Singapura Tumbuh 7,2 Persen, Indonesia Harus Bisa
Covid-19 varian Omicron ternyata lebih rendah tingkat kematiannya, meski lebih cepat penularannya, infeksi yang diakibatkan tak sampai merusak paru-paru seperti Delta. Dengan fakta itu, pemerintah Singapura lebih percaya diri menghadapi varian Omicron. Meski jumlah orang yang terinfeksi sudah di atas 2.000 orang, jumlah tempat tidur yang terpakai hanya 7 %. Kunci utama menghadapi Omicron adalah vaksinasi, dan menggunakan masker ketika di luar rumah, semua kebijakan harus dijalankan secara dinamis dimana keseimbangan antara faktor kesehatan dan ekonomi harus jadi pertimbangan.
Singapura menggunakan 100 miliar SGD untuk memberikan stimulus ekonomi, pemerintah memberikan bantuan keuangan ke setiap warganya, bahkan membayari gaji pegawai agar tak terjadi PHK. Hasil kerja keras dua tahun ini tidaklah sia-sia, pertumbuhan ekonomi Singapura 2021 lebih tinggi dari perkiraan, mencapai 7,2 %, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, pada kuartal IV saat varian Omicron muncul, ekonomi Singapura masih tumbuh 5,9 %. Hampir semua sector tumbuh signifikan, terutama konstruksi.
Dengan modal ekonomi dan sosial yang jauh lebih luar biasa, Indonesia seharusnya tak kalah dari Singapura, selain SDA yang lebih melimpah, Indonesia juga memiliki pasar dalam negeri yang sangat besar. Presiden Jokowi menyampaikan, indeks kepercayaan konsumen maupun investasi sudah lebih tinggi dari sebelum pandemi, tinggal kepercayaan diri dan keberanian untuk melakukan eksekusi. Hanya dengan kepercayaan diri, bangsa Indonesia bisa lebih kreatif dan mampu membangun perekonomian yang punya nilai tambah tinggi. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023