;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Menguatkan Kontribusi Industri Tekfin

15 Jan 2022

Tahun 2021 menjadi penanda industri teknologi finansial (tekfin) kian digandrungi publik. Kontribusinya kian signifikan dalam ekonomi digital dan UMKM. Industri pinjaman daring atau peer-to-peer (P2P) lending, berdasar data OJK hingga November 2021, penyaluran pinjamannya Rp 142,36 triliun, tumbuh 119,85 % secara tahunan (year on year/yoy), akun penggunanya naik mencapai 72,64 juta. Menurut data BI, transaksi pembayaran digital melalui QR Code Indonesian Standard mencapai13,4 juta merchant seluruh Indonesia dan 95 % merupakan UMKM.

Dalam e-Conomy SEA 2021, Google, Temasek, dan Bain & Company menyatakan. potensi ekonomi digital Indonesia  146 miliar USD pada tahun 2025. Nilai ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Dalam The 3rd Indonesia Fintech Summit 2021, Wapres RI Ma’ruf Amin menyatakan, sektor keuangan digital di Indonesia tumbuh 8 kali lipat pada 2030, dari Rp 600 triliun menjadi Rp 4.500 triliun. Menurut FinTech Control Tower, hingga kuartal ketiga 2021, total investasi di tekfin mencapai 34,4 miliar USD, naik 173 % dibandingkan kuartal yang sama tahun 2020.


Ekspor Bergulir Kembali, Fokus Tegakkan Kepatuhan

15 Jan 2022

Ekspor batubara Indonesia bergulir kembali, namun dari 613 eksportir yang terdaftar di Kemendag, baru 13 perusahaan yang mengekspor batubara lagi sejak larangan ekspor batubara dibuka 12 Januari 2022. Total volume ekspor 13 perusahaan itu 1,67 juta ton, ke Jepang, China, Thailand, India, dan Hong Kong. Rencananya, ada 21 perusahaan yang diizinkan ekspor pasca pencabutan larangan ekspor, dan telah mengantongi izin ekspor per 12 Januari 2022 dengan volume ekspor 5,72 juta ton. Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, 13 perusahaan yang mulai mengekspor itu telah memenuhi domestic market obligation (DMO) batubara, sebesar 100 % hingga di atas 100 %. ”Izin ekspor bagi eksportir lain akan

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa berpendapat, letak persoalan yang akhir-akhir ini terjadi adalah krisis pasokan batubara untuk pembangkit listrik PLN dan IPP, yang mendesak diatasi dengan mengamankan pasokan. Caranya, izin ekspor dikaitkan dengan kepatuhan pemenuhan DMO. Perusahaan yang akan ekspor dicek dulu kepatuhannya. Dalam webinar ”Kebijakan Publik: Di Balik Kebijakan Ekspor Batubara Indonesia” yang digelar Narasi Institute, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRES) Marwan Batubara berkata, ”Pemerintah semestinya punya kekuatan memaksa pemenuhan kewajiban DMO, tetapi tidak dijalankan. Saya khawatir pernyataan pemerintah mencabut izin perusahaan tambang batubara karena tak patuh DMO cuma retorika.”  (Yoga)


Tata Kelola BUMN Pariwisata dan Pendukungnya Dibenahi

15 Jan 2022

Melalui PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, pemerintah berupaya membenahi tata kelola perusahaan-perusahaan. Direktur Marketing InJourney Maya Watono mengatakan, InJourney bertujuan membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan multisektor. Setiap pilar dalam InJourney akan dirapikan, baik pengembangan maupun pemasaran. InJourney akan mengintegrasikan semua aset perusahaan-perusahaan BUMN tersebut agar dapat mendukung pariwisata Tanah Air. Misalnya wisata LabuanBajo (NTT), dipersiapkan layanan penerbangan serta koneksinya dengan ekosistem pariwisata yang sudah terbangun. ”Targetnya (pascapandemi), 17 juta wisatawan mancanegara, 330 juta wisatawan nusantara, dan pariwisata mengontribusikan 4,5 % PDB, serta menyerap 13 juta lapangan pekerjaan,” ujar Maya.

Saat peresmian InJourney, Presiden Jokowi berkata, penataan BUMN kepariwisataan ialah keharusan. Pasalnya, banyak perusahaan BUMN bergerak di sektor pariwisata hingga ”beranak cucu”, dari hulu ke hilir, tapi berjalan sendiri-sendiri sehingga lemah. BUMN Pariwisata dan Pendukung harus membuat perusahaan di dalamnya gesit, lincah, dan profesional. Menteri BUMN Erick Thohir mengemukakan, bandara nantinya tak sekadar bandara, tetapi menjadi aerocity atau pusat aktivitas perekonomian di sekitar bandara. InJourney juga dapat bergabung dengan ekosistem lainnya di BUMN, termasuk perbankan. (Yoga)


Ananda Sukarlan, Laku Satu Miliar

15 Jan 2022

Pianis dan komponis Indonesia Ananda Sukarlan resmi menjadi musikus klasik pertama Asia yang karyanya terdaftar dalam NFT (non-fungible token), akhir 2021 lalu. Tiga karya Ananda Sukarlan untuk piano menghasilkan dana 61.000 USD (Rp 1 miliar) dalam penggalangan oleh Yayasan Habitat. Ketiga karya itu dibeli dua pengusaha, Edwin Soeryadjaya dan Hilmi Panigoro. Keduanya tercatat sebagai pembeli pertama NFT karya musik klasik di Asia.

