;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Sektor Pertanian Tetap Tangguh

14 Dec 2021

Kinerja sektor pertanian sepanjang 2021 tetap tangguh  di tengah badai pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sektor tersebut mendapat banyak sematan, mulai dari sektor paling resilent, bantalan (bumper) ekonomi, hingga penyelamat dan penopang ekonomi nasional saat pandemi. Hal itu,  muncul karena produk domestik bruto (PDB) pertanian yang masih tumbuh positif, nilai tukar petani (NTP) yang meningkat,dan tidak adanya impor beras. Salah satu isu di sektor pertanian publik pada tahun ini adalah rencana impor beras yang pertama kali berembus dalam Rakernas Kementerian Perdagangan. Nyatanya, hingga penghujung 2021, rencana tersebut tidak terealisasi. Kementerian Perdagangan Muhamad Lutfi memperkuat pernyataan Kepala Negara, Kementerian Perdagangan menjamin ketersediaan  kebutuhan beras nasional melalui optimalisasi serapan Perum Bulog untuk gabah dan beras petani sepanjang 2021. (Yetede)

Kuartal I, InJourney Optimistis Trafik Penerbangan Domestik Capai 90% dari Normal

14 Dec 2021

Holding BUMN Aviansi dan Pariwisata, PT Aviansi Pariwisata (persero) atau InJourney optimistik trafik (Traffic) penerbangan domestik pada kuartal I-2022 bisa mencapai 90% dari kondisi normal atau sebelum pendemi. Direktur Utama Aviansi Pariwisata Donny Oskaria mengatakan, saat ini trafik diseluruh bandara di Tanah Air sudah hampir mencapai 70% dari kondisi normal. Donny juga mengungkapkan gelaran MotoGP dan KTT G20 sebagai momentum pendukung percepatan kebangkitan dan pemulihan pariwisata di Indonesia setelah terdampak Covid-19. Lebih lanjut, kata Donny, tidak hanya penerbangan saja yang akan bersiap untuk menghadapi momentum MotoGP dan KTT G20 melainkan juga seluruh sektor pariwisata di Indonesia, termasuk perusahaan BUMN yang bergerak di bidang tersebut. (Yetede)

100 Terminal Type A Siap Dikerjasamakan dengan Swasta

14 Dec 2021

Saat ini, terdapat lebih terminal tipe A di Indonesia berpotensi dikerjasamakan dengan badan usaha swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). "Seratus lebih terminal tipe A dengan segala variasinya itu tentu akan menjadi peluang  bagi calon investor dalam negeri untuk berinvestasi sekaligus berpatisipasi dalam mengembangkan infrastruktur konektivitas yang bisa menunjang perekonomian pasca-pandemi kedepan," kata Tenaga Ahli KPBU dan Ketua Tim Proyek  KPBU Terminal Tipe A Purabaya dan Betan Subing Arianto Wibowo. Dikatakan, dalam Permen PPN 2/2020, terminal masuk dalam salah satu sektor yang bisa dikerjasamakan dalam KPBU. Didalam pelaksanaan proyek yang dikerjasamakan terdapat banyak risiko, apalagi sampai jangka waktu 10-20 tahun.  Makin lama waktu kerjasamanya, risiko yang timbul akan semakin banyak. Termasuk risiko perubahan kebijakan oleh pemerintah yang berpotensi mengganggu investasi tersebut. (Yetede)

Kemenperin Dukung Proyek Chandra Asri US$ 5 Miliar

14 Dec 2021

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) membangun kompleks petrokimia kedua dengan nilai investasi US$ 5 miliar. Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Dirjen IKTF) Kemenperin Muhammad Khayam menerangkan, subsidi impor bahan baku  produk kimia sangat dibutuhkan oleh sektor saat ini. "Pemerintah Indonesia juga akan terus berupaya menciptakan iklim usaha industri yang baik, menguntungkan, dan berkesinambungan melalui berbagai kebijakan sehingga investasi seperti yang ditanamkan oleh CAP dapat terus bertumbuh dan kekuatan ekonomi negeri kita menjadi semakin kokoh," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (13/12). "Anak usaha CAP, PT Chandra Asri Perkasa, menggarap pembangunan kompleks yang akan menambah kapasitas total produksi dari 4,2 juta ton mnjadi lebih dari 8 juta ton per tahun," ujar Khayam. (Yetede)

Pemulihan Ekonomi, Optimisme Publik Cenderung Menguat

13 Dec 2021

Hasil Survei Konsumen BI tunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia, dengan tren penguatan, tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2021 mencapai 118,5 atau lebih tinggi dari Oktober 2021 yang 113,4. Ekonom PT Bank Mandiri(Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina berpendapat, indikator dini September 2021 menunjukkan perbaikan. Indikatornya  Mandiri Spending Index dan PMI (Purchasing Managers Index) Manufaktur Indonesia meningkat lebih dari 2020. ”

