Pelajaran dari Kazakhstan
Kerusuhan yang menelan korban jiwa di Kazakhstan mengingatkan pentingnya negara memastikan keadilan dan kesejahteraan rakyat terwujud. Kazakhstan sangat kaya SDA, minyak, gas alam, hingga uranium . Kerusuhan besar terjadi di sejumlah wilayah negara itu, termasuk Almaty, kota terbesar, lebih dari 150 orang tewas, gedung pemerintah dibakar, rongsokan kendaraan yang terbakar teronggok di jalan. Pemicu kerusuhan ialah kenaikan harga gas hingga 2 kali lipat, kenaikan terjadi setelah pemerintah melepas subsidi pada awal 2022. Masyarakat marah,di negara yang memiliki banyak gas alam, mengapa harga komoditas itu melonjak tinggi. Ketidakpuasan berkembang tak hanya menyangkut harga komoditas, tetapi merembet pada kejengkelan karena melihat ada kelompok elite yang terus berkuasa. Isu ketidakadilan muncul. Sumber daya politik dan ekonomi dikuasai ”orang-orang” itu saja.
Di tengah lonjakan harga komoditas dunia, harga gas kembali disubsidi Kazakhstan meski taruhannya keuangan negara. Tokayev ingin segera meredakan kerusuhan mengingat stabilitas Kazakhstan memengaruhi Asia Tengah serta dua negara raksasa tetangganya, China dan Rusia. Sejumlah negara lain memiliki cerita yang mirip. Ketidakpuasan rakyat terhadap rezim otoritarian yang menguasai sumber daya ekonomi memicu pergantian penguasa dan demokratisasi pun tak terbendung. Di negara mana pun, kenaikan harga bukan penyebab kerusuhan, tetapi hanya pemicu. Pokok persoalannya ialah keadilan, kesejahteraan, dan demokrasi yang terabaikan. (Yoga)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023