Ekonomi
( 40554 )Masa Panen Bank
Kebangkitan kinerja perbankan menunjukkan tren yang membesarkan hati. Tumbuh perlahan tapi pasti dengan kondisi keseluruhan yang cukup solid. Kucuran kredit kepada debitur terus meningkat untuk sektor-sektor yang mulai kembali bergairah. Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan, hingga November 2021, outstanding kredit perbankan tercatat Rp 5.694,9 triliun atau meningkat 4,4% secara year-on-year (yoy). Peningkatan penyaluran kredit pada November 2021 terjadi pada seluruh jenis kredit. Kredit Modal Kerja tumbuh menguat. Sedangkan kredit investasi yang pada Oktober masih kontraksi 0,2%, pada November 2021 berbalik arah tumbuh positif sebesar 3,4% (yoy). Bukan hanya semangat memompa kredit, bank pun patuh dalam mentransmisikan kebijakan suku bunga BI dengan memangkas suku bunga kredit maupun simpanan. (Yetede)
Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal RI-Tiongkok US$ 15 juta per Bulan
Bank Indoensia menyatakan, pelaksanaan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) antara pelaku usaha di Indonesia dan Tiongkok yang dimulai sejak Sepetember lalu menunjukkan perkembangan positif. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata transaksi LCS kedua negara mencapai US$ 15 juta per bulan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayani optimis transaksi LCS antara Indonesia-Tiongkok akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan aktivitas pedagangan dan investasi. Hal tersebut diharapkan bisa terus mengurangi ketergantungan Indonesia dalam transaksi internasional terhadap dolar Amerika yang hingga kini masih dikisaran 80%-90%.
WIKA Kuasai 19% Saham PT Bandara Internasional Batam
PT Wijaya Karya (persero) Tbk atau WIKA akan menguasai 19% kepemilikan saham pada PT Bandara Internasional Batam (BIB). BIB dibentuk WIKA bersama PT Angkasa Pura/AP I (persero) dan Incheon Internasional Airport Corporation (IIAC). Ketiganya bergabung dalam konsosrsium pemenang lelang proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim, Batam. Selain WIKA yang memegang 19% saham, AP I bakal menggengam saham mayoritas sebanyak 51% dan IIAC sebesar 30%. Sebelumnya, Badan Pengusaha (BP) Batam melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim dengan PT Bandara Internasional Batam dengan masa pengelolaannya akan berlangsung selama 25 tahun.
2022 KAI Memproyeksikan Angkutan Barang Tumbuh 43%
PT Kereta Api Indonesia/KAI (persero) menargetkan pertumbuhan angkutan barang sebesar 43% pada 2022 dibandingkan dengan realisasi tahun 2019. Direktur Operasi KAI Heru Kuswanto menjelaskan, selama pandemi Covid-19, angkutan penumpang memang tertekan, tapi untuk angkutan barang cukup stabil dan cenderung tumbuh. "Kabar baiknya kami tertolong dengan angkutan barang karena diluar, harga batu bara dunia bagus sehingga dapat pelonggaran utama kami PTBA (PT Bukit Asam Tbk) dan swasta di Sumatera Selatan sana itu meningkat," kata Heru dalam dialog publik yang diselenggarakan secara daring. Berbeda dengan barang, Heru mengatakan, KAI mendapat tekanan untuk angkutan penumpang karena pandemi, pada 2020, realisasi angkutan penumpang KAI hanya 43% dibandingkan tahun 2019. (Yetede)
20 Proyek Properti Raih Penghargaan FIABCI Indonesia 2021
Sebanyak 20 proyek properti mendapat penghargaan FIABCI Indonesia-REI Execellence Awards 2021. Pemenangnya nantinya berhak mengkuti ajang FIABCI Prix d'Exellence Awards yang diselenggarakan oleh Federal Real Estat Internasional (FIABCI). "Selain kriteria yang ketat dan berstandar internasional, tim juri yang melakukan seleksi dan penilaian juga merupakan para pakar dibidang properti, perencanaan kota, arsitektur dan lingkungan," ujar Ketua Panitia FIABCI Indonesia REI Exellence Doddy A Tjahyadi dalam keterangan persnya. Selain itu,menurut Agnes, tahun ini untuk pertama kalinya terdapat banyak proyek BUMN yang masuk sebagai peserta, dengan proyek-proyek yang cukup bagus dan menarik. Secara keselurahan, tim juri melihat pengembangan pembangunan gedung dan kawasan di Indonesia semakin mengarah menuju sustainable development, dengan penekanan pada affordability dan inklusivitas sesuai misi World Habitat. (Yetede)
Indonesia Bakal Ukir Rekor Ekspor US$230 M
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meyakini, Indonesia bakal mengukir rekor ekspor baru senilai US$ 230 miliar atau sekitar Rp 3.275,71 triliun pada tahun 2021. Hal ini mengingat capaian ekspor hingga akhir November 2021 telah menembus US$ 209 miliar, yang merupakan nilai ekspor tertinggi setelah pada 2011 Indonesia mencetak rekor sebesar US$ 203,5 miliar.Bahkan Mendag tidak menyangka kalau besi baja menjadi salah satu primadona ekspor saat ini, dimana hal tersebut tidak pernah terbayangkan 10 tahun yang lalu. Salah satu wujud keberhasilan tersebut adalah pelepasan ekspor akhir tahun senilai Rp 35,03 triliun atau setara US$ 2,44 miliar yang dilakukan serentak pada kamis (23/12) di 18 titik di 62 Kabupaten/kita dari 26 provinsi. Dalam pelepasan ekspor ini, Mendag Lutfi menegaskan bahwa ekonomi nasional mulai pulih, dan momentum ini harus terus dijaga secara serius agar perekomian Indonesia bisa lebih cepat bangkit dan tumbuh. (Yetede)
Harap Cemas Soal Pemulihan Ekonomi
Ekonomi dunia 2021 bangun dari koma akibat pandemi Covid-19, namun, lonjakan inflasi, kemacetan rantai pasok global, dan Covid-19 galur Omicron di akhir tahun meredupkan optimisme. Dunia berharap cemas menanti pemulihan ekonomi global 2022, walau banyak negara dapat keluar dari resesi akibat Covid-19 dua tahun terakhir, didahului negara kaya dengan akses baik terhadap vaksin Covid-19, seperti AS dan Zona Euro. IMF perkirakan banyak negara berkembang belum pulih hingga 2024.
