Ekonomi
( 40430 )ICW Soroti UU BUMN dan Aturan Pembentuk Danantara Belum Tersedia untuk Publik
Era Baru Ekonomi Berbasis Emas
Kehadiran bank emas atau bullion bank di Indonesia, yang diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, memberikan dampak positif yang signifikan terhadap industri keuangan tanah air. Dengan semakin beragamnya produk layanan keuangan yang berbasis emas, layanan ini berpotensi memperluas ekosistem emas di Indonesia dan mendorong inklusi keuangan, terutama dalam penggunaan emas sebagai aset dasar.
Sejauh ini, PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) telah memenuhi persyaratan modal untuk menjadi bullion bank sesuai dengan peraturan OJK (POJK No. 17/2024). Kehadiran bullion bank memungkinkan nasabah untuk melakukan berbagai transaksi dengan emas, seperti jual beli emas, penyimpanan emas di bank kustodi, serta menjadikannya sebagai alternatif investasi dan instrumen hedging.
Dampak positif lainnya termasuk peningkatan efisiensi perdagangan emas, penguatan cadangan devisa, dan stabilitas ekonomi Indonesia. Selain itu, kehadiran bullion bank dapat mendukung industri tambang dan pengolahan emas, serta menekan perdagangan emas ilegal. Secara keseluruhan, langkah strategis ini diprediksi akan meningkatkan daya saing ekonomi nasional Indonesia dengan memanfaatkan potensi emas yang ada di dalam negeri. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, juga optimis bahwa layanan ini akan semakin meluas, memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia.
Strategi Tangguh Menghadapi Tekanan di Industri MICE
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberi dampak signifikan pada sektor pariwisata, terutama industri MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). Efisiensi anggaran ini mengurangi kegiatan yang melibatkan Kementerian/Lembaga, yang merupakan pasar utama MICE di Indonesia, sehingga memberikan tekanan pada industri tersebut. Hal serupa juga terjadi pada awal pemerintahan sebelumnya, seperti pada 2014 dan 2019, dengan adanya kebijakan larangan rapat pemerintah di hotel.
Kebijakan efisiensi anggaran dan larangan tersebut pernah berdampak buruk terhadap industri perhotelan dan MICE, termasuk penurunan tingkat hunian hotel. Namun, pemerintah merespons dengan langkah-langkah seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa perhotelan, yang membantu industri untuk pulih. Selain itu, sektor perhotelan dan MICE harus beradaptasi dengan berbagai tekanan, termasuk pandemi Covid-19, dengan menawarkan produk inovatif dan efisiensi biaya untuk bertahan.
Industri MICE memiliki potensi besar untuk menghasilkan devisa dan memberikan dampak positif pada ekonomi lokal. Namun, untuk mempertahankan keberlanjutan industri ini, penting untuk terus melakukan pembenahan di berbagai elemen dasar MICE, seperti akomodasi, transportasi, dan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, pengembangan pasar swasta sebagai tambahan pasar pemerintah juga menjadi solusi untuk pertumbuhan industri MICE di masa depan.
Secara keseluruhan, meski kebijakan efisiensi anggaran dapat mempengaruhi industri MICE, konsistensi dukungan pemerintah dalam hal pengembangan kapasitas dan promosi MICE tetap sangat dibutuhkan agar industri ini tetap tumbuh dan berkelanjutan.
Ancaman Lonjakan Bunga Utang: Indonesia Harus Waspada
Dinamika Permintaan dan Harga Jadi Sorotan Utama
Rasio Imbal Hasil Bank Serentak Mengalami Penurunan
UMKM Menuju Pasar Global dengan Gemini dan PaDi
Daya penetrasi UMKM diperluas dan diperkuat ke pasar lokal-nasional hingga global. Sejumlah instrumen, mulai dari platform belanja daring, penggunaan kecerdasan buatan, hingga bertatap muka dengan pembeli luar negeri, menjadi jembatannya. Untuk mendorong UMKM bisa menembus pasar global, Kemendag bersama Google Indonesia meluncurkan Gemini Academy. Gemini merupakan lini kecerdasan buatan (AI) milik Google yang dapat membantu kreativitas dan produktivitas masyarakat, termasuk pengusaha UMKM. Pasar Digital (PaDi) UMKM lahir lima tahun silam, 17 Agustus 2020.
