Ekonomi
( 40554 )DPR Setuju Tambahan PMN 2021 dan Alokasi 2022 ke 11 BUMN-Lembaga
Komisi XI DPR dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jakarta (15/12), menyetujui penambahan penyertaan modal negara (PMN) tahun 2021 dan alokasi tahun 2022 untuk 11 badan usaha milik negara (BUMN) dan Lembaga. "Semuanya setuju ya untuk pemberian tambahan PMN tahun 2021 dan alokasi tahun 2022 yang sudah dibahas dalam rapat panitia kerja dalam beberapa hari lalu," ujar ketua Komisi XI DPR Dito Ganintudo. "Badan Bank Tanah juga akan menerima PMN di 2021 sebesar Rp 1 triliun untuk pemenuhan kebutuhan modal awal secara bertahap, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah," ujar dia. Seperti dilaporkan Antara PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (persero) akan mendapatkan PMN di tahun 2022 sebesar Rp 1,08 triliun untuk dukungan penjaminan 19 proyek infrastruktur. (Yetede)
Kemenperin Akselerasi Pembentukan Ekosistem Halal
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi pembentukan ekosistem halal untuk mendukung target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada 2024. Selain pasar yang besar, terdapat potensi dari aktivitas ekonomi melalui industri makanan dan minuman (mamin), fesyen, kosmetik, farmasi, pariwisata, media, serta jasa keuangan, dan valuasinya diproyeksikan Rp 4.375 triliun. "Salah satu topik yang dibahas dalam FGD adalah pembentukan Lembaga Pemeriksaan Halal (LPH) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar dan Baristand milik Kemenperin yang tersebar diberbagai wilayah Indonesia," kata Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Doddy Rahadi di Jakarta, Rabu (15/12). Oleh karena itu, Kemenperin telah menunjuk Balai Besar Kimia dan Kemasan sebagai salah satu LPH, dengan lingkup kegiatan meliputi verifikasi/validasi, inspeksi produk dan/atau proses produk halal (PPH), inspeksi rumah potong hewan/unggas, dan inspeksi, serta audit, dan pengujian jika diperlukan terhadap kehalalan produk. (Yetede)
ASDP Optimis Laba Lampaui Realisasi 2019
PT ASDP Indonesia Ferry (persero) optimistis laba perusahaan tahun 2021 bakal melebihi laba tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 senilai Rp 318 miliar. "Dari sisi kinerja induk, Insya Allah sebulan lagi dapat membukukan laba lebih tinggi dari 2019," kata Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi di Jakarta pada Rabu (15/12). Di tempat sama Direktur Keuangan, IT, dan Risk Management ASDP Djunia Sastriawan mengatakan,pencapain laba pada Januari-November 2021 sudah tembus 95% dari realisasi laba tahun 2019. Lebih lanjut Ira menjelaskan, rencana ASDP untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial public offering/IPO). Dari sisi ASDP, terang Ira, pihaknya menargetkan kesiapan kesiapan IPO pada kuartal III-2022. "Kami tugas terbesarnya persiapan readiness-nya. Prosesnya panjang, kami sudah engage konsultan dunia yang biasanya membantu perusahaan IPO supaya prosesnya sesuai standar dunia" papar Ira. (Yetede)
Kerja Sama Ekonomi Indonesia-AS Meningkat
Menlu Retno Marsudi apresiasi bantuan AS ke Indonesia selama pandemi, melalui mekanisme Covax, dengan 25,4 juta dosis vaksin. Retno juga apresiasi kerja sama ekonomi kedua negara yang meningkat, capai 29,6 miliar USD, naik 33,9 % dibanding 2020. Retno berkata, investasi di Indonesia terbuka lebar, di bidang kesehatan, ekonomi digital, maupun transisi energi. Ia berharap AS tetap turunkan tarif bea masuk pada negara berkembang. Sebelumnya Retno dan Blinken tandatangani perpanjangan nota kesepahaman Kerja Sama Maritim, berlaku hingga 2026, mencakup kerja sama keamanan maritim, sumber daya kelautan, konservasi dan pengelolaan perikanan, serta keselamatan dan navigasi maritim.
