;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Kredit Konsumsi Kembali ke Masa Sebelum Pandemi

10 Jan 2022

Belanja masyarakat mulai pulih dan terus naik seiring pemulihan ekonomi. Hal ini menjadi kesempatan perbankan memacu kredit konsumsi tahun ini. Alhasil, penyaluran kredit konsumsi terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan penyaluran kredit konsumsi hingga kuartal III-2021 sudah mencapai Rp 1.583,6 triliun, tumbuh 2,95% year on year (yoy). Angka tersebut sudah melampaui penyaluran kredit sebelum pandemi. Tahun 2019 penyaluran kredit konsumsi tercatat Rp 1.559,26 triliun. Penyaluran kredit konsumsi diperkirakan akan terus membumbung, Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit konsumsi naik dari 3,8% yoy pada Oktober 2021 menjadi 4,2% yoy pada bulan berikut.  

Dari sisi KPR, Bank Tabungan Negara (BTN) yakin pembiayaan perumahan dapat tumbuh lebih tinggi dengan bertumpu pada KPR subsidi dan non-subsidi. Bank mengembangkan ekosistem digital perumahan dalam proses bisnisnya. Bank pelat merah ini juga menggandeng platform jual beli berbasis teknologi, penambahan fitur anyar pada aplikasi mobile banking hingga membangun aplikasi baru. Hingga Oktober 2021, Bank BTN telah menyalurkan kredit senilai Rp 271,8 triliun, naik 6,06% secara yoy. Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar Direktur mengatakan, pertumbuhan kredit properti cenderung stabil. Laju tersebut ditopang penyaluran KPR subsidi dan KPR non-subsidi.



Konglomerat Cuan Besar dari Kenaikan Harga Saham

10 Jan 2022

Pasar saham menjadi salah satu tambang bagi para konglomerat menambang cuan tahun lalu. Kekayaan konglomerat di saham melesat hingga ratusan persen, bahkan ribuan persen. Kenaikan ini terutama dirasakan oleh konglomerat yang memiliki investasi di perusahaan yang bergerak di bisnis terkait new economy. Tengok saja portofolio taipan Grup Salim, Anthoni Salim. Konglomerat ini menikmati kenaikan aset dari melesatnya harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Sepanjang 2021, saham ini meroket 10.370%. Anthoni merupakan pemegang saham DCII dengan kepemilikan sebesar 11%. Ini membuat portofolio saham Grup Salim secara rata-rata naik 1.288,91% . Kenaikan harga DCII menghapus kerugian yang dialami di saham ICBP, INDF, LSIP dan IMAS.

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat saham-saham teknologi konglomerasi tersebut naik tinggi. Alasannya tak selalu disebabkan fundamental dan prospek yang baik. Budi menilai tren kenaikan saham teknologi tak akan berlangsung lama. Ia memprediksi portofolio tambang dan perkebunan akan jadi sumber cuan tahun ini.


Cadangan Devisa Emas Indonesia Sekitar 70 Ton

10 Jan 2022

Volume emas batangan sebagai salah satu komponen cadangan devisa Indonesia hingga akhir tahun 2021 masih cukup tinggi. Namun, dari sisi nilai memang masih kecil dibandingkan dengan komponen cadangan devisa yang lainnya baik mata uang asing, maupun special drawing rights (SDRs). Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa pada Desember 2021 sebesar US$ 144,9 miliar. Dari total cadangan devisa itu komponen monetary gold mencapai US$ 4,59 miliar atau sekitar Rp 65,6 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 70,6 ton emas batangan (asumsi harga emas Rp 930.000 per gram).

Dibandingkan dengan posisi November 2021, posisi emas BI itu turun 0,69%. Namun komponen monetary gold masih naik 1,46% ketimbang periode yang sama tahun lalu yang senilai yakni sebesar US$ 4,52 miliar. Menilik data BI beberapa tahun ke belakang, nilai monetary gold Indonesia cenderung meningkat. Sempat menurun pada tahun 2018 ke level US$ 3,23 miliar dari tahun sebelumnya, cadangan devisa emas kemudian meningkat ke level US$ 3,84 miliar pada tahun 2019 dan ke level US$ 4,76 miliar pada tahun 2020. Namun, sedikit menurun pada akhir tahun 2021.


Lanjut, Subsidi Pajak Bunga Obligasi Negara

10 Jan 2022

Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan subsidi pajak bagi investor surat utang pemerintah. Subsidi ini berupa pajak penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah (DTP) atas bunga atau imbalan surat utang negara (SUN) yang diterbitkan di pasar internasional. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 213/PMK.010/2021. Beleid yang ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tersebut, berlaku mulai tanggal 1 Januari 2022. Dengan demikian, pemerintah memperpanjang subsidi PPh kepada investor SUN tahun 2022. 