Platform belanja daring yang mempertemukan perusahaan pelat merah dengan pelaku UMKM itu diinisiasi Kementerian BUMN. Selain sebagai laman pemasaran, PaDi UMKM juga menjadi wadah pengadaan barang secara elektronik (e-procurement). PaDi UMKM juga memfasilitasi pembiayaan dengan jaminan tagihan yang belum dibayarkan (invoice financing atau anjak piutang).
”Saat ini, PaDi UMKM mewadahi 54.500 UMKM, 1,9 juta produk UMKM, dan 12.000 pembeli. Total transaksinya mencapai Rp 58 triliun,” kata Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam Sinergi Kemendag dengan Kementerian BUMN untuk Mengembangkan UMKM Siap Ekspor di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (24/2). PaDi UMKM inilah yang menjadi salah satu pemantik Kemendag bersinergi dengan BUMN. Sinergi itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang mencakup kerja sama penguatan rantai pasok dalam negeri, serta peningkatan kemampuan SDM, usaha, dan dukungan skema pembiayaan. MoU itu ditandatangani Kartiko dan Wakil Mendag, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Yoga)
Diskon Tarif Tol sebesar 20 Persen akan Diterapkan
Pemerintah akan memberikan diskon tarif tol sebesar 20 % selama Ramadhan dan Idul Fitri. Diskon tarif ini mulai berlaku pada 4 Maret 2025. Kebijakan soal diskon tarif tol ini dibahas dalam Rakor Pembahasan Kesiapan Menyambut Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (24/2). Mengutip siaran pers Kementerian PU, Selasa (25/2), Wakil Menko Polkam, Lodewijk F Paulus menyatakan, pemerintah menjamin keamanan pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah. Arus mudik dan arus balik menjadi bagian di dalamnya.
”Termasuk sejauh mana diskon untuk tiket pesawat, yang tentunya masih dikomunikasikan seberapa besar penurunannya. Kalau pada Natal-Tahun Baru kemarin turun 10 %, kita harapkan (untuk Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H) lebih dari 10 %. Dan, yang sudah pasti, jalan tol mendapat diskon 20 % sehingga diharapkan semuanya dapat memberikan kelancaran terhadap proses ini,” katanya.
Lodewijk juga menyatakan, pemerintah akan memastikan seluruh kementerian dan lembaga negara meningkatkan koordinasi, kolaborasi, dan bersinergi untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Ramadhan dan Idul Fitri. ”Pemerintah juga telah memastikan ketersediaan fasilitas yang mendukung pelaksanaan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H, termasuk mudik. Contohnya dari Kementerian PU yang menjamin jalan nasional tidak ada yang berlubang. Kita juga berkoordinasi dengan Kemendagri untuk memastikan kondisi jalan provinsi dan jalan daerah di tingkat kabupaten/kota. Tentunya akan ada imbauan kepada pemda,” katanya. (Yoga)
Widi Ilham Budiman, Motivasi Bagi Peternak Milenial
Terlibat mengurus sapi perah milik ayahnya sudah dilakoni Widi Ilham Budiman (26) sejak masih duduk di bangku SD. Beternak sapi perah, menurut Widi, terbukti bisa menjadi lokomotif penghasilan yang relatif stabil layaknya bekerja di sektor formal. Namun, untuk menstabilkan pendapatan, semua upaya harus dilakukan dengan tekun, salah satunya dengan membuat hewan-hewan ternak tetap sehat dan nyaman, untuk menjaga produksi susu segar yang dipasok ke pabrik di Pasuruan melalui KUD Dadi Jaya. Menjaga kandang dalam suasana yang benar-benar bersih dan nyaman adalah hal yang tak boleh dilewatkan, selain soal asupan makanan. ”Fokuslah menjaga asupan sapi dengan memberikan porsi sesuai bobot masing-masing,” kata Widi di Dusun Suruhgalih, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Minggu (23/2).
