UMKM Berlomba Meraup Rezeki di Lokapasar
Dalam pemasaran produk, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah tidak lagi bergantung pada pasar konvensional, tetapi merambah ke pasar digital. Jangkauan pelanggan menjadi lebih luas, alhasil rezeki pun kian mengalir deras. 2 tahun terakhir Kiki menjual jilbab secara daring mengandalkan lokapasar yang di Facebook dengan nama Tokokiki Hijab. Sebelumnya, Kiki jual pakaian secara konvensional di tempat publik hingga ke rumah-rumah, namun sejak pemda Palembang melakukan PPKM Maret 2020, dia mulai berjualan secara daring. Pelanggan datang dari Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Bandung, bahkan kota-kota di Kalimantan. Omzet Kiki Rp 30 juta dengan untung Rp 5 juta per bulan. Kiki pun pernah ditipu konsumen iseng yang memesan tetapi tidak beli, membuatnya rugi di tengah tipisnya keuntungan tiap jilbab yang ia jual. Antisipasinya dia meminta deposit pada pelanggan. Untuk pengiriman, dia bekerja sama dengan perusahaan kurir, ogkos kirim ditanggung oleh pembeli. Kadis Koperasi dan UMKM Sumsel Amiruddin mengungkapkan, digitalisasi merupakan cara yang paling jitu memangkas panjangnya rantai pasok di sektor perdagangan, pelaku UMKM bisa langsung terhubung dengan konsumennya tanpa harus punya toko atau lapak. (yoga)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023