Stafsus Menkeu Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makro Ekonomi Masyita Crystallin berkata, ekonomi nasional  2021 tunjukkan kinerja positif lebih baik dari periode sama tahun 2020. Perdagangan tumbuh 4,3 % dari sebelumnya minus 3,7 %. Sektor manufaktur dan konstruksi juga tumbuh positif walau sempat negatif tahun lalu. Sektor transportasi yang tahun lalu terdampak oleh pandemi tumbuh positif 1,6 % tahun ini, menunjukkan APBN menggerakkan pemulihan ekonomi terkuat pada masa pandemi tahun lalu, dan tahun ini beralih ke sektor swasta seiring dengan pemulihan ekonomi. (Yoga)


Konsumsi dan Belanja Masyarakat Terus Naik

13 Dec 2021

Denyut ekonomi Indonesia kian kencang di ujung tahun 2021, didorong oleh belanja masyarakat. Momentum perayaan Natal serta pergantian tahun nanti serta langkah pemerintah menangani Covid-19, turut memacu keyakinan konsumen untuk berbelanja. Para pengusaha nasional mengakui, bisnis tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), misalnya, memproyeksikan industri makanan dan minuman bisa tumbuh 5% hingga akhir tahun 2021.

Adu Kuat Presepsi Investor di Saham Bukalapak.com

13 Dec 2021

Setelah 12 hari berturut-turut memerah, harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada tiga hari terakhir hingga Jumat (10/12) berbalik arah. Jumat, harga saham BUKA naik 3% dari hari sebelumnya ke level Rp 515 per saham. Meski begitu, harga saham BUKA masih berada jauh di bawah harga IPO, Rp 850 per saham. Padahal, mayoritas broker sejauh ini masih memasang rekomendasi bullish saham BUKA. Secara umum, saham Buka adalah contoh menarik area "pertempuran pengaruh dan persepsi" para analis maupun pelaku pasar saham. 

Menimbang Dua Skema Mata Uang Digital

13 Dec 2021

Perkembangan uang digital, terutama yang dikembangkan oleh kalangan swasta seperti mata uang kripto, mengundang perhatian bank sentral dari negara G20 untuk mulai membahas Central Bank Digital Currency (CBDC) sudah ada dua gambaran mengenai uang digital. Negara-negara G20 sepakat, mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) menjadi salah satu item yang menjadi perhatian untuk saat ini. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo memandang, rencana penerbitan CBDC ini juga seiring dengan makin maraknya digitalisasi dan makin berkembangnya mata uang digital yang dikelola oleh swasta (private sector).



Kayuhan Ekonomi Sepeda di Yogyakarta

11 Dec 2021

Selama pandemic Covid-19, jumlah goweser yang berkunjung karena keelokan panorama sawah  Pronosutan, Yogyakarta melonjak, mengangkat perekonomian setempat. Diantaranya jasa penyewaan sepeda Tour Sepeda Menoreh yang dikelola masyarakat sejak Desember 2020. ”Warga melihat jasa sewa sepeda peluang menambah pemasukan,” kata Didi, yang juga pengelola Tour Sepeda Menoreh. Tarif sewa sepeda Rp 15.000 per jam dan Rp 20.000 dua jam. Jumlah penyewa akhir pekan, mencapai 80 orang per hari, pendapatan sekitar Rp 1,2 juta per hari, dibagi rata ke semua warga yang terlibat.

Tren sepeda juga gerakkan ekonomi Dusun Sangurejo, Desa Wonokerto, Turi, Sleman. Sejak 2016, warga mengembangkan Desa Wisata Sangurejo. Wisatawan bisa menjelajah alam, susur sungai, menikmati kesenian lokal, menjajal panahan tradisional, dan menginap di homestay. Sayang, pandemi membuat aktivitas itu terhenti. Sejak Mei 2020, di Sangurejo dikembangkan pos pit atau tempat istirahat pesepeda, karena banyaknya pesepeda singgah di Embung Kaliaji yang sebagian ada di dusun itu, dilengkapi warung soto beserta aneka gorengan dan minuman, pendapatannya Rp 4 - 4,5 juta per bulan. (Yoga)


Inflasi AS Melonjak 6,8% pada November

11 Dec 2021

Indeks harga konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) terus melonjak pada November 2021, naik 6,8% dibandingkan dengan bulan yang sama 2020. Ini adalah kenaikan  terbesar sejak Juni 1982, seperti dilaporkan pemerintah pada Jumat (10/12).  Lonjakan IHK tersebut disebabkan  oleh kenaikan berbagai macam barang. Diantaranya kenaikan harga bensin sebesar 6,1%. Sementara biaya sewa mobil bekas, dan makanan juga meningkat. Gelombang inflasi adalah kewajiban politik bagi Biden, yang telah melihat peringkat persetujuan publiknya turun ketika harga-harga melonjak. Presiden menjadikan memerangi inflasi sebagai prioritas utama bulan lalu, setelah pemerintah melaporkan IHK Oktober baik 6,2% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Harga-harga telah meningkat tahun ini di ekonomi terbesar dunia karena berbagai faktor, termasuk kekurangan komponen dan pekerja, permintaan barang yang tinggi, dan rebound di insudtri yang terganggu Covid-19. (Yetede)