;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kenaikan Suku Bunga dan Galur Omicron

27 Dec 2021

Bank sentral Inggris atau BoE (16/12/2021), jadi bank sentral negara G-7 pertama yang menaikkan suku bunga acuan sejak pandemi Covid-19 memukul ekonomi global. BoE menyebut, tekanan inflasi mendasari kenaikan suku bunga, inflasi kemungkinan mencapai level 6 % pada April, 3 kali target. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 galur Omicron merugikan pedagang ritel dan restoran. Namun, BoE terdorong menghentikan lonjakan harga agar tidak jadi masalah jangka panjang. Tertangkap perubahan dinamika dan pilihan responsnya, pengambil kebijakan tiap negara mencari cara meredam dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Sehari sebelumnya Bank Sentral AS (The Fed), akan mengakhiri program pembelian surat utang dan mengisyaratkan tiga kali kenaikan suku bunga acuan tahun depan. The Fed mengisyaratkan, lonjakan inflasi adalah risiko terbesar, bukan potensi kerusakan ekonomi dari varian Omicron yang menyebar cepat. Gubernur The Fed Jerome Powell  antusias tentang kekuatan pasar kerja AS. ”Ekonomi tidak lagi membutuhkantambahan dukungan kebijakan,” katanya. (Yoga)


Konsumsi Terus Membaik

27 Dec 2021

Sejumlah indikator ekonomi, baik dari konsumsi maupun produksi, menunjukkan pemulihan selama triwulan IV-2021. Dari sisi konsumsi, indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2021 tercatat 118,5, lebih tinggi dibanding Oktober 2021 sebesar 113,4. Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2021 tercatat di level 199,7, tumbuh 2,2 % dari Oktober 195,5. Dari sisi produksi, Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia Oktober 2021 sempat mencapai level tertinggi dalam 3 tahun terakhir di 57,2.

Menkeu Sri Mulyani  menyatakan, indikator tersebut menunjukkan sinyal kuat tren pemulihan konsumsi di pengujung tahun ini akan berlanjut tahun depan. Sri Mulyani menegaskan, momentum pemulihan konsumsi menguat setelah terinterupsi oleh lonjakan penyebaran kasus Covid-19 varian Delta pada triwulan III-2021, dan semakin kuat tahun depan bila kasus penularan Covid-19 terkendali. Waketum Apindo Shinta W Kamdani berharap tingkat ketidakpastian akibat pandemi tahun depan menurun hingga mendongkrak konsumsi masyarakat. (Yoga)


Instrumen Non Fungible Token, Popularitas & Risiko Di Balik NFT

27 Dec 2021

Tren non-fungible token (NFT) makin diminati secara global, termasuk Indonesia. NFT jadi instrument menarik setelah dapat mendigitalisasi aset karya seni maupun aset lain NFT adalah aset digital sebagai bukti kepemilikan yang dapat dibeli dengan uang kripto. NFT meliputi beragam media, mulai karya seni, klip video, musik dan sebagainya. NFT umumnya muncul dalam format digital seperti Joint Photographic Expert Group (JPEG), Grahics Interchange Format (GIF) dan lainnya. Di tanah air sudah ada pihak yang memanfaatkan NFT, seperti Meta Forest Society (MFS) yang memanfaatkan NFT untuk menyokong kelanjutan usaha petani. Program manager MFS mengatakan NFS memiliki kemiripan dengan aset kripto berupa koin yang diperdagangkan dengan jumlah tertentu tapi dalam jumlah terbatas. Artis Syahrini merilis token pertamannya di Metaverse, menjadikannya artis Indonesia pertama di dunia Metaverse, dengan rilis NFT dirinya pada salah satu bursa kripto dengan harga per satuan 20 Binance USD  atau USD 20 setara Rp 286.000. 

