;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Relaksasi PPN DTP Properti Miliki Dampak Terbatas

25 Feb 2025
Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jendral Pajak (DJP) kembali memperpanjang insentif PPN atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun yang ditanggung pemerintah (DTP) untuk tahun anggaran 2025. Di antara pertimbangan pemerintah adalah karena transaksi di bidang properti mempunyai multiplier efffect yang besar terhadap sektor ekonomi lain. Ketentuan tersebut diatur melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2025 (PMK 13/2025) dan mulai berlaku pada tanggal 4 Februari 2025. Perpanjangan insentif ini merupakan keberlanjutan kebijakan insentif PPN yang sebelumnya telah diberikan yakni pada tahun 2023 maupun 2024. "Sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, pemberian insentif PPN ini diharapkan dapat menjaga daya beli mansyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lainnya," ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti. Dalam PMK-13/2025 itu disebutkan, penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun yang dilakukan mulai tanggal 1 Juni 2025 akan mendapatkan insentif PPN-DTP sebesar 100% atas PPN tertang dari bagian harga jual sampai dengan Rp 2 miliar dengan harga jual paling tinggi Rp 5 miliar. (Yetede) 

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Diproyeksikan Terus Menanjak di Tahun 2025

25 Feb 2025
Kinerja emiten Grup Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksikan terus menanjak di tahun 2025, dengan pendapatan mencapai Rp 79 triliun. Didukung marjin yang diperkirakan meningkat dari penurunan harga bahan baku, membuat analis tak tahu untuk menyematkan rekomondasi buy dan target harga saham emiten produsen Indomie ini hingga Rp14.700. Analis Indo Premier Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan dalam riset yang dipublikasikan baru-baru ini mengungkapkan, pendapatan ICBP pada 2025 diperkirakan bisa menyentuh Rp79,19 triliun atau naik 9,1% dibandingg estimasi 202 yang sebesar Rp72,58 triliun. Indo Premier mencatat bahwa segmen  mi instan ICPB telah terbukti memiliki posisi kuat dari sisi harga, yang diuntungkan dari penguasaan pasar yang lebih dari 70%. Saat ini, ICBP memproduksi mi instan dengan beberapa merek seperti Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, dan Sakura. Indo Premier juga menyoroti  adanya  potrtensi peningkatan marjiin dari turunnya harga CPO. Harga CPO bahkan diperkirakan turun 9,6% menjadi 4.249 ringgit Malaysia per ton pada kuartal IV-2025. Sekuritas tersebut memperkirakan, marjin laba kotor ICBP akan naik 150 basispoin secara kuartalan menjadi 36,4 pada kuartal 1-2025. (Yetede)

Setelah Danantara Berdiri Mengapa Saham BUMN Melemah

25 Feb 2025
PELUNCURAN resmi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara pada Senin pagi, 24 Februari 2025, belum memikat kepercayaan investor. Harga mayoritas saham badan usaha milik negara (BUMN) justru turun setelah Danantara diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Dari tiga bank milik BUMN yang asetnya bakal dikelola Danantara, hanya satu yang nilainya meningkat.  Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup turun 2,33 persen atau 100 poin di level 4.200 pada perdagangan kemarin. Saham BBNI melanjutkan tren pelemahan yang dalam sebulan terakhir merosot 8,89 persen atau 410 poin. 

Begitu pula saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang turun 0,99 persen atau 50 poin ke level 5.025. Dalam sebulan terakhir, emiten ini anjlok 17,96 persen atau 1.100 poin.  Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pun mengalami koreksi sebesar 1,89 persen atau 50 poin ke level 2.600. Hanya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 0,77 persen atau 30 poin ke level 3.920. Meskipun dalam sebulan terakhir saham BBRI masih terkoreksi 6,44 persen atau 270 poin. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan respons pasar cenderung beragam terhadap peluncuran Danantara. “Ada beberapa moral hazard yang menjadi kekhawatiran pasar,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 24 Februari 2025. 

