Ekonomi
( 40554 )Indeks Naik, Reksadana Justru Menyusut
Tren positif pasar saham memberikan efek positif indeks LQ45. Indeks yang berisi saham berkapitalisasi besar paling likuid memimpin pergerakan 1,47%. Kenaikan diikuti indeks IDX30 0,97%, SMInfra18 1,32% dan SRI-KEHATI 1,32%. hanya indeks JII yang minus 9,19%. Infovesta Utama menyebut hal tersebut tidak serta-merta berpengaruh pada kinerja reksadana indeks. Per November 2021, dana kelolaan reksadana indeks berdenominasi rupiah turun dari Rp 9,39 triliun menjadi Rp 9,15 triliun atau turun 2,66% ytd.
Emiten Komponen Otomotif Kian Menderu
Sejumlah emiten komponen otomotif optimistis bisa meraih pertumbuhan kinerja pada tahun depan. Hal ini tak lepas dari kondisi ekonomi yang berangsur pulih dari tekanan pandemi Covid-19. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) berharap pendapatan tahun depan akan lebih tinggi ketimbang realisasi tahun ini. Direktur AUTO Wanny Wijaya mengatakan, pemulihan kinerja AUTO telah terlihat dari tingginya tingkat utilisasi hingga kuartal III-2021 yang mencapai 80%-90%.
Inilah Resiko Ekonomi Terbesar untuk 2022
Sebagian besar ekonom, termasuk dari Bloomberg Economics, pada dasarnya memperkirakan pemulihan yang kuat, pendinginan harga-harga, dan pergeseran dari pengaturan kebijakan moneter darurat. Masih terlalu dini untuk vonis pasti atas varian omicron dari Covid-19, ternyata lebih menular dari varian mendahulunya, mungkin terbukti kurang mematikan juga. Ancaman Inflasi, pada awal 2021, pemerintah AS diperkirakan mengakhiri tahun dengan inflasi 2% yang sekarang malah mendekati 7%, namun upah di AS bisa terus naik lebih tinggi. Menuju Kenaikan Suku Bunga Fed, sejarah baru-baru ini, dari tantrum tahun 2013 hingga aksi jual saham 2018, menunjukkan bagaimana pengetatan Fed menjadi kesulitan untuk pasar. Kenaikan suku bunga The Fed bisa berarti pendaratan darurat untuk pasar negara berkembang.
Sektor Pertanian Tetap Tangguh
Kinerja sektor pertanian sepanjang 2021 tetap tangguh di tengah badai pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sektor tersebut mendapat banyak sematan, mulai dari sektor paling resilent, bantalan (bumper) ekonomi, hingga penyelamat dan penopang ekonomi nasional saat pandemi. Hal itu, muncul karena produk domestik bruto (PDB) pertanian yang masih tumbuh positif, nilai tukar petani (NTP) yang meningkat,dan tidak adanya impor beras. Salah satu isu di sektor pertanian publik pada tahun ini adalah rencana impor beras yang pertama kali berembus dalam Rakernas Kementerian Perdagangan. Nyatanya, hingga penghujung 2021, rencana tersebut tidak terealisasi. Kementerian Perdagangan Muhamad Lutfi memperkuat pernyataan Kepala Negara, Kementerian Perdagangan menjamin ketersediaan kebutuhan beras nasional melalui optimalisasi serapan Perum Bulog untuk gabah dan beras petani sepanjang 2021. (Yetede)
Kuartal I, InJourney Optimistis Trafik Penerbangan Domestik Capai 90% dari Normal
Holding BUMN Aviansi dan Pariwisata, PT Aviansi Pariwisata (persero) atau InJourney optimistik trafik (Traffic) penerbangan domestik pada kuartal I-2022 bisa mencapai 90% dari kondisi normal atau sebelum pendemi. Direktur Utama Aviansi Pariwisata Donny Oskaria mengatakan, saat ini trafik diseluruh bandara di Tanah Air sudah hampir mencapai 70% dari kondisi normal. Donny juga mengungkapkan gelaran MotoGP dan KTT G20 sebagai momentum pendukung percepatan kebangkitan dan pemulihan pariwisata di Indonesia setelah terdampak Covid-19. Lebih lanjut, kata Donny, tidak hanya penerbangan saja yang akan bersiap untuk menghadapi momentum MotoGP dan KTT G20 melainkan juga seluruh sektor pariwisata di Indonesia, termasuk perusahaan BUMN yang bergerak di bidang tersebut. (Yetede)
100 Terminal Type A Siap Dikerjasamakan dengan Swasta
