;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

PP Presisi Siap Garap Infrastruktur Senilai Rp 1,5 Triliun

15 Jan 2022

PT PP Presesi Tbk (PPRE, melalui anak usahanya PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA), menyatakan kesiapannya untuk membangun jalan angkutan khusus dengan nilai investasi mencapai Rp 1,5 Triliun. "Kami siap membantu Pemerintah Provinsi Jambi untuk  mengatasi permasalah kemacetan lalu lintas transportasi batu bara yang selama ini masih bercampur dengan transportasi logistik ekonomi dan kegiatan masyarakat," kata Direktur Operasi LMA Rizki Dianugrah dalam keterangan resminya, Jumat (14/1). Rizki mengatakan, jalan angkutan khusus itu nantinya memiliki panjang  sekitar 140 km dengan ROW 30 meter, dan akan membentang dari Kabupaten Sarolangun hingga ke pelabuhan khusus di Kabupaten Muaro, Jambi. Sementara itu, hingga akhir 2021, PP Presisi berhasil mencatatkan kontrak baru sebanyak  Rp 5,6 triliun. Angka itu melesat 100% dari periode yang sama  tahun lalu Rp 2,8 riliun. (Yetede)

Inflasi China dan Pemulihan Global

14 Jan 2022

China memastikan inflasi yang mengamuk sepanjang 2021 terkendali, dan tak akan menjadi faktor pengganggu pertumbuhan tahun 2022. Peran China yang menyumbang 18,33 % PDB dunia 2020 kian penting dalam perekonomian global, sejak membuka diri pada 1978 dengan pertumbuhan rata-rata dua digit selama dua dekade setelahnya. China satu-satunya negara yang mencatat pertumbuhan positif pada 2020 dan menyumbang lebih dari sepertiga pertumbuhan global pada 2021. Pada triwulan I-2021 pertumbuhan ekonomi China mencapai 18,30 %, tertinggi dalam sejarah, setelah mengalami kontraksi 6,8 % pada triwulan I-2020 akibat dampak pandemi.

IMF memprediksi, China menyumbang lebih dari seperlima total peningkatan PDB dunia 5 tahun ke depan (2022-2026). PDB global diperkirakan IMF tumbuh 5,9 % pada 2021 dan 4,9 % tahun ini, tetapi ada kemungkinan dikoreksi akibat Omicron. Angka pertumbuhan global ini diprediksi perlahan melambat menjadi 3 persen pada 2026. Faktor yang mungkin menjadi momok penghambat ekspansi ekonomi China adalah defisit energi, terutama dengan komitmen global China untuk menekan emisi karbon dalam kaitan perubahan iklim. Selain pertumbuhan global yang melambat pasca pandemi, hal lain yang harus diwaspadai adalah meningkatnya ketimpangan akibat divergensi atau pemulihan yang tak merata antar negara. (Yoga)


Wajah Ghozali dan Peluang Besar ”NFT”

14 Jan 2022

Ghozali (22) menjual foto dirinya di platform OpenSea, lokapasar NFT berbasis peer-to-peer, dengan nama akun Ghozali Everyday, yang merupakan jepretan atas dirinya sejak umur 18 hingga 22 tahun atau selama periode 2017-2021. Per Kamis (13/1/2022) pukul 11.30 WIB, mahasiswa Semester VII Program Studi Animasi Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jateng itu mengunggah dan menjajakan 933 item fotonya di OpenSea, dengan harga terendah 0,001 ETH atau Rp 48.000 per item. Lewat akun Twitter @Ghozali_Ghozalu, dia mencuit, dalam 3 hari fotonya tersisa 331 NFT. Satu dari 933 foto itu, nomor #528 menunjukkan Ghozali mengenakan kaus abu-abu dan kain oranye di pundak kanan,  mengalami lonjakan harga luar biasa. Selasa (11/1) Ghozali menjualnya seharga 0,001 ETH, oleh pemilik barunya ditawarkan harga 66.346 ETH atau Rp 3,18 triliun pada Kamis siang. Sehari sebelumnya, koleksi 2 kali berpindah tangan dengan harga pembelian Rp 6,72 juta (0,14 ETH) oleh pembeli ke 2 dan Rp 19,15 juta (0,399 ETH) oleh pembeli ke 3.

