;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Perusahaan Multifinance Bertumbangan Sepanjang 2021

10 Dec 2021

Persaingan ketat, banyak multifinance yang tumbang di tahun ini. Sepanjang tahun 2021 ini, sudah ada 14 perusahaan pembiayaan yang tutup. Merujuk data OJK, jumlah multifinance yang tutup sepanjang tahun ini sudah meningkat hampir dua kali lipat.

Di tahun 2020, jumlah multifinance yang berkurang hanya 8 perusahaan dengan jumlah akhir perusahaan mencapai 176 perusahaan. Sementara, saat ini baru sampai Oktober 2021 saja jumlah multifinance sudah berubah menjadi 162 atau berkurang 14 perusahaan.


Korupsi Hambat Investasi

09 Dec 2021

Korupsi merajalela serta penegakan hukum lemah munculkan ketidakpastian usaha dan hambat masuknya modal ke dalam negeri. Investasi butuh ekosistem usaha yang sehat dan stabil. Berdasarkan  Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) 2020, Indonesia alami penurunan skor dari level 40 dan ranking ke-85  dunia pada 2019 jadi level 37 dan ranking ke-102 pada 2020. Sekaya apa pun  negara akan sumber daya alam, selama korupsi tinggi, pertumbuhan ekonominya terhambat dan masyarakatnya terjebak dalam kemiskinan.

Laporan Global Competitiveness Report 2017-2018 oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) memetakan, faktor utama penghambat investasi Indonesia adalah korupsi, disusul inefisiensi birokrasi, infrastruktur tidak memadai, dan kebijakan tak stabil. Aturan perburuhan, yang banyak diubah lewat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, masuk urutan terbawah faktor penghambat investasi, walau investor asing masih tertarik berinvestasi di Indonesia karena tergiur ukuran pasar yang besar. (Yoga)


OJK Atur Saham dengan Hak Suara Multipel

09 Dec 2021

OJK keluarkan aturan lindungi visi dan misi pendiri perusahaan teknologi atau rintisan yang melepas saham di bursa, lewat Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penerapan Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang lakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham dan diluncurkan (7/12). Agar perusahaan sejenis terangsang menawarkan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia. Emiten dengan hak suara multipel  harus gunakan teknologi untuk inovasi produk yang tingkatkan produktivitas dan memiliki manfaat sosial luas, juga perusahaan punya total asset minimal Rp 2 triliun, beroperasi 3 tahun sebelum pengajuan untuk listing.

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy jelaskan, apabila perusahaan digital berkapitalisasi pasar besar melepas saham di Indonesia, akan memperdalam pasar modal Indonesia dan berpotensi diikuti lonjakan jumlah investor dan investasi. Aturan baru OJK ini tidak mempengaruhi perdagangan saham sehari-hari, karena tak menyentuh atau tak ubah ketentuan investor perorangan, namun berpengaruh bagi investor korporasi yang berniat mengambil alih korporasi lainnya. Dengan saham pendiri yang memiliki suara lebih dari satu atau multipel, para pendiri perusahaan teknologi bisa menambah modal di BEI tanpa takut kehilangan pengaruh atau kontrol atas perusahaan. (Yoga)                              


Volume Ekspor Turun, Surplus Perdagangan Naik

09 Dec 2021

Ekspor perikanan Indonesia Januari - Oktober 2021 tercatat 980.000 ton, turun 5,76 % dibanding tahun lalu 1,04 juta ton, namun nilainya naik 6,6 % jadi 4,56 miliar dollar AS. Surplus neraca dagang perikanan tahunan tumbuh 5,8 % jadi 4,15 miliar dollar AS. Udang jadi komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia, Januari - Oktober 2021 nilainya 1,82 miliar dollar AS, 40 % total ekspor. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti berkata, pemerintah dorong ekspor dan perluas pasar dalam negeri. Pasar luar negeri yang dibidik adalah Amerika Serikat, China, dan UEA.

Direktur Pemasaran KKP Machmud berkata, meski nilai ekspor cenderung naik, realisasi investasi di sektor perikanan melambat di tengah pandemi Covid-19. Januari - September 2021, realisasi investasi tercatat Rp 4,11 triliun, turun 9,67 % secara tahunan. Modal, antara lain, berasal dari Singapura, Swiss, India, Jepang, dan China meliputi bidang pengolahan Rp 1,16 triliun, perikanan budidaya Rp 1,29 triliun, perikanan tangkap Rp 730 miliar, perdagangan Rp 700 miliar, dan jasa perikanan Rp 240 miliar. (Yoga)


Industri Makanan dan Minuman, Impor Susu Bakal Meningkat Lagi

09 Dec 2021

Pelaku industri makanan dan minuman memperkirakan kebutuhan impor bahan baku produk susu pada tahun depan meningkat lagi, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi pabrik dan konsumsi masyarakat. Ketua Umum Ga­bungan Pengusaha Makanan dan Mi­­num­an Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman Adhi mengatakan konsumsi produk susu mengalami kenaikan signifikan selama pandemi Covid-19. Hal itu mendorong masuk­nya investasi baru di industri makanan dan minuman. “Selama pandemi banyak yang men­cari produk bergizi dan su­su dianggap sebagai salah satu pro­duk dengan kriteria terse­but. Peningkatan luar biasa pada konsumsi membuat pabrik sam­pai beroperasi dengan kapasitas pe­nuh,” katanya ketika dihubungi, Rabu (8/12).

