Surplus Neraca Perdagangan Menguat
Surplus neraca perdagangan Indonesia terjadi karena kinerja positif ekspor yang ditopang lonjakan harga komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, termasuk minyak kelapa sawit mentah, serta bahan bakar mineral, seperti batubara, diikuti lonjakan ekspor komoditas bernilai tambah tinggi, seperti besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya. ”Kinerja ekspor positif ini tentu saja akan turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Kepala BPS Margo Yuwono (15/12).
Mendag Muhammad Lutfi memperkirakan, defisit dagang Indonesia China pada 2024 bisa nol, karena ekspor Indonesia ke China mulai didominasi produk yang sudah memiliki nilai tambah, seperti besi dan baja. Berdasarkan data Kemendag, pada Januari - Oktober 2021, Indonesia mengekspor kendaraan bermotor dan suku cadangnya senilai 7,1 miliar dollar AS. (Yoga)
Tags :
#PerniagaanPostingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Perdagangan AS-China
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023