Menurut Ghozali, item yang dia jajakan merupakan foto biasa, rekaman sehari-hari yang dia ambil di mana pun berada. Namun, sejumlah orang mengapresiasi konsistensi selama 5 tahun. Kegigihan atau persistency itu dianggap bernilai oleh sejumlah pembelinya. Fenomena Ghozali melanjutkan beberapa hal ”mengejutkan” di industri NFT.  Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda, pasar NFT di Tanah Air makin dewasa, tecermin dari  banyaknya lokapasar NFT yang muncul beberapa tahun terakhir, seperti TokoMall, Paras.id, Kolektibel, Baliola, dan Enevti. (Yoga)


Pertamina Geothermal Memanaskan Bursa IPO

14 Jan 2022

Di tengah euforia pengembangan energi hijau di seluruh dunia, entitas anak badan usaha milik negara, PT Pertamina Geothermal Energy tengah bersiap untuk menggalang dana jumbo melalui initial public offering pada paruh pertama 2022. Kepastian soal rencana IPO entitas subholding PT Pertamina (Persero) itu disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN II Pahala Nugraha Mansury. Pertamina Geothermal Energy (PGE) bakal menyusul langkah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel yang listing di Bursa Efek Indonesia pada 22 November 2022 setelah merampungkan IPO senilai Rpp18,79 triliun.

Terkait dengan rencana go public PGE, Pahala mengungkapkan proses registrasi ditargetkan mulai pada Maret 2022 dan diharapkan IPO akan terlaksana pada Juni 2022. Adapun, jumlah saham yang bakal dilepas ke publik sekitar 20%—30%. “Kami harus kembangkan groundfield, menurut kami geotermal punya potensi untuk dikembangkan, salah satu yang ingin kami kembangkan melalui IPO PGE ini,” jelasnya. Rencana IPO itu, lanjutnya, didorong oleh tiga alasan utama, yakni untuk mencari dana segar, mengeksplorasi potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air, dan menarik mitra strategis yang potensial.


Ketentuan Modal Inti : Aksi Korporasi Bank Berlanjut

14 Jan 2022

Usai mencukupi kebutuhan permodalan minimal Rp2 triliun pada 2021, sejumlah bank mulai berancang-ancang melanjutkan aksi penambahan modal pada tahun ini untuk memenuhi batas minimal modal inti Rp3 triliun. Sejumlah bank melaporkan bahwa sampai dengan akhir Desember 2021, modal inti yang dimiliki sudah sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Dalam aturan itu, modal inti bank pada 2021 minimal sebesar Rp2 triliun, lalu bertahap dipenuhi hingga Rp3 triliun paling lambat pada 31 Desember 2022. PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) misalnya, melaporkan modal intinya pada 31 Desember 2021 sebesar Rp2,8 triliun. Pemenuhan modal itu dipenuhi lewat aksi korporasi penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue dengan perolehan dana masing-masing sebesar Rp249,82 miliar lewat penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV dan senilai Rp2,51 triliun melalui PMHMETD V.


Studi As: Klaim Maritim Tiongkok Atas LTS Melanggar Hukum

14 Jan 2022

Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat merilis laporan studi limits in the seas atau Batas-Batas Laut terkait klaim maritim pemerintah Tiongkok atau Laut Tiongkok Selatan (LTS), klaim itu dinilai melanggar hukum internasional, karena menolak basis geografis dan bersejarah. Studi Terbaru ini, Seri Batas-Batas di Laut yang ke-150, menyimpulkan bahwa pemerintah Tiongkok memiliki klaim maritim yang melanggar hukum disebagian wilayah LTS, termasuk klaim hak wilayah historis yang melanggar hukum. Sejak 2014, Tiongkok terus menegaskan klaim atas wilayah LTS yang luas serta apa yang disebutnya sebagai perairan internal dan kepulauan terluar. "Efek keseluruhan dari klaim maritim ini adalah bahwa RRT secara tidak sah mengklaim kedaulatan atau beberapa bentuk yuridiksi eksklusif atas sebagian besar LTS. Klaim-klaim itu sangat merusak supremasi hukum di lautan dan banyak ketentuan hukum internasional  yang diakui secara universal, tercermn dalam konvensi. (Yetede)

