Ekonomi
( 40465 )Kemenkominfo Dorong Pemulihan Telko di Sekitar Gunung Semeru
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus mendorong dan mendukung upaya operator telekomunikasi (telko) untuk memulihkan jaringannya disekitar Gunung Semeru, Jawa Timut, pasca erupsi pada Sabtu (4/12) pekan lalu. "Menteri Kominfo Jhonny G Plate telah memerintahkan jajaran di Kemenkominfo dan operator telekomunikasi untuk melakukan langkah-langkah cepat untuk memastikan perbaikan dan meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi. Sementara itu, beberapa operator seluler yang hingga waktu tersebut masih mengalami kendala jaringan akibat putusnya backbone meliputi XL Axiata untuk jalur yang menghubungkan hut (pelindung kabel) Pasirin dan Pagedangan serta Biznet untuk jalur backbone sisi selatan, Malang sampai Lumajang. (Yetede)
Presiden G-20 Pembentukan Ekosistem Karbon di Indonesia
Bersamaan dengan perhelatan Conference on Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia yag telah lewat, pemerintah merilis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Secara prinsip, NEK didefinisikan sebagai upaya pemberian harga (valuasi) atas emisi gas rumah kaca (GRK).
Dalam waktu yang hampir berdekatan. Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) juga baru disahkan dengan salah satu usulannya mengenai pengaturan skema pajak karbon. Perbaikan sisi kebijakan diharapkan dapat memperluas basis pajak untuk menjawab tantangan competitiveness melalui penciptaan skema insentif yang terukur.
Pajak karbon sendiri dalam peraturan NEK dikelompokkan dalam pungutan atas karbon sebagai sumber pembiayaan berbasis non-pasar bersama dan pembayaran berbasis kinerja (RBP). Untuk mekanisme berbasis pasar akan diselenggarakan melalui perdagangan karbon, baik perdagangan emisi maupun offset kebutuhan pembiayaan kenservasi lingkungan hidup dan kehutanan. (Yetede)
Melonjak 4.188,7%, ASDP Raih Laba Rp 212,09 M
PT ASDP Indonesia Ferry (persero) membukukan laba sebesar Rp 212,09 miliar pada kuartal III-2021. Angka itu melonjak 4.188,7 dibanding realisasi periode sama tahun lalu yang rugi Rp 5,2 miliar. Selain itu operator angkutan penyebrangan tersebut mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,5 triliun pada kuartal III-2021 atau naik 11,31% dari realisasi periode yang sama tahun lalu.
Menurut dia, pergeseran tren dari pejalan kaki dan pengguna sepeda motor ke mobil pribadi sehingga jumlah kendaraan roda empat mengalami peningkatan. Sedangkan, kendaraan roda empat atau lebih mencapai 1,89 juta unit atau naik 25% bila dibandingkan realisasi periode sama tahun 2020 sebanyak1,51 juta unit.
"Penurunan kendaraan roda dua dan tiga salah satunya dipicu tren masyarakat yang bergeser menggunakan kendaraan roda empat saat melakukan perjalanan dengan moda penyebrangan. Apalagi saat ini telah tersambung akses tol baik Tran Sumatera dan Trans Jawa sehingga masyarakat dapat mengakses perjalanan darat dengan relatif cepat dan lancar," Kata Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin. (Yetede)
KAI Commuter Tambah Perjalanan KRL
PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengoperasikan 1.005 perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek mulai Senin (6/12) dari sebelumnya 999 perjalanan per hari. "Mengantisipasi kenaikan penumpang yang telah diprediksi sebelumnya, KAI Commuter mengoperasikan 1.005 perjalanan per hari dengan 94 rangkaian KRL, yang beroperasi mulai pukul 04.00-22.00 WIB," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Pruba dalam pernyataan resminya, Senin (6/12). Dia menambahkan, KAI Commuter mengajak seluruh pengguna untuk mempersiapkan perjalanan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. "Untuk menghindari potensi kepadatan di stasiun maupun KRL, pengguna KRL, dapat melihat informasi jadwal perjalanan, posisi KRL, dan kepadatan di stasiun secara real time dengan aplikasi KRL access," ujar Anne. (Yetede)
Tekanan Belum Reda, Saham BUKA Jatuh Hingga Kena ARB
Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) semakin longsor. Pada perdagangan Senin (6/12), saham BUKA terkoreksi 6,945% ke Rp 456 dan terkena auto rejection bawah (ARB). Ini artinya, saham BUKA sudah melorot 46,35% dari harga IPO Rp 850. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, BUKA mampu mengurangi kerugian bersih menjadi Rp 1,1 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, BUKA menanggung rugi Rp 1,4 triliun. Pendapatan BUKA pada periode itu juga masih tumbuh 42% yoy menjadi Rp 1,3 triliun. Secara teknikal, analis teknikal Henan Putihrai Sekuritas Mayang Anggita menyebut, saham BUKA bergerak downtrend di dalam pola parallel channel, dengna kondisi saat ini menghadapi uji support pada lower channel di Rp 456. Target konservatif berada pada MA10, Rp 560.
