Ekonomi
( 40554 )Kebijakan Moneter Jadi Perhatian Pelaku Pasar
Saham-saham unggulan di bursa saham China, Senin(17/1/2022), naik tipis 0,4 % setelah Bank Sentral China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman utama sebesar 10 basis poin. Data terbaru ekonomi China menunjukkan, angka penjualan ritel hanya naik 1,7 persen secara tahunan Desember lalu, meleset dari perkiraan sebesar 3,7 %. Tahun lalu, ekonomi China tumbuh 8,1 %. Perhatian pelaku pasar pekan ini juga tertuju pada kebijakan moneter Jepang. (Yoga)
Inflasi Bayangi Upaya Penurunan Kemiskinan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per September 2021, ada 26,5 juta orang miskin di Indonesia atau 9,71 % total penduduk, berkurang 1,05 juta orang dibandingkan September 2020. Per September 2021 BPS mendefinisikan penduduk miskin adalah mereka yang pengeluaran per kapita per bulannya di bawah angka garis kemiskinan, yaitu Rp 486.168 per kapita per bulan atau Rp 2.187.756 per rumah tangga miskin per bulan. Menurut Kepala BPS Margo Yuwono, jika tidak diiringi peningkatan upah atau pendapatan yang memadai, lonjakan harga komoditas pangan dan barang lainnya tahun ini dapat memicu kenaikan angka kemiskinan. ”Inflasi tidak serta-merta berpengaruh pada angka kemiskinan. Yang mengkhawatirkan itu kalau pendapatan masyarakat tak bertambah, sementara inflasinya semakin tinggi,” katanya. ”Kalau kenaikan pendapatan tetap melebihi inflasi, kemiskinan otomatis turun,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Tauhid Ahmad berpendapat, angka kemiskinan yang menurun di tengah peningkatan garis kemiskinan per September 2021 menunjukkan indikator yang baik, dimana pendapatan dan daya beli masyarakat masih baik karena tidak tergerus kenaikan harga, tapi sulit dipertahankan di 2022, karena efek implementasi UU Cipta Kerja, rata-rata kenaikan UMR 2022 adalah 1,09 %, di bawah angka inflasi tahunan pada Desember 2021 sebesar 1,87 %. Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Vivi Yulaswati mengatakan, inflasi adalah hal wajar yang sering terjadi di awal tahun akibat sejumlah komoditas pangan mengalami gagal panen di musim hujan. (Yoga)
Ekspor Hadapi Tantangan
Sepanjang 2021, Indonesia mendapatkan berkah ekspor melimpah, tetapi sejumlah tantangan tahun lalu masih membayangi perekonomian domestik, antara lain masih terganggunya dan tingginya biaya logistik laut, melonjaknya harga sejumlah komoditas global, krisis energi, dan divergensi ekonomi global, yang berimbas ke sejumlah sektor perekonomian dalam negeri. BPS (17/1) merilis, total surplus neraca perdagangan migas dan non migas Indonesia sepanjang 2021 mencapai 35,34 miliar USD atau Rp 505,715 triliun, tumbuh 38,82 % dibandingkan 2020 dengan surplus 21,62 miliar USD. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, surplus neraca perdagangan itu tak lepas dari kinerja positif ekspor non migas.
Kenaikan harga CPO global mengakibatkan harga minyak goreng dalam negeri melonjak, minyak goreng curah dan kemasan yang semula Rp 9.500 - Rp 12.500 per liter, melonjak jadi Rp 17.500 - Rp 21.000 per liter. Kenaikan harga batubara global membuat eksportir batubara memilih mengekspor batubara ketimbang memenuhi DMO batubara. Ini menyebabkan pasokan batubara dalam negeri, terutama untuk PLTU kurang awal tahun ini. Demikian juga gangguan dan lonjakan biaya logistik laut global menyebabkan Indonesia kekurangan kapal dan peti kemas. Biaya logistik antarpulau di Indonesia juga naik.
