Ekonomi
( 40554 )Progres Perbaikan Tol Kapal Betung Capai 95%
Perbaikan ruas tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) yang mulai dikerjakan sejak 8 Januari 2022 dan saat ini telah mencapai progres sebesar 95%. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengapresiasi gerak cepat PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) selaku mengelola ruas Kapal Betung yang telah melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas tol Kapal Betung. "Agenda kunjungan kami pada kesempatan ini adalah untuk mengamati langsung penggunaan aspal Coldmix ini mudah pelaksanaanya dan memiliki keawetan yang baik, sehingga diharapkan ke depannya ruas tol Kapal Betung terus mempertahankan kualitas jalan tol yang baik," kata Kepala BPJT Danang Parikesit, Senin. Selain itu juga WTS menambah jumlah rambu-rambu lalu lintas sejumlah 250 RC, 100 rambur petunjuk, dan 100 stick lamp yang akan menyala pada malam hari disepanjang jalan tol, serta imbauan batas kecepatan kendaraan melalui spanduk VMS. (Yetede)
Subsidi Ganda bagi Industri Otomotif
Prospek bisnis otomotif bakal semakin ngacir tahun ini. Pemerintah memperpanjang diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) otomotif tahun 2022. Pada saat yang sama, harga jual mobil segmen low cost green car (LCGC) juga dinaikkan. Kementerian Perindustrian merilis kebijakan terbaru mengenai syarat harga maksimal mobil LCGC, yakni menjadi Rp 135 juta per unit sesuai Pasal 4 Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 36 Tahun 2021. Sebelumnya, harga jual LCGC dipatok senilai Rp 95 juta sebelum pajak daerah, bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor (PKB), mengacu Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013. Berkah pebisnis otomotif bertambah tatkala Presiden Joko Widodo menyetujui perpanjangan subsidi berupa PPnBM Ditanggung Pemerintah (DTP) pada tahun ini, meski tak sebesar tahun lalu.
Investor Asing Berburu Cuan di Bursa Saham Lokal
Dana asing masih terus mengalir ke pasar saham Indonesia. Analis memprediksi, dana asing masih akan terus membanjiri Indonesia. Sepanjang tahun ini hingga 14 Januari 2022, dana asing yang masuk ke bursa saham Indonesia US$ 332,5 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun. Bila diukur setahun ke belakang, jumlahnya menjadi US$ 2,27 miliar. Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menilai, pasar Asia menarik karena ekspektasi pemulihan ekonomi. "Karena real yield masih positif, dibanding Amerika Serikat," ujarnya, Senin (17/1).
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova menjelaskan dana asing masih akan kembali masuk ke Indonesia tahun ini, mengingat sejak pandemi dan masa pemulihan, Indonesia diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas ekspor seperti minyak sawit (CPO) dan batubara. Hal ini memberi dampak positif bagi neraca perdagangan maupun kinerja emiten yang terkait. "Di sisi lain, angka inflasi tahunan yang terkendali menandakan fase pemulihan ekonomi yang stabil, sehingga diharapkan investor asing pun masih menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasinya," ujar Ivan, Senin (17/1). Selain itu, semakin banyaknya emiten yang berkembang ke arah digitalisasi dalam rangka efisiensi, memberi ekspektasi tersendiri di kalangan investor tentang prospek bisnis di Indonesia.
Utang Luar Negeri RI Turun pada November 2021
Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia di November 2021 sebesar US$ 416,4 miliar, turun dibandingkan dengan Oktober 2021 sebesar US$ 422,3 miliar. Secara tahunan, posisi ULN November 2021 tumbuh tipis 0,1% year on year (yoy). Secara terperinci, posisi ULN pemerintah pada November 2021 sebesar US$ 202,2 miliar, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 204,9 miliar. Hal ini menyebabkan ULN pemerintah terkontraksi 0,7% yoy, setelah tumbuh 2,5% yoy pada Oktober 2021.
