;

Nilai Ekonomi Kereta Cepat

Ekonomi Yoga 24 Dec 2021 Kompas
Nilai Ekonomi Kereta Cepat

Mulanya kereta adalah pilihan pergerakan manusia dan barang / logistik berjarak sedang dan menengah jauh. Saat ini Indonesia sedang menyelesaikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Teknologi kereta yang maju telah mengatasi masalah kecepatan, bahkan teknologi magnet levitation (mag-lev) menawarkan kecepatan lebih dari 500 km/jam meski belum jadi kecepatan kendaraan komersial. Saat ini rata-rata kecepatan kereta cepat komersial 200-350 km/jam, bahkan di China hingga 380 km/jam. Kehadiran kereta cepat mempersingkat waktu perjalanan penumpang, dan lebih unggul dari moda transportasi udara karena dapat langsung menusuk jantung kota yang jadi asal atau tujuan akhir, sementara transportasi udara membawa penumpang ke bandara yang berjarak jauh dari jantung kota.

Untuk mempertahankan kecepatan tinggi dengan aman, butuh safety issues ketat sehingga teknologi kereta cepat memiliki biaya investasi pembangunan, operasi, dan perawatan tinggi sehingga financial internal rate of return (FIRR), tak mampu menjawab kelayakan dalam memilih kereta cepat. Kereta cepat, sebagai moda transportasii harus jadi bagian total system transportasi yang terintegrasi secara moda dan jaringan seamless transportation. Seyogianya relevansi pilihan atas moda kereta cepat, yang tak murah juga memperhitungkan aspek tereduksinya perjalanan manusia yang tergantikan oleh aktivitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kereta cepat Jakarta-Bandung, sebagai pengalaman pertama (unprecendented project), perlu dikawal dengan cermat (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :