;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

The Fed AS akan Bergerak Lebih Cepat untuk Mengatasi Inflasi

17 Dec 2021

The Federal Reserve (The Fed) AS pada Rabu (15/12) waktu setempat mengumumkan akan mengambil sikap yang lebih agresif untuk mengatasi ancaman inflasi. Saat ini, ekonomi AS dihadapkan pada gelombang kenaikan harga-harga yang telah mempengaruhi pasar mobil, perumahan, hingga makanan.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menetapkan kebijakan Fed mengumumkan akan mencabut langkah-langkah stimulusnya lebih cepat. “Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan terkait dengan ekonomi, terus berkontribusi pada peningkatan tingkat inflasi.” kata FOMC dalam sebuah pernyataan.

Sekarang, The Fed menyatakan akan memotong US$ 30 miliar per bulan. Yang berarti pada Januari 2022, pembelian obligasi oleh The Fed akan mengakhiri program tersebut dua bulan lebih awal dan menempatkan The Fed dalam posisi untuk menaikkan suku bunga acuan dari nol. (Yetede)


Presiden ECB Sebut Kecil Kemungkinan Suku Bunga Naik di 2022

17 Dec 2021

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde pada Kamis (16/12) menegaskan bahwa kecil kemungkinan suku bunga dinaikkan pada 2022. Walaupun bank-bank sentral utama lainnya sudah bergerak memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan. “Angka proyeksi terbaru itu jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya pada September. Inflasinya nanti akan stabil di level 1,8% pada 2023 dan 2024,” tambah Lagarde. Tantangan bagi 25 anggota dewan pemerintah ECB adalah menemukan cara untuk memperlancar transisi dari penarikan stimulus. Pertama, bank terus meningkatkan program pembelian aset (APP) sebelum pandemi. APP saai ini berjalan pada total pembelian aset sebesar 20 miliar euro per bulan. Kedua, bank membuat wadah baru untuk dukungan keuangan  zona euro hingga hingga 2021 dan seterusnya. Dua hal ini merupakan opsi yang dibahas oleh para pengamat. (Yetede)


Bank Dunia akan Suntik Negara-Negara Termiskin dengan Bantuan US$ 93 M

17 Dec 2021

Bank dunia akan membantu negara-negara termiskin di dunia mendapat suntikan dana US$ 93 miliar. Dana tambahan akan digunakan untuk meningkatkan bantuan bagi pemulihan pandemi dan program lainnya, kata pengumuman lembaga itu pada Kamis.Itu adalah penambahan terbesar yang pernah ada untuk Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) yang memberikan hibah untuk 74 negara, sebagian besar berada di wilayah Afrika. "Komitmen yang dermawan hari ini oleh mitra kami adalah langkah penting untuk mendukung negara-negara termiskin dalam upaya mereka utuk pulih dari krisis Covid-19," kata Presiden Bank Dunia David Malpas, Rabu (15/12). Bank Dunia mengatakan, dana tersebut akan membantu negara-negara lebih mempersiapkan diri untuk krisis di masa depan. (Yetede)

Bulog Serap 17 Ribu Ton Jagung Dalam Negeri

17 Dec 2021

Perum bulog sudah menyerap 17 ribu ton jagung produksi dalam negeri per tanggal 15 Desember 2021. "Dengan demikian, tugas publik dari pemerintah untuk menjaga petani jagung bisa terealisasi. Penyerapan jagung dalam negeri dilakukan Perum Bulog melalui empat wilayah sentra produksi jagung di Indonesia, yaitu di provinsi Lampung  sebanyak 860 ton, provinsi Jawa Tengah sebanyak 6.694 ton, Provinsi Jawa barat sebanyak 236 ton, dan Provinsi Jaw Timur sekitar 9.215 ton," kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal di Jakarta, Kamis (16/12). Perum Bulog mendapatkan penugasan untuk penyediaan pasokan jagung dan penyaluran jagung bersubsidi kepada peternak sasaran. Yang ditunjuk sesuai harga jual jagung kepada peternak. (Yetede)

Produk Kelautan dan Perikanan Indonesia Diterima di 177 Negara

17 Dec 2021

Produk kelautan dan perikanan dari Indonesia semakin menjangkau pasar global. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina mengatakan, sejak Januari-November 2021, produk Indonesia sudah diterima di 177 dari 195 negara anggota PBB. Sebanyak  3.203 Unit Pengolahan Ikan dan Unit Penangkapan Ikan  telah terdaftar di berbagai negara mitra. Selama 11 bulan 2021, sebanyak 3.771 sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point diterbitkan. Pelaku usaha pengiriman produk perikanan domestik Indonesia mendapat kemudahan usaha dari kebijakan KKP melaui BKIPM, berupa keringanan biaya sertifikat kesehatan dan mutu, rata-rata mencapai Rp 3,4 miliar per bulan.  (Yetede)

Surplus Neraca Perdagangan Menguat

16 Dec 2021

Surplus neraca perdagangan Indonesia terjadi karena kinerja positif ekspor yang ditopang lonjakan harga komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, termasuk minyak kelapa sawit mentah, serta bahan bakar mineral, seperti batubara, diikuti lonjakan ekspor komoditas bernilai tambah tinggi, seperti besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya. ”Kinerja ekspor positif ini tentu saja akan turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Kepala BPS Margo Yuwono (15/12).

