Ekonomi
( 40465 )Pertumbuhan Uang Beredar, Indikator Pemulihan Ekonomi Meningkat
Sinyal pemulihan ekonomi menguat, tercermin dalam pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar 11 % (year on year / yoy) jadi Rp 7.572,2 triliun. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono berkata peningkatan tersebut didorong akselerasi uang beredar dalama arti sempit (M1) sebesar 14,7 % (yoy) dan uang kuasi 7 % (yoy). Peningkatan komponen M1 didorong peredaran uang kartal yang November 2021 tercatat Rp 755,1 triliun, tumbuh 8,8 % yoy)dari sebelumnya 8,3 % (yoy), dan giro rupiah. Faktor yang pengaruhi M2 adalah penyaluran kredit yang tumbuh 4,4 % (yoy) dari sebelumnya 3 %, dan aktiva luar negeri bersih. Direktur Eksekutif Centre of Law and Economic Studies Bhima Yudistira menyampaikan peningkatan M2 yang didorong penyaluran kredit mengindikasikan pemulihan dari sisi konsumsi. Kredit konsumsi November 2021 tumbuh 4,1 % (yoy) dengan pertumbuhan KPR 9 %. (Yoga)
UMKM Berlomba Meraup Rezeki di Lokapasar
Dalam pemasaran produk, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah tidak lagi bergantung pada pasar konvensional, tetapi merambah ke pasar digital. Jangkauan pelanggan menjadi lebih luas, alhasil rezeki pun kian mengalir deras. 2 tahun terakhir Kiki menjual jilbab secara daring mengandalkan lokapasar yang di Facebook dengan nama Tokokiki Hijab. Sebelumnya, Kiki jual pakaian secara konvensional di tempat publik hingga ke rumah-rumah, namun sejak pemda Palembang melakukan PPKM Maret 2020, dia mulai berjualan secara daring. Pelanggan datang dari Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Bandung, bahkan kota-kota di Kalimantan. Omzet Kiki Rp 30 juta dengan untung Rp 5 juta per bulan. Kiki pun pernah ditipu konsumen iseng yang memesan tetapi tidak beli, membuatnya rugi di tengah tipisnya keuntungan tiap jilbab yang ia jual. Antisipasinya dia meminta deposit pada pelanggan. Untuk pengiriman, dia bekerja sama dengan perusahaan kurir, ogkos kirim ditanggung oleh pembeli. Kadis Koperasi dan UMKM Sumsel Amiruddin mengungkapkan, digitalisasi merupakan cara yang paling jitu memangkas panjangnya rantai pasok di sektor perdagangan, pelaku UMKM bisa langsung terhubung dengan konsumennya tanpa harus punya toko atau lapak. (yoga)
Kepercayaan Konsumen AS Meningkat
Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Desember ini meningkat lagi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa perekonomian Paman Sam akan terus ekspansif pada 2022, terlepas ada kebangkitan kasus infeksi Covid-19 dan pengurangan stimulus fiskal. Di sisi lain rancangan undang-undang (RUU) investasi dalam negeri senilai US$ 1,75 triliun yang ditandatangani Presiden Joe Biden, yang disebut Build Back Better (BBB) dan bertujuan memperluas jaring pengaman sosial sekaligus mengatasi perubahan iklim, mendapat pukulan pada Minggu (19/12). Indeks kepercayaan konsumen Conference Board pada bulan ini menunjukkan peningkatan ke angka 115,8 pasca revisi naik 111,9 pada November. Ada pun ekpektasi inflasi konsumen selama 12 bulan kedepan mengalami penurunan dari 7,3% selama lebih dari 13 tahun terakhir menjadi 6,9%. (Yetede)
Omicron dan Inflasi Bayangi Perolehan Laba Perusahaan AS di 2022
Pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan AS untuk tahun depan diprediksi melambat setelah menuai kesuksesan pada 2021. Indeks saham S&P 500 tahun ini pun dilaporkan berada dijalur kenaikan sekitar 24%. Rasio harga terhadap pendapatan indeks juga berada jauh diatas rata-rata jangka panjangnya. Menurut data IBES dari Refinity, penghasilan indeks S&P 500 terlihat naik sekitar 8% pada 2022 setelah tahun ini diperkirakan melonjak 50%, menyusul pulihnya perusahaan-perusahaan dari peraturan karantina.Catatan Refinitiv DataStream menunjukkan rasio harga terhadap pendapatan kedepan untuk S&P 500 berada 21,5, dibandingkan dengan rata-rata jangka panjanganya 15,5. Para pembuat kebijakan The Fed juga memperkirakan laju inflasi tahun depan akan mencapai 2,6% melampaui 2,2% yang mereka proyeksikan pada September. (Yetede)
John Riady: Lippo Makin Fokus pada Teknologi dan Digital
Filosofi bisnis yang dikembangkan Lippo berjalan dengan koridor yang dirancang sang pendiri, Mochtar Riady, yakni stewardship, atau pun amanah. Perusahaan harus terus tumbuh berkesinambungan seiring dengan upaya memberikan berkah bagi lingkungan dan masyarakat. "Kami memulai investasi di dunia startup pada 2014, dulu namanya Ventura. Pada saat itu, kalau kita masuk kesemua perusahaan teknologi di Indonesia, seperti Tokopedia, Traveloka, dan Gojek. Total kapitalisasinya itu sekitar US$ 60 juta," ujar CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady di Jakarta. Berbagai inovasi bisnis terkait pengembangan teknologi tengah digulirkan oleh John Riady. Ada empat strategi dan bagian yang dikembangkan John dalam pengembangan bisnis dibidang teknologi dan digital.