Saat ini, terdapat lebih terminal tipe A di Indonesia berpotensi dikerjasamakan dengan badan usaha swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). "Seratus lebih terminal tipe A dengan segala variasinya itu tentu akan menjadi peluang bagi calon investor dalam negeri untuk berinvestasi sekaligus berpatisipasi dalam mengembangkan infrastruktur konektivitas yang bisa menunjang perekonomian pasca-pandemi kedepan," kata Tenaga Ahli KPBU dan Ketua Tim Proyek KPBU Terminal Tipe A Purabaya dan Betan Subing Arianto Wibowo. Dikatakan, dalam Permen PPN 2/2020, terminal masuk dalam salah satu sektor yang bisa dikerjasamakan dalam KPBU. Didalam pelaksanaan proyek yang dikerjasamakan terdapat banyak risiko, apalagi sampai jangka waktu 10-20 tahun. Makin lama waktu kerjasamanya, risiko yang timbul akan semakin banyak. Termasuk risiko perubahan kebijakan oleh pemerintah yang berpotensi mengganggu investasi tersebut. (Yetede)
Kemenperin Dukung Proyek Chandra Asri US$ 5 Miliar
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) membangun kompleks petrokimia kedua dengan nilai investasi US$ 5 miliar. Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Dirjen IKTF) Kemenperin Muhammad Khayam menerangkan, subsidi impor bahan baku produk kimia sangat dibutuhkan oleh sektor saat ini. "Pemerintah Indonesia juga akan terus berupaya menciptakan iklim usaha industri yang baik, menguntungkan, dan berkesinambungan melalui berbagai kebijakan sehingga investasi seperti yang ditanamkan oleh CAP dapat terus bertumbuh dan kekuatan ekonomi negeri kita menjadi semakin kokoh," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (13/12). "Anak usaha CAP, PT Chandra Asri Perkasa, menggarap pembangunan kompleks yang akan menambah kapasitas total produksi dari 4,2 juta ton mnjadi lebih dari 8 juta ton per tahun," ujar Khayam. (Yetede)
Pemulihan Ekonomi, Optimisme Publik Cenderung Menguat
Hasil Survei Konsumen BI tunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia, dengan tren penguatan, tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2021 mencapai 118,5 atau lebih tinggi dari Oktober 2021 yang 113,4. Ekonom PT Bank Mandiri(Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina berpendapat, indikator dini September 2021 menunjukkan perbaikan. Indikatornya Mandiri Spending Index dan PMI (Purchasing Managers Index) Manufaktur Indonesia meningkat lebih dari 2020. ”
Stafsus Menkeu Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makro Ekonomi Masyita Crystallin berkata, ekonomi nasional 2021 tunjukkan kinerja positif lebih baik dari periode sama tahun 2020. Perdagangan tumbuh 4,3 % dari sebelumnya minus 3,7 %. Sektor manufaktur dan konstruksi juga tumbuh positif walau sempat negatif tahun lalu. Sektor transportasi yang tahun lalu terdampak oleh pandemi tumbuh positif 1,6 % tahun ini, menunjukkan APBN menggerakkan pemulihan ekonomi terkuat pada masa pandemi tahun lalu, dan tahun ini beralih ke sektor swasta seiring dengan pemulihan ekonomi. (Yoga)
Konsumsi dan Belanja Masyarakat Terus Naik
Denyut ekonomi Indonesia kian kencang di ujung tahun 2021, didorong oleh belanja masyarakat. Momentum perayaan Natal serta pergantian tahun nanti serta langkah pemerintah menangani Covid-19, turut memacu keyakinan konsumen untuk berbelanja. Para pengusaha nasional mengakui, bisnis tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), misalnya, memproyeksikan industri makanan dan minuman bisa tumbuh 5% hingga akhir tahun 2021.
Adu Kuat Presepsi Investor di Saham Bukalapak.com
Setelah 12 hari berturut-turut memerah, harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada tiga hari terakhir hingga Jumat (10/12) berbalik arah. Jumat, harga saham BUKA naik 3% dari hari sebelumnya ke level Rp 515 per saham. Meski begitu, harga saham BUKA masih berada jauh di bawah harga IPO, Rp 850 per saham. Padahal, mayoritas broker sejauh ini masih memasang rekomendasi bullish saham BUKA. Secara umum, saham Buka adalah contoh menarik area "pertempuran pengaruh dan persepsi" para analis maupun pelaku pasar saham.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