Oktavianus menekankan bahwa investor sangat memperhatikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMN. Jika tata kelola di Danantara kurang kuat, kepercayaan investor bisa turun dan berdampak negatif pada harga saham. Khususnya ihwal penggunaan dividen yang dikhawatirkan membatasi ruang gerak emiten itu karena penggunaannya akan menyasar lebih dari 20 megaproyek.  Berdasarkan Undang-Undang BUMN, Danantara bertugas mengelola dividen BUMN. Danantara akan mengelola dividen holding investasi, dividen holding operasional, dan dividen BUMN. Danantara juga berwenang mengatur penyertaan modal BUMN dari dividen, membentuk holding investasi dan operasional bersama menteri, serta menyetujui penghapusan aset BUMN yang diusulkan holding. (Yetede)


Konflik Kepentingan dalam Rangkap Jabatan Bos Danantara

25 Feb 2025
"INDONESIA is open for business.” Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kalimat tersebut dengan lantang saat meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias Danantara di Istana Negara, Senin, 24 Februari 2025. Seruan tersebut menjadi undangan buat para pemilik modal merapat ke lembaga pengelola investasi baru Indonesia. Danantara merupakan instrumen pemerintah untuk mengelola kekayaan negara. Sumbernya antara lain aset serta dividen badan usaha milik negara (BUMN). Prabowo menyebutkan setidaknya lembaga ini akan mengelola dana US$ 900 miliar atau lebih dari Rp 14 ribu triliun. Kekayaan tersebut bakal diinvestasikan untuk proyek-proyek pembangunan nasional. “Danantara Indonesia akan menjadi salah satu (pengelola) kekayaan negara atau sovereign wealth fund terbesar di dunia,” kata Prabowo.

Pada tahap awal, Prabowo mengatakan akan mengalokasikan hasil penghematan negara sebesar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 300 triliun ke Danantara. Dana tersebut akan dikelola Danantara untuk diinvestasikan ke sekitar 20 proyek strategis nasional. Dia mengklaim proyek-proyek tersebut bakal berdampak tinggi dan menciptakan nilai tambah besar untuk negara, seperti menciptakan lapangan kerja. Saat peresmian Danantara, Prabowo sekaligus meneken Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara. Danantara diserahkan ke tangan tiga orang pilihan Prabowo. Ia menunjuk Rosan Roeslani sebagai Chief Executive Officer Danantara, Dony Oskaria sebagai Chief Operational Officer, dan Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara resmi berdiri pada Senin, 24 Februari 2025. Lembaga yang akan mengelola aset sebesar US$ 20 miliar ini bakal dipimpin oleh Rosan Roeslani, yang akan merangkap jabatan sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi. Dewan Penasihat: Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden ke-6 Indonesia); Joko Widodo (Presiden ke-7 Indonesia); Tony Blair (Perdana Menteri Inggris 1997- 2007 Badan Pengawas: Ketua: Erick Thohir (Menteri BUMN); Wakil Ketua: Muliaman D. Hadad (Ketua OJK 2012-2017) Badan Pelaksana: Chief Executive Officer: Rosan Roeslani (Menteri Investasi dan Hilirisasi); Chief Operating Officer (holding operasional): Dony Oskaria (Wakil Menteri BUMN): Chief Investment Officer (holding investasi): Pandu Patria Sjahrir (Wakil Presiden Direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk). (Yetede)

INDEF Nilai Struktur Danantara Bisa Buat Pengawasan Bias

25 Feb 2025
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyoroti struktur pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho menilai fungsi pengawasan Danantara bisa menjadi bias lantaran struktur jabatan Danantara banyak diisi oleh pejabat publik. Sebagai informasi, Danantara memiliki dua unsur utama, yaitu Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana. Badan Pelaksana Danantara akan membawahi dua jenis holding atau perusahaan induk. Keduanya adalah holding investasi yang dipimpin chief investment officer (CIO) dan holding operasional di bawah chief operating officer (COO).

