Ekonomi
( 40554 )Menguji Daya Tahan BUMN
Dana negara telah disuntikkan untuk memperkuat daya tahan BUMN, tahun 2022 pandemi berlanjut, daya tahan BUMN, baik yang sedang berbenah maupun mulai bertransformasi, kembali diuji. Setidaknya ada 6 BUMN dengan utang jumbo, yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan utang 9,8 miliar USD, PT Krakatau Steel (KS) Tbk Rp 31 triliun, PTPN Rp 43 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk Rp 90 triliun, PLN Rp 643,9 triliun, dan PT Angkasa Pura I (Persero) Rp 28 triliun. Selain imbas pandemi Covid-19, penumpukan utang terjadi karena manajemen bisnis buruk di masa lalu, seperti Garuda Indonesia, Krakatau Steel, dan PTPN. Ada juga penumpukan utang karena perusahaan menanggung beban investasi proyek strategis pemerintah, seperti PLN, Angkasa Pura I, dan Waskita Karya. Hingga saat ini, perusahaan BUMN itu berjuang melunasi utang secara bertahap, bahkan mengambil langkah restrukturisasi utang. KS, misalnya, pasca-penandatanganan perjanjian restrukturisasi Januari 2020 hingga Desember 2021 telah membayar utang Rp 3,2 triliun. Manajemen baru KS juga berencana melepas 40 % kepemilikan aset perusahaan kepada mitra strategis.
Selain mengandalkan kemampuan manajemen, perusahaan BUMN juga bergantung pada PMN. Pada Juli 2021, Kementerian BUMN mengajukan PMN tahun anggaran 2022 bagi 12 perusahaan sebesar Rp 72,449 triliun, untuk menyehatkan sejumlah perusahaan serta menjalankan penugasan negara. Setiap BUMN penerima PMN harus berkomitmen mengelola PMN secara akuntabel dan transparan, terlihat dalam indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI), sebagai syarat kontrak kerja antara BUMN penerima PMN dan kementerian terkait. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, program utama Kementerian BUMN, termasuk transformasi BUMN, telah dituntaskan dengan baik. Di tengah pandemi Covid-19, BUMN secara konsolidasi berhasil meningkatkan laba bersih dari Rp 13 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 61 triliun hingga triwulan III-2021. (Yoga)
Generasi Muda Penentu Masa Depan Sektor Pertanian
Generasi muda desa diyakini bakal menentukan masa depan sector pertanian di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan kiat mengatasi dampak penyusutan lahan pangan di perdesaan. Tantangan itu coba dijawab pemuda asal Magelang, Jateng, Rayndra Syahdan Mahmudin (26) melalui CV Cipta Visi Group, sejak 2014, ia mengembangkan pertanian terintegrasi, dengan menggabungkan usaha peternakan dan pertanian. Peternakannya beromzet Rp 200 juta per bulan, dari penjualan gula semut ia meraup Rp 40 juta-Rp 70 juta per bulan, dari tanaman lain didapat Rp 30 juta per bulan. Rayndra melihat sektor pertanian prospektif, namun, anak muda yang terjun masih sedikit, regenerasi petani itu wajib. Perubahan citra petani mesti disosialisasikan kepada orang tua-orang tua di desa, katanya. Pertumbuhan industri serta penambahan jumlah penduduk terus memicu alih fungsi lahan pangan. Namun, Rayndra optimistis, dengan banyaknya anak muda terlibat dalam pengelolan pertanian, sektor ini akan tetap berdaya. (Yoga)
Pengelolaan Ekowisata Belum Optimal
Indonesia memiliki SDA besar untuk ekowisata, namun pengelolaannya belum optimal, sementara wisatawan makin cerdas menilai keseriusan pengelolanya. Deputi Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani berkata, produk wisata ekologi yang dulu terbatas pada taman nasional kini beragam, turis kini menilai konsep wisata ekologi menyeluruh, termasuk desa wisata. Desa wisata Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul, DIY, misalnya, termasuk kawasan Geopark Global Gunung Sewu dan menawarkan aneka atraksi yang menghidupi warga lokal, bukan hanya situs gunung api purba. Prinsipnya, ekowisata terdiri dari konservasi alam dan budaya, ekonomi berkelanjutan, dan edukasi
Manajer Program Indonesia Ecotourism Network Wita Simatupang mengatakan, ekowisata di Indonesia dimulai sebelum 2002. Komunitas masyarakat Kepulauan Togean, Sulteng, mengembangkannya sejak 1996 dan komunitas masyarakat di Tangkahan, Sumut sejak 1999. Chairperson Global Network Ecotourism Glenn Jampol menilai, kini semakin banyak pelaku usaha jasa pariwisata menerapkan ekowisata. Hasil studi Booking.com menunjukkan, 83 % konsumen global berharap perusahaan jasa wisata yang mencatatkan laba, harus punya dampak positif pada lingkungan dan masyarakat lokal. (Yoga)
Kerusuhan Pasti Dapat Menghentikan Produksi dan Ekspor Minyak