Gubernur Jabar Ridwaln Kamil juga berencana fasilitasi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) menjual karya lewat platform NFT. Belakangan muncul marketplace lokal seperti TokoNFT, yakni marketplace NFT yang tersinkronisasi dengan berbagai blockchain. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi menuturkan resiko NFT, ‘Kalau marketplace di luar negeri, takutnya kalau terjadi apa-apa, investor Indonesia tidak bisa mengklaim. Mau mengadu kemana ?”. COO L’Atelier BNP Paribas Nadya Ivanova melihat pada akhirnya pasar NFT mengalami kejenuhan dan bergabung dengan tren mainstream lainnya. Beberapa resiko tambahan dan ketidakpastian yang harus dipertimbangkan, pasar NFT mengalami volatilitas besar. (Yoga)


Jepang Umumkan Rekor Anggaran Terbesar, 5,4 Triliun Yen untuk Pertahanan

27 Dec 2021

Pemerintah Jepang pada akhir tahun lalu mengumumkan anggaran tahunan terbesar. Termasuk rekor belanja  pertahanan senilai 5,4 triliun yen, yang disebutkan untuk menghadapi  ancaman-ancaman keamanan kawasan yang terus membesar. Anggaran belanja itu antara lain akan dipakai untuk mendukung  pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Selama pandemi ini, Jepang belum pernah menerapkan karantina besar-besaran. Sementara Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan, situasai keamanan kawasan  dari waktu ke waktu semakin buruk. Kemhan Jepang menyinggung ancaman dari Tiongkok serta Korea Utara. Selain itu Kemhan Jepang mengupayakan tambahan anggaran  pertahanan US$ 6,7 miliar di tahun fiskal berjalan. Jika tambahan anggaran itu dimasukkan, besaran anggaran selama 16 bulan kedepan hingga Maret 2023 akan naik 6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. (Yetede)

Prancis dan Italia Minta Aturan Fiskal UE Diubah

27 Dec 2021

Presiden Perancis Emannuel Macron dan Perdana Menteri  (PM) Italia Mario Dradhi pada Kamis (24/12) waktu setempat pekan lalu meminta Uni Eropa (UE) mengubah aturan fiskal. Tujuannya untuk menarik belanja investasi jauh lebih besar walau disadari ada kemendesakan untuk mengurangi beban utang. Macron pada awal bulan ini mengatakan, Prancis akan menjadikan reformasi kriteria Maatricht sebagai salah satu prioritas saat mulai menjabat  presidensi UE bulan depan. Ia berpendapat bahwa defisit anggaran  negara anggota tidak boleh dari 3% PDB-nya sudah ketinggalan zaman. Kantor Kepresidenan Prancis mengungkapkan bahwa Macron dan Draghi sudah memperlihatkan artikel itu kepada para pemimpin Eropa lainnya.Termasuk PM Spanyol Pedro Sanchez yang mendukung dan Scholz yang menentang. (Yetede)

Bill Gates Perlu 6 Tahun Hadirkan Metaverse Sepenuhnya

27 Dec 2021

Bill Gates menyuarakan optimisme tentang 2022. Tapi milyarder pendiri Microsoft juga masih memiliki beberapa kekhawatiran. Dalam tulisan akhir tahun di bolh-nya, Gates membuat beberapa ramalan cerah untuk tahun mendatang, ia mengatakan pandemi Covid-19 berpotensi berakhir. Ia juga berkomentar tentang kemunculannya metaverse. "Inilah salah satu isu yang paling mencemaskan saya memasuki 2022," ujar Gates, seperti dikutip CNBC. Lembaga-lembaga pemerintah, tambah dia,harusnya menjadi pemain utama dalam pertarungan seperti mengatasi perubahan iklim atau mencegah pendemi berikutnya. "Jika rakyat tidak mempercayai anda, mereka tidak akan mendukung inisiatif-inisiatif besar baru. Dan manakala muncul sebuah krisis besar, kecil kemungkinan mereka akan mengikuti arahan yang sebetulnya dibutuhkan untuk melalui badai tersebut," tutur Gates. (Yetede)