 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani. Rosan akan bekerja bersama Ketua Pengembangan Keuangan Digital Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Pandu Sjahrir sebagai CIO dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria sebagai COO. Selain itu, jabatan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara juga sudah ditetapkan. Menteri BUMN Erick Thohir menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas dan eks Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara.  Sementara jajaran Dewan Penasihat Danantara diisi oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, dan Perdana Menteri Inggris 1997-2007 Tony Blair. 

Menanggapi ini, Andry dalam acara diskusi publik bertajuk ‘Danantara: Bagaimana dan Untuk Siapa?’ pada Senin, 24 Februari 2025, mengatakan, “Orangnya itu-itu lagi. “Kita bisa melihat di sini kemungkinan besar Menteri akan diawasi oleh Menteri. Jadi Menteri Investasi dan Hilirisasi selaku dari CEO Danantara, itu nanti akan diawasi oleh Menteri BUMN,” kata dia. Tak hanya itu, Wakil Menteri BUMN yang mengisi jabatan di operasional pun menjadi sorotan. Hal ini, Andry berpendapat, akan membuat fungsi pengawasan dan operasionalnya menjadi bias.“Karena ini berada di Kementerian yang sama. Ini menurut saya juga jadi sentimen bahwa Kementerian BUMN tidak mau melepas begitu saja,“ ujar Andry.  (Yetede)

Investor Asing Tarik Dana Rp 3,47 Triliun Sehari Pasca Peluncuran Danantara

25 Feb 2025
 Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih bergerak melemah pada perdagangan Selasa, 25 Februari 2025. Hingga pukul 10.07 WIB, indeks diperkirakan masih berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari terakhir (MA20), dengan indikator Relative Strength Index (RSI) yang menurun dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang menunjukkan tren melambat. Menurut Analis Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi, IHSG diprediksi bergerak dalam rentang support di level 6.640 dan resistance di 6.832 hingga penutupan hari ini. Audi menyebut pelemahan IHSG tidak lepas dari beberapa sentimen global dan domestik yang membayangi pasar. 

Di sektor domestik, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan dari aliran dana keluar (capital outflow) yang cukup besar. "Dalam satu hari kemarin, terjadi outflow sebesar Rp 3,47 triliun, yang mengindikasikan bahwa investor asing masih melakukan pergeseran aset ke instrumen yang lebih aman (low risk and safe havens)," kata Audi saat dihubungi, Selasa, 25 Februari 2025.  Fenomena itu, kata dia, berkaitan dengan peluncuran Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara pada 24 Februari 2025. Dia menyebut peluncuran Danantara masih memunculkan pertanyaan di kalangan investor mengenai transparansi dan tata kelolanya.

Dengan kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian, investor diperkirakan tetap berhati-hati dalam mengambil posisi. "Selama belum ada kejelasan mengenai arah kebijakan ekonomi global dan mekanisme pengelolaan SWF Danantara, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan," ujar Audi. Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Bukalapak Dapat Angin Segar di Tengah Isu Akuisisi Temu Faktor lain yang mempengaruhi melemahnya pergerakan IHSG ialah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif resiprokal yang digulirkan kembali oleh mantan Presiden AS Donald Trump.  "Pasar khawatir kebijakan ini akan memicu inflasi dan memperlambat ekonomi global," ujar dia. Ia juga mencatat bahwa beberapa bank sentral, seperti Bank of Korea (BoK), telah memangkas suku bunga dan menurunkan target pertumbuhan PDB sebagai respons terhadap dampak kebijakan tersebut. (Yetede)

Harga Pangan Menjelang Ramadan Kompak Naik

25 Feb 2025
 Sejumlah komoditas bahan pangan mengalami kenaikan harga sekitar sepekan menjelang Ramadan. Kenaikan harga ini disinyalir disebabkan permintaan yang meningkat, sedangkan suplai dan distribusi sejumlah komoditas masih terbatas, terutama komoditas impor seperti bawang putih dan daging sapi. Berdasarkan pantauan di panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Selasa, 25 Februari 2025, harga rata-rata beras premium secara nasional naik 0,15 persen dibandingkan hari sebekumnya menjadi Rp 15.518 per kilogram. Pekan lalu, harga rata-rata beras premium secara nasional sebesar Rp 15.504 per kilogram.

