Investor Asing Tarik Dana Rp 3,47 Triliun Sehari Pasca Peluncuran Danantara
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih bergerak melemah pada perdagangan Selasa, 25 Februari 2025. Hingga pukul 10.07 WIB, indeks diperkirakan masih berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari terakhir (MA20), dengan indikator Relative Strength Index (RSI) yang menurun dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang menunjukkan tren melambat. Menurut Analis Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi, IHSG diprediksi bergerak dalam rentang support di level 6.640 dan resistance di 6.832 hingga penutupan hari ini. Audi menyebut pelemahan IHSG tidak lepas dari beberapa sentimen global dan domestik yang membayangi pasar.
Di sektor domestik, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan dari aliran dana keluar (capital outflow) yang cukup besar. "Dalam satu hari kemarin, terjadi outflow sebesar Rp 3,47 triliun, yang mengindikasikan bahwa investor asing masih melakukan pergeseran aset ke instrumen yang lebih aman (low risk and safe havens)," kata Audi saat dihubungi, Selasa, 25 Februari 2025. Fenomena itu, kata dia, berkaitan dengan peluncuran Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara pada 24 Februari 2025. Dia menyebut peluncuran Danantara masih memunculkan pertanyaan di kalangan investor mengenai transparansi dan tata kelolanya.
Dengan kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian, investor diperkirakan tetap berhati-hati dalam mengambil posisi. "Selama belum ada kejelasan mengenai arah kebijakan ekonomi global dan mekanisme pengelolaan SWF Danantara, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan," ujar Audi. Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Bukalapak Dapat Angin Segar di Tengah Isu Akuisisi Temu Faktor lain yang mempengaruhi melemahnya pergerakan IHSG ialah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif resiprokal yang digulirkan kembali oleh mantan Presiden AS Donald Trump. "Pasar khawatir kebijakan ini akan memicu inflasi dan memperlambat ekonomi global," ujar dia. Ia juga mencatat bahwa beberapa bank sentral, seperti Bank of Korea (BoK), telah memangkas suku bunga dan menurunkan target pertumbuhan PDB sebagai respons terhadap dampak kebijakan tersebut. (Yetede)
Postingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
30 Jun 2025
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
30 Jun 2025
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
23 Jun 2025
Pasar Dalam Tekanan
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023