Klaim Asuransi Global Meningkat Karena Covid-19

14 Jan 2022

Industri Asuransi Jiwa dilaporkan sangat terpukul dengan pengajuan klaim terkait Covid-19 yang mencapai US$ 5,5 miliar dalam sembilan bulan pertama 2021. Angka ini lebih tinggi dibandingkan klaim US$ 3,5 miliar sepanjang 2020. Padahal industri tersebut berharap pembayaran klaim akan lebih rendah menyusul peluncuran vaksin. "Kami jelas membayar lebih dari yang kami perkirakan pada awal tahun lalu," ujar angota dewan Hannover Reklaus Miller, yang dilansir Reuters, pada Kamis (13/1). Peningkatan klaim tersebut, sebagian besar disebabkan oleh kemunculan varian Delta yang mana dua kali lebih menular dan lebih mungkin membuat masyarakat dirawat inap dari pada jenis virus corona asli. Disebutkan dalam laporan bahwa kenaikan klaim paling tinggi terjadi di AS, India dan Afrika Selatan. (Yetede)

Grab dan Kemenkominfo Pacu Literasi Digital Pelaku UMKM

14 Jan 2022

Grab, aplikasi super terkemuka di Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman komprehensif untuk memacu liretasi digital di Indonesia. Kerja sama juga mencakup didalamnya  literasi digital bagi pelaku UMKM hingga ke wilayah Indonesia Timur serta talenta lain. Grab dan Kemenkominfo akan menyinergikan kekuatan unyuk menerapkan program-program kunci, yaitu SiberKreasi, Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Infromasi (Bakti) Kemenkominfo, dan Focus Group Discussion (FGD), untuk meningkatkan literasi digital. Perhatian juga akan diberikan untuk pelatihan kewirausahaan bagi usaha kecil dan menengah berbasis kuliner guna memfasilitasi mereka untuk go digital lewat GrabFood. Sebelumnya, Kemenkominfo dan Grab sudah bekerja sama untuk program SiberkKreasi yang berhasil mendorong literasi digital bagi lebih 12.000 pengusaha kecil dan menengah di Tanah Air. (Yetede)

Qlue-Dell Dorong Optimalisasi Al Bisnis

14 Jan 2022

Qlue, perusahaan penyedia ekosistem terlengkap di Indonesia, mendorong optimalisasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelegence/AL) dan internet of things (IoT) bagi sektor bisnis di Indonesia. Founder dan CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, perkembangan teknologi akan semakin masif, sehingga seluruh aspek bisnis harus  cepat beradaptasi dengan baik. Menurut Rama, teknologi AL dan IoT yang merupakan teknologi yang pemanfaatannya terus meningkat karena dimensi perkembangan kebutuhan bisnis yang berpengaruh kondisi sosial dan teknologi saat ini. "Pemanfaatan teknologi berbasis AL dan IoT untuk optimalisasi bisnis itu diantaranya berupa analisis visual demografi pengunjung  sebuah toko untuk mendeteksi minat dan ketertairikanya terhadap sebuah produk, atau layanan yang ditawarkan." tutur Rama. (Yetede)

Tahun Investasi Ekuitas

14 Jan 2022

Inflasi yang naik dimana-mana  ini pertanda baik, mencerminkan kembali bergairahnya perekonomian global maupun domestik. Dana asingpun masuk lagi ke pasar modal kita,  tak melulu mengendap di obligasi pemerintah, namun juga dipastikan mengalir lebih deras ke instrumen saham. Indikasi lonjakan pertumbuhan ekonomi, tergambar jelas dari inflasi yang menguat, yang tidak hanya didorong naiknya ongkos produksi (cost-push inflation) namun juga kuatnya daya beli (demand- inflation). Di Amerika Serikat, bank sentral The Federal Reserve  (The Fed) sudah mempercepat pengurangan pembelian aset, plus siap-siap menaikkan suku bunga untuk mengendalikan kenaikan inflasi. Yang lebih menggembirakan ekspor kita sudah didominasi produk manufaktur, yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Kebijakan hilirisasi sumber daya alam dengan  larangan ekspor biji nikel, misalnya memaksa perusahaan ramai-ramai mendirikan smelter untuk pemurnian dan pengolahan. (Yetede)