Beras medium dan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) juga kompak menanjak. Secara nasional, harga rata-rata bahan pokok ini sebesar Rp 13.658 per kilogram dan Rp 12.542 per kilogram. Pekan lalu, harga masih di angka Rp 13.633 per kilogram dan Rp 12.524 per kilogram. Tapi dibandingkan hari sebelumnya, harga beras SPHP turun dari Rp 12.551 menjadi Rp 12.542 per kilogram atau sebesar 0,33 persen. Di produk hortikultura, bawang merah juga mengalami kenaikan dibandingkan pekan lalu, meski turun dibandingkan hari sebelumnya. Harga bawang merah hari ini sebesar Rp 36.107 per kilogram. Kemarin, harga bawang merah berada di angka Rp 36.133 per kilogram. Sedangkan pekan lalu, harganya masih sebesar Rp 35.175 per kilogram.

Sedangkan harga bawang putih bonggol di Indonesia Timur tembus Rp 52.603 per kilogram, meninggalkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 40.000 per kilogram. Harga ini naik 0,04 persen dibandingkan pekan sebelumnya yakni Rp 52.584 per kilogram, meski turun 1,08 persen dari hari kemarin yakni Rp 53.179 per kilogram. Di luar Indonesia Timur, harga bawang putih juga melampaui HET Rp 38.000 per kilogram, yakni Rp 42.464 per kilogram. Harga ini naik 0,39 persen dibandingkan hari sebelumnya yakni Rp 42.298 per kilogram dan naik 1 persen dibandingkan harga pekan lalu yakni Rp 42.042 per kilogram. Harga cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai rawit merah juga kompak naik. Harga masing-masing komoditas itu hari ini menyentuh Rp 53.035 per kilogram, Rp 52.792 per kilogram, dan Rp 77.632 per kilogram. Harga ini naik baik dibandingkan dengan hari sebelumnya maupun pekan sebelumnya. (Yetede)


Mesin Baru untuk Mendorong Akselerasi Ekonomi

25 Feb 2025

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025, memiliki peluang besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan mencapai angka 8%. Danantara akan mengerahkan investasi awal sebesar US$20 miliar untuk 20 proyek strategis yang mencakup sektor-sektor vital seperti penghiliran nikel, energi baru terbarukan, dan pusat data. Rosan P. Roeslani, CEO Danantara, menjelaskan bahwa badan ini akan mengelola aset BUMN, termasuk tujuh perusahaan besar, dengan total aset mencapai US$670,8 miliar.

Namun, keberhasilan Danantara sangat bergantung pada pengelolaan yang bebas dari kepentingan politik. Banyak pihak, termasuk Esther Sri Astuti dari Indef, mengingatkan bahwa Danantara perlu memastikan bahwa BUMN yang dikelola dalam kondisi sehat sebelum digabungkan, untuk menghindari risiko beban pada BUMN yang sehat. Selain itu, meskipun Rosan P. Roeslani mendapat dukungan karena rekam jejak profesionalnya, beberapa pihak, seperti Wijayanto Samirin dari Universitas Paramadina, mengingatkan agar posisi dalam Danantara diisi oleh sosok-sosok yang bebas dari kepentingan politik.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan yang kuat, dengan Danantara harus mampu diaudit setiap saat dan tidak terjebak dalam praktik korupsi. Namun, ada kekhawatiran terkait pasal dalam revisi UU BUMN yang dapat menyulitkan proses audit, terutama oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang hanya bisa melakukan audit dengan permintaan DPR. Keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada integritas dan prinsip tata kelola yang baik, serta kemampuan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif.