Ekonom Divisi Kebijakan Eksternal Departemen Strategi, Kebijakan, dan Tinjauan IMF, Parisa Kamali, mengemukakan, tekanan akibat lonjakan biaya logistik laut mulai mereda. Namun, biaya logistik itu diperkirakan tetap tinggi hingga akhir 2022 lantaran pandemi Covid-19 masih berlanjut. Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memproyeksikan, jika tarif pengiriman tetap tinggi hingga 2023, tingkat harga impor global dan tingkat harga konsumen dapat naik sebesar 10,6 % dan 1,5 %. (Yoga)
Industri Asuransi, Ganti Nama untuk Mengubah Citra
Perusahaan asuransi beramai-ramai mengubah citra (rebranding), dengan mengenalkan nama baru, sebagai awal transformasi bisnis, juga memulai penggunaan layanan aplikasi digital, penetapan target bisnis baru, dan penambahan nilai-nilai etos kerja baru. Langkah tersebut, ditempuh PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri yang menjadi PT Perta Life Insurance. Dirut Perta Life Hanindio W Hadi (17/1) berkata, perubahan nama itu ditetapkan RUPS LB, 24 November 2021, untuk memulai transformasi bisnis dengan etos kerja dan semangat baru, salah satunya dengan layanan digital. Direktur Pemasaran Perta Life Haris Anwar mengatakan, dengan perubahan baru itu, pihaknya tidak hanya mengubah etos kerja internal, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan, dengan target pertumbuhan pendapatan 20 %.
Tahun lalu, sejumlah perusahaan asuransi berganti nama, antara lain PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menjadi PT Zurich Asuransi Indonesia pada November 2021, juga PT MNC Life Assurance yang rebranding aplikasi digitalnya dari Hario menjadi Motion Insure. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, transformasi dilakukan perusahaan asuransi jiwa. Pihaknya mendorong inovasi digital untuk meningkatkan layanan. (Yoga)
”Right Issue” Waskita Terserap 85 persen
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyelesaikan proses penawaran saham terbatas (right issue) sebesar Rp 9,44 triliun, yang hanya 85,81 % dari target Rp 11 triliun. Dari Rp 9,44 triliun tersebut, Waskita menerima dana publik Rp 1,54 triliun dan penyertaan modal negara Rp 7,90 triliun. ”Perseroan akan fokus menjalankan bisnis operasional berbekal kemampuan likuiditas yang lebih baik,” ujar Dirut Waskita Destiawan Soewardjono (17/1). (Yoga)
Hitung Ulang Pembengkakan Biaya Kereta Cepat
Penyelesaian persoalan pembengkakan biaya atau cost overrun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih menunggu hasil audit BPKP. Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, menuturkan, sembari menunggu proses penghitungan internal untuk menekan potensi cost overrun. "Pembengkakan bukan berdasarkan pada data histori (sudah terjadi), melainkan berdasarkan data dan biaya yang masih berpotensi akan terjadi karena apa yang dihitung adalah sampai proyek ini selesai," ujarnya, kemarin.