Konsumer Non-Primer Tertekan Omicron
Saham-saham konsumer non-primer atau consumer cylclical dibayangi sentimen kasus Covid-19 varian omicron yang meningkat. Saham sektor ini terkoreksi 5,89% sejak awal tahun 2022. Indeks consumer cylclical menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam setelah indeks sektor teknologi. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan, indeks sektor ini tertekan oleh saham-saham otomotif dan komponennya serta sektor media yang masing-masing turun 12,25% dan 8,91%. Padahal, kedua subsektor ini memiliki bobot yang cukup besar, yakni 17,6% dan 25% terhadap indeks sektor consumer cylclical.
Geliat Neraca Dagang 2022 : Industri Topang Laju Ekspor
Industri pengolahan diproyeksikan berkontribusi positif pada kinerja perdagangan luar negeri pada 2022, termasuk menjadi penopang surplus neraca perdagangan. Hal itu mengacu tren kenaikan impor bahan baku atau penolong maupun modal sejalan dengan naiknya aktivitas produksi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan industri tekstil berpotensi menambah investasi pada 2022 untuk menangkap peluang naiknya permintaan. "Bisa dikatakan sudah menyamai level sebelum pandemi. Di banyak anggota kami order penuh sampai Maret untuk pasar dalam negeri maupun ekspor," katanya, Senin (17/1). Kenaikan permintaan didukung momentum Ramadan dan Lebaran mendatang. Begitu pula dengan pasar ekspor dengan kenaikan permintaan dari negara tujuan.
Dalam kaitan itu, Kepala Ekonom Bank Pertama Josua Pardede sependapat bahwa industri pengolahan berpotensi menjadi penopang surplus neraca perdagangan. Kontribusi industri manufaktur pada ekspor bisa terus berlanjut, seiring dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penghiliran demi meningkatkan nilai tambah ekspor. Contoh sukses kebijakan ini sudah terlihat dari industri nikel dan stainless steel. Penghiliran di sektor tersebut mampu secara konsisten meningkatkan nilai ekspor besi dan baja (HS 72) nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Industri Kemasan : Peluang Investasi Plastik Terbuka Lebar
Investasi di industri plastik hilir berpeluang untuk bertambah pada paruh kedua tahun ini dengan syarat pada semester I terjadi pertumbuhan paling tidak 5%. Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) sebelumnya mencatat investasi di industri plastik hilir diperkirakan akan mencapai US$500 juta atau sekitar Rp 71,17 triliun pada tahun ini. Investasi tersebut sebagian besar mengalir ke pengadaan mesin-mesin baru.
Performa plastik hilir untuk sektor makanan dan minuman yang mendominasi permintaan juga diramal akan pulih 100% pada tahun ini. Jika itu terjadi, rata-rata utilitas kapasitas produksi plastik hilir akan berada di angka 80%. Sementara itu, utilitas industri plastik hulu mengalami penurunan tipis dari sebelumnya di atas 95% menjadi 92% pada bulan ini. Pasalnya, sejumlah pabrikan petrokimia seperti PT Polytama Propindo melakukan peremajaan mesin yang mengharuskan pemadaman selama 1 bulan.
NFT Simbol Alih Peradaban
Beberapa hari terakhir, orang meributkan non-fungible token (NFT) atau unit data berbentuk token di rantai blok. Pasalnya, Sultan Gustav Al-Ghozali, mendadak populer di jagat maya. Lewat akun Ghozali Everyday, dia menjual swafoto atau foto selfie dirinya sebagai NFT. Ada 933 swafoto yang diambil setiap hari oleh mahasiswa Program Animasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, itu tahun 2017-2018, kemudian dijual di lokapasar NFT bernama OpenSea. Hingga Sabtu (15/1) pagi, foto NFT-nya telah dimiliki 471 akun dengan nilai transaksi 323 Ethereum atau Rp 15,3 miliar.
