Better (BBB) dan bertujuan memperluas jaring pengaman sosial sekaligus mengatasi perubahan iklim, mendapat pukulan pada Minggu (19/12). Indeks kepercayaan konsumen Conference Board pada bulan ini menunjukkan peningkatan ke angka 115,8 pasca revisi naik 111,9 pada November. Ada pun ekpektasi inflasi konsumen selama 12 bulan kedepan mengalami penurunan dari 7,3% selama lebih dari 13 tahun terakhir menjadi 6,9%. (Yetede)
Omicron dan Inflasi Bayangi Perolehan Laba Perusahaan AS di 2022
Pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan AS untuk tahun depan diprediksi melambat setelah menuai kesuksesan pada 2021. Indeks saham S&P 500 tahun ini pun dilaporkan berada dijalur kenaikan sekitar 24%. Rasio harga terhadap pendapatan indeks juga berada jauh diatas rata-rata jangka panjangnya. Menurut data IBES dari Refinity, penghasilan indeks S&P 500 terlihat naik sekitar 8% pada 2022 setelah tahun ini diperkirakan melonjak 50%, menyusul pulihnya perusahaan-perusahaan dari peraturan karantina.Catatan Refinitiv DataStream menunjukkan rasio harga terhadap pendapatan kedepan untuk S&P 500 berada 21,5, dibandingkan dengan rata-rata jangka panjanganya 15,5. Para pembuat kebijakan The Fed juga memperkirakan laju inflasi tahun depan akan mencapai 2,6% melampaui 2,2% yang mereka proyeksikan pada September. (Yetede)
John Riady: Lippo Makin Fokus pada Teknologi dan Digital
Filosofi bisnis yang dikembangkan Lippo berjalan dengan koridor yang dirancang sang pendiri, Mochtar Riady, yakni stewardship, atau pun amanah. Perusahaan harus terus tumbuh berkesinambungan seiring dengan upaya memberikan berkah bagi lingkungan dan masyarakat. "Kami memulai investasi di dunia startup pada 2014, dulu namanya Ventura. Pada saat itu, kalau kita masuk kesemua perusahaan teknologi di Indonesia, seperti Tokopedia, Traveloka, dan Gojek. Total kapitalisasinya itu sekitar US$ 60 juta," ujar CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady di Jakarta. Berbagai inovasi bisnis terkait pengembangan teknologi tengah digulirkan oleh John Riady. Ada empat strategi dan bagian yang dikembangkan John dalam pengembangan bisnis dibidang teknologi dan digital.
Pertama ialah investing in early stages technology, di mana Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang masih dalam tahap awal dan pengembangan. Investasi yang dilakukan pun belum terlalu besar. Misalnya saja, investasi Lippo di Grab saat itu hanya sebesar USD50.000. Lalu, di Ruangguru dan Sociolla sebesar Rp3 miliar dan Rp5 miliar. Tahapan kedua, ialah menjalin kemitraan. Salah satu kemitraan yang dibangun ialah dengan Ping’An, sebuah perusahaan teknologi asuransi terbesar di China. Kedua perusahaan ini menjalin satu joint venture (JV) untuk mendirikan perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia. Tahapan ketiga ialah later stage, atau melakukan investasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang telah besar. Dalam tahapan ini, Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang telah besar, seperti Bukalapak dan GoTo. Setelah berbagai pembelajaran dan kolaborasi yang dilakukan, tahapan berikutnya ialah melakukan transformasi perusahaan yang dimilikinya, salah satunya ialah PT Multipolar, Tbk (MLPL).
(Yetede)
Grab,Emtek, dan Bukalapak Kawal Solo Jadi Smart City
Tiga raksasa digital Indonesia , yakni Grab, Emtek, dan Bukalapak, meluncurkan program akselator Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan (Kota Masa Depan) di kota Solo, Jawa tengah, demi mewujudkan kota tersebut menjadi smart city, Kamis (23/12), setelah peluncuran perdana di Kupang, Oktober lalu. Ada tiga kegiatan digulirkan, yakni digitalisasi UMKM, Peluncuran Grab Kitchen, dan serah terima sepeda motor kepada para mitra pengemudi Grab. President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, Grab bersama Emtek dan Bukalapak siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta untuk mengawal Solo menjadi smart city. (Yetede)
Prestasi dan Reputasi Ekonomi
Ini lagu lama, tapi tetap menarik, yakni tentang output and economic outcome. Prestasi dan reputasi ekonomi suatu negara sangat tergantung dari output dan economic outcome yang dihasilkan. Dalam kerangka ekonomi, maka output berupa produk domestik bruto (PDB), sedangkan outcame pada dasarnya berupa pertumbuhan PDB dan peningkatan kesejahteraan rakyat dalam jangka waktu tertentu. Input pada dasarnya unsur dari luar berupa sumber daya manusia, dana,sarana, dan regulasi maupun program yang menyertainya. BPS menjawab dengan sebuah informasi bahwa perekonomian Indonesia secara spasial triwulan II-2021 kontribusi Jawa masih 57,92%, yang berarti di luar Jawa baru nyumbang 41,08%. Contoh lain bahwa pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi tri wulan II-2021 (y-on-y) menurut pengeluaran 84,93% PDB berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Dengan demikian, sumbangan yang berasal dari belanja pemerintah, ekspor-impor hanya 15,07% terhadap PDB.Tugas kita bersama-sama mengubah wajah ekonomi yang masih high cost menuju ke sistem yang lebih low cost. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