Adapun berdasarkan hitungan KCIC pada pertengahan 2021, biaya investasi kereta cepat membengkak sekitar Rp27,17 triliun. Managemen kala itu menjelaskan penyebab utama cost overrun adalah konstruksi atau engineering, procurrement, and construction, serta pembebasan lahan. Upaya pembebasan lahan kereta cepat memakan biaya lebih besar dari perkiraan dan sulit dilakukan lantaran jalur yang dilalui sangat luas serta melewati daerah komersial. (Yetede)
Ugal-Ugalan RUU Ibu Kota Negara
Pemerintah dan DPR mengebut pembahasan RUU Ibu Kota Negara. Prosesnya tak transparan dan minim partisipasi publik. Presiden Jokowi mengirim surat dan draft Undang-Undang Ibu Kota Negara ke Senayan pada 29 September 2021. DPR kemudian membentuk Panitia Khusus RUU Ibu Kota Negara pada 7 Desember lalu. Baru sebulan Pansus bekerja, DPR menargetkan pengesahan RUU tersebut dalam rapat paripurna pada 18 Januari 2021. Indikasi tergesa-gesa juga tampak dari pelanggaran formal yang sempat terjadi. Pembahasan RUU Ibu Kota Negara pun terkesan tertutup sehingga rawan disusupi kepentingan pemburu rente proyek. Pemerintah dan DPR belum sungguh-sungguh melibatkan partisipasi publik. Padahal sebuah kebijakan publik, apalagi pemindahan Ibu Kota negara yang menelan anggaran Rp 466,9 triliun dan 20% nya bersumber dari kas negara, semestinya deliberatif. Pemerintah harus duduk bersama warga lebih dahulu untuk merumuskan kebijakan tersebut. (Yetede)
Pecah Rekor Neraca Dagang
Surplus neraca perdagangan mencetak rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) memcatat surplus neraca perdagangan sepanjang 2021 mencapai US$ 35,34 miliar atau setara dengan Rp 506 triliun dengan kurs 14,325 per dolar Amerika. "Rekor tertinggi sebelumnya pada 2006 sebesar US$ 39,37 miliar," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, kemarin. Sepanjang 2021, nilai ekspor tercatat sebesar US$ 231,54 miliar. Angka itu naik 41,88% secara tahunan (yoy). Kenaikan ekspor ini diikuti dengan kenaikan impor, kenaikan nilai impor tertinggi berasal dari bahan baku penolong industri, yakni sebesar 42,80%. Adapun impor barang modal tercatat US$ 28,62 miliar dan impor barang konsumsi sebesar US$20,18 miliar. "Kami berharap (surplus) ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga rencana pemerintah terhadap pemulihan ekonomi bisa tercapai dengan cepat sesuai harapan kita semua," tutur Margo. (Yetede)
Singapore Keluarkan Pedoman Cegah Masyarakat Bertransaksi Kripto
Monetary Authority of Singapore (MAS) atau Otoritas Monenter Singapur mengeluarkan pedoman yang bertujuan membatasi penyedia layanan perdagangan mata uang kripto (cryptocurrency) untuk mempromosikan layanan mereka kepada masyarakat umum. Langkah yang dikeluarkan bank sentral Singapura pada Senin (17/1) merupakan bagian dari upaya untuk melindung para investor ritel dari potensi resiko. Tetapi otoritas negera itu telah berulang kali memperingatkan bahwa perdagangan token pembayaran digital, atau mata uang kripto sangat beresiko dan tidak cocok bagi kalangan masyarakat umum. Ini mengingat pergerakan kripto mengikuti irama spekulatif yang tajam. Disebutkan dalam pedoman, perusahaan hanya dapat memasarkan atau beriklan di situs web perusahaan, aplikasi seluler atau akun media sosial resmi mereka sendiri. (Yetede)
XL Axiata Gandeng Cisko Guna Tingkatkan Jaringan
Operator telekomunikasi XL Axiata menjalin kolaborasi dengan Cisko untuk menerapkan teknologi baru pada jaringan seluler XL Axiata. melalui kerjasama ini, pemanfaatan teknologi Cisko Ultra Trafffic Optimization (CUTO) akan ditingkatkan pada jaringan 4G perseroan. Sebelumnya pada pertengah 2021, XL Axiata dan Cisco telah melakukan serangkaian uji coba CUTO, setelah berhasil menaikkan kapasitas efisiensi jaringan radio, teknologi tersebut mulai diimplementasikan pada akhir 2021 di sejumlah area dengan tingkat kepadatan trafik data tinggi.
Direktur & CEO XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan, pihaknya senang dapat bekerjasama dengan Cisco dalam penerapan teknologi CUTO, dimana hal tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. "CUTO membantu meningkatkan efisiensi kapasitas jaringan. sehingga infrastruktur jaringan kami menjadi lebih baik. Dengan CUTO, XL Axiata dapat memberikan layanan data berkualitas tinggi kepada pelanggan dimanapun berada," kata I Gede Darmayusa dalam keterangannya, Senin (17/1). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