Semua produk digital itu mewakili apa yang ada di dunia nyata ke dalam metaverse. Avatar mewakili sosok manusia, produk seni diwakili NFT, mata uang diwakili kripto, lahan tempat kita berpijak akan muncul sebagai lahan virtual. Kita bisa bermain, berbisnis, beribadah, dan lainnya di dunia paralel virtual itu. Perubahan ini boleh dibilang menjadi salah satu puncak pencapaian peradaban digital. Seorang ahli menyatakan, nantinya manusia akan lebih lama berada di dunia paralelnya dibandingkan di dunia nyata. (Yoga)
Arah Ekonomi Digital 2022
Adaptasi menjadi kata kunci perkembangan ekonomi digital tahun 2020-2021. Pandemi dan pembatasan mobilitas mendorong proses ini, membuat konsumen ataupun produsen lebih maju dalam mengarungi era digital. Diperkirakan terjadi pertambahan 21 juta konsumen digital baru di Indonesia, membuat ekonomi internet di Indonesia diperkirakan membengkak menjadi 70 miliar dollar AS (Google, Temasek, Bain & Company, 2021). Pelaku usaha yang melakukan digitalisasi mendapat penghasilan 8 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak (Prospera, 2021). Pendapatan usaha skala menengah yang menggunakan platform digital lebih besar 18 % dibandingkan yang tidak.
Pada 2022, ekosistem ekonomi digital akan terus melahirkan inovasi yang dapat menjadi solusi berbagai problematika publik. Salahsatunya adalah inklusi keuanganan yang berkembang pesat, dari 20 % (2011) menjadi 49 % (2017), tapi sektor jasa keuangan masih bergantung pada perbankan, yaitu 79 %. Berdasar Survei Inklusi Keuangan 2020, baru 61,7 % orang dewasa memiliki akun bank. Munculnya berbagai bank digital, seperti Bank Jago, Jenius, dan Blu, dapat menjadi tonggak baru penciptaan inklusi keuangan di Indonesia. Kehadiran bank digital ini, terutama dengan maraknya integrasi tekfin, bisa membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Terdapat ribuan perusahaan ekonomi digital di Indonesia, sebagian besar (85 %) berskala relatif kecil, dengan modal awal di bawah Rp 100 juta. (Yoga)
Target Investasi 2022 Dinilai Ambisius
Target awal realisasi investasi 2022 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebenarnya Rp 968,4 triliun, namun Presiden Jokowi meminta Kementerian Investasi menaikkannya hingga Rp 1.200 triliun demi menopang target pertumbuhan ekonomi kembali di atas 5 % pada 2022. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal (16/1), menilai target Rp 1.200 triliun itu sulit dicapai, terlalu tinggi dan ambisius, terutama mengingat pandemi yang belum usai. Dari data Kementerian Investasi Januari-September 2021, capaian investasi Rp 659,4 triliun atau 73,3 % target Rp 900 triliun. Laju investasi melambat pada triwulan III-2021 akibat merebaknya varian Delta Covid-19 dan diberlakukannya PPKM darurat pada Juli-Agustus 2021.
Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance Tauhid Ahmad berpendapat, peningkatan target realisasi investasi 33 % dari tahun 2021 ke tahun 2022 itu melampaui target yang biasanya dipasang pemerintah sebelum pandemic, dimana biasanya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memasang kenaikan target konvensional di kisaran 11 %. Di sisi lain, kinerja investasi 2 tahun terakhir banyak terbantu realisasi investasi mangkrak. Waketum Kadin Indonesia Shinta W Kamdani menilai, target investasi Rp 1.200 triliun dari Rp 900 triliun sangat ambisius. ”Target ini memang ambisius, tetapi to be fair, kita belum pernah melakukan reformasi struktural besar-besaran. Kita juga belum pernah menjadi tuan rumah G-20. Jadi, kami tetap optimistis sambil terus bekerja keras mencapai target itu,” katanya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