Dia mengatakan pertumbuhan investasi di industri makanan dan minuman mayoritas disumbang oleh perusahaan asing. Dia menyebutkan kenaikan penanaman modal asing (PMA) di industri makanan dan minuman men­capai 75% pada periode Januari sampai September 2021, dengan sebagian besar masuk di sektor produk susu. “Kami perkirakan pada 2022 investasi baru yang mulai berope­rasi bakal membuat impor bahan baku meningkat daripada 2021, kontribusinya mungkin bisa sampai 80% dari kebutuhan bahan baku,” tambahnya.


UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru

09 Dec 2021

Komisi Eropa pada Rabu (8/12) meluncurkan upaya guna melengkapi Uni Eropa  (UE) dengan kekuatan dagang baru. Agar dapat dengan cepat membalas upaya-upaya pemerintah asing untuk melemahkan ekonomi dan bisnis Eropa. Paket yang dimaksud dinamakan instrumen anti-paksaan. Rencana paket ini didorong oleh para pendukung utama instrumen "anti-paksaan" ketika Donald Trump menjadi Presiden AS. Potensi trik-trik kotor oleh Tiongkok dan Rusia juga dianggap ada dalam benak para pendukung instrumen, yang diminta oleh parlemen Eropa. Namun UE memperingatkan bahwa mereka tidak akan bersedia menanggapi perselisihan perdagangan. Seperti yang diusulkan, bahwa eksekutif UE di Brussels akan memiliki daftar opsi untuk menjawab intimidasi ekonomi oleh pemerintah asing. (Yetede)

Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto

09 Dec 2021

Visa Inc, perusahaan pemroses pembayaran terbesar di dunia, pada Rabu (8/12) meluncurkan layanan konsultasi mata uang kripto (Cryptocurrency) global bagi para kliennya, yang bergerak dalan industri perbankan dan para pedagangan. Visa menyebut jika bank Amerika Serikat (AS), UMB telah menjadi klien yang menggunakan layanan konsultasi kripto-nya. "Kami datang ke Visa untuk mempelajari lebih lanjut tentang kripto dan stablecoin serta kasus-kasus penggunaan yang paling relevan untuk lini berbasis ritel dan komersial kami," ujar Uma Wilson, wakil presiden eksekutif di UMB Bank. Saat ini Visa menggunakan jaringannya untuk memungkinkan pembelian, penjualan dan penyimpanan mata uang digital.Visa sendiri berharap layanan konsutasi kriptonya dapat membantu mengadopsi arus biaya bitcoin dan mata uang digital lainnya. (Yetede)

BCA dan Grab Latih Anak Mitra Pengemudi untuk Bekerja di Industri Digital

09 Dec 2021

BCA dan Grab menyepakati kerja sama pelatihan digital, atau pembekalan keahlian khusus teknologi informasi, bagi anak-anak mitra pengemudi Grab untuk diperapkan agar bisa bekerja di industri digital. Kali ini, SYNRGY Academy Batch Grab, BCA ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak mitra pengemudi Grab yang ingin terjun ke bidang IT. Kegiatan pelatihan SYNRGY Academy Batch Grab akan dibagi menjadi dua fase. Fase pertama merupakan pre-Bootcamp dimana siswa akan mendapatkan kelas untuk membuat produk dalam bentuk web dan berkolaborasi dengan siswa lain. Pada fase kedua, peserta akan punya lima pilihan kelas, yaitu Frontend, Backend, Android Engineering, Quality Assurance, dan kelas UI/IX yang digabung dengan Product Management. (Yetede)

Kerugian RI Akibat Cuaca Ekstrem Capai Rp 100 Triliun per Tahun

09 Dec 2021

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan,kerugian ekonomi Indonesia yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem mencapai lebih dari Rp100 triliun per tahun. Posisi geografis dengan kepulauan yang terletak di ring of fire atau cincin api, mengakibatkan Indonesia bersiko terpapar perubahan iklim lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Namun menurut Destry, tidak hanya mendatangkan ancaman berupa pemanasan global, perubahan iklim juga bisa mendatangkan peluang ekonomi  Indonesia berupa peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan penambahan cadangan devisa. Peluang ini diperoleh kalau Indonesia melakukan lngkah-langkah transisi menuju ekonomi hijau yang telah menjadi tuntutan global. "Proses transisi ekonomi rumah karbon diperkirakan membutuhkan investasi besar, sehingga akan mendorong masuknya investasi global ke Indonesia," ucap Destry. (Yetede)

Bisnis Indonesia FInancial Award 2021, Ekosistem Digital Pacu Geliat UMKM

08 Dec 2021

Sektor jasa keuangan digital diyakini mampu mendorong penghiliran ekonomi yang akseleratif, inklusif, dan sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Ekosistem tersebut juga ampuh untuk melecut nilai tambah bagi pelaku usaha. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa Indonesia memiliki sekitar 64 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dari jumlah itu, sebanyak 16,4 juta telah terintegrasi dengan pasar digital. “Utilitas teknologi digital di sektor keuangan kini telah merambah salah satu tulang punggung utama sektor perekonomian nasional, yakni para pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah atau UMKM,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2021, Selasa (7/12).

Salah satu bentuk adopsi teknologi digital yang dilakukan UMKM adalah dengan menggunakan metode pembayaran digital, yaitu dengan mengoptimalkan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang disiapkan oleh Bank Indonesia. Selain itu, berkembangnya layanan pinjam meminjam berbasis teknologi turut menjangkau pelaku UMKM. Johnny mencontohkan pada Oktober 2021 terdapat 104 penyelenggara fintech yang menyalurkan total dana pinjaman sekitar Rp13,6 triliun kepada sebanyak 12,9 juta entitas.