Suku Bunga Acuan Naik Mulai Kuartal III-2022

27 Dec 2021

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo  mulai mengirim sinyal ke pasar dan pelaku ekonomi bahwa kenaikan suku bunga acuan  BI atau BI-& Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) akan mulai  dilakukan pada kuartal III-2022. BI7DRR yang saat ini berada di level 3,5% bakal dinaikkan saat inflasi mulai meningkat yang diperkirakan baru akan terjadi pada kuartal III tahun depan. "Pada kesempatan ini, suku bunga (acuan BI) 3,5%. Kami akan terus mempertahankan ditahun depan, sampai akan ada tanda-tanda kenaikan inflasi," kata Perry dalam webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia. Lebih lanjut Perry mengatakan, pada saat ini, kondisi suku bunga rendah juga  disertai dengan likuiditas yang longgar disektor keuangan. Sebagai tambahan informasi, BI telah menambahkan likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp 141,19 triliun pada tahun ini hingga 14 Desember 2021.Setelah menggelar Rapat Dewan Gubernur selama dua hari (15-16 Desember 2021), BI memutuskan untuk mempertahankan kembali suku bunga acuan di level 3,25%. (Yetede)

Panduan Transisi Libor bagi Pelaku Pasar Diluncurkan

27 Dec 2021

National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR) merilis Panduan Transisi Libor bagi pelaku pasar di Indonesia pada Jumat (24/12). Panduan tersebut diharapkan dapat mendukung proses transisi dari penggunaan Libor  atau London Interbank Offered Rate ke suku bunga referensi alternatif (ARR). Dalam panduan ini termuat informasi mengenai latar belakang  terjadinya diskontinuitas Libor, timeline penghentian publikasi  Libor, implikasi transisi Libor, hingga pedoman persiapan  dan rekomondasi transisi Libor yang dapat menjadi acuan  bagi pelaku pasar. Keempat otoritas dan lembaga itu adalah oleh BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan Indonesia Foreigne  Exchange Market Commite. (Yetede)

1,42 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

27 Dec 2021

PT Jasa Marga (persero) mencatat sebanyak 1,4 juta kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada H-8 sampai dengan Hari H perayaan Raya Natal 2021 pada 17-25 Desember 2021. Total volume lalu lintas (lalin) yang meninggalkan wilayah Jabodetabek ini naik 5% dibanding lalin normal periode November dengan total 1,35 juta kendaraan. Corporate Communication Development Head Jasa Marga Dwinawan Heru menyebutkan,  jumlah tersebut merupakan angka kumulatif arus lalin dari empat gerbang tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah  Merak), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurjo Utama (arah Tran Jawa dan Bandung). Pada angkutan penyeberangan, jumlah pergerakan penumpang sebanyak 72.286 orang atau menurun 15,67% dibandingkan rata-rata hari biasa sebanyak 85.719 orang. Angka itu juga menurun 38,01% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 116.620 orang. (Yetede)

PUPR: Jalan Tol Becakayu Tuntas 2024

27 Dec 2021

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan proyek Jalan Tol Cawang-Bekasi-Kampung Melayu (Becakayu) tuntas seluruhnya pada 2024. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, soal lahan, diantaranya ada satu komplek perumahan yang minta dibebaskan semua, karena lingkungan berubah dengan proyek tersebut. Untuk hal ini, PUPR akan meminta bantuan Bupati dan Walikota Bekasi. Pada kesempatan yang sama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan  mengatakan, pembangunan Jalan Tol Becakayu akan mengurangi banyak kemacetan. "Saya yakin traffic akan semakin baik. Pendanaan kita masih butuh sekitar Rp3,75 triliun dan kita ada pilihan dari konsorsium, namun pasti butuh waktu, ada juga pinjaman, dan penanaman modal negara," ungkap Luhut. (Yetede)