Strategi Model Bisnis yang Efektif untuk Danantara

25 Feb 2025

RUU Perubahan Ketiga atas UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang telah disahkan pada 4 Februari 2025 memperkenalkan beberapa perubahan penting dalam pengelolaan BUMN, salah satunya adalah pembentukan BPI Danantara. Dengan pengesahan ini, kelembagaan Danantara semakin diperkuat secara legal. Fokus utama kini bergeser pada pengembangan model bisnis untuk mencapai tujuan utama sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi, pengoptimalan kekayaan negara, dan peningkatan daya saing global.

Mochamad Purnomosidi, tokoh penting dalam LRT Jabodebek, juga terlibat dalam pencarian investasi untuk proyek ini, namun fokus utama Danantara adalah pada pengelolaan aset BUMN yang terdiri dari tujuh perusahaan besar seperti Bank Mandiri, PLN, dan Pertamina. Total aset kelolaan Danantara diperkirakan mencapai Rp8.938 triliun pada saat pendirian.

Danantara akan mengadopsi dua model bisnis utama: sebagai asset manager yang fokus pada penciptaan nilai dan investment manager yang berorientasi pada pengoptimalan return finansial. Referensi utama untuk pengelolaan Danantara adalah Temasek, yang telah sukses mengelola portofolio global dengan prinsip komersial, tanpa campur tangan politik. Namun, Danantara harus menyesuaikan strategi dengan kondisi Indonesia, dengan fokus pada investasi jangka menengah hingga panjang, terutama dalam sektor-sektor yang mendukung peningkatan kesejahteraan nasional seperti infrastruktur dasar, energi, dan pendidikan.

Danantara berpotensi menjadi pilar ekonomi yang kuat dan kompetitif jika dikelola dengan prinsip komersial, tata kelola yang baik, dan strategi investasi yang fleksibel. Keberhasilannya bergantung pada kemampuannya mengatasi tantangan regulasi, pasar, dan risiko serta mendukung perekonomian nasional.


LRT Jabodebek Bergerak Cepat Menarik Investor

25 Feb 2025

LRT Jabodebek sedang aktif mencari investor dari Asia dan Eropa untuk merealisasikan pembangunan Fase 2 Cibubur—Bogor, yang saat ini masih dalam tahap feasibility study (FS). Mochamad Purnomosidi, Executive President LRT Jabodebek, menargetkan bahwa studi kelayakan ini akan selesai pada Agustus 2025. Sejalan dengan itu, mereka juga sedang melakukan diskusi dengan beberapa investor dari negara seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Jepang, dan beberapa negara Eropa untuk menilai kelayakan proyek tersebut. Meskipun belum ada angka pasti mengenai kebutuhan investasi, Purnomosidi memastikan bahwa pendanaan untuk Fase 2 tidak akan lebih besar dari Fase 1 karena panjang lintasan Fase 2 hanya sekitar 23 kilometer, sementara Fase 1 mencapai 44 kilometer.

Di sisi lain, LRT Jabodebek menargetkan 27 juta penumpang tahun ini, meskipun dalam beberapa pekan terakhir, jumlah penumpang mengalami penurunan menjadi 89.000 pengguna per hari akibat kebijakan work from home. Untuk meningkatkan jumlah pengguna, LRT Jabodebek berencana melakukan sejumlah langkah strategis seperti menambah jumlah trainset, memperpendek headway, menyediakan layanan feeder, serta membuka peluang untuk hak penamaan (naming rights). Pada tahun 2024, LRT Jabodebek berhasil mencatatkan 21.055.870 pengguna, dengan rekor harian tertinggi sebanyak 94.172 pengguna pada 26 November 2024.