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Neilmaldrin Noor menjelaskan, PMK 123/2021 merupakan perubahan atas PMK 46/2018 yang tentang hal serupa. Pada PMK anyar ini, fasilitas PPh DTP diberikan atas penghasilan bunga SUN yang diterbitkan di pasar internasional dan penghasilan pihak ketiga atas jasa yang diberikan kepada pemerintah atau pihak lain yang mendapat penugasan dalam rangka penerbitan serta pembelian kembali SUN di pasar internasional. Ia berharap, saat pemulihan ekonomi berlanjut di tahun ini, investor SUN dan pihak ketiga bisa mendapat stimulus ini untuk menggairahkan market obligasi negara. Kebijakan ini bisa mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Akselerasi Pemulihan Penjualan, Otomotif Butuh Terobosan Baru

10 Jan 2022

Akselerasi pemulihan sektor otomotif Tanah Air pada tahun ini masih menantang, tercermin dari target penjualan kendaraan roda empat yang sangat konservatif. Perlu adanya terobosan baru agar industri ini benar-benar pulih, paling tidak bisa menyamai bahkan melebihi penjualan sebelum pandemi Covid-19. Pada 2022, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan mobil baru sebanyak 900.000 unit. Artinya, hanya meningkat tipis (4,2%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya 863.359 unit. “Proyeksi penjualan 2022 adalah 900.000 unit,” ujar Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto seperti dikutip Antara, Sabtu (8/1). Menurut dia, target penjualan 900.000 unit mobil baru pada 2022 dipandang realistis, mengingat laju roda perekonomian mulai kembali bergerak meskipun daya beli masyarakat belum kembali secara utuh. Terlebih, target penjualan mobil baru sebanyak 750.000 unit pada 2021 berhasil terlampaui.


Singapura Tumbuh 7,2 Persen, Indonesia Harus Bisa

10 Jan 2022

Covid-19 varian Omicron ternyata lebih rendah tingkat kematiannya, meski lebih cepat penularannya, infeksi yang diakibatkan tak sampai merusak paru-paru seperti Delta. Dengan fakta itu, pemerintah Singapura lebih percaya diri menghadapi varian Omicron. Meski jumlah orang yang terinfeksi sudah di atas 2.000 orang, jumlah tempat tidur yang terpakai hanya 7 %. Kunci utama menghadapi Omicron adalah vaksinasi, dan menggunakan masker ketika di luar rumah, semua kebijakan harus dijalankan secara dinamis dimana keseimbangan antara faktor kesehatan dan ekonomi harus jadi pertimbangan.

Singapura menggunakan 100 miliar SGD untuk memberikan stimulus ekonomi,  pemerintah memberikan bantuan keuangan ke setiap warganya, bahkan membayari gaji pegawai agar tak terjadi PHK. Hasil kerja keras dua tahun ini tidaklah sia-sia,  pertumbuhan ekonomi Singapura 2021 lebih tinggi dari perkiraan, mencapai 7,2 %, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, pada kuartal IV saat varian Omicron muncul, ekonomi Singapura masih tumbuh 5,9 %. Hampir semua sector tumbuh signifikan, terutama konstruksi.

Dengan modal ekonomi dan sosial yang jauh lebih luar biasa, Indonesia seharusnya tak kalah dari Singapura, selain SDA yang lebih melimpah, Indonesia juga memiliki pasar dalam negeri yang sangat besar. Presiden Jokowi menyampaikan, indeks kepercayaan konsumen maupun investasi sudah lebih tinggi dari sebelum pandemi, tinggal kepercayaan diri dan keberanian untuk melakukan eksekusi. Hanya dengan kepercayaan diri, bangsa Indonesia bisa lebih kreatif dan mampu membangun perekonomian yang punya nilai tambah tinggi. (Yoga)


Pelajaran dari Kazakhstan

10 Jan 2022

Kerusuhan yang menelan korban jiwa di Kazakhstan mengingatkan pentingnya negara memastikan keadilan dan kesejahteraan rakyat terwujud. Kazakhstan sangat kaya SDA, minyak, gas alam, hingga  uranium . Kerusuhan besar terjadi di sejumlah wilayah negara itu, termasuk Almaty, kota terbesar, lebih dari 150 orang tewas, gedung pemerintah dibakar, rongsokan kendaraan yang terbakar teronggok di jalan. Pemicu kerusuhan ialah kenaikan harga gas hingga 2 kali lipat, kenaikan terjadi setelah pemerintah melepas subsidi pada awal 2022. Masyarakat marah,di negara yang memiliki banyak gas alam, mengapa harga komoditas itu melonjak tinggi. Ketidakpuasan berkembang tak hanya menyangkut harga komoditas, tetapi merembet pada kejengkelan karena melihat ada kelompok elite yang terus berkuasa. Isu ketidakadilan muncul. Sumber daya politik dan ekonomi dikuasai ”orang-orang” itu saja.