Selama terjun sebagai peternak, Widi menerapkan seluruh ilmu yang didapat ketika kuliah di Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Ia mengatakan, dengan asupan yang cukup, sapi dipastikan sehat dan bermuara pada produksi susu segar. Begitu juga dengan kualitas pakan yang diberikan. Sangat berpengaruh pada kualitas susu yang dihasilkan. Dia menerapkan sistem pemberian pakan sesuai bobot sapi, memberikan tambahan konsentrat, serta memilih rumput odot yang memiliki kandungan air rendah dan lebih mengenyangkan. Dalam pemberian pakan, sejak awal ditakar berdasarkan berat badan sapi, hingga pencatatan lain yang lebih detail.
Dengan sistem itu, saat ini produksi susu sapi setelah beranak, per ekor meningkat dari 15 liter menjadi 20-25 liter setiap hari. Faktor lain adalah mengembangkan peternakan sapi perah dengan etika dan kepedulian tinggi terhadap hewan. Apalagi dari ternak sapi, tidak hanya menikmati produksi susu segar, tetapi kotorannya pun berfaedah. Kotoran diolah menjadi biogas dan bermanfaat menjadi kompos untuk menyuburkan rumput sebagai pakan ternak utama. Pengolahan kotoran sapi pun tak pernah berhenti dan selalu ada cara baru. Sejak 2010 mereka sudah menikmati aliran gas dari pengolahan kotoran baik padat maupun cair, yang disalurkan melalui pipa ke areal tanaman rumput.
Kini pembuatan kompos menggunakan media cacing (vermikompos). Dengan begitu, peternak sapi perah tak hanya menikmati susu, tapi juga kotorannya. Peternakan sapi perah yang dikembangkan Widi bersama kedua orangtuanya sejak tahun lalu sudah menerapkan kandang sapi tertutup. Dengan kondisi kandang yang bersih dan suhu terjaga, sapi tidak mudah stres. Pemberian vaksin pun rutin dilakukan. Widi, yang lulus pada 2024, bersama ayah dan ibunya memiliki 15 sapi, tujuh di antaranya aktif memproduksi susu. Rata-rata setiap hari dia bisa menyetor susu ke KUD Dadi Jaya sebanyak 60 liter dengan harga Rp 7.300 per liter. Misinya, memotivasi generasi milenial agar tertarik menjadi peternak. (Yoga)
Menanti Solusi Mujarab untuk Pemulihan Bursa
Pasar saham Indonesia, khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terus menghadapi tekanan yang signifikan, dipicu oleh penurunan peringkat saham MSCI Indonesia oleh Morgan Stanley dan berbagai faktor eksternal, seperti kebijakan proteksionisme AS. Dalam situasi ini, pelaku pasar berharap adanya langkah strategis dari pemerintah dan otoritas terkait untuk menstabilkan IHSG, di antaranya dengan memberikan insentif investasi, menstabilkan nilai tukar rupiah, dan memberikan kepastian kebijakan fiskal serta moneter.
Menurut Fath Aliansyah dari Maybank Sekuritas Indonesia, kebijakan yang lebih proaktif, termasuk buyback saham oleh BUMN, dapat memberikan dukungan terhadap harga saham yang tertekan. Aria Santoso, Presiden Direktur CSA Institute, juga menilai bahwa penurunan IHSG ini disebabkan oleh faktor eksternal, termasuk penurunan peringkat Indonesia oleh Morgan Stanley dan kebijakan tarif dagang AS.
Namun, beberapa analis melihat bahwa kehadiran Danantara justru bisa menjadi katalis positif untuk pasar dalam jangka panjang, dengan dampak yang potensial bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam meningkatkan kinerja BUMN. Felix Darmawan dari Panin Sekuritas menyarankan agar pemerintah memberikan kejelasan terkait strategi pengelolaan aset Danantara dan mendorong aksi buyback saham BUMN untuk menstabilkan pasar. Selain itu, Hendra Wardana dari Stocknow.id menambahkan bahwa peresmian bullion bank dapat menjadi katalis positif bagi emiten emas di Indonesia, seperti ANTM, HRTA, dan BRMS.
Secara keseluruhan, meskipun pasar saham Indonesia menghadapi tekanan besar, terdapat beberapa langkah yang bisa diambil untuk meredam krisis ini, dengan harapan dapat meningkatkan stabilitas dan daya tarik investasi di masa depan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