Pasar saham capai rekor tertinggi tahun ini, namun investor khawatir bank sentral akan tarik stimulus dan naikkan suku bunga lebih awal untuk menjinakkan inflasi. Kepala Ekonom dan Strategi Schroders, Keith Wade menekankan, kemunculan galur Omicron mengingatkan kita pada ketidakpastian yang masih ada selama pandemi, namun diperkirakan tahun 2022 jadi tahun yang baik bagi pertumbuhan seiring pemulihan ekonomi global. Inflasi diharapkan berada di level moderat. (Yoga)
Peritel Siap Dukung Sistem Resi Gudang
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkomitmen jadi penjamin serapan dan pembeli siaga komoditas pangan dari petani, nelayan, dan peternak dalam ekosistem resi gudang, juga pengelola gudang dalam system resi gudang itu. Ketum Dewan Pimpinan Pusat Aprindo Roy Nicholas Mandey (22/12) berkata, peran sistem resi gudang (SRG) dalam jaringan ritel modern Indonesia besar. SRG kelola 20 komoditas seperti gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, ayam karkas beku, gula kristal putih, dan kedelai.
Wamen Perdag Jerry Sambuaga mengakui pemanfaatan gudang berbasis SRG di sejumlah daerah belum maksimal, banyak yang tidak dipakai simpan komoditas yang ditentukan SRG. Hingga 22 Desember 2021, penerbitan resi komoditas SRG Rp 501,6 miliar dengan total pembiayaan Rp 347,6 miliar, lebih tinggi dari realisasi SRG pada 2020 yang penerbitan resinya Rp 191,21 miliar dengan total pembiayaan Rp 117,72 miliar. Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan Pasar Lelang Komoditas Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Widiastuti menambahkan, dari tahun ke tahun, partisipasi pelaku usaha komoditas dalam memanfaatkan SRG kian meningkat. (Yoga)
Saham Bank Digital Terus Diburu
Penerbitan saham baru dengan hak memesan efek dahulu (right issue) oleh PT Bank Neo Commerce Tbk sangat diminati, dengan kelebihan permintaan Rp 882,5 miliar, dana yang didapatkan sebesar Rp 2,5 triliun. Bank-bank berlomba memenuhi ketentuan OJK agar memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun akhir tahun ini, sehingga terjadi banyak akuisisi. Bank-bank kecil diakuisisi pemodal besar dan sebagian diubah jadi bank digital. Dirut Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan (22/12)berkata, seluruh dana hasil right issue V akan digunakan untuk modal kerja. Bank Neo bertransformasi jadi bank digital hingga perlu investasi teknologi informasi, penyaluran kredit, sekaligus kegiatan operasional. (Yoga)
Jangan Terlena dengan Bonanza Komoditas
Meski sedang menikmati harga tinggi CPO sepanjang 2021 di atas 1.000 dollar AS per ton dan mencapai titik tertinggi 1.390 dollar AS per ton, pada Oktober 2021, seluruh pihak di industri kelapa sawit nasional diharap tak terlena bonanza atau keuntungan besar lonjakan harga komoditas. Industri ini dibayangi kenaikan biaya produksi lebih besar dari kenaikan harga jual dipicu kenaikan upah minimum, sementara produktivitas tanaman belum optimal. Intensifikasi perlu didorong untuk memacu produktivitas.
Menteri Pertanian periode 2000-2004 Bungaran Saragih (22/12) berkata, produktivitas sawit Indonesia saat ini jauh di bawah potensinya. Data Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), produktivitas sawit rakyat 3,3 ton per ha, produktivitas sawit kebun BUMN 3,8 ton per ha dan kebun swasta 3,9 ton per ha, jauh dibawah potensi yang menurut riset PPKS bisa mencapai 7,8 ton per ha. Produktivitas bisa didorong melalui intensifikasi, antara lain melalui peremajaan tanaman. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