Empat Pendatang Baru Masuk Bursa
Pergerakan saham empat emiten baru di Bursa Efek Indonesia yang tercatat kemarin beragam. Harga saham PT Cimory Mountain Dairy Tbk (CMRY) naik 10,71% jadi Rp 3.410. PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), yang tercatat di Papan Akselerasi BEI, juga naik 10% ke level Rp 154 per saham. Sementara dua saham lain harganya turun. Harga saham PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) merosot 6,67% menjadi Rp 336 per saham. Lalu saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) terkoreksi 0,62% ke Rp 159 per saham.
Pengumpulan Dana Lewat Obligasi Akan Naik Tahun Ini
Penggalangan dana di pasar modal melalui pencatatan obligasi belum melebihi jumlah penggalangan dana di tahun lalu. Namun, analis optimistis dengan tren perbaikan ekonomi, pencatataan obligasi korporasi di tahun ini akan melebihi jumlah penerbitan di tahun lalu. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah penggalangan dana di pasar modal melalui pencatatan obligasi hingga 19 November, mencapai Rp 90,80 triliun. Jumlah tersebut belum melebihi jumlah penerbitan di akhir tahun lalu yang sebesar RP 92,36 triliun. Sentimen yang mendukung penerbitan obligasi bisa lebih tinggi adalah likuiditas pasar yang juga masih tinggi. "Pelaku pasar menunggu penerbitan obliagsi korporasi di tengah pemerintah tidak lagi menerbitkan hingga akhir tahun ini," kata Ramdhan.
Kredit ke Sektor Ekonomi Hijau Makin Meningkat
Perbankan akan semakin gencar menyalurkan kredit ke sektor ekonomi hijau. Seiring rencana Bank Indonesia (BI) memberikan insentif pembiayaan ke sektor ramah lingkungan ini di 2022. Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Makroprudensial BI Juda Agung mengatakan, setidaknya ada beberapa sektor yang disasar oleh kebijakan sektor hijau. Sejalan dengan meningkatnya permintaan pembiayaan oleh perusahaan non hijau di dalam negeri yang tercermin dari penurunan Utang Luar Negeri (ULN) mereka.
Merah Putih Fund, Modal Ventura BUMN Incar 7 Startup
Ambisi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai sarang unikorn melalui pembentukan Merah Putih Fund segera dijawantahkan medio bulan ini. Sebagai pemanasan, program modal ventura yang disokong 5 BUMN itu diproyeksi menyalurkan pendanaan ke 7 startup dalam setahun ke depan. CEO PT Metra Digital Investama (MDI Ventures)—anak usaha Telkom Group— Donald Wihardja mengungkapkan bidikan tersebut bisa berkurang atau justru bertambah. Dia mengelaborasi para pemangku kepentingan juga sedang mengkaji kemungkinan Merah Putih Fund untuk dikolaborasikan dengan perusahaan modal ventura swasta.
Dengan demikian, dia optimistis Merah Putih Fund bakal efektif membantu startup lokal naik kasta ke level unikorn dan terlibat lebih banyak di dalam ekosistem perusahaan pelat merah. Ujungnya, misi transformasi digital BUMN pun bisa direalisasikan lebih cepat. Sekadar informasi, pembentukan Merah Putih Fund melibatkan perusahaan modal ventura milik 5 BUMN dan afiliasinya, yaitu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Melalui Merah Putih Fund, startup dengan valuasi di atas US$100 juta atau centaur yang memperoleh pendanaan bakal masuk ke ekosistem BUMN dan berpeluang lebih cepat untuk tumbuh menjadi unikorn.
Perbaikan Kinerja Sektoral, Ekspor TPT Kebal Omicorn
Pembatasan aktivitas di sejumlah negara yang terdampak penyebaran virus corona varian Omicron diestimasikan tidak berimbas negatif terhadap kinerja industri berorientasi ekspor, khususnya sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). Direktur Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Elis Masitoh mengatakan ketangguhan industri TPT telah teruji sejak pandemi gelombang kedua pada pertengahan 2021. Lagipula, lanjutnya, pemerintah memiliki skema Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) agar sektor esensial berorientasi ekspor dapat tetap beroperasi dengan pengaturan jumlah karyawan dan protokol kesehatan lainnya.
Dengan demikian, industri TPT telah mengamankan permintaan ekspor sampai dengan tahun depan. Sektor ini juga masih menikmati limpahan pesanan dari Vietnam dan Bangladesh yang tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19 dan berujung pada kebijakan karantina wilayah. “Indonesia adalah negara yang bisa menjamin suplai produk-produk global brand,” ujarnya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