Di tengah lonjakan harga komoditas dunia, harga gas kembali disubsidi Kazakhstan meski taruhannya keuangan negara. Tokayev ingin segera meredakan kerusuhan mengingat stabilitas Kazakhstan memengaruhi Asia Tengah serta dua negara raksasa tetangganya, China dan Rusia. Sejumlah negara lain memiliki cerita yang mirip. Ketidakpuasan rakyat terhadap rezim otoritarian yang menguasai sumber daya ekonomi memicu pergantian penguasa dan demokratisasi pun tak terbendung. Di negara mana pun, kenaikan harga bukan penyebab kerusuhan, tetapi hanya pemicu. Pokok persoalannya ialah keadilan, kesejahteraan, dan demokrasi yang terabaikan. (Yoga)


Menguji Daya Tahan BUMN

10 Jan 2022

Dana negara telah disuntikkan untuk memperkuat daya tahan BUMN, tahun 2022 pandemi berlanjut, daya tahan BUMN, baik yang sedang berbenah maupun mulai bertransformasi, kembali diuji. Setidaknya ada 6 BUMN dengan utang jumbo, yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan utang 9,8 miliar USD, PT Krakatau Steel (KS) Tbk Rp 31 triliun, PTPN Rp 43 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk Rp 90 triliun, PLN Rp 643,9 triliun, dan PT Angkasa Pura I (Persero) Rp 28 triliun. Selain imbas pandemi Covid-19, penumpukan utang terjadi karena manajemen bisnis buruk di masa lalu, seperti Garuda Indonesia, Krakatau Steel, dan PTPN. Ada juga penumpukan utang karena perusahaan menanggung beban investasi  proyek strategis pemerintah, seperti PLN, Angkasa Pura I, dan Waskita Karya. Hingga saat ini, perusahaan BUMN itu berjuang melunasi utang secara bertahap, bahkan mengambil langkah restrukturisasi utang. KS, misalnya, pasca-penandatanganan perjanjian restrukturisasi Januari 2020 hingga Desember 2021 telah membayar utang Rp 3,2 triliun. Manajemen baru KS juga berencana melepas 40 % kepemilikan aset perusahaan kepada mitra strategis.

Selain mengandalkan kemampuan manajemen, perusahaan BUMN  juga bergantung pada PMN. Pada Juli 2021, Kementerian BUMN mengajukan PMN tahun anggaran 2022 bagi 12 perusahaan sebesar Rp 72,449 triliun, untuk menyehatkan sejumlah perusahaan serta menjalankan penugasan negara. Setiap BUMN penerima PMN harus berkomitmen mengelola PMN secara akuntabel dan transparan, terlihat dalam indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI), sebagai syarat kontrak kerja antara BUMN penerima PMN dan kementerian terkait. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, program utama Kementerian BUMN, termasuk transformasi BUMN, telah dituntaskan dengan baik. Di tengah pandemi Covid-19, BUMN secara konsolidasi berhasil meningkatkan laba bersih dari Rp 13 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 61 triliun hingga triwulan III-2021. (Yoga)


Generasi Muda Penentu Masa Depan Sektor Pertanian

10 Jan 2022

Generasi muda desa diyakini bakal menentukan masa depan sector pertanian di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan kiat mengatasi dampak penyusutan lahan pangan di perdesaan. Tantangan itu coba dijawab pemuda asal Magelang, Jateng, Rayndra Syahdan Mahmudin (26) melalui CV Cipta Visi Group, sejak 2014, ia mengembangkan pertanian terintegrasi, dengan menggabungkan usaha peternakan dan pertanian. Peternakannya beromzet Rp 200 juta per bulan, dari penjualan gula semut ia meraup Rp 40 juta-Rp 70 juta per bulan, dari tanaman lain didapat Rp 30 juta per bulan. Rayndra melihat sektor pertanian prospektif, namun, anak muda yang terjun masih sedikit, regenerasi petani itu wajib. Perubahan citra petani mesti disosialisasikan kepada orang tua-orang tua di desa,  katanya. Pertumbuhan industri serta penambahan jumlah penduduk terus memicu alih fungsi lahan pangan. Namun, Rayndra optimistis, dengan banyaknya anak muda terlibat dalam pengelolan pertanian, sektor ini akan tetap berdaya. (Yoga)


Pengelolaan Ekowisata Belum Optimal

10 Jan 2022

Indonesia memiliki SDA besar untuk ekowisata, namun pengelolaannya belum optimal, sementara wisatawan makin cerdas menilai keseriusan pengelolanya. Deputi Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani berkata, produk wisata ekologi yang dulu terbatas pada taman nasional kini beragam, turis kini menilai konsep wisata ekologi menyeluruh, termasuk desa wisata. Desa wisata Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul, DIY, misalnya, termasuk kawasan Geopark Global Gunung Sewu dan menawarkan aneka atraksi yang menghidupi warga lokal, bukan hanya situs gunung api purba. Prinsipnya, ekowisata terdiri dari konservasi alam dan budaya, ekonomi berkelanjutan, dan edukasi

Manajer Program Indonesia Ecotourism Network Wita Simatupang mengatakan, ekowisata di Indonesia dimulai sebelum 2002. Komunitas masyarakat Kepulauan Togean, Sulteng, mengembangkannya sejak 1996 dan komunitas masyarakat di Tangkahan, Sumut sejak 1999. Chairperson Global Network Ecotourism Glenn Jampol menilai, kini semakin banyak pelaku usaha jasa pariwisata menerapkan ekowisata. Hasil studi Booking.com menunjukkan, 83 % konsumen global berharap perusahaan jasa wisata yang mencatatkan laba, harus punya dampak positif pada lingkungan dan masyarakat lokal. (Yoga)