Ekonomi
( 40554 )RI Berpeluang Munculkan ”Unicorn” Baru
Indonesia Fintech Society (IFSoc) prediksi ada perusahaan rintisan teknologi bervaluasi 1miliar dollar AS lebih atau unicorn di Indonesia tahun depan dari sektor kesehatan, pendidikan, dan finansial, berdasar laju digitalisasi pesat ditunjang ekosistem digital yang makin matang. Berdasar CB Insight, ada 8 unicorn asal Indonesia, yaitu GoTo 18 miliar dollar AS, J&T Express 7,8 miliar dollar AS, Bukalapak 3,5 miliar dollar AS, Traveloka 3 miliar dollar AS, OVO 2,9 miliar dollar AS, Online Pajak 1,7 miliar dollar AS, dan Ajaib serta Xendit 1 miliar dollar AS. J&T Express, Online Pajak, Xendit, dan Ajaib, baru jadi unicorn tahun 2021.
Anggota Steering Committee IFSoc, Hendri Saparini, mengatakan, pihaknya dorong tekfin untuk bantu penyaluran bansos, yang masih dihadapkan pada masalah transparansi dan akuntabilitas dipicu belum optimalnya pendataan dan sistem distribusi. Selain itu, IFSoc juga dorong UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Menurut Menkominfo Rudiantara, pengesahan UU PDP tak hanya meningkatkan perlindungan konsumen, tapi juga menciptakan ekosistem pengelolaan data yang tepat. (Yoga)
Transformasi Ekonomi, Mendorong Cuan UMKM Via Digital
Keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) cukup signifikan dalam menggerakkan ekonomi daerah, meski di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki peran agar UMKM terus bertumbuh, salah satunya dengan mendorong pemanfaatan platform digital. Gubernur Ganjar Pranowo sangat luwes ketika menawarkan produk UMKM secara langsung menggunakan sebuah platform marketplace pada Kamis (9/12). Didampingi David Bayu, eks punggawa band Naif, Ganjar menawarkan produk sepatu, perabot rumah tangga, sarung bantal, aksesori, hingga makanan dan minuman. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan marketplace untuk memacu bisnis UMKM di daerah tersebut agar percaya diri untuk berkembang.
BI Sulsel Siapkan Uang Tunai Rp 3,17 T
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan telah mengantisipasi kebutuhan uang tunai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Hal itu dengan menyiapkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan uang tunai dalam jumlah yang cukup dan pecahan sesuai serta layak edar.
BI Sulsel memperkirakan arus keluar uang tunai (outflow) pada periode Nataru Tahun 2021 sebesar Rp3,17 trillun. Itu meningkat sebesar 6,02% (yoy) dibandingkan periode sebelumnya tahun 2020 sebesar Rp2,99 triliun. Kepala BI Sulsel, Causa Iman mengatakan bahwa peningkatan tersebut didasari atas penurunan level PPKM diberbagai daerah.
Perusahaan Multifinance Bertumbangan Sepanjang 2021
Persaingan ketat, banyak multifinance yang tumbang di tahun ini. Sepanjang tahun 2021 ini, sudah ada 14 perusahaan pembiayaan yang tutup. Merujuk data OJK, jumlah multifinance yang tutup sepanjang tahun ini sudah meningkat hampir dua kali lipat.
Di tahun 2020, jumlah multifinance yang berkurang hanya 8 perusahaan dengan jumlah akhir perusahaan mencapai 176 perusahaan. Sementara, saat ini baru sampai Oktober 2021 saja jumlah multifinance sudah berubah menjadi 162 atau berkurang 14 perusahaan.
Korupsi Hambat Investasi
Korupsi merajalela serta penegakan hukum lemah munculkan ketidakpastian usaha dan hambat masuknya modal ke dalam negeri. Investasi butuh ekosistem usaha yang sehat dan stabil. Berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) 2020, Indonesia alami penurunan skor dari level 40 dan ranking ke-85 dunia pada 2019 jadi level 37 dan ranking ke-102 pada 2020. Sekaya apa pun negara akan sumber daya alam, selama korupsi tinggi, pertumbuhan ekonominya terhambat dan masyarakatnya terjebak dalam kemiskinan.
Laporan Global Competitiveness Report 2017-2018 oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) memetakan, faktor utama penghambat investasi Indonesia adalah korupsi, disusul inefisiensi birokrasi, infrastruktur tidak memadai, dan kebijakan tak stabil. Aturan perburuhan, yang banyak diubah lewat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, masuk urutan terbawah faktor penghambat investasi, walau investor asing masih tertarik berinvestasi di Indonesia karena tergiur ukuran pasar yang besar. (Yoga)
OJK Atur Saham dengan Hak Suara Multipel
OJK keluarkan aturan lindungi visi dan misi pendiri perusahaan teknologi atau rintisan yang melepas saham di bursa, lewat Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penerapan Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang lakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham dan diluncurkan (7/12). Agar perusahaan sejenis terangsang menawarkan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia. Emiten dengan hak suara multipel harus gunakan teknologi untuk inovasi produk yang tingkatkan produktivitas dan memiliki manfaat sosial luas, juga perusahaan punya total asset minimal Rp 2 triliun, beroperasi 3 tahun sebelum pengajuan untuk listing.
Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy jelaskan, apabila perusahaan digital berkapitalisasi pasar besar melepas saham di Indonesia, akan memperdalam pasar modal Indonesia dan berpotensi diikuti lonjakan jumlah investor dan investasi. Aturan baru OJK ini tidak mempengaruhi perdagangan saham sehari-hari, karena tak menyentuh atau tak ubah ketentuan investor perorangan, namun berpengaruh bagi investor korporasi yang berniat mengambil alih korporasi lainnya. Dengan saham pendiri yang memiliki suara lebih dari satu atau multipel, para pendiri perusahaan teknologi bisa menambah modal di BEI tanpa takut kehilangan pengaruh atau kontrol atas perusahaan. (Yoga)
Volume Ekspor Turun, Surplus Perdagangan Naik
Ekspor perikanan Indonesia Januari - Oktober 2021 tercatat 980.000 ton, turun 5,76 % dibanding tahun lalu 1,04 juta ton, namun nilainya naik 6,6 % jadi 4,56 miliar dollar AS. Surplus neraca dagang perikanan tahunan tumbuh 5,8 % jadi 4,15 miliar dollar AS. Udang jadi komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia, Januari - Oktober 2021 nilainya 1,82 miliar dollar AS, 40 % total ekspor. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti berkata, pemerintah dorong ekspor dan perluas pasar dalam negeri. Pasar luar negeri yang dibidik adalah Amerika Serikat, China, dan UEA.
Direktur Pemasaran KKP Machmud berkata, meski nilai ekspor cenderung naik, realisasi investasi di sektor perikanan melambat di tengah pandemi Covid-19. Januari - September 2021, realisasi investasi tercatat Rp 4,11 triliun, turun 9,67 % secara tahunan. Modal, antara lain, berasal dari Singapura, Swiss, India, Jepang, dan China meliputi bidang pengolahan Rp 1,16 triliun, perikanan budidaya Rp 1,29 triliun, perikanan tangkap Rp 730 miliar, perdagangan Rp 700 miliar, dan jasa perikanan Rp 240 miliar. (Yoga)
Industri Makanan dan Minuman, Impor Susu Bakal Meningkat Lagi
Pelaku industri makanan dan minuman memperkirakan kebutuhan impor bahan baku produk susu pada tahun depan meningkat lagi, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi pabrik dan konsumsi masyarakat. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman Adhi mengatakan konsumsi produk susu mengalami kenaikan signifikan selama pandemi Covid-19. Hal itu mendorong masuknya investasi baru di industri makanan dan minuman. “Selama pandemi banyak yang mencari produk bergizi dan susu dianggap sebagai salah satu produk dengan kriteria tersebut. Peningkatan luar biasa pada konsumsi membuat pabrik sampai beroperasi dengan kapasitas penuh,” katanya ketika dihubungi, Rabu (8/12).
Dia mengatakan pertumbuhan investasi di industri makanan dan minuman mayoritas disumbang oleh perusahaan asing. Dia menyebutkan kenaikan penanaman modal asing (PMA) di industri makanan dan minuman mencapai 75% pada periode Januari sampai September 2021, dengan sebagian besar masuk di sektor produk susu. “Kami perkirakan pada 2022 investasi baru yang mulai beroperasi bakal membuat impor bahan baku meningkat daripada 2021, kontribusinya mungkin bisa sampai 80% dari kebutuhan bahan baku,” tambahnya.
UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru
Komisi Eropa pada Rabu (8/12) meluncurkan upaya guna melengkapi Uni Eropa (UE) dengan kekuatan dagang baru. Agar dapat dengan cepat membalas upaya-upaya pemerintah asing untuk melemahkan ekonomi dan bisnis Eropa. Paket yang dimaksud dinamakan instrumen anti-paksaan. Rencana paket ini didorong oleh para pendukung utama instrumen "anti-paksaan" ketika Donald Trump menjadi Presiden AS. Potensi trik-trik kotor oleh Tiongkok dan Rusia juga dianggap ada dalam benak para pendukung instrumen, yang diminta oleh parlemen Eropa. Namun UE memperingatkan bahwa mereka tidak akan bersedia menanggapi perselisihan perdagangan. Seperti yang diusulkan, bahwa eksekutif UE di Brussels akan memiliki daftar opsi untuk menjawab intimidasi ekonomi oleh pemerintah asing. (Yetede)
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
Visa Inc, perusahaan pemroses pembayaran terbesar di dunia, pada Rabu (8/12) meluncurkan layanan konsultasi mata uang kripto (Cryptocurrency) global bagi para kliennya, yang bergerak dalan industri perbankan dan para pedagangan. Visa menyebut jika bank Amerika Serikat (AS), UMB telah menjadi klien yang menggunakan layanan konsultasi kripto-nya. "Kami datang ke Visa untuk mempelajari lebih lanjut tentang kripto dan stablecoin serta kasus-kasus penggunaan yang paling relevan untuk lini berbasis ritel dan komersial kami," ujar Uma Wilson, wakil presiden eksekutif di UMB Bank. Saat ini Visa menggunakan jaringannya untuk memungkinkan pembelian, penjualan dan penyimpanan mata uang digital.Visa sendiri berharap layanan konsutasi kriptonya dapat membantu mengadopsi arus biaya bitcoin dan mata uang digital lainnya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