Harga minyak global bergerak naik karena para investor mengkhawatirkan terganggunya pasokan, menyusul kerusuhan satu pekan terakhir di Kazakhtan, negara kaya minyak di Asia Tengah dan anggota OPEC+. Namun pasar uranium dilaporkan tidak terganggu sama sekalipun. Kazakhtan adalah produsen terbesar keduanya di dunia. Kazakthan yang juga merupakan negara kesembilan terbesar dunia dikenal kaya dengan mangan, besi, kromium, dan batu bara. Aksi protes menyebar keseluruh Kazakhtan pada pekan lalu. Rakyat negara berpenduduk 19 juta jiwa itu marah karena harga gas elpiji naik pada Tahun Baru. Yang mana elpiji dipakai untuk bahan bakar kebanyakan mobil di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Presiden Kazakhtan Kassyim-Jomart Tokayew pada Jumat (7/1) menolak seruan dialog dengan para pengunjuk rasa. (Yetede)
Xiaomi Ingin Dominasi Pasar dan Produk TIK Indonesia
Xiaomi, perusahaan elektronik konsumen dan teknologi manufaktur pintar asal Tiongkok, membeberkan sejumlah strategi agar mendominasi pasar produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia pada 2022. "Ada empat stretegi utama Xiaomi Indonesia pada 2022 sebagai smart choice bagi Xiaomi Fans, yaitu memperkuat portfolio produk high-end, menghadirkan pengalam ritel AIoT, memastikan pemisahan merek Xiaomi dan POCO, serta memperkuat pasar regional," kata Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse, dalam pernyataannya, akhir pekan lalu. Pencapaian paling bersejarah Xiaomi di Tanah Air adalah menjadi merek smartphone nomor satu pada kuartal II-2021 dengan penggunaan pangsa pasar 28% serta pertumbuhan paling pesat yakni 112% year-on-year. (Yetede)
UU Data Pribadi Makin Mendesak Disahkan
Kebutuhan Indonesia untuk memiliki UU tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP) semakin mendesak setelah berbagai kasus kebocoran data di Indonesia. Terkini, pekan lalu, jutaan medis penduduk Indonesia di server Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah dibobol dan dijual di pasar gelap daring (darkweb) Radforums. Dokumen tersebut juga di klaim berisi keluhan pasien, surat rujukan BPJS Kesehatan, Laporan Radiologi, hasil tes laboratorium, dan persetujuan untuk menjalankan isolasi pasien karena terjangkit Covid-19. Peretas mengklaim bahwa data-data tersebut diunduh berasal dari server terpusat Kementerian Kesehatan Indonesia pada 28 Desember 2021. Pakar keamanan siber dari Vaksin-com Alfons Tanujaya pun menghargai langkah cepat Kemenkes dalam merespon kebocoran jutaan data medis pasien di servernya pada pekan lalu. (Yetede)
Merespons Animo Warga Berinvestasi Digital
Saat ini muncul banyak platform investasi digital berbasiskan aplikasi gawai, di antaranya Bibit, Bareksa, Tanamduit, dan Ajaib. Skema investasi yang lazim ditawarkan adalah reksa dana, yaitu skema investor menitipkan uang kepada manajer investasi untuk diinvestasikan dengan tujuan mendatangkan keuntungan bagi pemilik dana. Investasi digital memiliki pembeda utama pada platform yang digunakan, yaitu aplikasi gawai sehingga lebih transparan dan mudah digunakan. Meningkatnya tren pengguna gawai dan pengakses internet Indonesia menjadi peluang berkembangnya investasi digital.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI menyebut, 66 % investasi melalui pembelian Obligasi Republik Indonesia (ORI) 2020 pada Oktober 2021 adalah generasi X dan Y. Meski pengetahuan dan minat terkait investasi digital terbilang baik, masih ada keraguan terkait sistem investasi digital saat ini, karena banyaknya penipuan. Walau payung hukumnya sudah ada, seperti UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, aturan khusus terkait investasi digital diperlukan investor agar tak ragu berinvestasi. Di samping itu, keamanan investasi merupakan hal terpenting untuk menarik investor. Pertimbangan lainnya adalah banyak fitur layanan yang menarik dan bisa mulai investasi dalam jumlah kecil. (Yoga)
Dorong Literasi Keuangan
Jasa keuangan, yang terdiri dari bank, pinjaman online, leasing, asuransi, penerbit uang digital, dan perusahaan investasi, selalu menjadi yang terbanyak diadukan kepada YLKI. Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, hal tersebut berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan dan digital masyarakat atau konsumen. YLKI juga merekomendasikan penguatan regulasi, terutama terkait penggunaan data pribadi. Selain RUU Perlindungan Data Pribadi yang perlu segera disahkan, Tulus mendorong penguatan pengawasan oleh regulator, yakni OJK dan Satgas Investasi.
Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menuturkan, sepanjang 2021, tercatat 9.500 pengaduan seperti terkait bunga, penagihan tak beretika, restrukturisasi, dan pelanggaran akses data pribadi, tapi hanya 0,028 % total 325 juta transaksi yang legal. Jika literasi meningkat, kata Kuseryansyah, masyarakat akan melihat kesempatan baru yang mendukung usaha mereka. ”Ini adalah persoalan di hulu. Kalau bisa, dimasukkan dalam kurikulum SD, SMP, atau SMA sehingga saat menjadi adopter layanan digital, mereka sudah punya informasi terkait produk atau layanan, beserta risiko-risikonya, agar tidak sibuk di hilir saja,” ujarnya. Kedua, masyarakat dapat terhindar dari risiko pinjaman daring ilegal. Ia mengimbau masyarakat agar hanya mengakses layanan dari pinjaman daring yang legal dan berizin di OJK. (Yoga)
Komoditas Unggulan Sulteng Belum Dikelola secara Optimal
Provinsi Sulteng memiliki sejumlah komoditas unggulan di sektor perikanan, kehutanan nonkayu, dan pertanian, namun, belum tergarap optimal oleh pelaku UMKM, yang mengemuka saat Wapres Ma’ruf Amin (7/1) meninjau sejumlah produk UMKM di Palu, Sulteng, mendampingi Menkop dan UKM Teten Masduki. Teten menilai, potensi unggulan Sulteng belum digarap maksimal, selama ini UMKM Sulteng, 90 % berada di Palu bergerak di sektor perdagangan produk industri. Ia mengingatkan pelaku UMKM dan pemeda tidak mengharapkan bantuan pemerintah pusat. Daerah harus berdaya mengembangkan UMKM. Pembiayaan murah tersedia dalam KUR dengan bunga 3 % per tahun. Pusat Layanan Usaha Terpadu dioptimalkan agar pelaku UMKM bisa tumbuh dan berkembang dengan akses pasar, modal, dan produk berdaya saing.
Wapres menyatakan, UMKM perlu terus dibina dan dipacu agar tumbuh sebagai bagian dari upaya menangani kemiskinan ekstrem di Indonesia. Penggelontoran bansos untuk penanggulangan kemiskinan malah terkesan melestarikan kemiskinan. Pendekatan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus untuk memerangi kemiskinan. Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menegaskan, pemerintah mendukung pelaku UMKM. Pelaku usaha diminta mengakses modal ke bank dalam bentuk KUR guna mengembangkan usahanya. (Yoga)
Hati-Hati Melihat Investasi NFT
Secara harfiah, non-fungible token (NFT ) berarti token yang tak tergantikan/unik, dapat berbentuk karya seni, seperti lukisan, musik, film, dan gim. Selama 2021, nilai perdagangan NFT di pasar dunia mencapai 23 miliar USD, 20 kali lipat nilai perdagangan 2020, di bawah 100 juta USD. Beeple, salah satu seniman NFT kawakan, berhasil menjual karyanya seharga 69,3 juta USD pada awal 2021. Karya berjudul ”Everydays: The First 5,000 Days” ini menjadi karya termahal nomor 7 dari seniman yang masih hidup saat ini. Euforia pasar menyambut NFT ini ditangkap pegiat dan perusahaan aset digital di Indonesia. Hingga awal 2022 telah muncul beberapa lokapasar yang dapat diakses di Indonesia dan secara spesifik bertujuan menjadi tempat jual beli aset NFT. Sebagian dari lokapasar tersebut murni buatan anak bangsa.
karya digital kini juga dipandang sebagai aset yang dapat dijadikan instrumen investasi. Sama dengan instrumen investasi lain, seperti saham, valuta, bahkan mata uang kripto, kini NFT juga memiliki ”hama” spekulan, yang berharap meraup untung secepat-cepatnya dan setinggi-tingginya. Kehadiran spekulan berpotensi membuat pasar NFT kurang kondusif, bahkan berbahaya, karena membuat harga NFT terus terpompa di angka yang sangat jauh dari harga awal. Jika ini terus berlangsung, gelombang NFT bisa menjadi gelembung berbahaya dan merugikan investor, seniman, kolektor, bahan spekulan itu sendiri.Melihat perkembangan NFT setahun terakhir, muncul kekhawatiran, bisa jadi kini aset NFT berada di fase euforia atau fase cari untung. Artinya, bukan tidak mungkin apabila harga aset NFT yang bernilai jutaan dollar AS ini akan merosot nilainya dalam waktu dekat. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