Dalam pertemuan itu juga ditandatangani nota kesepahaman antara Kemendikbud Republik Indonesia dengan Deplu Amerika Serikat tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan, ditandatangani Blinken dan Mendikbud Nadiem Makarim. Nota kesepahaman lain yang ditandatangani Blinken dan Retno adalah nota kesepahaman kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat tentang Program Peace Corps di Indonesia. (Yoga)
Investor Bersiap Hadapi Tapering Lebih Cepat
Para Investor memprediksikan skema pembelian obligasi The Fed Reserve (The Fed) akan berakhir lebih cepat. Investor juga bersiap menghadapi beberapa kali kenaikan tingkat suku bunga dalam beberapa tahun ke depan. Demikian pernyataan yang disampaikan menjelang keputusan kebijakan bank sentral AS pada Rabu (15/12). Baik JP Morgan, Morgan Stanley, Citi, dan NatWest Markets, kesemuanya mengantisipasi tapering pembelian obligasi oleh The Fed selesai pada Maret 2022. Pada futures obligasi AS, para spekulan telah mengumpulkan posisi net short dalam obligasi tenor 10-tahun. Ini karena, para investor menilai hasil yang lebih tinggi ditengah ekspektasi kenaikan suku bunga dari The Fed. Meskipun para investor mendapatkan net long dolar selama 21 minggu berturut-turut. Hal ini telah meningkatkan posisi long menjelang tapering Fed yang sebenarnya, yang dimulai bulan lalu. (Yetede)
AWS Berkomitmen Investasi di Indonesia US$ 5 Miliar
Amazone Web Service Inc (AWS), perusahaan teknologi dan layanan data center asal AS, mengumumkan rencana komitmen rencana investasi US$ 5 miliar (Rp 71 triliun) di Indonesia dalam 15 tahun kedepan. "Investasi AWS di Indonesia yang masif ini bukan sekedar membawa lokasi data center di Indonesia agar pelanggan bisa menyimpan data dengan aman, tetapi juga dampaknya bagi perekonomian di Indonesia," kata Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto. Sementara itu, mulai Selasa (14/12), seiring pengumuman dibukanya secara resmi AWS Asia-Pasifik (Jakarta) Region di Indonesia, para pengembangm start-up, wirausahawan, dan perusahaan berskala besar,serta pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi nirlabapun dapat menjalankan aplikasi serta melayani pelanggannya dari kumpulan beberapa pusat data yang berlokasi di Indonesia. (Yetede)
Realisasi Pembiayaan UMi Capai Rp 17,16 Triliun
Balai Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyatakan,hingga 9 Desember 2021 telah melakukan penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi) melalui berbagai lembaga keuangan bukan bank sebesar RP17,17 triliun kepada 5,1 juta debitur. Penyaluran tersebut dilakukan sejak 2017, "Adapun penyaluran kami sudah bisa menjangkau 503 Kabupaten/Kota dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia," ucap Direktur Kerja Sama Pembiayaan dan pendanaan PIP Muhammad Yusuf dalam media gathering yang berlangsung secara daring, Selasa (14/12) Muhammad mengatakan, 95% penerima pembiayaan tersebut adalah perempuan dengan mayoritas platform pinjaman di bawah Rp 5 juta atau 92% dari total pembiayaan. PIP juga menyediakan opsi pembiayaan syariah yang sampai dengan saat ini porsinya sudah mencapai 47% dari total penyaluran. (Yetede)
Ada Momentum Percepatan Pertumbuhan
Terkendalinya kasus Covid-19 di Tanah Air jadi momentum mempercepat pertumbuhan ekonomi. Optimisme masyarakat dan pelaku usaha dikelola untuk pacu investasi menggenjot pembukaan lapangan kerja. Menurut Menko Airlangga Hartarto, tahun 2022 momentum emas akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, tecermin dari kenaikan angka penyaluran kredit, Indeks Keyakinan Konsumen, dan Purchasing Managers Index manufaktur.
Senior Vice President for Asia, Kamar Dagang AS,Charles Freeman berkata, The 9th US-Indonesia Investment Summit secara virtual (13/12) memberi kesempatan pelaku usaha di Amerika Serikat terlibat langsung dengan Pemerintah Indonesia dan memahami dinamika Indonesia. Karena Indonesia salah satu pasar penting sekaligus menantang di dunia. Pada pertemuan tahun ini, topik yang diulas, mulai dari perekonomian dan stabilitas regional, pembaruan industri kesehatan, kerja sama bisnis menyambut Presidensi Business 20 (B20) Indonesia, hingga peluang investasi berbagai sektor di Indonesia. (Yoga)
Yuk, Menggali Utang di Negeri Sendiri
Pemerintah mengandalkan pendanaan dari dalam negeri untuk menutup defisit anggaran tahun 2022. Tiga bulan pertama tahun depan, pemerintah bakal menggenjot utang dalam negeri. Dalam Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022, pemerintah membidik utang baru sebesar Rp 973,6 triliun. Utang ini untuk menutup defisit anggaran tahun depan yang ditetapkan sebesar Rp 868 triliun atau setara 4,85% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Keuangan Digital RI Bisa Tembus Rp 4.500 Triliun
Sektor keuangan digital Indonesia berkembang pesat. Bahkan, di tahun 2030 mendatang nilai keuangan digital Indonesia diprediksi mencapai ribuan triliun. Wakil Presiden Ma’ruf Amin memperkirakan sektor keuangan digital tumbuh menjadi Rp 4.500 triliun pada 2030, delapan kali lipat dari sekitar Rp 600 triliun pada saat ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