Mendag Muhammad Lutfi memperkirakan, defisit dagang Indonesia China pada 2024 bisa nol, karena ekspor Indonesia ke China mulai didominasi produk yang sudah memiliki nilai tambah, seperti besi dan baja. Berdasarkan data Kemendag, pada Januari - Oktober 2021, Indonesia mengekspor kendaraan bermotor dan suku cadangnya senilai 7,1 miliar dollar AS. (Yoga)


The Fed Siap Menghadapi Inflasi

16 Dec 2021

Setelah lebih dari satu dekade inflasi di level moderat, gelombang kenaikan harga telah mempengaruhi ekonomi AS. Harga mobil, perumahan, hingga makanan telah mengguncang regulator yang berniat  memberikan pesan yang meyakinkan tentang  pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19. Presiden AS Joe Biden telah memprioritaskan strategi untuk mengatasi inflasi yang melanda keluarga-keluarga di Amerika. Sementara kenaikan suku bunga adalah senjata yang efektif melawan, itu juga merupakan alat tumpul yang bisa menghalangi perubahan. Berharap untuk menghindari kejatuhan politik yang negatif, tim Biden dan pejabat The Fed selama berbulan-bulan telah mencoba meyakinkan konsumen yang gelisah. Pihaknya mengatakan,lonjakan harga sebagian besar disebabkan oleh dampak pendemi, seperti kekurangan semikonduktor dan aktivitas pengiriman yang kacau, akan segera surut. (Yetede)

DPR Setuju Tambahan PMN 2021 dan Alokasi 2022 ke 11 BUMN-Lembaga

16 Dec 2021

Komisi XI DPR dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jakarta (15/12), menyetujui penambahan  penyertaan modal negara (PMN) tahun 2021 dan alokasi tahun 2022 untuk 11 badan usaha milik negara (BUMN) dan Lembaga. "Semuanya setuju ya untuk pemberian tambahan PMN tahun 2021 dan alokasi tahun 2022 yang sudah dibahas dalam rapat panitia kerja dalam beberapa hari lalu," ujar ketua Komisi  XI DPR  Dito Ganintudo. "Badan Bank Tanah juga akan menerima PMN di 2021 sebesar Rp 1 triliun untuk pemenuhan kebutuhan modal awal secara bertahap, sesuai dengan Peraturan Pemerintah  Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah," ujar dia. Seperti dilaporkan Antara PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (persero) akan mendapatkan PMN di tahun 2022 sebesar Rp 1,08 triliun untuk dukungan penjaminan 19 proyek infrastruktur. (Yetede) 

Kemenperin Akselerasi Pembentukan Ekosistem Halal

16 Dec 2021

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi pembentukan ekosistem halal untuk mendukung target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada 2024. Selain pasar yang besar, terdapat potensi dari aktivitas ekonomi melalui industri makanan dan minuman (mamin), fesyen, kosmetik, farmasi, pariwisata, media, serta jasa keuangan, dan valuasinya diproyeksikan Rp 4.375 triliun. "Salah satu topik yang dibahas dalam FGD adalah pembentukan Lembaga  Pemeriksaan Halal (LPH) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar dan Baristand milik Kemenperin yang tersebar diberbagai wilayah Indonesia," kata Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Doddy Rahadi di Jakarta, Rabu (15/12). Oleh karena itu, Kemenperin telah menunjuk Balai Besar Kimia dan Kemasan sebagai salah satu LPH, dengan lingkup kegiatan meliputi verifikasi/validasi, inspeksi produk dan/atau proses produk halal (PPH), inspeksi rumah potong hewan/unggas, dan inspeksi, serta audit, dan pengujian jika diperlukan terhadap kehalalan produk. (Yetede)

ASDP Optimis Laba Lampaui Realisasi 2019

16 Dec 2021

PT ASDP Indonesia Ferry (persero) optimistis laba perusahaan tahun 2021 bakal melebihi laba tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 senilai Rp 318 miliar. "Dari sisi kinerja induk, Insya Allah sebulan lagi dapat membukukan laba lebih tinggi dari 2019," kata Direktur  Utama ASDP Ira Puspadewi di Jakarta pada Rabu (15/12). Di tempat sama Direktur Keuangan, IT, dan Risk Management ASDP Djunia Sastriawan mengatakan,pencapain laba pada Januari-November  2021 sudah tembus 95% dari realisasi laba tahun 2019.  Lebih lanjut Ira menjelaskan, rencana ASDP untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial public offering/IPO). Dari sisi ASDP, terang Ira, pihaknya menargetkan kesiapan kesiapan IPO pada kuartal III-2022. "Kami tugas terbesarnya persiapan readiness-nya. Prosesnya panjang, kami sudah engage  konsultan dunia yang biasanya membantu perusahaan IPO supaya prosesnya sesuai standar dunia" papar Ira. (Yetede)