Menurut Ananda, melalui NFT, transparansi jadi kunci, semua karya bisa dilacak ke siapa, ke mana saja. Autentikasi karya benar-benar terjamin, tidak membuka ruang pembajakan. Karya piano lain Ananda yang terdaftar di NFT dan dapat dibeli publik, yaitu Rapsodia Nusantara no 26 (berdasarkan lagu rakyat Nias, ”Tano Niha”) dan Rapsodia Nusantara no 29 (berdasarkan lagu-lagu rakyat Kepulauan Mentawai). Ananda meyakini NFT akan menjadi masa depan pekerja seni yang cepat beradaptasi dengan dunia digital. (Yoga)


Hitung Risiko Investasi Aset Digital

15 Jan 2022

Ghozali Everyday sedang menjadi buah bibir. Ini adalah non fungible token (NFT) yang dibuat oleh Ghozali, seseorang mahasiswa asal Semarang. Isinya berupa 933 foto selfie Ghozali. Pengamat aset kripto Vinsensius Mahapa menyebut, tidak semua NFT cocok untuk investasi, terutama investasi jangka panjang. Salah satu kriteria NFT yang cocok untuk investasi jangka panjang adalah NFT berlatar belakang atau dibuat tokoh terkenal dan memiliki sejarah atau narasi di balik karya tersebut.

Tentu saja, investasi NFT memiliki risiko. Pertama, Vinsensius menyebut, meski memiliki token atau sertifikat yang tidak bisa diduplikasi, file NFT sendiri mudah diduplikasi. File hasil duplikasi ini bisa dibuat NFT lagi. Kedua, layaknya saham, harga NFT juga bisa digoreng. "Ada penerbit yang membeli karya sendiri agar terlihat banyak peminat dan memiliki nilai," kata Vinsensius. 

Manufaktur Menggeliat

15 Jan 2022

Peningkatan kinerja industri pengelohan masih akan berlanjut pada awal 2022. Ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) kuartal pertama tahun ini sebesar 53,83%, lebih tinggi ketimbang pencapaian di triwulan keempat tahun lalu 50,17%. Pada kuartal I-2022, hampir semua komponen pembentuknya berada dalam zona ekspansif (indeks di atas 50). Misalnya, indeks volume produksi 56,94%, sejalan peningkatan permintaan. Indeks volume pesanan barang input sebesar 55,69%, indeks volume persediaan barang 54,60% dan indeks penggunaan tenaga kerja 50,84. 

Asa Baru Pariwisata

15 Jan 2022

Keberadaan holding BUMN Pariwisata dan Pendukung atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) akan menjadi momentum terbentuknya ekosistem pariwisata Tanah Air yang terintegrasi mulai dari hulu ke hilir. Holding yang diberi nama InJourney resmi diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Kamis (13/1) di Kawasan Ekonomi Khusus Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan InJourney akan fokus mengembangkan pariwisata domestik untuk memenuhi kebutuhan turis dalam negeri dan luar negeri. Direktur Marketing PT Aviasi Pariwisata Indonesia Maya Watono mengatakan dalam 100 hari ke depan, ekosistem pariwisata dan pendukung bisa bersinergi, terutama dalam menghadapi event internasional seperti MotoGP di Mandalika pada Maret 2022.

Aksi Bank Asing : UOB Caplok Bisnis Konsumer Citigroup di Asean

15 Jan 2022

Setelah berita tentang penutupan bisnis konsumer Citigroup di 13 negara bergulir sejak tahun lalu, akhirnya United Overseas Bank Limited (UOB) Group mengumumkan akan mengakuisisi bisnis konsumer Citigroup itu di empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kabar hengkangnya Citigroup dari Indonesia sempat menghebohkan industri perbankan Indonesia tahun lalu. Meski demikian, Citigroup akhirnya menjelaskan bahwa aksi itu akan dilakukan bertahap. UOB Group mengakuisisi bisnis konsumer Citigroup di empat negara Asean senilai S$5 miliar atau setara dengan Rp53,21 triliun. Bisnis ini mencakup portofolio bisnis pinjaman tanpa agunan dan pinjaman beragunan, wealth management dan retail deposit atau tabungan segmen ritel.


Penguatan Modal : Bank BJB Bersiap Rights Issue

15 Jan 2022

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) bersiap untuk melakukan ekspansi kredit tahun ini dengan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional dan Jawa Barat. Seiring dengan itu, perseroan pun akan menambah modal melalui rights issue. Perseroan akan menggelar emisi saham baru dengan memberikan hak untuk memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada pemegang saham existing atau rights issue pada Maret 2022 mendatang.

Rencananya, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 925 juta lembar saham baru seri B atau setara dengan sebanyak-banyaknya 9,40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan rights issue merupakan langkah tepat untuk memperkuat permodalan perusahaan sehingga dapat meningkatkan kemampuan penetrasi kredit perusahaan di tahun ini.


Ekspor Tiongkok Melonjak pada 2021

15 Jan 2022

Ekspor Tiongkok melonjak pada 2021 didorong kenaikan pemintaan global, ketika  negara-negara dibuka kembali dari karantina terkait pandemi Covid-19. Data Desember 2021 menunjukkan ekspor naik,  sebagian besar sesuai dengan ekpektasi pada level 20,9% meskipun impor mengecewakan dengan pertumbuhan 19,5%. Angka ekspor Desember 2021 juga dinilai bisa mencerminkan dampak Omicron yang merusak rantai pasokan global, sehingga pesanan ekspor bergeser ke Tiongkok dari negara lain. "Saat ini, ekspor yang kuat mungkin menjadi satu-satunya pendorong yang membantu perekonomian Tiongkok," Tambah Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics. Ekonom Louis Kuijs dari Oxford mengatakan momentum ekspor diperkirakan akan mereda pada 2022. Permintaan ekspor baru masih lemah dan pertumbuhan pertumbuhan asing melambat dari puncaknya tahun lalu. (Yetede)