Pertama ialah investing in early stages technology, di mana Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang masih dalam tahap awal dan pengembangan. Investasi yang dilakukan pun belum terlalu besar. Misalnya saja, investasi Lippo di Grab saat itu hanya sebesar USD50.000. Lalu, di Ruangguru dan Sociolla sebesar Rp3 miliar dan Rp5 miliar. Tahapan kedua, ialah menjalin kemitraan. Salah satu kemitraan yang dibangun ialah dengan Ping’An, sebuah perusahaan teknologi asuransi terbesar di China. Kedua perusahaan ini menjalin satu joint venture (JV) untuk mendirikan perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia. Tahapan ketiga ialah later stage, atau melakukan investasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang telah besar. Dalam tahapan ini, Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang telah besar, seperti Bukalapak dan GoTo. Setelah berbagai pembelajaran dan kolaborasi yang dilakukan, tahapan berikutnya ialah melakukan transformasi perusahaan yang dimilikinya, salah satunya ialah PT Multipolar, Tbk (MLPL).
(Yetede)
Grab,Emtek, dan Bukalapak Kawal Solo Jadi Smart City
Tiga raksasa digital Indonesia , yakni Grab, Emtek, dan Bukalapak, meluncurkan program akselator Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan (Kota Masa Depan) di kota Solo, Jawa tengah, demi mewujudkan kota tersebut menjadi smart city, Kamis (23/12), setelah peluncuran perdana di Kupang, Oktober lalu. Ada tiga kegiatan digulirkan, yakni digitalisasi UMKM, Peluncuran Grab Kitchen, dan serah terima sepeda motor kepada para mitra pengemudi Grab. President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, Grab bersama Emtek dan Bukalapak siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta untuk mengawal Solo menjadi smart city. (Yetede)
Prestasi dan Reputasi Ekonomi
Ini lagu lama, tapi tetap menarik, yakni tentang output and economic outcome. Prestasi dan reputasi ekonomi suatu negara sangat tergantung dari output dan economic outcome yang dihasilkan. Dalam kerangka ekonomi, maka output berupa produk domestik bruto (PDB), sedangkan outcame pada dasarnya berupa pertumbuhan PDB dan peningkatan kesejahteraan rakyat dalam jangka waktu tertentu. Input pada dasarnya unsur dari luar berupa sumber daya manusia, dana,sarana, dan regulasi maupun program yang menyertainya. BPS menjawab dengan sebuah informasi bahwa perekonomian Indonesia secara spasial triwulan II-2021 kontribusi Jawa masih 57,92%, yang berarti di luar Jawa baru nyumbang 41,08%. Contoh lain bahwa pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi tri wulan II-2021 (y-on-y) menurut pengeluaran 84,93% PDB berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Dengan demikian, sumbangan yang berasal dari belanja pemerintah, ekspor-impor hanya 15,07% terhadap PDB.Tugas kita bersama-sama mengubah wajah ekonomi yang masih high cost menuju ke sistem yang lebih low cost. (Yetede)
Masa Panen Bank
Kebangkitan kinerja perbankan menunjukkan tren yang membesarkan hati. Tumbuh perlahan tapi pasti dengan kondisi keseluruhan yang cukup solid. Kucuran kredit kepada debitur terus meningkat untuk sektor-sektor yang mulai kembali bergairah. Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan, hingga November 2021, outstanding kredit perbankan tercatat Rp 5.694,9 triliun atau meningkat 4,4% secara year-on-year (yoy). Peningkatan penyaluran kredit pada November 2021 terjadi pada seluruh jenis kredit. Kredit Modal Kerja tumbuh menguat. Sedangkan kredit investasi yang pada Oktober masih kontraksi 0,2%, pada November 2021 berbalik arah tumbuh positif sebesar 3,4% (yoy). Bukan hanya semangat memompa kredit, bank pun patuh dalam mentransmisikan kebijakan suku bunga BI dengan memangkas suku bunga kredit maupun simpanan. (Yetede)
Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal RI-Tiongkok US$ 15 juta per Bulan
Bank Indoensia menyatakan, pelaksanaan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) antara pelaku usaha di Indonesia dan Tiongkok yang dimulai sejak Sepetember lalu menunjukkan perkembangan positif. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata transaksi LCS kedua negara mencapai US$ 15 juta per bulan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayani optimis transaksi LCS antara Indonesia-Tiongkok akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan aktivitas pedagangan dan investasi. Hal tersebut diharapkan bisa terus mengurangi ketergantungan Indonesia dalam transaksi internasional terhadap dolar Amerika yang hingga kini masih dikisaran 80%-90%.
WIKA Kuasai 19% Saham PT Bandara Internasional Batam
PT Wijaya Karya (persero) Tbk atau WIKA akan menguasai 19% kepemilikan saham pada PT Bandara Internasional Batam (BIB). BIB dibentuk WIKA bersama PT Angkasa Pura/AP I (persero) dan Incheon Internasional Airport Corporation (IIAC). Ketiganya bergabung dalam konsosrsium pemenang lelang proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim, Batam. Selain WIKA yang memegang 19% saham, AP I bakal menggengam saham mayoritas sebanyak 51% dan IIAC sebesar 30%. Sebelumnya, Badan Pengusaha (BP) Batam melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim dengan PT Bandara Internasional Batam dengan masa pengelolaannya akan berlangsung selama 25 tahun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









